
Sebelum berangkat kuliah, mereka sarapan bersama. Naomi yang sudah berada di ruang makan dengan dress bunga selutut, Kaira baru saja turun ia masih menggunakan piyamanya, Rama yang sudah berada di ruang TV dan Kenzie yang baru turun dengan rambut berantakan, kaos putih dengan kemeja jeans dan celana jeans-nya.
"Loh, Yuri mana Ken?" Tanya Naomi.
"Memangnya belum turun Bun?" Kenzie berbalik nanya.
"Bunda nanya, udah pasti belum ada Yuri. Kamu gimana sih?" Sahut Kaira.
Kenzie kembali ke lantai atas untuk mengajak Yuri sarapan. Yuri masih bercermin di depan kaca. Bukannya ia tak suka dengan pakaian yang di beri Kaira. Hanya saja, ia belum terbiasa menggunakan dress seatas lutut.
"Sayang, sarapan yuk. Sudah siang nih." Ajak Kenzie.
"Aku masuk ya." Kenzie membuka pintu kamar yang tak terkunci.
"Cantiknya,," Puji Kenzie.
"Kenapa masih disitu? Ayo keluar. Bunda, ayah sama Kak Kai sudah menunggu." Ajak Kenzie.
"Aku malu Zie. Kayaknya dress ini gak cocok deh buat aku." Yuri memutar-putar kan badannya.
"Kamu cantik, Ri. Apapun yang kamu gunakan, kamu selalu cantik." Jawab Kenzie.
Merekapun turun setelah sekian lama Kenzie membujuk Yuri. Ya, Kaira langsung membulatkan matanya melihat Yuri yang terlihat anggun. Sedangkan Naomi tersenyum bahagia melihat anaknya bergandengan dengan Yuri. Penampilan mereka terlihat romantis dan cocok sekali.
"Haduh, Bunda sudah gak sabar nih buat ngadain acara." Celetuk Naomi.
"Bukannya tiap bulan Bunda selalu ngadain arisan virtual?" Tanya Kaira.
"Bukan itu, nunggu kamu yang buat acara kan lama." Jawab Naomi.
"Sudah-sudah kita sarapan saja." Kaira mengerti maksud Bundanya.
Mereka menuju meja makan bersama. Pelayan mulai mengeluarkan menu sarapan mereka. Naomi memperlakukan Yuri seperti anaknya sendiri.
"Yah, perkembangan kerjasama dengan perusahaan Zet sudah berjalan lancar ya." Kata Kaira sambil melahap sandwich Nya.
"Berarti sekarang Kai free ya Yah. Kai mau shopping hari ini." Pinta Kaira. Rama hanya menganggukkan kepalanya.
"Ri, nanti temani aku belanja yuk." Ajak Kaira.
Yuri melirik ke arah Rama. Begitu juga dengan Kaira dan yang lain. Rama yang sedang asik makan sadar bahwa dirinya sedang di tatap oleh keluarganya.
"Maaf Kak, aku pulang kuliah langsung kerja Kak." Jawab Yuri.
"Nah itu, itu dia. Itu baru karyawan teladan. Patut di contoh tuh kayak gitu." Rama dengan santainya menyahuti jawaban Yuri.
"Ayah!" Menandakan Kaira mulai protes.
"Jangan dengarkan ayah. Lebih baik kamu ikut Kak Kai belanja. Tapi kamu harus siap kaki sama perut. Kak Kai itu kalau belanja udah kayak ibu-ibu belanja di tanah Abang. Semua di lihat, semua di borong. Kalau udah lapar semua restoran di datangi sama dia. Jangan kaget kalau di dompetnya banyak member card." Kenzie menceritakan pengalamannya menemani kakaknya belanja.
"Tahu apa kamu soal perempuan. Pacar saja baru punya satu. Perempuan itu ya memang seperti itu." Kaira membela dirinya.
"Pokoknya hari ini Kamu wajib nemenin kakak belanja. Kalau perlu kamu sekalian ikut Ken atau bunda juga mau ikut?" Kaira jadi mengajak semuanya.
"Bunda sudah bosan keluar rumah." Jawab Bunda.
"Oh, kalau kamu wajib ikut juga Ken. Masa kita perempuan harus bawa belanjaan sendiri." Kaira meminta Kenzie tetap ikut.
Rama tak bisa berbuat apa-apa lagi. Seluruh bisnisnya sukses berkat bantuan anak-anaknya. Jadi mereka juga berhak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Termasuk mengizinkan Yuri untuk ikut bersama mereka.
***
"Derry!" Teriak seorang wanita.
"Ghea? Ada apa?" Tanya Derry.
"Hari ini kamu senggang gak? Ada materi yang masih belum aku paham nih." Kata Ghea.
"Hari ini aku kerja." Jawab Derry.
"Kalau gitu nanti aku ke tempat kerja kamu ya. Bye!" Ghea memberi kecupan di pipi Derry.
Ghea sudah lama sekali menyukai Derry. Ia tidak pernah menyatakan perasaannya. Ia terus memancing Derry, agar Derry yang menyatakan perasaannya lebih dulu. Tapi itu tidak pernah berhasil.
Sore hari, Derry hanya berdua dengan Pak Moko. Ya, hari ini Yuri kembali tidak masuk kerja karena permintaan Kaira untuk menemaninya. Ghea datang mencari Derry. Pak Moko yang memang sedang tidak ada tugas, ia menggantikan Derry lebih dulu.
Pak Moko memang selalu mengizinkan Yuri dan Derry untuk belajar di swalayan. Asalkan mereka tetap menjalani tugas mereka. Derry membawakan cokelat panas untuk Ghea. Dengan senang hati pastinya Ghea menerima cokelat panas buatan Derry.
"Thanks Der." Ghea mengambil gelas hangat yang diberikan Derry.
Setelah selesai menjelaskan materi yang di minta. Derry segera membantu Ghea untuk merapikan buku-bukunya. Dengan sengaja Ghea kembali mencium Derry.
"Ghea!" Derry mendorong Ghea.
"Kenapa sih Der? Aku mencintai kamu, Der! Apa aku salah?" Tanya Ghea.
"Ghe, aku sudah sering mengatakan aku gak bisa." Jawab Derry.
"Ya kenapa Der? Karena cewek yang suka nempel sama kamu itu?" Tanya Ghea.
"Karena aku memang tidak mencintai kamu Ghe. Bukan karena siapapun." Jawab Derry.
"Gak Der, aku tahu kamu pasti pernah mencintaiku sebelum cewek itu datang dan menggoda kamu." Ghea tak terima.
Derry memang pernah menyukai Ghea saat mereka memasuki semester pertama. Derry selalu memberi perhatian pada Ghea. Sayangnya Ghea malah tidak suka dengan Derry. Dia lebih memilih senior mereka yang terkenal di jurusan mereka.
Ghea pun sempat berpacaran dengan seniornya. Mereka pernah di nobatkan sebagai pasangan romantis. Tapi ternyata, seniornya seorang playboy yang memiliki banyak cewek.
Ghea terjebak dalam perangkap yang di buat oleh para mantan dari seniornya itu. Ghea di buat malu di sebuah club malam. Saat itu Derry masih bekerja di club tersebut. Ia membawa Ghea pergi dari club itu dan mengantarnya pulang.
Derry merasa kasihan melihat Ghea. Walau ia sudah tidak menyukai gadis itu. Derry tidak suka dengan perempuan yang suka datang ke Club malam. Sedangkan Ghea semenjak berpacaran dengan seniornya itu lebih sering datang ke club malam.
Sikap Derry yang membawa Ghea pergi membuat sang kekasih tidak senang. Ia memfitnah Derry dan meminta agar Derry di pecat dari club malam tersebut. Tak lama menganggur, Derry kembali kerja di swalayan tempat ia kerja sekarang.
Yuri pun datang dan menjadi partner kerjanya. Setelah mengenal Yuri, Derry berhasil move on dari Ghea. Derry juga senang setiap berada di dekat Yuri. Tak seperti Ghea yang selalu bertingkah dan tebar pesona. Hal itu yang membuat Derry suka.
Tapi, saat ia tahu hubungan Yuri dengan Kenzie. Derry selalu ingin melindungi Yuri. Semakin dekat dengan Yuri ia semakin yakin bahwa yang ia rasakan bukanlah perasaan cinta. Ia menganggap Yuri seperti adiknya. Ya, Derry juga memiliki adik kandung perempuan.