Untitled Love

Untitled Love
Ep 49



Perawat mengantarkan sarapan untuk Yuri. Mereka makan bersama. Kenzie menyuapi Yuri sambil menyuapi dirinya sendiri. Selesai makan, Marsha dan Kevin pamit untuk pulang.


Berulang kali Kenzie mencium tangannya Yuri. Ia benar-benar sangat mencintai Yuri. Yuri bahagia sekali dengan sikap Kenzie. Ia tidak menyangka orang yang dulu selalu membuatnya menangis. Kini menjadi orang yang selalu membuatnya bahagia.


"Sayang, kamu mau kemana?" Baru saja Yuri menggeser kan badannya. Kenzie sudah berdiri untuk membantunya.


"Aku mau ke kamar mandi." Jawab Yuri. Kenzie langsung membantu Yuri dan membawakan infus.


"Kamu mau ngapain?" Tanya Yuri.


"Mau bantu kamu." Jawab Kenzie.


"Sampai sini saja. Ngapain kamu ikutan masuk?" Kenzie kembali keluar dari kamar mandi.


Yuri masuk ke dalam kamar mandi. Kenzie menunggu Yuri di depan pintu. Ia melihat seseorang mengintip melalu jendela kaca kecil yang ada di pintu. Kenzie mengenali orang itu. Ia membiarkan orang itu mengintip.


"Sudah sayang? Yuk, tiduran lagi." Ucap Kenzie. Kini Kenzie menggendong Yuri sambil membawakan infus nya.


Sudah pasti ia membuat orang itu patah hati. Kenzie sengaja melakukan itu. Sudah pasti itu semua karena Kenzie cemburu. Yuri kembali berbaring di ranjangnya. Kenzie memberikan air putih untuk Yuri.


"Di minum dulu ya sayang." Tak lupa Kenzie mencium kening Yuri.


Baru saja tiduran, orang tadi masuk ke kamar Yuri. Kenzie cukup menampilkan wajah datarnya. Lagi-lagi ia harus melihat Yuri di jenguk oleh pria lain. Walaupun dia adalah teman SMA mereka.


"Nathan." Sapa Yuri.


"Hai, gimana kabarmu?" Tanya Nathan.


"Sudah membaik Nath." Jawab Yuri.


"Ya sudahlah, kan obatnya sudah ada di sampingnya." Kenzie kembali mengejek.


"Ini untuk kamu." Nathan memberikan buket bunga untuk Yuri.


"Haduh, pacar aku kasihan sekali. Kenyang kamu makan bunga sayang." Kenzie menyindir Nathan.


"Sepertinya ada yang tidak senang dengan keberadaan ku." Nathan melirik Kenzie.


"Baguslah kalau menyadarinya." Kenzie berdiri dan menghadap ke jendela. Yuri tersenyum melihat Kenzie cemburu.


Saat SMA Kenzie tidak pernah menampilkan kecemburuannya. Bahkan ia selalu mendukung Yuri bersama dengan yang lain. Kini Kenzie mulai menunjukkan bahwa ia selalu cemburu setiap ada Pria yang mendekati Yuri.


"Zie, kamu cemburu ya?" Tanya Yuri.


"Tidak sayang, kamu harus banyak istirahat. Kamu kan disini tidak sedang open house." Jawab Kenzie.


"Kamu lucu banget sih Zie. Aku semakin suka sama kamu." Kata Yuri.


"Jadi hanya sekedar suka saja? Gak ada cinta gitu buat aku?" Tanya Kenzie.


"Iya, maksud aku juga aku cinta sama kamu, Zie." Jawab Yuri sambil tersenyum.


"Eh ada Kenzie." Sapa Hani begitu masuk ke ruangan Yuri.


"Pagi Tante." Kenzie menyapa Hani.


"Pantes ya Yuri walaupun sakit sudah terlihat cerah pagi-pagi." Sindir Hani pada anaknya.


"Apa sih Ma? Mungkin kan karena obatnya. Lagi juga aku gak sakit yang parah Ma." Jawab Yuri.


Hani sangat tidak keberatan dengan kehadiran Kenzie. Ia bahkan merasa aman Kenzie menjaga anaknya. Sejak SMA Kenzie juga selalu ada, jadi Hani sudah terbiasa dengan kehadiran Kenzie. Bahkan ia sudah menganggap Kenzie anaknya.


"Tadi Mama ketemu Nathan di luar. Dia sedang duduk di ruang tunggu." Kata Hani.


"Iya, tadi dia habis dari sini Ma." Jawab Yuri.


"Gimana kabar Bunda kamu Ken?" Tanya Hani.


"Tante, Kenzie permisi sebentar ya." Pamit Kenzie.


"Aku keluar dulu ya sayang." Kenzie juga pamit pada Yuri.


Kenzie keluar, ia menyusul Nathan. Menurut informasi dari Hani, Nathan masih berada di ruang tunggu.


"Hai Ken." sapa Nathan.


"Hai." Kenzie membalas sapaan Nathan.


"Gimana kabar kamu?" Tanya Kenzie.


"Masih sama seperti saat SMA. Saat dimana setelah aku di tolak oleh Yuri." Jawab Nathan.


"Terimakasih ya, kamu sudah menjaga Yuri saat aku tidak bisa melindunginya." Ungkap Kenzie.


"Aku melakukan hal biasa yang di lakukan orang yang sedang jatuh cinta." Jawab Nathan.


"Yuri benar-benar menjaga hatinya untuk kamu Ken. Semenjak aku menyatakan perasaanku padanya pertama kali, Yuri selalu menjaga jarak. Bahkan sampai saat ini ia selalu menjaga jarak. Aku yang selalu memaksanya untuk mau aku antar jemput." Kata Nathan.


"Aku yang keras kepala, sudah tau Yuri tidak mencintaiku. Tapi aku terus saja mengejarnya. Membuatnya semakin tidak nyaman." Lanjutnya.


Mereka tidak menyadari di balik pintu ada Yuri dan Mamanya yang menguping pembicaraan mereka. Hani hanya bisa mengelus pundak anaknya. Hani juga bersyukur jika banyak yang menyayangi anak-anaknya.


"Tenangkan dirimu Nak. Coba bicara baik-baik pada Nathan. Jangan sampai sikapmu menyakiti hatinya." Kata Hani.


"Tapi aku tidak mencintainya Ma. Aku juga tidak memberi harapan padanya." Jawab Yuri.


"Beri penjelasan padanya, Ri." Pinta Hani.


"Yuri takut Ma, Yuri takut kalau nanti Grisella salah paham dan membenciku Ma." Yuri memang trauma dengan hal itu.


"Coba dulu yuk. Ada Mama, ada Kenzie yang menjagamu, Ri." Kata Hani.


Yuri memantapkan hatinya untuk menghampiri mereka berdua. Di sisi lain ada para perawat yang sedang membicarakan mereka. Yuri menghampiri mereka, Hani menunggu mereka di ruangan Yuri sambil merapikan pakaian dan ruangan Yuri.


"Kalian disini?" Tanya Yuri.


"Kamu kenapa keluar?" Kenzie terlihat sangat khawatir.


"Aku tidak sengaja mendengar kalian saat aku ke ruang perawat." Jawab Yuri.


"Nath, maafin aku ya. Aku gak seharusnya menjauh dari kamu saat itu. Tapi aku gak tau kenapa, aku merasa takut sekali. Apalagi aku tau Grisella sangat mencintai kamu." Lanjut Yuri.


"Aku tidak ingin masa lalu ku terulang lagi. Aku takut sekali, Nath." sambung Yuri.


"Aku mengerti, Ri. Tapi aku sedih jika kamu menjauh dariku, Ri." Ucap Nathan.


"Aku tidak ingin memberi harapan palsu padamu, Nath." Kata Yuri.


"Aku ingin kamu bisa membuka hati untuk yang lain. Seperti Grisella, dia mencintaimu Nath. Aku ingat saat dia memberikan kejutan untuk mu. Dia benar-benar mencintaimu Nath." Lanjutnya.


"Cobalah untuk menerimanya." Pinta Yuri.


Sebenarnya Nathan memang sudah menyadarinya. Terlihat dari sikap Grisella yang selalu mencari perhatiannya. Bahkan Grisella selalu memberi kejutan untuknya walau bukan di hari spesial. Grisella juga selalu menghibur dirinya.


Kenzie menuntun Yuri untuk masuk lagi ke ruangannya. Para perawat masih saja membicarakan mereka. Bahkan banyak yang iri melihat Yuri.


"Gimana gak di kejar sama cowok ganteng ya. Dia nya aja cantik udah dari cetakannya. Aku pengen deh bisa secantik dia." ucap salah seorang perawat.


"Aku sih bakal sulit setia kalau di kelilingi sama cowok ganteng kayak dia." Ucap lagi salah seorang perawat lain.


Nathan merenungkan omongan Yuri. Ia pun beranjak pergi dengan lemas. Setidaknya ia sudah menyampaikan perasaannya dan ia juga sudah mendengar secara langsung dari Yuri sendiri.