
Aku mempercepat langkah ku menuju perpustakaan yg berada di lantai akhir paviliun. Membuka pintu berwarna coklat yg begitu besar dan mencari buku sejarah tentang kekaisaran.
Setelah mendapati buku itu segera aku pergi duduk dan membuka halaman demi halaman yg ada, dan terhenti ketika menemukan penjelasan tentang anugerah yg di berikan untuk keturunan Kaisar.
Dalam buku tertulis, hanya darah keturunan Kaisarlah yg bisa mendapatkan anugerah penyembuh. Anugerah sejenis itu di berikan untuk memperlengkapi beberapa anugerah yg lain, namun seiring berjalannya waktu anugerah itu tidak pernah muncul kembali.
Aku menjatuhkan kepalaku keatas buku yg terbuka lebar di meja.
"Ini... sangat membingungkan! Apa mungkin karena di pilih aku mendapatkan anugerah berbeda?"
Nafas berat ku keluarkan, kemudian kembali membaca,lembaran berikutnya. Batu yg di miliki oleh seorang healing berwarna putih dan di tengah batu tersebut terdapat sebuah logo bunga yg berwarna hijau.
"Batunya? Ya, harusnya aku memiliki batu itu tapi kenapa tidak?"
Ingin melanjutkan lembaran berikutnya karena penasaran, tetapi lembaran tersebut berbeda. Menjelaskan tentang Kaisar wanita itu serta akhir hidupnya.
Kaisar wanita terdahulu adalah seorang penyembuh yg begitu hebat, hanya dengan sekali sentuhannya saja luka-luka yg begitu parah sembuh dengan sendirinya.
Kaisar tersebut adalah keturunan terakhir yg mendapatkan anugerah penyembuh, setelahnya sudah tidak ada lagi, Kaisar tersebut meninggal karena sebuah penyakit misterius.
Aku membaca berulang kali di bagian kisah Sang Kaisar wanita itu, namun tidak ada sesuatu yg membuat ku mengerti. Dia mati karena penyakit misterius apa? Bukannya dia adalah seorang penyembuh yg hebat? Kenapa tidak bisa menyembuhkan diri sendiri.
Tok..
Tok..
Tok...
Dari arah pintu seseorang masuk memberi tahu ku, bahwa Yang Mulia Kaisar ingin bertemu denganku di kekaisaran. Aku menyetujui itu sambil mengatur kembali buku yg ku baca.
Sekalian saja aku akan mengunjungi perpustakaan kekaisaran untuk mencari tahu lebih lanjut, karena di sana pasti lebih lengkap.
...💐💐💐💐...
Tidak menunggu beberapa lama, aku tiba di kekaisaran. Para pengawal menuntun ku turun dan masuk kedalam kekaisaran. Sedikit aneh karena mereka membimbing ku kearah yg berlawanan dari ruang tamu.
Tiba di pintu besar yg berbeda dari yg lainnya aku tahu itu adalah ruangan pribadi kaisar, mengapa dia sampai membawaku kesini apa mungkin ada pembicaraan serius, atau dia ingin menanyaiku lebih lanjut soal kejadian beberapa hari yg lalu?
Pintu terbuka, aku masuk kedalam Melihat kaisar sedang duduk menikmati secangkir teh yg nampaknya baru di sediakan karena ada uap yg mengepul dari dalam cangkir.
Kaisar menatap ku dengan sedikit tersenyum dan menyuruh yg lain pergi dari dalam ruangan. Aku membungkuk dengan sopan dan memberi salam padanya.
Dia mengundang ku untuk duduk dan minum bersama-sama. Sedikit dia berbincang santai dengan gurauwan yg tidak terlalu lucu tapi aku harus bisa menunjukan tawaku agar dia tidak merasa tersinggung.
Detik berikutnya raut wajah kaisar menjadi serius, sepertinya dia akan membuka topik pembicaraan yg sebenarnya sekarang denganku.
"Aku mendengar berita dari ayahmu... apa itu benar?"
Aku menjawab 'ia' sebagai jawaban, ternyata berita itu sudah terdengar sampai ketelinga kaisar dengan cepat dan itu dari ayah sendiri.
"Bisakah aku Melihatnya?"
Aku membuka sarung tanganku dan menunjukan tanda itu pada kaisar Theo, berbeda dengan kak Deondre dan ayah wajah kaisar saat ini tidak menunjukan ekspresi sama sekali padaku.
"Aku tahu kau pasti sudah menyelidiki kekuatan anugerah itu bukan?"
"Benar Yang Mulia... namun, batu kekuatan tidak muncul saat lambang ini ada"
"Sedikit aneh harusnya dia muncul saat lambang itu ada... kau tunggu saja pasti itu akan muncul"
Kaisar meneguk teh setelahnya membuang nafas kasar. Karena begitu tegang aku mengambil kukis yg ada di atas meja yg mereka susun dengan rapi didalam piring bunga yg cantik.
"Lalu soal Dellion..."
Aku terhenti dan menatap cepat Kaisar, melihat tingkah yg ku tunjukkan Kaisar sedikit menahan senyumannya.
"Pasti kau sudah mendengarnya dari Dellion, aku juga tidak ingin pertunangan kalian di putuskan, meskipun kau sudah tidak mencintainya seperti katamu dulu. Tapi ada yg aneh?"
Sekarang otakku berputar keras memikirkan jawaban yg tepat dan tidak begitu terlihat cela kebohongan.
"Saya mengatakan itu karena melihat kondisi pangeran saat ini"
"Hmm... begitukah? Tidak ada yg lain? Bukannya kau mengatakan itu sebelum Dellion kecelakaan? Apa kau sudah tahu yg akan terjadi jadi kau mengambil keputusan itu?"
Skakmat, perkataan kaisar membuat ku terdiam dan tidak berkutik. Sekarang dia mengatakan kecurigaannya secara terang-terangan padaku.
Langka saat itu sudah salah ku ambil, karena marah dan masih terikat dengan kekesalan masalalu aku mengucapkan itu.
Hembusan nafasku begitu pelan, aku tidak bisa mengelak pada Kaisar yg begitu peka ini, haruskah aku mengatakan yg sebenarnya? Tapi itu tidak bisa... rahasia masa lalu cukup aku saja yg tahu, huft terpaksa aku harus mengatakan ini.
"Maaf sebelumnya... tapi bukankah perasaan seseorang sama pentingnya dengan rahasia kekaisaran? Dan itu sangat di jaga"
Mendengar perkataan ku Kaisar tertawa dan sedikit melihat kearah berbeda dan berbicara kembali padaku.
"Kau pintar mengelak juga ternyata, aku sampai tidak bisa menggali lebih lanjut"
Dan binggo! Tepat sasaran ternyata kaisar mengerti maksud perkataan ku, yg jika secara sopan seperti itu, namun jika sedikit kasar akan terdengar 'bukankah Kaisar sudah sedikit kelewatan?'
"Yasudah... Kalau begitu kau tidak keberatan dengan pernikahankan? Lagi pula seorang yg hebat dalam hal pengobatan akan datang"
'Nah! Itu masalahnya!'
"Kaisar bisa kah saya memberi usulan?"
"Di terima"
Aku menjelaskan soal keamanan dalam pengobatan pangeran, bahwa harus ada dokter yg memeriksa ramuan tersebut sebelum di minum pangeran, kaisar menyetujuinya memang ini agak menghina kekaisaran timur tapi kita juga berhak melakukan itu untuk keamana pangeran.
"Ternyata kau begitu perhatian pada Dellion"
"Saya-saya.. bukan seperti itu.. jadi, itu.. seperti apa ya.. ah ia seperti tanggung jawab!"
Melihat kaisar yg terdiam dengan raut aneh itu pasti dia sudah memikirkan hal berbeda tentang diriku ini.
"Ah.. bagaimana jika kau mulai melatih kekuatan mu itu, besok beberapa pendeta akan membimbing mu ke kuil suci"
"Baiklah Yang Mulia, dan izinkan saya undur diri"
Kaisar mengangguk, aku memberi salam dan pergi kearah pintu keluar yg ada di samping kiri. Saat memegang pegangan pintu itu, tiba-tiba ada dorongan dari luar hingga keseimbangan ku hilang.
"Kyaaa!!"
Greppp...
aku memejamkan mataku erat tapi aku merasa seperti seseorang sedang menahanku, sedikit aku mengintip dengan sebelah mataku.
Wajah Dellion yg begitu dekat nampak dalam penglihatan ku.
'Te-terlalu dekat!!'