Untitled Love

Untitled Love
Ep 58



Di seberang sana Hani menjadi sangat khawatir. Jantungnya seakan melemah. Ia memiliki firasat buruk pada anaknya.


[ Yuri mendapat beasiswa ke Singapura waktu tahun ajaran baru. ] Kata Hani. Hani pun menceritakan semuanya sampai terakhir ia menghubungi Yuri.


[ Kenzie gak tau Tante. Kalau boleh tau, Yuri di universitas mana ya? ] Tanya Kenzie.


[ Katanya satu kampus sama kamu. ] Jawab Hani.


[ Satu kampus sama Ken? ]


[ Iya Ken, Tante mohon tolong jaga Yuri ya. Tante mengizinkan Yuri kesana karena ada kamu. Tante juga merasa tenang karena Yuri selalu cerita kamu selalu nemani dia kemana-mana. ] Kata Hani.


[ Kenzie gak pernah bisa menghubungi Yuri. ] Kata Kenzie.


[ Hapenya hilang waktu itu katanya. ] Jawab Hani.


[ Ken, bantu Tante temuin Yuri ya. Kasihan dia belum pernah jauh dari kami. Selama ini dia sendiri disana. Bahkan ia tidak pernah meminta uang bulanan pada kami. ] Kata Hani.


[ Setidaknya ia bisa mendapatkan makan gratis dari kampusnya sehari tiga kali. Hanya itu yang saat ini membuat Tante sedikit tenang. ] Lanjut Hani.


[ Tiga kali? Penghuni asrama pun hanya mendapat satu kali makan gratis Tan. ] Kenzie kembali membuat Hani menangis.


[ Ya ampun, terus selama ini anakku makan apa? ] Tangisan Hani pecah membayangkan anaknya kesulitan di negeri orang.


[ Maaf jika Ken sudah membuat Tante khawatir. Ken janji akan mencari Yuri dan menjaganya. Tante tenang saja ya. ] Kenzie menenangkan Hani.


[ Tolong Tante ya Ken. Akhir-akhir ini kondisi Yuri selalu melemah. Tante khawatir dengan kondisi Yuri. ] Kenzie tak lupa meminta nomor ponsel Yuri terbaru pada Hani.


Kenzie pun mematikan panggilannya. Ia mencoba menghubungi nomor yang di berikan oleh Hani. Namun tak juga dapat jawaban dari Yuri.


"Kamu lembur lagi Ri?" Tanya Derry.


"Iya Kak. Biar bisa makan enak." Jawab Yuri.


"Jangan sering-sering lembur Ri. Kamu juga harus jaga kesehatan. Aku lihat akhir-akhir ini kamu kurusan." Kata Derry.


Saat tengah malam, Swalayan terlihat sangat sepi. Yuri mulai memeriksa kembali stok dan membersihkan tokonya. Setelah semua beres, Yuri menutup Swalayan tersebut dan pulang dengan membawa beberapa makanan kadaluarsa.


Rama menyerahkan berkas-berkas bisnisnya yang akhir-akhir ini di kelola oleh Kenzie. Ia meminta Kenzie untuk mencari karyawan pengganti yang kemarin ia pecat. Kenzie memecat kepala cabang yang telah melakukan korupsi. Kini ia harus mencari karyawan baru.


"Ken, Ini data terakhir karyawan di mini market kita dan ini berkas pelamar yang melamar pekerjaan menggantikan Kepala cabang." Kenzie memeriksa berkas-berkas yang di berikan ayahnya.


Hari semakin larut. Kenzie melipat dan menumpukkan kembali berkas-berkas tadi. Ia memilih tidur dan melanjutkannya besok hari.


Sampai di kampus, Kenzie langsung kumpul bersama teman-temannya. Ia sambil memeriksa data pelamar dan menghubungi beberapa pelamar untuk melakukan wawancara.


"Hei Bro, aku boleh minta tolong gak?" Tanya Kenzie.


"Aku minta bantuan untuk mencari dia." Kenzie memperlihatkan foto Yuri.


"Loh, ini bukannya gebetan kamu ya Andre?" Tanya Dimas.


"Kalian kenal? Kalian pernah bertemu? Dimana? Bisa antar aku?" Kenzie menggebu-gebu untuk segera bertemu dengan Yuri.


"Kamu ada perlu apa sama dia? ada apa sama dia?" Tanya Andre.


"Gak usah ngaku-ngaku deh kamu. Kalau dia pacar kamu kenapa kamu gak tau dimana keberadaan dia?" Tanya Andre.


Kenzie menceritakan kejadiannya. Andre terlihat patah hati. Ternyata selama ini perempuan yang ia sukai adalah kekasih dari sahabatnya. Pantas saja Yuri tidak pernah mengangkat telepon darinya dan tidak pernah lama saat bersamanya.


Andre mau tak mau ia harus pasrah. Ia mengantar Kenzie untuk ke tempat Yuri. Kebetulan saat itu Wenda, Stella dan Yuri berangkat bersama.


"Coba saja semalam kamu ikut kita Ri. Seru loh kita nonton movie sampai larut." Kata Stella.


"Sorry aku kerja. Next deh kita nonton bareng ya." Kata Yuri. Yuri mengeluarkan onigiri yang kemarin ia ambil dari swalayan.


"Apa nih? kayaknya enak Ri." Stella mengambil makanan yang ada di tangan Yuri.


"Ri, inikan sudah kadaluarsa kemarin." Stella melihat tanggal kadaluarsa yang tercetak besar di plastik.


"Masih enak kok." Yuri mengambil kembali dan memakannya.


"Ri, Gak! Sini!" Stella mengambil makanan yang ada di tangannya Yuri. Ia membuangnya ke tempat sampah.


"Jangan Stella!" Yuri menarik tangan Stella.


"Itu makananku satu-satunya Stella." Yuri menundukkan kepalanya.


"Kamu makan makanan kadaluarsa?" Stella marah dengan temannya itu. Wenda hanya melihat mereka berdua berdiri sambil berdebat.


"Yuri!" panggil Kenzie. Yuri pun berbalik sambil berdebat dengan Stella.


"Tapi aku lapar Stella dan itu makananku yang tersisa!" Bentak Yuri.


"Ri, kenapa kamu gak bilang padaku? Aku khawatir denganmu!" Kenzie langsung memeluk Yuri. Bukannya membalas Yuri malah mendorong Kenzie dan pergi.


"Ri, tunggu! Kamu gak akan makan makanan basi lagi kan?" Teriak Stella sambil mengejar Yuri.


Tersisa Wenda yang bingung tiba-tiba ia di tinggal begitu saja dengan Stella dan Yuri. Ia pun berdiri namun di tahan oleh Andre. Kenzie hanya menatap Yuri yang tiba-tiba menolak di peluk olehnya.


"Mereka kenapa?" Tanya Andre.


"Yuri ketahuan makan, makanan kadaluarsa oleh Stella dan Stella langsung membuang makanan Yuri. Terus Yuri marah dan bilang kalau itu makanan satu-satunya yang dia punya." Mendengar penjelasan Wenda membuat hatinya Kenzie tertusuk. Begitu juga dengan Andre.


"Jadi selama ini Yuri suka ngambil makanan bekas di sampah gitu?" Tanya Andre.


"Bukan, Yuri itu kan kerja. Dia selalu membawa pulang makanan yang sudah kadaluarsa. Menurutnya selama masih baik-baik saja dan masih kayak di makan kenapa harus di buang." Begitulah kata-kata yang Wenda dengar.


Wenda menyusul kedua temannya ke kelas. Dalam kelas ia melihat Stella dan Yuri saling berpelukan. Mereka sudah berbaikan. Yuri juga menjelaskan kenapa ia melakukan hal itu.


"Ri, kamu bisa bilang ke aku. Aku bisa membawakan mu sarapan atau makan malam jika kamu mau." Ucap Stella.


"Walaupun mereka terlihat baik-baik saja. Tapi belum tentu baik untuk kesehatan kita." Lanjutnya.


"Tadi cowok tampan yang meluk kamu itu siapa Ri? Tanya Wenda dengan polosnya.


Yuri menjelaskan tentang hubungannya dengan Kenzie. Ia menjauh dari Kenzie sejak ia melihat Kenzie dekat dengan perempuan lain. Perempuan yang pernah mereka lihat di kantin. Yuri memilih menjauh, traumanya kembali muncul. Kini yang membuatnya trauma itu kembali adalah orang yang ia cinta, orang yang membuatnya nyaman dan orang yang ia percayai tidak akan melakukan sesuatu yang membuatnya sakit.


"Sabar ya Ri." Stella dan Wenda memeluk Yuri bersamaan.