Untitled Love

Untitled Love
Ep 95



Hari yang di nantikan Kaira tiba. Mereka sudah bersiap-siap. Yuri juga sudah memakai gaun biru yang selaras dengan jas Kenzie dan Devan. Naomi dan Rama juga sudah rapi dengan seragam mereka. Di apartemen Hani, Indra dan Keenan juga sudah selesai bersiap-siap.


Sampai di gedung yang mereka pesan, Keluarga Ishan sudah bersiap di aula. Kaira juga sudah menunggu di ruang tunggu untuk pengantin. Semua teman-teman Kaira dan Derry sudah berdatangan. Ghea juga turut hadir ke acara pernikahan Derry.


"Sayang, ada cewek itu." Kata Yuri sambil menarik lengan Kenzie.


"Siapa?" Tanya Kenzie.


"Itu sayang." Kata Yuri.


"Oh si cewek ******. Biarkan saja sayang, kamu gak perlu takut. Kamu lawan rasa takut kamu. Ada aku disini." Kata Kenzie menenangkan istrinya. Melihat istrinya ketakutan, Kenzie mengambil alih untuk menggendong putra mereka.


"Ya sudah ayo kita masuk saja. Bunda sudah bersiap di depan tuh." Ajak Kenzie.


Tak hanya teman Kaira dan Derry saja yang datang. Teman Kenzie dan Yuri juga datang menghadiri pernikahan Kaira. Bahkan Yesha juga hadir di acara tersebut. Kenzie juga bingung padahal dirinya tidak mengundangnya.


"Woi Ken!" Sapa Dimas.


"Wah, Devano sudah besar ya. Perasaan kemarin baru lahir." Kata Laras.


"Ya, masa anak aku mau kecil terus sih." Jawab Kenzie.


"Eh itu kok Yesha datang?" Tanya Kenzie.


"Bingungkan? Bingung? Kita juga bingung." Jawab Dimas.


"Tiba-tiba Darren mengumumkan bahwa dia dengan Yesha sudah resmi berpacaran." Kata Dimas.


"Hah?!" Andre dan Kenzie sama-sama terkejut.


"Biasa saja dong! Sakit nih kuping!" Kata Dimas.


"Kamu gak mau ke Yuri?" Tanya Andre pada Stella.


"Yuri ada tuh di dalam. Dia masih takut lihat Ghea." Kata Kenzie.


"Hah? Padahal sudah menikah ya. Tapi masih trauma saja." Kata Dimas.


"Sayang, masuk yuk." Ajak Laras.


"Tamu tuh langsung di ajak masuk gitu. Ini malah di biarkan berdiri di luar." Protes Laras.


"Ya Nona manise silahkan masuk." Kata Kenzie.


"Hei Ken!" Sapa Darren.


"Udah ada gandengan nih?" Tanya Kenzie.


"Udah dong. Perlu aku kenalin gak orangnya?" Tanya Darren.


"Yakin? Nanti gagal move on yang ada di putusin loh." Kata Kenzie.


"Iya juga ya." Balas Darren.


"Hai Ken." Sapa Yesha.


"Hai." Jawab singkat Kenzie.


"Masuk sudah, di dalam sudah ada Dimas dan Andre." Kata Kenzie pada Darren.


"Ma,, Ma,, Ma,," Devan meminta untuk ke Mama nya.


"Ken!" Sapa Wanita itu.


"Klara." Kenzie membalas sapaan wanita itu.


"Sama siapa datang?" Tanya Kenzie.


"Menurut kamu? Apa aku datang bersama seseorang yang aku gandeng?" Tanya Klara.


"Ken, lama gak jumpa. Kamu sudah lama sekali gak mampir ke Swalayan." Kata Klara.


Klara adalah kepala cabang dari salah satu swalayan yang di pimpin oleh Kenzie. Jauh sebelum ia menikah dengan Yuri, Kenzie sering sekali di minta untuk berkunjung ke swalayan yang ada di kota Y. Klara selalu menemani Kenzie setiap ia berkunjung ke kota Y.


Setelah ia bertemu kembali dengan Yuri di kampus, Kenzie sering menolak untuk berkunjung ke kota Y. Kini mereka kembali bertemu. Sampai di tempat acara, Klara langsung mencari Kenzie. Orang pertama yang ia sapa lebih dulu.


"Sepertinya acara sudah mau di mulai. Kamu tidak masuk?" Tanya Kenzie.


"Bagaimana kalau kita sama-sama masuknya?" Ajak Klara.


Mereka masuk bersama. Kenzie langsung menghampiri Yuri dan memperkenalkan Klara pada Yuri. Yuri hanya mengeluarkan senyuman palsunya. Dalam dirinya ia takut jika wanita tersebut berbahaya bagi dirinya.


"Cantik ya istri kamu." Kata Klara.


"Pantas saja sudah jarang berkunjung ke Kota Y. Dulu saja rajin sekali berkunjung ke kota Y. Bahkan sampai berhari-hari." Lanjut Klara.


"Sepertinya Devan sudah mengantuk. Biar Devan aku bawa." Kata Yuri dengan nada datar.


Kenzie menyerahkan Devan pada Yuri. Kenzie tidak ikut bersama Yuri. Ia duduk bersebelahan dengan Klara. Tentunya Yuri kesal melihat ya.


Acara pernikahan Kaira dan Derry di mulai. Kaira datang dengan gaun putih yang membentuk lekuk tubuhnya. Terdapat belahan di samping yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Kaira di gandeng oleh Rama untuk menaiki Altar.


Sampai acara sakral selesai, Klara masih terus berada di samping Kenzie. Ia ikut menyapa para rekan kerja. Tak sedikit dari mereka yang memuji penampilan Klara yang terlihat serasi dengan Kenzie.


Yuri yang tidak suka melihatnya, ia langsung meminta supir untuk mengantarnya pulang. Tanpa pamit dengan Kenzie, Yuri pulang bersama Devan. Sedangkan di tempat acara Wenda dan Keenan kembali bertemu. Mereka kembali menimbulkan keributan kecil. Hani dan Indra hanya menggelengkan kepala melihat anak mereka yang berdebat dengan seorang wanita.


Sampai akhirnya Kenzie menyadari bahwa Yuri dan Devan tidak terlihat. Kenzie mencari dan bertanya-tanya pada keluarga dan kerabatnya. Petugas keamanan yang memberi tahu bahwa Yuri dan Devan sudah pulang lebih dulu.


Selesai acara, Kaira dan Derry langsung pergi berbulan madu. Kenzie pulang bersama Ayah dan Bunda nya. Sedangkan Hani, Indra dan Keenan pulang ke apartemen mereka.


Saat di rumah, Ia tidak melihat ada Yuri. Bahkan pelayan juga mengatakan bahwa Yuri tidak pulang ke rumah. Kenzie langsung pamit pulang pada Ayah dan Bundanya. Ia langsung menuju apartemen. Sampai di apartemen ia melihat Yuri dan Devan sedang tertidur. Yuri juga sudah berganti pakaian dan menghapus make up nya.


Kenzie membiarkan istri dan putranya istirahat. Ia keluar dan menonton TV. Sungguh acara yang melelahkan. Ia menggantikan Ayahnya untuk menyapa rekan kerja mereka satu-persatu.


"Sudah pulang?" Tanya Yuri dengan nada datar.


"Kirain masih betah di acara Kak Kiara." Katanya.


"Tadi aku mencari kamu. Kata petugas kamu pulang duluan." Kata Kenzie.


"Iya, aku capek. Devan juga sudah bosan. Lagi juga aku gak ada gunanya disana. Buat apa lama-lama." Kata Yuri sambil duduk di sebelah Kenzie.


"Gimana-gimana? Kok kamu bisa bilang seperti itu?" Tanya Kenzie.


"Memang benarkan? Aku tidak kenal tamu-tamu yang ada disana. Hanya kamu dan wanita itu siapa namanya aku lupa. Hanya kamu dan dia yang kenal. Jadi lebih baik aku pulang. Kasihan Devan kelelahan." Kata Yuri.


"Klara? Aku juga tidak terlalu ingat dengan tamu-tamu Ayah. Klara yang membantuku mengingat mereka." Jawab Kenzie.


"Oh, aku capek mau istirahat lagi." Kata Yuri sambil beranjak dari tempat duduknya.


Kenzie tidak menyadari bahwa istrinya sedang kesal dengan dirinya. Ia melanjutkan menonton TV sambil memainkan ponselnya. Yuri semakin bete dengan sikap Kenzie yang tidak peka. Hatinya juga terasa sakit setiap mengingat kedekatan suaminya dengan Wanita itu.