Untitled Love

Untitled Love
Ep 107



Kaira telah melahirkan seorang anak perempuan. Derry terlihat bahagia sekali telah menjadi seorang ayah. Segalanya sudah ia siapkan di rumah mereka untuk menyambut putri pertama mereka.


Naomi senang sekali memiliki Cucu lagi. Kini cucunya perempuan dan nanti Yuri juga akan melahirkan seorang anak perempuan. Hani juga turut senang melihatnya.


Putri pertama Kaira sangat cantik seperti Kaira. Naomi juga sudah tidak sabar menunggu cucu ketiganya yang juga perempuan. Yuri ingin sekali menggendong Arika, tapi Devano selalu marah setiap Yuri menggendong Arika.


Derry senang akhirnya rumahnya jadi sebelum putri mereka lahir. Sehingga ia bisa mendekorasi kamar untuk putrinya. Ia juga sudah menyiapkan berbagai mainan untuk putrinya.


"Ken, Mama tuh pengen kamu cepat nikah." Kata Hani.


"Temannya Kakak tuh yang masih belum siap." Jawab Keenan.


"Ya kamu nya gak maksimal sih dekati Wenda." Sahut Yuri.


Ia malah kena serangan balik dari kakaknya. Tapi memang Keenan sendiri masih belum siap. Setelah melihat kedua kakaknya yang sudah berhasil. Ia menjadi minder untuk menikahi Wenda.


Ia ingin seperti Kakak iparnya. Ia ingin sukses terlebih dahulu agar bisa membahagiakan Wenda. Melihat Yuri dan Kaira bahagia bersama pria yang sukses membuatnya jadi lebih semangat lagi dan mengurungkan niatnya untuk cepat-cepat menikahi Wenda.


"Hei! Jangan kebanyakan ngelamun." Kata Yuri mengejutkan Keenan.


"Tolong ambilkan Kakak air dong Ken. Kakak capek banget, Devano lagi rewel terus." Pinta Yuri


"Tadi kenapa gak sekalian Kakakku yang cantik?" Keenan sedikit gemas dengan kakaknya yang mulai terlihat chubby. Ia tetap mengambilkan kakaknya minum.


"Nih Kak!" Kata Keenan sambil menyodorkan air mineral.


"Kamu kenapa ngelamun Ken?" Tanya Yuri.


"Gak apa-apa Kak. Ken cuma lagi mikir saja." Jawab Keenan.


"Memang kamu bisa mikir Ken?" Tanya Yuri.


"Kakak!" Keenan mencubit pipi kakaknya.


Keenan menceritakan apa yang ia pikirkan. Ia kembali di landa keraguan. Ia takut jika dirinya tidak pantas bersama Wenda. Namun Yuri meyakinkan adiknya bahwa ia pantas bersama Wenda. Keenan memeluk Yuri, ia sayang sekali pada kakaknya.


"Kak, tapi aku belum punya apa-apa untuk Wenda." Kata Keenan.


"Iya, kamu cicil sedikit demi sedikit. Nanti juga gak terasa bisa terkumpul." Jawab Yuri.


"Kamu sendiri kan yang melihat bagaimana perjuangan Kenzie, perjuangan Derry yang pas nikah dengan Kak Kaira dia belum punya apa-apa. Tapi berkat kerja keras mereka, mereka bisa membahagiakan keluarganya." Lanjut Yuri.


"Sekarang kamu di kasih kepercayaan untuk mengelola Swalayan. Kamu kerjakan dengan sungguh-sungguh. Kamu kembangkan lagi." Tambahnya.


Keenan sudah mendapatkan bayangannya. Ia sudah punya sesuatu yang akan ia capai lebih dulu. Ia berterimakasih pada kakaknya lagi.


Mereka berdua kumpul kembali bersama keluarga yang lain. Kaira sudah selesai menyusui putrinya. Kini ia ikut ngobrol bersama.


Devano tertidur di pangkuan Yuri. Ia lelah karena seharian ini ia merasa cemburu dengan Arika, sepupu barunya. Devano memeluk Yuri dengan sangat erat. Seakan ia takut kehilangan mamanya.


Sampai di rumah, Yuri membawa Devano ke kamarnya. Putranya sangat menggemaskan sekali ketika tidur. Hari ini Devano cukup menghibur semuanya karena tingkahnya yang lucu saat cemburu dengan Arika.


Sebentar lagi mereka akan memiliki putra kedua. Mereka tidak bisa membayangkan Bagaimana jika nanti adik Devano lahir. Pasti Yuri akan terbiasa mendengar Devano mengamuk karena cemburu dengan adiknya.


Di ruang TV Kenzie sedang bersantai. Sesekali ia mengecek ponselnya. Yuri duduk di sebelahnya dan bersandar di dada Kenzie.


"Sayang, aku masih gak nyangka bisa sampai disini." Ucap Kenzie.


"Aku kira dulu, aku tidak akan bisa mendapatkanmu." Lanjutnya.


"Aku juga gak nyangka ternyata jodohku sedekat itu." Jawab Yuri dengan candaan.


"Kamu menyesal gak nerima cinta aku?" Tanya Kenzie.


"Kalau aku menyesal, gak mungkin Devano punya adik." Jawab Yuri.


Kenzie mengusap kepala Yuri. Ia benar-benar beruntung dan bahagia bisa bersama Yuri. Begitu juga dengan Yuri. Sekian banyak cobaan di hidupnya sampai membuatnya trauma. Kini ia bisa menikmati hubungan rumah tangga yang damai dan tentram.


Segala kenangan masa lalunya ia jadikan candaan. Setiap ia teringat masa lalunya, ia hanya tersenyum dan tertawa. Betapa lucunya ia yang selalu menjadi sasaran kecemburuan setiap wanita. Padahal ia tidak merasa bahwa dirinya teramat cantik.


"Sayang, aku rindu deh sama rumah dulu." Curhat Yuri.


"Oh iya, bulan depan ada acara pertunangan Marsha dengan Kevin." Yuri teringat undangan sahabatnya.


Mereka berbincang-bincang sampai larut malam. Yuri tertidur di dada Kenzie. Melihat Yuri tidur, Kenzie terus menatapnya sambil mengusap kepala Yuri.


Cintanya pada Yuri akhirnya berbalas. Awalnya ia sempat pasrah dengan keadaan. Karena tidak hanya dirinya yang mengejar cinta Yuri. Bahkan kondisi trauma yang di alami oleh Yuri juga sempat membuatnya menjauh.


Selama ia masih berada di sisi Yuri. Ia akan terus menjaganya, selalu ada untuknya. Sebisa dirinya untuk selalu berada di sisi Yuri. Bersaing dengan pria lain yang juga mengejar Yuri. Tapi jika Yuri lebih bahagia dengan pria lain, ia akan berusaha ikhlas untuk merelakannya.


Masih banyak lagi cobaan untuk mendapatkan Yuri. Bahkan bisa sampai saat ini, banyak sekali perjuangan untuk bisa membuat Yuri bahagia. Hanya Yuri dan anak-anak mereka yang membuat Kenzie semangat untuk kebahagiaan mereka.


Yuri merasa wanita yang paling beruntung. Dari sekian banyak pria yang dekat dengannya. Hanya Kenzie yang paling mengerti ya dan paling mencintainya. Yuri sangat bahagia sekali bisa memiliki suami seperti Kenzie dan memiliki anak seperti Devano dan calon bayinya yang ada di dalam kandungannya saat ini.


Baginya kebahagiaan itu sangat sederhana. Bisa selalu bersama dengan anak dan suaminya saja ia sudah sangat bahagia. Kenzie juga sudah sangat membantu keluarganya. Bahkan ia memberikan kehidupan yang layak untuk orangtua Yuri dan adiknya.


Yuri sangat bersyukur bisa memiliki Kenzie yang tak hanya mencintai dan menyayangi dirinya. Kenzie juga menyayangi keluarganya. Dari membantu mendiang Papanya Yuri sampai ia membantu Kenzie agar bisa mendapat penghasilan dan bisa menikahi wanita yang di cintainya.


Yuri tidak ada henti-hentinya untuk selalu bersyukur dan selalu berusaha untuk menjadi ibu dan istri yang baik. Memilih Kenzie sebagai suaminya adalah pilihan yang tepat baginya. Bukan karena Kenzie memiliki segalanya tapi karena Kenzie begitu mencintainya dan selalu melindunginya.


Begitupun dengan Kenzie. Tidak ada penyesalan dalam hidupnya bertahan dan terus berjuang mendapatkan Yuri. Apalagi saat ia di karuniai Devano dan calon baby mereka. Kenzie sangat-sangat bahagia, walau ia sempat khawatir karena ia tahu bagaimana perjuangan seorang wanita saat mengandung dan melahirkan.