
Setiap pulang sekolah, Zein selalu menjemput Yuri. Ia selalu menyempatkan diri untuk sekedar menjemput Yuri. Jika tidak ada jadwal, Zein selalu mengajaknya berkeliling Mall.
Sejak awal Zein terlihat bersama wanita, banyak sekali orang yang penasaran dengan wanita tersebut. Karena setiap mereka ke tempat umum, tak lupa Yuri juga di pakaikan topi dan masker.
Tapi, Yuri tetap saja tidak menutupi identitasnya sebagai murid TBC School. Siapa yang tidak kenal dengan seragam mereka? Seragam mereka justru yang menjadi idaman bagi anak remaja. Rompi berlambangkan logo TBC School, rok kotak-kotak, Dasi yang senada dengan warna rompi dan roknya dan juga kemeja putih.
"Ri, senyum dong! Makan es krim gitu aja fokus banget. Dasar anak bocah!" Pinta Zein.
Zein ingin sekali foto selfie dengan Yuri. Tapi Yuri tak pernah mau. Kali ini Yuri sedang makan es krim, Zein menyenggol lengan Yuri sampai membuatnya belepotan dengan es krim. Bukannya menjauh, Zein malah sengaja selfie dengan Yuri.
"Kamu lucu banget sih Ri. Gimana orang gak jatuh cinta sama kamu." Kata Zein.
"Zein! Iseng banget sih kamu! Hapus gak?!" Yuri meminta Zein untuk menghapus foto selfie mereka.
"Yah, sudah ke posting. Gimana dong? Kamu sih gak pernah mau selfie sama aku." Zein menunjukkan postingannya tadi.
"Aku kan malu Zein! Gimana kalo ada gosip murid TBC School kencan dengan Om-om?" Tanya Yuri.
"Apanya yang Om-om? Enak aja, aku masih muda tau!" Jawab Zein.
Zein kembali menatap ponselnya. Banyak sekali yang sudah mengomentari postingannya.
"Ri, lihat deh komentar mereka." Zein menunjukkan ke Yuri.
"Gak mau ah! Kamu kan banyak haters nya." Kata Yuri.
"Lihat dulu! Justru mereka banyak yang mengucapkan selamat loh untuk kita. Ada juga nih yang bilang kalo kita tuh cocok." Kata Zein sambil menyukai komentar-komentar yang membuatnya senang.
"Ya namanya juga Fans, mereka memilih berbohong demi kesenangan idolanya. Apalagi kesempatan di respon sama kamu besar." Balas Yuri.
"Kamu Kan fans banget sama aku. Gimana menurut kamu?" Tanya Zein.
"Kalau aku sih, masa bodo. Itukan kehidupan kamu, gak merugikan aku juga. Jadi ya cukup like aja." Kata Yuri.
***
Di kantin sekolah masih ada Kenzie dan teman-temannya. Mereka sedang merayakan ulangtahun Sandy. Usai makan mereka masih mengobrol di kantin.
"Eh Raisa bro!" ucap salah seorang teman Kenzie.
"Eh, dia kesini bro!" balas temannya.
Sementara Kenzie melihat Raisa biasa saja. Tak seheboh keempat teman-temannya termasuk Irsan dan Sandy.
Raisa gadis IPA 1 yang terkenal cantik. Ia semakin di kenal saat ia mulai bergabung di ekskul Dance.
Seluruh anggota Ekskul dan anggota OSIS lainnya juga mengidolakan Raisa. Apalagi saat Raisa tampil saat pertunjukan Dance di setiap acara sekolah. Seluruh murid laki-laki selalu bersorak Sorai memanggil nama Raisa.
"Hai." Raisa menyapa Kelima lelaki yang ada di depannya.
"Aduh, terbang nih aku di sapa Raisa." Goda Irsan.
"Udah neng Dancenya? Ya udah ayo, pulang bareng Abang." Danu ikut menggoda Raisa.
Sementara Kenzie hanya menatap ponselnya. Menunggu balasan dari Yuri yang tak kunjung datang.
"Hai Ken." sapa Raisa.
Kenzie hanya membalasnya dengan lambaian tangan. Ia ingin sekali menghubungi Yuri kembali. Tapi ia juga takut mengganggu Yuri.
"Sa, mending ngobrol sama aku sini. Kenzie mah sibuk dia." kata Danu.
"Sibuk apa sih?" tanya Sandy.
"Sibuk pacaran sama layar ponsel." balas Danu.
"Kalian tumben belum pulang?" tanya Raisa.
Keempat temannya kembali meladeni Raisa. Sedangkan Kenzie masih sibuk sendiri dengan ponselnya sampai ia lelah menunggu.
"Sudah ah, aku mau pulang saja." Kenzie menarik tasnya.
"Boleh ya." Raisa memohon.
"Biasanya juga sama Tiara." kata Irsan. Raisa menginjak kaki Irsan yang ada di dekatnya.
"Ya udah kalau kamu tidak mau. Aku pulang sendiri saja." Ucap Raisa lirih.
"Mana dompet aku hilang tadi." Raisa berbalik dengan harapan Kenzie berubah pikiran.
"Aku tunggu di parkiran." ucap Kenzie tanpa membalikkan tubuhnya.
Sampai di parkiran, Raisa menghampiri Kenzie. Dengan membawa tas punggungnya yang kecil. Ia melangkah senang.
"Sa!" teriak Tiara.
"Sa! Kamu gimana sih malah ninggalin dompet kamu di ruang Dance." katanya saat sampai di depan Raisa.
Ups, ia merasa malu pada Kenzie dan kesal pada Tiara yang telah menghancurkan rencananya. Beruntungnya Kenzie masih mau mengantarnya pulang.
Raisa memeluk Kenzie dengan erat. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berdua dengan Kenzie.
Sampai di depan rumahnya Raisa. Raisa mengajak Kenzie untuk mampir ke rumahnya sebentar.
"Ken, kamu bisa temani aku sebentar tidak? Di rumahku gak ada orang. Aku takut kalau di dalam gelap. Apalagi sudah mulai sore." pinta Raisa.
Kenzie menemani Raisa dan duduk di ruang tamu. Sambil menyalakan lampu rumahnya, Raisa membuatkan minum untuk Kenzie.
"Di minum dulu Ken." Raisa memberikan segelas sirup rasa jeruk.
"Terimakasih ya sudah mau mengantarku dan sekarang menemaniku." ungkap Raisa.
"Sudah? Kalau begitu aku pulang." Kenzie hanya meminum sedikit. Hanya untuk menghargai Raisa yang sudah menyuguhkan minuman.
Kenzie keluar dari rumah Raisa dan langsung pergi. Raisa tersenyum kegirangan ketika tidak lagi melihat Kenzie.
"Thanks ya Zein." Yuri menunjukkan boneka yang diberikan Zein hasil dari bermain mesin capit. Zein pun dengan cepat memotret Yuri.
"Zein!" teriak Yuri.
Sayangnya Zein dengan cepat menutup jendelanya dan mengunci pintunya kembali. Yuri berulang kali mengetuk kaca jendela mobil Zein.
"Zein! Hapus gak!" pinta Yuri.
Hasil potretnya langsung ia simpan di sosial medianya. Sama seperti postingan sebelumnya. Banyak sekali warganet yang mengomentari postingan Zein.
Zein pergi sambil membuka kaca jendelanya kembali. Ia juga menunjukkan postingannya. Senyumannya sambil memegang boneka, menunjukkan bahwa dia sangat bahagia.
Postingan yang memancing warganet hingga akun gosip membicarakan mereka dan berkomentar.
"Kamulah Malaikat kesayanganku." begitulah isi kutipan dari postingan Zein.
Banyak yang mendukung mereka dan ada juga yang mencibir mereka. Bahkan beberapa membandingkan Yuri dengan wanita lain.
***
Pagi harinya, seluruh akun gosip di penuhi berita hangat tentang dirinya. Bahkan grup kelas saja sudah mulai ramai membicarakan tentang Yuri.
Yuri benar-benar tak mempedulikan gosip tersebut. Selagi berita tersebut tidak merugikan dirinya.
Sampai di sekolah banyak anak murid yang memandangnya. Ada juga yang membicarakan tentang dirinya.
Yuri berjalan ke rooftop dengan cepat. Sambil menunggu bel masuk, Yuri bersantai sejenak sebelum kembali ke kelasnya.
"Ri, aku kira kamu gak akan masuk." tanya Marsha.
"Ngapain juga aku harus bolos sekolah." jawab Yuri.
Mereka mendengar suara gemuruh dari bawah. Marsha mengeceknya lebih dulu. Ternyata ada Kenzie yang ingin masuk ke rooftop.