
...💐Kekaisaran Aegeus💐...
Galen datang dengan terburu-buru menghadap Kaisar dia ingin melaporkan bahwa pelayan dari Agnasia sudah sadarkan diri beberapa waktu yg lalu.
Kaisar lalu menyuruh Galen untuk pergi kekediaman Agnasia untuk mencari tahu hal lebih lanjut tentang ledakan di pasar Kekaisaran itu.
Galen pun pergi menuju kediaman Alddes, untuk mencari tahu detail kejadian kemarin yg menyerang pasar Kekaisaran.
...💐Kediaman Alddes💐...
Agnasia yg sedang duduk berbincang dengan Marry di dalam kamar terkejut karena prajurit yg masuk bersamaan dengan Galen.
"Galen? Ada apa?" Agnasia berdiri dan mendekat pada lelaki yg sedang tersenyum padanya.
"Ada beberapa pertanyaan yg ingin aku tanyakan pada Merry." Galen mengangkat bukunya sambil melihat Agnasia dan Merry bergantian
Aku mengangguk dan mempersilakan Galen duduk untuk memulaikan pertanyaannya.
"Galen, dia baru saja bangun jangan buat Marry tidak nyaman" ucap Agnasia dan diangguki oleh Galen.
Merry lalu menceritakan kejadian yg sama seperti yg dia katakan padaku beberapa waktu yg lalu, Galen mencatat kejadian penting yg di katakan Merry.
Berbagai pertanyaan muncul dalam diri Galen karena cerita dari Merry.
"Apa kau tidak melihat hal mencurigakan?"
"Tidak Tuan, saya hanya mengingat itu saja." Galen melihat kearah ku, aku menggeleng padanya dengan maksud aku juga tidak menemukan sesuatu yg mencurigakan dari cerita Merry.
...💐Kekaisaran Aegeus 💐...
Penjaga masuk, melaporkan bahwa Duke George beserta Deondre sudah tiba sesuai perintah Kaisar yg memanggil mereka.
"Izinkan mereka masuk." Ucap Kaisar.
Duke George dan Deondre masuk memberi salam pada Kaisar lalu berbicara padanya.
"Ada keperluan apa Yang Mulia memanggil kami?" Ucap Duke George.
"Tuan Deondre, apa kau sudah menemukan sesuatu yg mencurigakan?"
"Saat ini belum Yang mulia, saya sudah menyelidiki beberapa tempat yg mencurigakan tapi saya tidak menemukan sesuatu disana." Jelas Deondre pada Kaisar.
Sekarang sudah tidak bisa di biarkan, apa kekuatan pelindung beberapa hari yg lalu tidak terlalu kuat? Itu yg terus di pikirkan oleh Kaisar.
"Bukannya ini seperti waktu itu Duke?" Ucap Kaisar sambil menyilangkan kedua tangannya di depan.
Kaisar menunjukkan maksudnya soal kejadian yg lama pada Duke George tentang penyerang di kediamannya yg menewaskan istrinya.
"Anda benar Yang Mulia, saat itu juga pelindung di Kekaisaran masih aktif." Ucap George membalas Kaisar.
Duke tidak akan pernah lupa penyerangan secara diam-diam, padahal hanya berselang beberapa saat istrinya bangun menuju kamar anak perempuannya waktu itu.
Saat dia menyusulnya, dia mendapati tubuh Mariana yg tergeletak di lantai kamar.
Duke George mengangkat istrinya kedalam pelukannya detak jantungnya saat itu sungguh sangat pelan seperti mengisyaratkan sebentar lagi istrinya akan pergi.
"Sayang, si-siapa yg melakukan ini padamu?" Suaranya bergetar hebat menatap dalam mata Mariana.
"Maafkan aku...George.... lindungi dia... kumohon..." Isak Mariana.
Nafas istrinya terhenti seketika itu juga, Duke yg tidak percaya akan yg dia lihat sekarang hanya bisa terdiam.
Lalu di sudut pintu terdapat Deondre dengan tatapan kosong melihat pemandangan yg ada di depannya.
Karena melindungi anaknya, istrinya mati. Jika saja Agnasia memiliki kekuatan pelindung, dia pasti akan baik-baik saja dan istrinya Mariana tidak akan pergi meninggalkannya.
Mulai saat itu, Duke menganggap bahwa semua adalah kesalahan dari Agnasia yg tidak memiliki kekuatan keturunan dari Dewa sekaligus anak yg tidak memiliki keberuntungan.
Tapi di balik itu Duke menyadari sesuatu, Agnasia juga merasa terpukul saat dia mengetahui bahwa karena dialah Mariana meninggal.
"Apa penyerang Kekaisaran ini adalah orang yg sama?" Duke George menatap Kaisar dengan tatapan serius.
"Sepertinya begitu, dia pasti ingin menghancurkan seseorang yg tinggal di Kekaisaran ini tapi siapa?" Ucap Deondre.
"Dia pasti mengincar kita, Karena kekuatan anugerah yg ada pada kita. Duke George dan Deondre, jangan sampai batu kekuatan kalian di ambil dan di kuasai oleh orang yg salah bisa-bisa hutan Theos akan kehilangan kekuatannya." Ucap Kaisar.
Mereka mengangguk mengerti lalu berpamitan pergi dari sana.
...💐Kediaman Alddes💐...
Setelah semua selesai, Galen berpamitan melaporkan kepada Kaisar semua yg dia dengar dari Merry.
Agnasia lalu membiarkan Merry beristirahat dia pergi kearah ruang baca, sebelum dia sampai pelayan menghampirinya dan mengatakan sesuatu.
Dia sedikit mengerutkan alisnya dan memutar arah tujuan.
...💐💐💐💐...
Dari jauh dia melihat pangeran yg sedang menunggunya di taman mawar. Agnasia mendekat dan memberi salam
"Ada apa Yang Mulia Pangeran?" Tanya Agnasia, Dellion berbalik dan melihat wanita yg ada di depannya. Matanya lalu melihat jari mungil Agnasia.
"Kau tidak memakai cincin?" Tanya Dellion, Agnasia terdiam dan melihat tangannya.
"Tidak, cincin saya di simpan dalam kotak dikamar" ucap Agnasia. Pangeran lalu mengangkat tangannya menunjukkan cincin miliknya.
"Apa cincin mu mirip seperti yg ku punya?" Agnasia terdiam menatap cincin itu, dia mengenal cincin yg di tunjukan Pangeran Dellion, karena itu adalah cincin Pasangan yg di hadiankannya untuk Pangeran.
'Cincin itu sudah ku singkirkan karena membenci Pangeran'
"Tidak, saya hanya memiliki cincin tunangan kita dan saya tidak memiliki cincin seperti itu."
Mendengar penjelasan dari Agnasia, Dellion bernafas lega ternyata wanita yg ada di dalam mimpinya itu bukan Agnasia lalu siapa?
"Kenapa kamu tidak memakai cincin tunangan itu?" Tanya Pangeran.
"Bagaimana dengan Pangeran?"
"Ah, aku menyimpannya"
"Saya juga sama seperti Pangeran, untuk apa memakai cincin itu, jika kita tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Saya juga sudah membicarakan hubungan kita pada Kaisar saat Pangeran pulang." Jelas Agnasia.
"Lalu? Apa maksud mu?"
"Tinggal Pangeran saja, menjelaskan bawah Pangeran juga tidak memiliki perasaan pada saya, agar pernikahan kita akan di batalkan."
Dellion menatap Agnasia, wanita yg dingin di depannya, dia tidak tahu apa yg membuat perasaannya terluka mendengar perkataan dari Agnasia.
'Sebenarnya apa yg terjadi?' Pikir Pangeran sambil melihat Agnasia.
"Baiklah, aku akan membicarakan ini, agar kamu bisa terlepas dari ku." Dellion lalu berbalik pergi. Agnasia segera bernafas lega, entah kenapa Dellion datang menanyakan soal cincin.
'Ada-ada saja..'
...💐Kekaisaran Beryl💐...
Besok, para prajurit masuk sambil menyeret seseorang menghadap Kaisar.
"Ada apa ini?!" Kaisar mendekat dan melihat orang yg di bawah para pengawalnya.
"Kami menemukan lelaki ini sedang berkeliling melihat sekitar, saat di selidiki lebih lanjut, dia menginap di penginapan Baron, dan lebih para lagi kami menemukan botol rancun serta barang-barang dengan lambang Mawar putih."
Kaisar terkejut dia mengepalkan tangannya, wajahnya menjadi merah karena menahan amarah.
"Ternyata benar ini ulah Kekaisaran Aegeus?!! Siapkan kereta kuda! Aku akan pergi menemui Kaisar Theo"