Untitled Love

Untitled Love
Ep 32



Sampai kelas Raisa langsung di serbu oleh kedua sahabatnya Tiara dan Fenny. Mereka penasaran dengan kisah Raisa yang berhasil mengajak Kenzie ngedate.


Di tengah keseruan mereka, Sandy menghampiri Raisa dan duduk di sebelahnya. Sandy memang berada di kelas yang sama dengan Raisa.


"Jangan senang dulu. Aku kasih tahu ya, Kenzie itu bukan orang yang mudah berpaling." kata Sandy.


"Maksud kamu?" tanya Fenny.


"Kenzie itu sudah sangat lama menyukai cewek. Dari dia SMP gak pernah berubah." jawab Sandy.


"Namanya perasaan mana ada yang tau. Bisa saja dia diam-diam memang menyukaiku." kata Raisa.


Bel masuk berbunyi. Semua murid kembali ke tempat duduknya masing-masing. Termasuk Sandy, ia hanya perlu bergeser ke bangku sebelah.


Jam kosong merupakan kebahagiaan bagi murid. Begitulah yang di rasakan Raisa dan temannya. Guru yang masuk di jam berikutnya berhalangan hadir. Sehingga Raisa dan temannya langsung keluar dari kelas mereka.


"Sa, lapar nih. Kantin yuk!" ajak Tiara.


"Iya, lagi juga habis ini istirahat juga." kata Fenny.


"Ya ayo kita mah." Raisa keluar sambil menarik Tiara dan Fenny.


Hanya ada mereka di kantin. Raisa pun senang ke kantin. Ia bisa lebih dekat melihat Kenzie yang sedang bermain basket di lapangan sekolah.


Kenzie memang menyukai olahraga basket. Walaupun begitu, Kenzie tidak ikut serta dalam ekskul basket di sekolahnya.


"Kedip tuh mata! Lihat Kenzie deh pasti sampai gak kedip matanya." canda Fenny sambil mengusap mata Raisa.


"Ciptaan Tuhan yang satu ini perfect banget sih." ucap Raisa.


"Oh ya ampun! Senyumannya. Gak kuat aku lihatnya." Seketika Raisa memegang jidatnya dan melemas.


"Lebai ah kamu!" Tiara sedikit mendorong Raisa.


"Eh, coba deh kamu lihat tuh. Manis banget kan senyumannya. Aduh gak sanggup aku kalau gini terus. Bisa-bisa aku yang lebih dulu menyatakan cintanya." kata Raisa.


Melihat Kenzie selesai main basket, Raisa membeli satu botol air mineral. Beruntungnya lagi, Kenzie dan teman-temannya pergi ke kantin.


Tanpa menunggu, Raisa langsung menghampiri Kenzie yang baru saja masuk ke kantin. Ia memberikan air mineral yang baru ia beli tadi.


"Buat kamu." Raisa menyodorkan botol air mineral tadi.


"Ciye, pantes aja kamu minta ke kantin. Ternyata janjian sama Raisa." canda temannya Kenzie. Kenzie tetap memasang wajah datarnya.


"Thanks." Kenzie mengambil botol air mineral yang ada di tangan Raisa. Lalu, ia kembali jalan ke pojok kantin. Tempat favoritnya mereka setiap ke kantin.


Di sisi lain, Jimmy dan teman-temannya juga datang ke kantin. Mereka memang suka datang ke kantin sebelum bel istirahat.


Gwen langsung memesan bakso, Lily memesan nasi goreng, Joshua dan Jimmy hanya memesan segelas air dingin berwarna orange. Lebih tepatnya mereka memesan es jeruk peras.


Melihat senior mereka datang, Raisa dan temannya ikut bergabung dengan Kenzie dan temannya.


"Si Jimmy makin tampan aja sih dia." ungkap Tiara.


"Tapi gak ada yang bisa mengalahkan pesona Kenzie di mata aku." balas Raisa.


"Wow!" Teman-temannya Kenzie bersorak mendengar pernyataan dari Raisa. Suara mereka memenuhi seluruh ruangan.


Sampai-sampai Jimmy dan teman-temannya menoleh ke arah mereka. Sesaat Jimmy melihat Kenzie yang bersebelahan dengan Raisa.


Tatapan Jimmy menajam begitu melihat Jimmy di peluk oleh Raisa. Gwen melihat tatapan kesal Jimmy.


"Gak suka banget sih kamu lihatnya Jim." kata Gwen.


"Ada apa sih?" Lily menoleh ke arah Kenzie dan Raisa.


"Oh, saingan kamu. Katanya udah move on dari Yuri. Tapi masih gak suka liat dia." lanjut Lily.


"Loh? apa hubungannya ke move on sih?" tanya Jimmy.


"Biarin aja sih, kamu juga biasanya kalau ada Prisa Bucin." balas Gwen.


"Mereka tuh di nobatkan jadi best Couple tau." kata Lily.


"Best Couple? memang mereka pacaran?" tanya Jimmy.


"Ya, namanya dah di nobatkan best Couple mah berarti mereka sudah pacaran." jawab Lily.


Tangan Jimmy mengepal. Jimmy kesal mendengarnya. Dulu, saat ia mengejar cintanya Yuri agar bisa kembali padanya, Kenzie selalu menghalanginya.


Kini, ketika ia sudah mulai mencintai Prisa. Kenzie harus mendengar cerita dari temannya tentang kedekatan Kenzie dengan Raisa.


"Kalau di lihat-lihat sih memang serasi mereka. Si Kenzie tampan dan Si Raisa juga cantik. Aura mereka tuh manis gitu." kata Gwen.


"Beda sama kamu dengan Prisa. Aura kalian tuh gimana ya? Romantis gak terlalu, kaku iya, tapi cocok gitu." lanjutnya.


Bel istirahat berbunyi. Seperti biasa, Prisa langsung menghampiri Jimmy. Ia semakin tak bisa lepas dari Jimmy.


Prisa juga melihat ada Kenzie yang sedang bersebelahan dengan gadis lain. Prisa mendatangi Kenzie.


"Hei Ken!" sapa Prisa.


"Wah, ternyata kamu sudah move on ya dari cewek yang kamu suka itu." kata Prisa.


"Aku kira cewek yang kamu suka itu si Yuri. Kamu kan selalu dekat sama Yuri. Sering main ke rumahnya." lanjut Prisa.


"Seharian ini aku belum ada lihat Yuri." jawab Kenzie.


"Dia tadi langsung ke kelas Marsha. Kayaknya dia lagi kurang sehat sih." Kenzie berdiri mendengar perkataan Prisa.


"Ken! Kamu mau kemana? Aku baru saja pesan makan."Raisa menarik tangan Kenzie.


Hati Raisa memanas melihat Kenzie begitu peduli dengan cewek lain. Ia merasa kedatangan Prisa mengganggu ketenangannya.


"Kamu ngapain kesini sih? Udah sana! Sudah di tunggu tunangan kamu tuh disana." Raisa sedikit mendorong Prisa.


Raisa berniat mengusir Prisa. Ia mendorong Prisa. Melihat tunangannya di sentuh orang lain. Jimmy langsung mendekati Prisa.


"Heh kamu!" Jimmy Berdiri di samping Prisa sambil merangkulnya.


"Jangan berani-berani menyentuh Prisa. Apalagi mendorongnya!" Jimmy membela Prisa.


Pembelaan serta kehadiran Jimmy dan Prisa makin membuat Kenzie gak betah berada di dekat mereka.


"Kalau memang terganggu ya jangan pacaran disini! Sudah jelas ini tempat umum." Jimmy kesal.


Kenzie kembali berdiri dan melepaskan genggaman Raisa. Jimmy menepuk pundak Kenzie dan berbisik "Urusan kita belum selesai!".


Pulang sekolah, Jimmy benar-benar menunggu Kenzie. Ia tak sendiri, Ia di temani oleh tunangannya.


"Sayang, udah ayo pulang." Prisa lelah menunggu Kenzie.


"Sebentar dulu sayang." jawab Jimmy.


"Kamu kenapa sih masih saja kesal dengan Kenzie? Jangan-jangan kamu masih suka ya sama Yuri?" Prisa curiga dengan tunangannya.


"Kenapa sayang? Aku cintanya cuma sama kamu kok." Jimmy merangkul Prisa dan memeluknya.


Tak lama, Jimmy melihat Kenzie keluar. Jimmy langsung menghadangnya. Tanpa basa-basi, Jimmy memukul Kenzie. Ia benar-benar kesal melihat Kenzie.


"Sayang!" Prisa menahan tangan Jimmy.


"Itu balasan dari aku!" Ucap Jimmy.


"Kenzie!" Raisa lari menghampiri Kenzie yang sudah tersungkur ke tanah.