Untitled Love

Untitled Love
Ep 57



Sampai di bawah ia melihat Andre bersama teman-temannya. Yuri malu untuk mendekati Andre. Ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri Andre. Namun belum sempat ia melangkah, Andre sudah lebih dulu memanggilnya.


"Hei!" Teriak Andre. Yuri memutarkan badannya kembali. Andre melambaikan tangannya. Karena memang Andre masih belum tahu siapa namanya.


"Oh jadi dia ceweknya." Ucap Darren.


"Cantik juga sih. Aku juga suka lihatnya." Bisik Darren.


"Hei, kenalin aku Darren. Temannya Andre yang paling tampan. Kalau ini Dimas sama ceweknya Laras." Darren malah memperkenalkan teman-temannya.


"Sebenarnya ada satu lagi. Tapi lagi sibuk dia mah. Susah ada waktu nganggur kayak kita." Kata Darren.


Yuri hanya tersenyum bingung. Dia malu sekali sebenarnya. Karena ia juga belum terlalu dekat dengan Andre. Walau sudah sejak awal ia masuk, Andre lah orang pertama yang berteman dengannya.


"Hai, aku Laras. Salam kenal ya dari kami." Laras mengulurkan tangannya.


"Katanya Andre ingin mengenalkan gebetannya ke kita. Katanya dia di jurusan Musik." Kata Dimas.


"Maklumlah, selama ini Andre selalu jadi jones." Kata Dimas lagi.


"Apa tuh Jones?" Tanya Yuri.


"Jomblo Ngenes." Jawab Darren.


"Jokes juga sih." lanjutnya.


"Suka ngelawak gitu maksudnya?" Tanya Yuri.


"Bukan. Jokes itu JOmblo KESepian." Jawab Darren.


"Kalau gak kesepian mah gak jomblo dong Pak." Andre memukul topi Darren.


"Maaf ya, mereka memang kalau ngomong suka gak pakai filter." Kata Andre.


"Kalau gitu aku masuk ya. Sepertinya sudah ada dosen." Yuri pamit ke kelas.


"Nanti siang kita ketemu di kantin ya." Kata Darren.


"Ah iya, biar aku gak cewek sendirian lagi. Kalau perlu kamu sekalian ajak teman kamu juga." Kata Laras. Yuri menganggukkan kepalanya dan lari kembali ke kelas.


Selama jam pelajaran Yuri fokus mendengarkan penjelasan dosen. Sesekali ia juga menulis kembali tulisan yang ada di papan tulis. Kelas terasa sepi setiap jam pelajaran di mulai.


"Ri, Ke kantin yuk. Lapar nih." Ajak Wenda.


"Kamu mah lapar mulu Wen." Kata Billy.


"Biarin, daripada kamu. Kenyang sama pacaran. Cinta tak selamanya mengenyangkan Dek." Balas Wenda.


"Udah ayo!" Ajak Stella.


Merekapun ke kantin. Sedangkan Billy pergi ke kelas kekasihnya yang berada di kelas sebelah. Billy baru saja jadian dengan cewek satu angkatan.


Beberapa kali Andre menghubungi Yuri. Tapi tak juga Yuri angkat. Baru saja, Andre ingin menghubunginya kembali. Ia sudah melihat Yuri dan teman-temannya datang ke kantin.


Andre langsung menghampiri Yuri dan teman-temannya. Andre duduk di sebelah Yuri. Yuri pun mengenalkan teman-temannya pada Andre sama seperti tadi pagi.


"Hai, aku Andre. Salam kenal ya." Kata Andre.


"Hai Abang ganteng. Aku tuh cinta berat. Sini dong dekat-dekat." Kata Stella.


"Aku Stella Bang." Stella bersikap lebih anggun dari biasanya.


"Aku titip Yuri ya. Kalau ada yang nyakitin di kelas bilang sama aku." Kata Andre.


"Oh iya, yang lagi pegang tray sama cewek itu. Dia teman aku juga, namanya Kenzie." Ucap Andre.


Yuri langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Andre. Seketika tubuhnya menjadi lemas dan detak jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia melihat Kenzie dengan cewek yang lagi bermanja di lengannya.


"Kenalin dong." Kata Wenda.


"Dia udah punya pacar." Kata Andre.


Yuri sebisa mungkin menahan sakit hatinya. Ia melanjutkan makannya secara perlahan. Teman-temannya juga ikut makan. Andre pun kembali kumpul bersama temannya.


"Ken, temani aku ke mall ya." Yesha bergelayutan di lengan Kenzie.


"Aku sibuk!" Jawab Kenzie.


"Ayolah, sekali ini saja. Aku ingin nonton film yang lagi seru di bioskop." Yesha terus mendekati Kenzie sampai Kenzie duduk dan ngumpul bersama teman-temannya.


"Tuh! Kamu sama Darren saja sana!" Kenzie mendorong Yesha ke Darren.


"Memang Andre ada yang mau?" Tanya Yesha.


"Tuh tadi dia habis nyamperin gebetannya." Jawab Darren.


"Yang itu?" Tanya Yesha sambil melihat Andre yang sedang berjalan menuju mereka.


"Siapa namanya? Anak mana?" Tanya Yesha.


"Lupa nanya namanya. Nanti kamu tanya saja ke Andre. Anak jurusan musik." Jawab Darren.


"Ciye, yang sudah move on. Gebetan baru ya?" Tanya Yesha.


"Lihat sendiri kan?" Jawab Singkat Andre.


"Siapa namanya?" Tanya Yesha.


"Bidadari surga." Jawab Andre sambil menyedot air mineral.


"Udah move On nih dari Zena ceritanya?" Tanya Yesha.


"Sudahlah, ngapain juga mengharapkan orang yang sudah jelas tidak mencintai kita? Kelihatan gak laku banget." Jawab Andre membuat Yesha tersindir.


Selesai makan, Yuri langsung meminta untuk kembali ke kelas. Perasaan Yuri semakin sesak menahan semuanya. Ia tidak menyangka hari ini ia harus melihat Kenzie dengan perempuan lain. Perasaannya teramat hancur. Tapi ia harus bisa tegar agar dapat terus mengikuti pelajaran dan kerja dengan baik.


Sejak saat itu, Yuri lebih memilih menyibukkan dirinya. Setiap istirahat, ia memilih ke perpustakaan. Pulang kuliah ia langsung bekerja dan memilih lembur.


"Kamu kenapa Ri? Kamu terlihat pucat sekali." Tanya Derry.


"Mungkin karena hari ini aku gak pakai make up." Jawab Yuri.


"Kamu masih makan, makanan kadaluarsa Ri?" Tanya Derry.


"Kan baru hari ini kadaluarsanya. Lagi juga masih enak. Kalau udah gak enak juga aku buang kok Kak." Jawab Yuri.


"Kamu kan sudah punya penghasilan. Lagi juga kalau kata aku, penghasilan kita itu terbilang lumayan loh." Kata Derry.


"Ya, kan lumayan kalau di tabung. Hehehe." Jawab Yuri.


Di kediaman keluarga Ishan.


Kenzie sedang makan malam bersama keluarganya. Mereka menikmati makan malam bersama. Setelah itu, mereka berkumpul di ruang keluarga. Terlihat Kaira sedang membicarakan pekerjaan bersama sang ayah. Sedangkan Bundanya sedang asik dengan ponselnya.


"Bunda, hubungi Tante Hani dong." Pinta Kenzie.


"Mau ngapain? Sudah malam. Yuri juga pasti sudah tidur." Jawab Naomi.


"Justru jam segini Yuri baru sampai rumah. Eh, tapi diakan sudah gak kerja ya." Kata Kenzie.


"Coba dulu Bun." Kenzie merengek meminta Bundanya menghubungi Mamanya Yuri.


Naomi pun menuruti permintaan anaknya. Naomi menghubungi Hani saat itu juga. Teleponnya tidak di angkat oleh Hani.


"Sudah tidur mungkin Ken." Kata Naomi.


"Coba lagi Bun." pinta Kenzie.


Tak berapa lama Hani mengangkat telepon Naomi.


[ Halo Mi. ] Sapa Hani.


[ Maaf ya ganggu. Ini Kenzie minta menghubungi kamu. ] Kata Naomi.


[ Halo Tante, Yuri ada gak? ] Tanya Kenzie.


[ Loh, kok tanya Tante? Kan yang sering ketemu kalian. ] Hani bingung.


[ Maksud Tante? ] Kenzie ikut bingung.


[ Kata Yuri kalian sering berangkat bareng. ] Kenzie semakin bingung.


[ Gimana maksud Tante? ] Tanya Kenzie.


Mereka saling kebingungan. Hani dan Kenzie sama-sama bingung.