Untitled Love

Untitled Love
Ep 70



Mendapat respon yang tidak mengenakkan. Ghea langsung mundur dan melihat sekeliling. Pandangannya berhenti di Yuri yang sedang mengisi rak kosong. Ghea pergi ke lemari pendingin yang ada di belakang Yuri. Ia mendorong Yuri hingga terjatuh.


"Eh, ada orang. Aku haus banget jadi main buka pintu saja." Kata Ghea.


"Aku lihat kamu dari tadi senyum-senyum sendiri."


"Tebar pesona ya ke Derry?" Tanya Ghea.


"Atau jangan-jangan kamu menertawakan aku ya." Tuduh Ghea.


"Maaf Kak, sepertinya kakak salah paham. Saya senyum karena saya senang jika sekarang Derry sudah punya pacar." Jawab Yuri dengan tubuh yang sedikit gemetar.


"Alah, gak usah pura-pura deh."


"Oh, aku ingat! Kamu memang suka tebar pesona kan?" Kata Ghea.


Derry menyelesaikan pekerjaannya dengan terburu-buru. Selesai melakukan transaksi pada Darren dan Andre. Derry langsung menghampiri Ghea dan Yuri.


"Eh sudah-sudah!" Teriak Derry.


"Ghea! Kamu tuh apa-apaan sih?"


"Gak usah nuduh yang bukan-bukan deh!" Derry kesal.


"Oh, jadi benarkan? Dia yang udah berhasil menggoda kamu. Buktinya kamu membela dia." Bentak Ghea.


"Apa sih kamu Ghe? Dia sama sekali gak pernah menggoda aku Ghe! Aku membela Yuri, karena dia teman aku!" Jawab Derry.


Di tengah keributan antara Ghea dengan Derry. Yuri terjatuh lemas hingga terduduk di lantai. Ia kembali merasa ketakutan. Air matanya sudah bersiap untuk mengalir.


"Teman? Selama ini kamu gak pernah bersikap seperti ini. Apalagi kalau bukan cinta namanya? Sudah jelas dong karena dia kamu seperti ini!" Kata Ghea.


"Kamu menolak ku karena dia! Dia yang udah berhasil menggoda kamu!" Bentak Ghea membuat Yuri semakin takut.


"Ri, kamu kenapa?" Tanya Derry yang panik.


"Ghe! Kamu tuh keterlaluan! Seharusnya kamu berkaca! Kamu yang sudah menolak ku berkali-kali dan sikap kamu yang selalu membuatku tidak menyukaimu!" Kata Derry.


Di luar, Darren dan Andre melupakan sesuatu. Ia lupa membeli makanan cepat saji. Karena memang mereka berdua yang paling doyan makan. Laras juga meminta mereka untuk membeli minuman segar yang sempat dihabiskan oleh Dimas.


Darren memilih makanan cepat saji. Ia juga menggunakan microwave untuk menghangatkan makanannya. Sedangkan Andre mengambil minuman sesuai pesanan Laras.


Langkah Andre terhenti di sudut lorong. Ia menyaksikan Yuri yang duduk di lantai dan di depannya ada Derry dan Ghea yang sibuk bertengkar. Andre semakin terkejut ketika Ghea secara tiba-tiba menuangkan minuman bersoda ke tubuh Yuri.


"Heh! Apa-apaan kamu?!" Andre tak terima melihat itu.


"Kenapa? Gak suka?" Tanya Ghea dengan santai.


"Iya! Aku gak suka! Apa maksud kamu buang minuman ke Yuri?" Andre menahan tangan Ghea yang hendak menyiram Yuri lagi.


"Eh kamu, senang ya lihat seperti ini?" Andre menunjuk ke Derry.


"Kamu pisahkan kek atau kamu bawa cewek kamu menjauh kek! Kamu gak lihat Yuri udah seperti ini?" Tanya Andre.


Mendengar keributan Pak Moko keluar dari ruangannya. Ia segera melerai semuanya. Namun sayangnya Ghea masih belum puas. Iya menarik rambut Yuri hingga kembali terjatuh.


"Sudah-sudah! Kamu sudah mengacaukan swalayan ini! Sekarang juga kamu keluar atau saya panggil petugas kepolisian!" Pak Moko tampak marah.


"Puas kamu! Tertawa sekarang! Nangis?! Tadi bukannya kamu senyum-senyum melihat aku di cuekin Derry?!" Bentak Ghea sambil kembali menarik rambut Yuri dan mendorong Yuri yang masih berada di tangan Andre.


Plak~ Andre menampar Ghea.


"Kalau kamu gak suka! Kasih peringatan! Jangan cuma bisanya diam!" Kata Andre ke Derry.


"Jangan kamu kira aku tidak berani bertindak seperti ini pada wanita ya!" Bentak Andre.


"Hentikan! Saya bilang sudah ya sudah! Derry! Kamu bawa pacar kamu keluar sekarang juga!" Pak Moko benar-benar marah begitu melihat Yuri yang tak sadarkan diri.


"Ri, kamu kenapa?" Derry menghampiri Yuri.


"Pak, ayo bawa Yuri ke ruangan." Pinta Derry


Plak~


Langkah Derry terhenti. Ghea kembali mendapat tamparan di wajahnya. Kenzie terlihat sangat marah dengan gadis yang tidak ia kenal itu. Kenzie beralih ke Derry dan mendekat padanya.


"Ini pacar kamu?!" Tanya Kenzie sambil menunjuk ke Ghea.


"Mulai detik ini! Saat ini juga! Kamu saya pecat!" Bentak Kenzie.


Ghea terkejut, begitu juga Pak Moko. Ia tidak berani berkata jika Kenzie anak dari pemilik swalayan itu sudah berkata. Sedangkan Derry hanya menunduk saja. Ia menyadari hal ini memang ada sangkutannya dengan dirinya.


"Siapa kamu berani memecat Derry?!" Tanya Ghea.


"Dia pemilik toko ini. Sebaiknya kita pergi sekarang juga." Derry khawatir dengan kondisi Yuri.


Hanya sebuah pertikaian kecil, bagaimana bisa hal itu membuat seseorang jatuh pingsan. Sepanjang jalan Derry terus memikirkan kondisi Yuri. Sampai asrama Pun Derry terus memandangi jendela kamar Yuri yang masih gelap.


"Apa Yuri punya penyakit jantung ya?" Tanya Derry dalam hati.


"Ah, gak mungkin."


Di ruang Pak Moko, Kenzie masih berusaha untuk menyadarkan Yuri. Laras juga membantu untuk memberikan aroma terapi pada Yuri. sedangkan ketiga temannya hanya terduduk menunggu Yuri sadar.


"Sebenarnya apa Yuri punya penyakit dalam gitu Ken?" Tanya Laras.


"Dia punya trauma, Ras. Dia itu dari keluarga yang bisa di bilang adem-adem aja," Kenzie menceritakan Bagaimana Yuri di rumah.


"Nah, sejak saat itu. Memang dokter mengatakan dia bakal mengalami trauma," Lanjut Kenzie menceritakan kronologi penyebab dari traumanya itu.


"Jadi, sejak saat itu juga setiap ada yang menyukainya dia merasa dirinya dalam bahaya. Apa lagi jika orang itu memiliki kekasih atau ada seseorang yang juga menyukai orang itu." Kata Kenzie.


"Ya, itu masuk bully sih. Bully itu sendiri memang berbahaya. Bisa mengakibatkan si korban mengalami trauma seperti ini." Kata Laras.


"Makanya waktu dia melihat Yesha mendekati aku. Dia memilih menjauh karena itu. Dia gak mau dirinya dalam bahaya. Apalagi saat ini dia berada di negara orang." Kata Kenzie.


"Tapi kok ini dia biasa saja awalnya sama si kasir?" Tanya Laras.


Pak Moko ikut angkat bicara. Ia menceritakan sesuai dengan apa yang di ceritakan oleh Derry saat itu. Kenzie juga sudah menyadari saat mereka bertemu pertama kalinya.


"Eh gerak!" Sontak Darren begitu melihat ada sedikit pergerakan dari Yuri.


"Ri! Bangun Ri. Ini aku Kenzie." Ucap Kenzie.


"Zie,," Yuri membuka matanya perlahan.


"Zie, Zie aku takut. Aku takut Zie." Yuri kembali menangis.


"Tenangkan diri kamu, Ri." Kenzie memeluk Yuri dan menepuk pundak Yuri.


"Aku takut Zie. Aku gak melakukan yang dia bilang. Aku gak mencintainya, Zie." Yuri terus mengeratkan pelukannya.


"Tenang sayang, Kamu tenang dulu." Kenzie terus menenangkan Yuri.


Seluruh penonton menjadi terharu melihat Yuri dan Kenzie. Begitu juga dengan Pak Moko. Ia tidak menyangka di balik keceriaan Yuri, terdapat luka yang sangat membekas di hatinya.


Kenzie membawanya pulang ke rumah. Ia tidak mungkin meninggalkan Yuri begitu saja sendirian.