Untitled Love

Untitled Love
Ep 30



Kenzie lari dari kantin melalui lorong menuju ke rooftop tempat Marsha dan Yuri. Temannya yang menyapanya pun ia hiraukan. Ia berlari menaiki anak tangga. Hingga ia menggedor tralis besi yang menuju ke rooftop.


Marsha keluar dan membukakan pintu untuk Kenzie. Ia melihat Kenzie yang sedang mengatur nafasnya.


"Dimana Yuri?" Tanya Kenzie.


"Ada di atas." Jawab singkat Marsha.


"Yuri!" Kenzie lari dan langsung memeluk Yuri.


"Ehem!" Marsha memberikan kode pada Kenzie. Ia kembali duduk di sofa bekas yang sudah mereka bersihkan.


"Ada apa sih Ken?" Pelukan Kenzie membuatnya nyaman.


"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Kenzie.


"Aku gak mau kamu sakit hati lagi." Lanjutnya.


"Sakit hati kenapa?" Tanya Yuri.


Kenzie melepas pelukannya dan melihat Yuri yang tidak ada air mata sedikitpun di pipinya.


"Kamu gak lihat berita di Lambert? Atau di akun kecipir gitu?" Tanya Kenzie.


"Engga, emang siapa yang buat aku sakit hati? Terus kalau aku sakit hati kenapa?" Tanya Yuri.


"Aku bakal berantas mereka yang sudah buat kamu sakit hati. Siapapun, meskipun dia orang terkenal sekalipun." Jawab Kenzie.


"Hahaha, aku gak kenapa-napa Ken. Kenapa aku harus sedih? Kenapa aku harus sakit hati? Atau jangan-jangan kamu berharap aku sakit hati ya? Kamu senang ya aku sedih?" Tanya Yuri.


"Bu~ bukan itu maksud aku Ri." Jawab Kenzie merasa bersalah.


"Sudahlah! Aku kesal sama kamu." Yuri pura-pura marah.


***


Jam pelajaran terakhir, Yuri sudah bersiap-siap merapikan buku-bukunya. Begitu bel sekolah berbunyi, Yuri langsung keluar kelas dan turun.


Ternyata sudah ada Zein di depan sekolah menunggu Yuri. Beberapa siswa yang sudah melihat keberadaan Zein, langsung meminta foto. Setelah Yuri berada di samping Zein, yang lain mulai mundur sambil mendengar percakapan mereka.


"Siap? Dia sudah ada di dekat kita." Bisik Zein.


Tak lama seorang gadis cantik turun dari mobil. Siswa yang tadinya masih berkumpul di antara Zein dengan Yuri, kini mereka berpindah haluan ke gadis tersebut.


"Sungguh, kalian sangat tidak setia!" Ucap Zein melihat mereka menyebar.


Dengan wajah kesal, ia menghampiri Yuri. Yuri awalnya sangat gugup. Ia trauma dengan kondisi seperti ini. Gadis itu menghampiri Yuri dan hampir memukul wajah Yuri. Ada Kenzie yang menahan tangan gadis tersebut.


Yuri dan Zein bersorak senang di belakang mereka. Melihat gadis tersebut kesal dengan Yuri. Mereka merasa bahwa rencana mereka telah berhasil.


"Jangan coba-coba menyentuh Yuri!" Ucap Kenzie.


"Kamu! Jangan mentang-mentang kamu artis, kamu bisa memainkan perasaan Yuri!" Lanjutnya lagi sambil menunjuk ke Zein.


"Memangnya kenapa? Apa urusan kamu? Suka-suka aku dong. Toh, Yuri gak ada masalah tuh. Kenapa kamu yang marah?" Zein memancing emosi Kenzie.


"Stop!" Teriak Yuri sambil menahan tangan Kenzie.


"Lebih baik kita cari tempat yang nyaman." Kata Yuri.


Mereka berempat pergi ke Rooftop tempat biasa Yuri dan Marsha menikmati hembusan angin.


*Flashback On*


Saat Yuri di rumah sakit, Zein rutin menjenguk Yuri. Tak hentinya Zein selalu mengirimkan Yuri bunga dan menggantinya dengan yang baru.


Zein kembali menyatakan cintanya pada Yuri. Kali ini, Zein benar-benar sangat serius. Ia benar-benar berlutut di samping ranjang Yuri.


"Yuri, aku tahu ini agak aneh. Tapi jujur aku cinta banget sama kamu. Kamu mau gak jadi kekasih aku?" Tanya Zein.


Jujur, Yuri merasa senang mendengar pernyataan tersebut dari idolanya. Tapi hatinya tidak bisa menerima Zein. Bukan Zein yang ia inginkan.


"Aku harap kamu bisa mengerti keputusan aku ya. Bagi aku di hati aku, kamu tetap idola aku." Jawab Yuri.


Yuri teringat pada seseorang yang pernah ia lihat di taman. Sora, artis dan juga model yang multitalenta. Ia selalu menunjukkan cintanya pada Zein.


"Ah iya, Sora!" Ingat Yuri.


"Maksud kamu?" Tanya Zein.


"Zein, terimakasih kamu sudah mencintaiku. Tapi maaf, aku gak bisa nerima cinta kamu." Jawab Yuri.


"Zein, Sora sangat-sangat mencintai kamu. Bahkan ia selalu menunjukkan perasaannya secara terang-terangan." Lanjutnya.


"Maksud kamu apa sih? Aku bingung, kenapa harus bawa-bawa Sora?" Tanya Zein.


Yuri meminta Zein untuk mencoba menerima Sora yang sudah pasti dia sangat mencintai Zein. Yuri meyakinkan bahwa Zein akan bahagia jika bersama dengan Sora.


"Gak semudah itu Ri berpindah ke lain hati. Apalagi aku sudah sering menolaknya dan memang aku tidak memiliki perasaan apapun sama dia." Kata Zein.


"Gini saja." Yuri menjelaskan rencananya. Untuk mengetahui apakah Sora masih mencintai Zein atau tidak.


Zein sempat menolak, karena ia tidak ingin mempermainkan hati seseorang. Tapi, Yuri terus menyakinkan Zein dan membujuk Zein untuk belajar mencintai Sora.


Foto selfie tersebut sengaja Zein upload untuk memancing kecemburuan Sora. Jika Sora cemburu, berarti ia masih menyukai Zein. Tepat sekali, Sora cemburu dan kesal pada Yuri.


Zein sengaja menjemput Yuri ke sekolah. Ia tahu pasti Sora akan mengikuti kemana Zein pergi dan benar saja. Mobil Sora terus mengikuti Zein sampai di depan sekolah Yuri.


Tiba Yuri keluar dan menghampiri Zein, Sora mendatangi mereka berdua. Ia benar-benar cemburu melihat Zein berbisik dengan Yuri.


*Flashback End*


"Sora, maukah kamu menikah denganku?" Tanya Zein.


"Hah? Menikah?" Tanya Yuri kaget mendengar pernyataan dari Zein.


"Mau!" Sora langsung memasangkan cincin yang diberikan Zein tanpa di pasangkan oleh Zein.


"Kenapa? Gak suka? Makanya jangan terlalu percaya diri deh. Zein itu gak mungkin menyukai kamu." Kata Sora.


"Zein, kemarin kamu ngajakin aku jadi pacar kamu. Tapi kenapa sama Sora malah ngajak nikah?" Tanya Yuri seakan cemburu.


"Hah?" Sora tercengang.


"Ya, kamu kan masih sekolah Ri, yang ada aku di tuntut dong kalo ngajak anak di bawah umur untuk menikah." Jawab Zein.


"Hah? Zein? Kamu?" Sora semakin terkejut.


"Tenang dulu, justru kamu seharusnya berterimakasih sama Yuri." Zein menjelaskan bahwa Yuri lah yang sudah meyakinkan hatinya untuk memilih Sora.


Walau awalnya Zein sedih dan sakit hati saat Yuri menolaknya dan menyuruhnya menyukai wanita lain. Tapi, Yuri terus membantunya dan membuatnya yakin untuk memilih Sora.


"Yuri, maaf ya aku udah salah sangka sama kamu. Terimakasih sudah membantuku untuk mendapatkan Zein." Ucap Sora. Ia pun memeluk Yuri.


Kenzie masih tidak mengerti dengan kondisi tersebut. Ia benar-benar tidak mengerti perasaan Yuri saat ini.


Sora masih menatap Zein terharu. Ia tidak menyangka pada akhirnya ia berhasil mendapatkan Zein. Seseorang yang selalu menolaknya bahkan hampir tidak pernah melirik ke arahnya.