Untitled Love

Untitled Love
Ep 34



Tiba saatnya Nathan menyatakan cintanya pada Yuri saat sedang ekskul. Kenzie benar-benar cemburu melihatnya. Ia tidak ingin mendengar jawaban Yuri.


Kenzie memilih untuk pergi. Ia lebih dulu turun dan menunggu Yuri di kantin luar sekolah. Tak lama, Yuri datang menghampiri Kenzie.


"Katanya kamu mau nemenin aku latihan. Kenapa malah pergi?" Tanya Yuri.


"Aku haus, jadi aku mampir ke kantin dulu. Sekarang sudah gak haus. Yuk ke ruang teater lagi. Aku bakal nemenin kamu." Kenzie tersenyum seakan tidak ada apa-apa.


"Aku bosan, lagi pula sedang tidak ada perlombaan. Gimana kalau kita ke warung kopi kamu? Aku mau roti bakar Mas Hanif." Ajak Yuri.


Sampai di warung kopi miliknya, Kenzie memesankan roti bakar kesukaan Yuri. Roti bakar keju susu. Dengan keju yang banyak di dalam roti.


Tapi, Kenzie berubah pikiran. Ia menggantikan Hanif membuat roti bakar untuk Yuri. Kedua karyawannya khawatir jika tempat mereka menjadi berantakan karena Kenzie.


Apalagi Kenzie terlihat seperti orang baru yang bisa masak. Dapur mereka menjadi berantakan, segala peralatan Kenzie keluarkan.


Selesai membuat roti bakar, ia langsung masuk ke dalam. Tapi sayangnya ia tidak menemukan Yuri.


"Yuri,, Yur,, Sayur,," tak ada jawaban dari Yuri.


"Kalian lihat Yuri gak? Lihat Yuri keluar? Atau lihat Yuri lewat sini? Pas aku masak Yuri lewat sini gak? Ada yang lihat Yuri gak?" Kenzie mulai panik.


Satu-satunya orang yang ada di dalam hanya Monik yang sedang memainkan ponselnya. Kenzie mengambil ponsel Monik.


"Kamu lihat Yuri gak?" Tanya Kenzie.


"Kesana tadi." Jawab Monik.


"Kesana mana?" Tanyanya lagi.


"Kesana!" Monik menunjuk ke ruangan Kenzie.


"Kesana?" Tanyanya lagi membuat Monik kesal.


"Iya kesana! Ke ruangan kamu!" Monik menarik ponselnya.


Kenzie berjalan dengan gugup. Ia ragu untuk membuka pintu. Ia takut menerima perubahan Yuri jika melihat bahwa di ruangan miliknya banyak foto Yuri dan juga foto selfie Kenzie yang berlatar belakang wajah senyum Yuri yang candid. Karena Kenzie tidak berani mengajak Yuri foto bersama.


Kenzie memberanikan diri untuk membuka pintu. Ia melihat Yuri sedang berdiri menatap foto-foto yang terpajang di dinding ruangan Kenzie.


"Ma~maaf." Kata Kenzie begitu masuk ruangannya.


"Maaf?" Tanya Yuri.


"Maaf aku sudah mengambil potret kamu diam-diam." Jawab Kenzie.


"Untuk apa Zie?" Tanya Yuri.


"Kamu bisa meminta padaku secara langsung Zie. Kenapa harus diam-diam?" Tanyanya lagi.


"Maaf Ri." Kenzie duduk di ranjangnya.


"Aku gak ngerti Zie sama kamu." Yuri pergi membuka pintu.


"Tunggu Ri, aku bisa jelasin." Kenzie menarik tangan Yuri.


Yuri duduk di kasur kecil yang terhampar di lantai. Kenzie menutup pintu kamarnya dan duduk di sebelah Yuri. Kenzie masih duduk terdiam.


"Aku suka sama kamu Ri." Kenzie akhirnya menyatakan cintanya pada Yuri.


Jantung seperti berhenti seketika. Rasanya baru kemarin Ia mendengar pernyataan itu dari Marsha. Kini Yuri mendengarnya langsung.


"Iya, sejak SMP aku selalu memperhatikan kamu dari jauh. Kamu lihat, warung kopi ini gak terlalu jauh dari SMP kamu." Kenzie menjelaskan kisahnya saat SMP.


"Aku serius Ri." Jawab Kenzie.


"Kalau kamu cinta sama aku sejak SMP. Kenapa kamu biarin aku pacaran sama Kak Jimmy, biarkan aku dekat sama Zein dan bahkan biarkan aku nerima cinta Nathan?" Tanya Yuri.


"Aku gak ada hak untuk larang kamu Ri. Aku bukan siapa-siapa kamu. Aku lihat kamu bahagia sama Jimmy. Jadi aku gak ingin merusak kebahagiaan kamu." Jawab Kenzie.


"Bagaimana dengan Zein dan Nathan?" Tanya Yuri.


"Jika kamu bahagia sama mereka kenapa aku harus melarangnya? Asalkan kamu bahagia Ri." Jawab Kenzie.


"Kamu mengorbankan perasaan kamu demi kebahagiaan aku? Kenapa kamu gak jujur sama aku Zie? Bilang langsung ke aku." Kata Yuri.


"Aku takut kamu benci sama aku. Aku takut kamu menjauh dari aku." Jawab Kenzie.


"Apa bedanya sama jika aku nerima cinta salah satu dari mereka? Aku pastinya akan menjauh dari kamu, kamu akan kehilangan aku juga." Tanya Yuri.


"Memang benar, tapi setidaknya kamu menjauh bukan karena kamu tidak suka sama aku Ri. Walau aku kehilangan kamu, tapi aku masih bisa berteman dengan kamu. Tapi kalau kamu gak suka sama aku, kamu akan menjauh dan aku sangat-sangat kehilangan kamu dan itu sangat menyakitkan Ri." Kenzie sedih membayangkan hal itu.


"Aku cinta sama kamu Ri. Please, kamu jangan menjauh dari aku. Kamu boleh menolak ku. Tapi aku mohon jangan menjauh dari aku, Ri." Kenzie berlutut di depan Yuri.


Yuri menjelaskan perasaannya pada Kenzie. Yuri yakin jika yang ia rasakan adalah perasaan cinta pada Kenzie. Kejujuran Kenzie membuatnya tersentuh dan semakin membuatnya mencintai Kenzie.


Yuri juga menceritakan saat tadi di ruang Teater. Yuri menyadari kehadiran Kenzie dan kemudian menghilang saat Natha menyatakan cintanya.


Yuri menolak cinta Nathan. Ia juga memberikan alasan bahwa ia mencintai Kenzie. Cerita Marsha membuatnya sadar bahwa Kenzie mencintainya secara diam-diam.


"Jadi, kamu udah tau dari Marsha?" Tanya Kenzie. Yuri menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Kenzie tak bisa berkata-kata lagi. Menurutnya semua sudah ia jelaskan pada Yuri. Ia juga senang mendengar penjelasan dari Yuri.


"Aku juga sadar, saat hati aku menolak Zein. Itu karena ada kamu di hati aku Zie. Aku mencintai kamu Zie." Ucap Yuri.


"Boleh aku dengar sekali lagi?" Tanya Kenzie.


"Aku juga mencintai kamu Zie." Jawab Yuri.


Kenzie memeluk Yuri dan menciumnya berkali-kali. Ia sangat bahagia, ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


"Ri, kamu benar-benar mencintai aku?" Tanya Kenzie. Yuri menganggukkan kepalanya.


Kenzie kembali menciumi Yuri berkali-kali. Ia juga enggan melepaskan pelukannya. Benar-benar sebuah kebahagiaan.


"Ups sorry, salah waktu. Waktu dan tempat saya persilahkan kembali." Ucap Monik yang gak sengaja masuk saat Kenzie memeluk dan mencium Yuri.


"Lanjutkan lagi, silahkan. Aku hanya ingin meminjam ini." Perlahan Monik masuk mengambil charger ponsel milik Kenzie.


Setelah mengambil Charger ponsel, Monik keluar sambil senyum-senyum. Membuat Yuri malu dan salah tingkah.


Kenzie benar-benar sangat amat bahagia. Bertahun-tahun ia memendam perasaannya dan kini terjawabkan dengan jawaban yang membuatnya bahagia.


"Jadi, sekarang kita pacaran nih?" Tanya Kenzie. Yuri menjawab 'iya'.


Kenzie kembali memeluk Yuri. Mereka makan roti bakar bersama di luar. Di temani oleh Monik yang sedang menatap mereka.


"Mohon maaf, ini maksudnya apa ya? Udah bagus kalian disana. Kenapa harus kesini?" Tanya Monik berada menjadi nyamuk.


Kenzie menyuapi Monik dengan roti keju yang ia buat. Bukannya di telan, Monik malah mengeluarkannya dari mulutnya.


"KENZIE! Aku kan gak suka keju!" Teriak Monik.