
Pagi hari, di kediaman keluarga Ishan.
Kenzie dan keluarganya sedang bersiap untuk sarapan. Chef yang bertugas membuat sarapan sedang menyiapkan sarapan untuk mereka. Sampai Chef menyajikan menu sarapan mereka di meja.
"Gimana kuliah kamu Ken?" Tanya Rama.
"Ya begitu-begitu saja, Yah." jawab Kenzie singkat.
"Oh iya Ken, Minggu depan Ayah akan mengajakmu audit. Kosongkan jadwal mu ya!" perintah Rama.
Kenzie mengingat-ingat kembali. Sampai ia mengingat bahwa Minggu depan adalah hari ulangtahun Yuri. Sudah lama ia berencana untuk balik ke Indonesia. Dia ingin merayakan ulangtahun Yuri.
"Tapi Yah, Kenzie sudah berencana untuk balik ke Indonesia." Jawab Kenzie.
"Yah Ken, cobalah untuk di undur dulu ke Indonesia Nya. Ayah ingin kamu belajar bisnis Ayah." Pinta Rama.
"Sekali ini saja Nak. Turuti permintaan Ayahmu. Kelak kamu dan Kakakmu yang akan melanjutkan bisnis Ayah." Naomi membujuk anaknya.
"Kenzie juga punya usaha Yah di Indonesia. Kenapa tidak kakak yang menjalani bisnis Ayah?" tanya Kenzie.
"Ayah hanya ingin bersikap adil pada kalian." ucap Rama.
"Dia ingin kembali ke Indonesia untuk bertemu pacarnya Yah." Kaira meledek adiknya.
"Gara-gara Kakak memelukku, dia jadi salah paham padaku!" Kenzie terus menyalahkan kakaknya.
"Siapa pacarmu Ken? Selama kamu di Indonesia Bunda tidak pernah mendengar kamu memiliki hubungan dengan seorang gadis." tanya Naomi.
"Itu Bun, anaknya teman bunda yang waktu itu kesini." jawab Kaira.
"Oh, anaknya Hani yang satu sekolah denganmu?" tanya Naomi.
"Iya Bun." Jawab Kenzie.
"Nah, jika kamu mencintainya justru seharusnya kamu mau meneruskan bisnis ayahmu. Itukan demi masa depan kamu dengan dia." Nasihat Naomi.
Selesai sarapan, Kenzie langsung pergi ke kampusnya. Ia mengendarai mobil sportnya yang berwarna hitam. Ia melajunya dengan sangat kencang. Hanya membutuhkan waktu Setengah jam untuk sampai ke kampusnya.
Kenzie memasuki gedung perkuliahan. Dia memarkirkan mobilnya. Masuk ke kantin, dia sudah di sapa oleh kedua temannya dan juga,,
"Ken, aku sangat merindukanmu!"
"Yes, lepas!" Kenzie menjauhkan tangan Yesha agar melepas pelukannya.
"Aku kangen sama kamu, Ken." Yesha kembali memeluknya. Kenzie segera menarik temannya untuk menjadi pelindungnya.
"Darren!" Yesha kesal Kenzie menarik Darren hingga jatuh ke pelukan Yesha.
"Kan aku di tarik sama Kenzie." balas Darren.
Kenzie duduk di dalam kantin dan menunggu pesanannya datang. Kenzie masih terasa lapar karena ia tidak sempat menghabiskan sarapannya. Darren dan Andre menyusul Kenzie yang duduk di kantin.
"Ken, si Yesha tuh kurang apa lagi sih? Kaya iya, cantik iya, baik lagi orangnya." kata Darren memuji Yesha.
"Kalian tuh bakal jadi best Couple banget. Sang Primadona kampus berpacaran dengan Tuan Muda Tampan." Sambung Andre.
Siapa yang tak kenal mereka di kampus. Begitulah julukan yang di berikan untuk mereka. Kenzie tak pernah menanggapi Yesha. Sejak ia masuk, Yesha selalu mencari perhatiannya.
"Ken!" Sapa Laras.
Laras teman baru Kenzie. Ia tak seperti Yesha yang selalu mencari perhatian. Laras kenal Kenzie dari kekasihnya yang bernama Dimas. Dimas salah satu teman Kenzie yang masih waras. Setidaknya otaknya tidak di penuhi oleh cewek-cewek.
"Kamu lihat Dimas gak? Tadi katanya ke perpustakaan. Tapi aku cari gak nemu." tanya Laras.
"Aku baru sampai." Jawab Kenzie dengan singkat.
"Ras, lagi selingkuh kali dia." ujar Darren.
"Coba cek di parkiran. Mobilnya goyang-goyang gak?" Sambung Andre.
"Jangan dengar mereka Ras kalau kamu masih waras." kata Kenzie.
"Joget sama cewek lain~" sambung Andre.
"Biar aku hubungi dia ya." Kenzie mengeluarkan ponsel barunya.
"Wih, akhirnya ada yang punya hp sekarang." sindir Darren.
"Orang kaya tapi gak punya hp." Ejek Andre.
"Bro, dimana?" tanya Kenzie.
"Oke, ini Laras nunggu kamu disini." ucap Kenzie.
"Oke siap!" katanya lagi.
Tak berapa lama Dimas datang dengan membawa buku dan tas. Pesanan Kenzie juga sudah datang dengan cepat. Laras mengadukan kelakuan teman-temannya itu pada kekasihnya. Dimas langsung melayangkan tangannya tanpa menyakiti Darren dan Andre. Ia hanya memukul topi dan pundak mereka.
"Aku ke kelas duluan ya!" Kenzie segera membayar pesanannya dan pergi.
Hari berlalu dengan cepat. Kenzie tak punya pilihan selain mengikuti Ayahnya untuk kunjungan. Seperti tahun lalu, Ia mempersiapkan kado untuk di kirim ke Indonesia. Tepat ke rumah Yuri.
Tak lupa ia juga memesan kue untuk di kirim ke rumah Yuri. Rencananya harus di tunda lagi. Ia sudah sangat merindukan Yuri. Ia hanya hafal alamat rumah Yuri. Tapi tidak dengan nomor ponselnya. Ponsel Kenzie pun tertinggal di rumahnya.
Sampai rumah, Kenzie langsung menemui Bundanya. Ia duduk di sebelah Ayah dan Bundanya. Sang Ayah yang sedang sibuk memantau bisnisnya melalui laptopnya dan Bunda yang sedang asik dengan ponselnya.
"Bunda, Bunda lagi apa?" tanya Kenzie.
"Lagi chat sama ibu-ibu nih. Lucu banget!" Jawab Naomi. Naomi hanya memiliki lima orang teman di Indonesia. Itupun semuanya ibu-ibu yang menunggu anaknya sekolah pada saat Kenzie SD.
"Bunda, Kenzie boleh pinjam ponsel Bunda gak sebentar saja," pinta Kenzie.
"Kenzie ingin menghubungi Tante Hani." Kata Kenzie.
"Astaga Ken! Kamu diam-diam pacaran sama mamanya Yuri? Astaga Ken! Kamu jangan ikutan yang lagi Viral dong." kata Naomi.
"Apa sih Bunda? Orang Kenzie ingin berbicara dengan Yuri." Kata Kenzie.
"Oh, kirain kamu juga suka sama Mamanya Yuri." Naomi meminjamkan Kenzie ponselnya.
Kenzie menghubungi Yuri melalui ponsel mamanya. Sudah tiga kali Kenzie menelpon Hani tak juga dapat jawaban. Sampai Hani mengangkat panggilannya.
"Sore Tante, Masih ingat Kenzie kan Tante?" tanya Kenzie.
"Masih dong, masa iya Tante bisa lupa sama kamu." Ucap Hani. Mereka saling menghubung ke video call.
"Tante, Yuri ada?" tanya Kenzie.
"Yuri mah jam segini gak ada di rumah, Ken." Jawab Hani.
"Yuri kemana Tante? Kuliah dimana dia sekarang Tante?" tanya Kenzie.
"Tante main-main kesini dong sama Yuri." Kenzie mulai berisik menanyakan Yuri.
"Ken, jangan banyak nanya ah. Kasihan Tante Hani tuh, di tanya-tanya Mumu." kata Naomi.
"Gak apa-apa Jeng, Namanya juga anak muda." kata Hani.
"Tante, Yuri pulang jam berapa?" tanya Kenzie.
"Biasanya Yuri pulang kerja malam, Ken. Namanya juga kerja di Cafe." Jawab Hani.
"Yuri kerja? Kuliahnya gimana?" tanya Kenzie lagi.
"Dia milih kerja Ken. Katanya mau bantu papanya buat biayain sekolah Keenan." Jawab Hani.
"Terus kalo kerja naik apa Tante?"
"Jalan kaki? Yuri Kan belum bisa bawa motor" tanya Kenzie.
"Kalau kemarin sih di jemput sama temannya terus. Namanya Nat Nata Nathan kalau gak salah." Kenzie semakin panas.