Untitled Love

Untitled Love
Ep 75



Mereka tak langsung pulang. Mereka mengunjungi Mall untuk membeli bawaan. Kenzie juga pergi ke toko emas. Di temani Kakak dan Bundanya, Kenzie memasuki toko emas pilihannya.


"Saya ingin mengambil pesanan saya." Ucap Kenzie pada pelayan.


"Kamu sudah memesannya?" Tanya Kaira.


"Ini Pak pesanan anda. Bisa di lihat lagi desainnya apakah sudah sesuai atau belum." Ucap pelayan tadi.


"Cullinan Dream Diamond?!" Kaira terkejut. Melihat sepasang cincin dengan berlian berwarna biru yang cantik dan mewah berbentuk hati.


"Iya sudah benar Mbak." Pelayan tersebut langsung menyiapkan kotak dan juga tas kecil.


"Kamu gak salah Ken?" Tanya Kaira.


"Coba kakak lihat ukiran namanya? Benar nama aku dan Yuri bukan?" Tanya Kenzie untuk meyakinkan kakaknya.


"Cantik banget cincinnya. Kamu gak mau belikan untuk kakakmu ini Ken?" Tanya Kaira.


"Bunda mau yang mana?" Tanya Kenzie.


Kenzie menawari bundanya untuk memilih perhiasan. Naomi terharu ketika Kenzie memintanya untuk memilih perhiasan. Sedangkan Kaira matanya mulai berbinar-binar melihat Kilauan berlian.


"Ken, Kakak mau dong." Pinta Kaira.


"Ya, tapi nanti ya. Tunggu bunda dulu yang milih." Jawab Kenzie.


"Bunda mau kalung ini Ken." Naomi memang suka sekali dengan berlian berwarna Pink.


"Kakak mau ini saja." Kaira menunjuk kalung emas yang terlihat menonjol.


"Apa sih Kak? Sudah kayak rantai kaleng Regal tahu gak Kak?" Canda Kenzie. Tapi memang Kaira tidak pandai dalam memilih perhiasan.


"Mbak, saya pesan ini dan ini juga ya." Pinta Kenzie.


Kenzie membelikan kalung untuk bundanya dan gelang untuk kakaknya. Gelang dengan berlian kecil yang melingkar. Sangat cantik ketika bergantung di lengan kakaknya yang berkulit putih persis seperti berlian yang terdapat di gelang tersebut.


"Ken, ini cantik banget. Kalau calon suami kakak lihat dia pasti iri sekali." Ucap Kaira.


"Nah, cepat-cepatlah cari calon suami Kak. Agar gak nempel terus sama aku." Jawab Kenzie.


"Masa kalah sama aku."


"Terimakasih ya Mbak." Ucap Kenzie.


Mereka kembali berkeliling. Sedangkan Rama masih betah di butik milik temannya. Kaira membeli Snack untuk menemaninya berkeliling Mall. Mereka menyusul Rama untuk mencari jas dan gaun.


"Ken, coba kamu hubungi Yuri biar sekalian fitting baju." Pinta Rama.


Di rumah, Yuri sibuk menyiapkan berkas. Untungnya ia selalu menyimpan berkas-berkas penting dengan rapi sehingga mudah untuk mengumpulkannya. Tinggal di ajukan ke KUA setempat.


Hani dan Indra masih berada di ruang TV. Mereka cukup menghubungi keluarga terdekat untuk menghadiri acara pernikahan anaknya nanti. Begitu juga Yuri dan Marsha usai merapikan berkas, mereka langsung mencatat data teman-teman mereka.


"Sha, aku di minta ke Mall G." Ucap Yuri.


"Ya sudah bareng saja yuk sama aku. Aku juga sudah harus pulang." Balas Marsha.


"Aku gak menyangka bakal jadi saksi hari ini." Ucap Marsha sambil menyetir.


"Kamu wajib datang ya Sha." Perintah Yuri.


"Ya aku gak nyangka bakal secepat ini." Jawab Yuri.


"Aku sih pasti datang. Kalau Kevin nanti aku tanyakan ya. Dia lagi sibuk juga sih." Kata Marsha.


Sampai di lobby Mall, Yuri turun dari mobil Marsha. Ia menghubungi Kenzie untuk menuntunnya ke butik yang harus ia tuju. Sampai di depan butik Yuri agak ragu. Melihat dari luar saja sudah terpampang Gaun dan jas yang sangat indah.


"Ri, ayo masuk." Kaira menjemput Yuri.


"Kamu pilih yang kamu mau." Kaira menarik lengan Yuri untuk berkeliling melihat gaun.


"Aku bingung kak. Bagaimana kalau kakak yang pilihkan untukku?" Tanya Yuri.


Setelah beberapa kali mencari, Kaira sudah mendapatkan lima buah gaun cantik ada yang berwarna putih, Biru, gold, pink dan juga silver. Kaira mengajak Yuri untuk mencobanya langsung. Sampai akhirnya Kaira menemukan gaun yang cocok untuk Yuri. Gaun biru tanpa lengan, bagian bawah gaun yang mekar dengan hiasan bunga dan terdapat sayap tipis di belakang yang panjangnya melebihi gaunnya.


"Kak, bukankah ini terlalu mewah ya?" Tanya Yuri.


"Ini cantik, Ri. Sangat cocok dengan tubuh kamu yang mungil." Jawab Kaira.


"Ri, nanti kamu coba yang ini juga ya." Ucap Naomi yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang ganti.


"Wah, ini cantik banget, Nak." Naomi mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruang ganti.


Gaun yang Kaira pilih akan menjadi gaun acara resepsi pernikahan mereka. Sedangkan gaun putih yang di pilih oleh Naomi akan ia pakai saat acara sakral. Sesingkat itu semua persiapan. Mereka mengantar Yuri sampai ke rumah.


Keesokan harinya Yuri dan Kenzie pergi bersama ke KUA. Mereka mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA terdekat dari rumah Yuri. Selesai ke KUA, Kenzie mengajaknya ke Kedai kopi miliknya.


"Sejak aku mulai menyukaimu, aku selalu berada di belakangmu melihatmu tertawa bahagia dengan teman-temanmu." Ucap Kenzie.


"Senyuman kamu selalu membuatku semakin merasakan kehadiran cinta. Tapi aku gak berani untuk mendekatimu." Lanjut Kenzie.


"Aku bahkan takut jika kamu akan menjauh dariku." Kenzie menceritakan kisahnya memendam perasaan cinta pada Yuri.


"Pada akhirnya aku pun jatuh dan menjadi peran utama di cerita cinta kamu." Balas Yuri.


"Bagaimana jika selamanya aku tidak pernah tahu isi hati kamu?" Tanya Yuri.


"Aku akan terus mencari waktu yang pas untuk mengungkapkannya." Jawab Kenzie.


"Bagaimana jika saat itu aku memilih Nathan dan hidup bahagia dengannya?" Tanya Yuri.


"Jika itu membuatmu bahagia. Aku bisa apa? Pada akhirnya kamu memilihku dan aku berjanji akan terus membuatmu bahagia." Ucap Kenzie.


"Membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini." Lanjutnya.


"Terimakasih sudah mencintaiku begitu lamanya. Setia menungguku dan selalu ada di sampingku." Ungkap Yuri.


Tiba di acara sakral mereka. Yuri sudah sangat gugup saat sedang di rias. Hani terus menemani anak pertamanya.


Acara Pun di mulai dengan penuh hikmat. Semua berjalan dengan lancar. Mereka telah sah menjadi sepasang suami istri usai mengucap janji suci. Hanya keluarga inti dan kerabat yang menghadiri acara tersebut.


Keluarga dan kerabat di sajikan makanan yang sudah di pesan. Kenzie dan Yuri makan bersama dengan kedua orang tua mereka di meja yang sama.


Ada beberapa keluarga dan kerabat mereka yang meminta foto bersama dengan kedua mempelai. Ada juga yang mengabadikan momen bahagia mereka melalui video. Hani dan Naomi pun menghampiri kerabat mereka. Mereka tak menyangka akan menjadi keluarga.


Naomi sangat senang bisa menjadi bagian dari keluarga Hani. Hanya Hani yang tulus berteman dengannya dan paling dekat dengannya. Begitu juga dengan Hani, ia tidak menyangka akan menjadi bagian dari keluarga Naomi. Ia memang merestui hubungan Yuri dengan Kenzie. Tapi ia tidak berharap lebih dengan hubungan mereka. Hani paham betul bahwa ia hanya keluarga sederhana. Tak Seperti Kenzie yang terlahir dari keluarga kaya.