
Saat menjelang siang, semua persiapa sudah selesai, kami juga sudah meminta izin kepada Ayah dan Kakak untuk pergi.
Karena, ini adalah perjalanan keluar yg pertama kalinya untuk ku ada sedikit perasaan gugup mendatangi ku.
Aku dan Galen berpamitan pada Ayah dan Kakak lalu pergi, langkah kakiku mendekati kereta kuda yg tersedia di depan gerbang kediaman ku.
"Hmmm? Galen, bukankah kita hanya butuh 2 kereta saja untuk tempat barang-barang kita lalu untuk kita kan? Kenapa sekarang sudah ada 3 kereta kuda" tanya ku pada Galen, lelaki itu sedikit tertawa sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal itu.
"Entah kenapa, mendengar kau yg akan pergi bersamaku, Pangeran Dellion juga jadi ikutan."
Aku membuang nafas kasar ku sambil menggeleng lemas. Tidak di sangka kenapa harus pergi bersama orang sakit itu?
Terlihat Pangeran Dellion yg turun dari kereta kuda, kami mendekat dan memberi salam.
"Ada satu hal, kita harus pergi ke kota untuk mengambil baju penyamaran." Ucap Galen, aku menatapnya bingung, lalu untuk apa aku membawa barang-barang serta aksesoris ku?
"Lalu bagaimana dengan barang-barang ku? Padahal kau sendiri yg menyuruh ku mengemasi semuanya" Tunjuk ku kearah belakang.
"Eh, memangnya aku pernah berkata seperti itu ya?" Ucap Galen berpura-pura, aku ingin sekali memukulnya dengan tanganku saat ini juga. Tapi aku harus bersikap tenang.
Aku lalu menyuruh para pelayan untuk mengembalikan barang-barang ku, dan kami memulai perjalanan.
...💐💐💐💐...
Aku duduk bersama Galen, sedangkan Dellion dia duduk di kereta yg satunya sendirian, ku dengar saat sampai di kota, kereta kuda ini akan di tukar dengan kereta kuda biasa.
Beruntunglah aku tidak satu kereta dengan Pangeran, jika ia mungkin saja pencernaan ku akan bermasalah.
Aku lalu melihat kearah luar, perjalanan yg cukup membuat ku lelah jika saja lelaki berambut biru ini tidak memanggil ku, aku sudah dengan pedang ku atau buku kesayangan ku.
Tapi jika di pikirkan, Pangeran Dellion mungkin saja akan bertemu dengan Carin bukan? Seharusnya kejadian ini tidak terjadi.
'Apa karena, lebih awal menangkap mata-mata Kekaisaran jadi seperti ini? Artinya kedepannya aku harus berhati-hati bisa saja kejadian kehidupan lamaku ada yg akan terjadi dan ada yg tidak'
Aku mengangguk mengerti sambil melihat sekeliling.
...💐💐💐💐...
Kami turun dari kereta kuda, dan masuk kedalam salah satu tokoh yg ditunjuk oleh Galen.
Ternyata semua barang-barang yg kami perlukan sudah tersedia dengan rapi sampai seorang wanita seumuran ku datang mendekat.
Dia lalu tersenyum dan pergi kearah Pangeran Dellion,memberi salam.
"Yang Mulia, barang-barang anda ada di Sana, semua sesuai perintah." Wanita itu tersenyum seperti seorang penggoda.
'Apa-apa dia?'
"Ekhemm! Kalau begitu suruhlah para pengawal untuk memindahkan barang-barang ini kedalam kereta kuda." Ucap ku Galen mengangguk, setelah semua sudah selesai Galen memberikan gaun biasa pada ku, Katanya kita harus menganti semua mulai saat ini.
Aku mengangguk lalu pergi menganti gaunku.
Sungguh ku pikir ini akan menjadi perjalanan yg mudah, tapi ternyata itu salah.
...💐💐💐💐...
Beberapa menit berlalu, aku yg berdiri di depan cermin sungguh kaget melihat keadaanku Sekarang.
'Sabarlah Agnasia, semua akan baik-baik saja.'
Itu yang di katakan Agnasia, tapi dia tidak akan tahu kesulitan apa yg menantinya di depan sana.
Galen lalu memanggilnya untuk segera pergi. Saat dia keluar nampak dua orang pria dengan busana biasa saja, tapi.... apa ini!
Mereka berdua sama seperti model! Saja. Walaupun menyamar seperti gembel pun ketampanan mereka tidak akan hilang begitu saja.
'Hiks.. kenapa Dewa tidak adil begini padaku!!'
Tapi.... kenapa mereka berdua terdiam menatapku? Apa jangan-jangan aku cantik! Saat akan membuka suara ku untuk bertanya, tiba-tiba Galen tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya, aku menatapnya kesal. Karena aku yakin apa yg mereka pikirkan tentang keadaan ku sama seperti yg ku pikirkan juga.
"Ahahahah.... kau cocok sekali dengan pakaian itu, sekalian juga kau harus minta sedekah saat sampai di kekaisaran Tayron." Ujar Galen, aku lalu menginjak kakinya dan pergi dari sana. Tidak peduli dia bisa berjalan atau tidak.
...💐💐💐💐...
Kenapa Dewa keberuntungan tidak berpihak padaku... di mulai dari cinta, pakaian, sampai kereta kuda! Mengingat kejadian yg lalu saat Pangeran ternyata sekereta dengan ku dan Galen.
'Uhk... ku rasa pencernaan ku akan bermasalah'
"Kita harus seperti ini, supaya mereka tidak mencurigai kita. Sekarang soal penyamaran, namanya sudah di buat"
Ternyata benar, pasti Nama pun akan di ubah. Karena menyamar seperti rakyat biasa tidak sopan menggunakan nama bangsawan yg berderajat tinggi, itu sama seperti menghina mereka.
"Izinkan saya Yang Mulia untuk memberikan nama samaran ini." Ucap Galen, Pangeran mengangguk setuju.
"Untuk Pangeran nama samaran anda Lion, dan untuk Putri nama anda menjadi Sia dan untuk saya sendiri menjadi Alen." Jelasnya kami mengangguk mengerti, walaupun aku merasa aneh dengan panggilan ku.
"Bagaimana tentang status?" Ucapku melihat mereka berdua.
"Kita menjadi seorang pengelana di sini yg ingin mendapatkan obat untuk perjalanan kedepannya, itu adalah rencananya lalu untuk Lion dia adalah Kakak tertua, aku adik kedua dan kau tunangannya." Ucap Galen sambil melirik ku dan Pangeran. Aku membesarkan kedua mataku tidak terima.
"Apa?! Bagaimana biasa aku--"
"Kau akan mengerti setelah sampai di sana,walaupun aku ingin kau menjadi istrinya Sia..." ucap Galen sambil melihat ku lagi.
"Kenapa jadi bertambah pangkat!" Ucap ku menatapnya tidak setuju dan itu membuat Galen merasa risih dengan tatapanku.
"Ah baiklah tidak jadi Sia berstatus teman perempuan kita saja, jangan menyesali keputusan mu sekarang ya." Ucap Galen.
Setelah itu hanya ada keheningan saja di dalam kereta kuda, tidak ada yg membuka suara sama sekali aku bahkan tidak tahu harus berbicara apa.
Sampai sore mendatang kita sudah sampai di kota pertama, untuk pergi ke tempat orang itu kita harus melewati 3 kota lalu meminta izin pada Kekaisaran dan sampai.
Untuk saat ini, kita harus mencari tempat penginapan. Kereta kuda berenti karena pintah dari Galen, ia lalu turun dari kereta kuda memeriksa keadaan sekitar. Ternyata di depan kota sudah ada tempat penginapan.
"Kenapa kau tidak mau menyamar sebagai istri ku? Dan menolak menjadi tunangan ku?" Tanya Pangeran tiba-tiba padaku.
"Karena, saya tidak mau saja Pangeran." Jawabku padanya. Dia sedikit menyunggingkan senyumnya padaku.
"Bukannya kau tidak menyukai ku sama sekali, sama seperti aku juga. Padahal aku sudah mengatakan padamu waktu itu kan bahwa aku juga tidak menyukai mu, tapi kenapa... sudahlah lupakan saja" Pangeran lalu berdiri dan keluar dari dalam kereta menyusul Galen yg sudah mendapatkan tempat penginapan dan sedang memesan tempat itu untuk kita beristirahat.
Sampai beberapa menit berlalu, entah kenapa kereta kuda yg ada saat ini tiba-tiba berjalan dengan sendirinya dan makin lama makin kecang, aku yg terkejut itu segera melihat sekeliling.
"Kusirnya tidak ada di depan, bagaimana ini!" Ucap ku takut.