
Dua hari berlalu, sekarang kami hampir sampai pada tujuan. Beberapa hari ini kami terus saja berbincang hal yg penting.
Saat sedang mendengar kedua orang yg berbicara, aku teringat kembali akan perkataan dari Acel. Lelaki misterius yg sering bertemu dengan ku tanpa di minta.
Bagaimana bisa dia berucap seperti itu, seperti peramal saja yg tiba-tiba datang.
'Aku ingin menyelidiki dia... siapa dia?'
Tiba-tiba seseorang menyentil kepala ku dengan cukup kuat, segera mungkin aku kembali kekenyataan dan melihat siapa yg melakukan itu.
"Galen! Kau tahu ini sakit!"
Kataku sembari menyentuh kepalaku dan mengusapnya perlahan-lahan. Lelaki itu tidak meminta maaf malahan dia sedikit tersenyum.
"Apa yg kau pikirkan sampai berekspresi seperti itu?"
Tanya Galen, aku melihatnya sambil menggeleng pelan. Melihat itu dia tidak terima dan menyentil ku untuk kedua kalinya.
Tak!
Aku kembali memegang kepala ku, saat akan membalasnya, tiba-tiba penglihatan ku menjadi buram.
"Ah.."
Ku pengang sebelah mataku, pangeran segera menunduk melihat ku segera. Perlahan-lahan semuannya nampak jelas.
"Kau tidak apa-apa?!"
Ucapnya khawatir padaku, aku mengangguk padanya sambil sedikit mengatur nafasku perlahan.
"Galen Alastor! Jangan lakukan hal yg aneh"
Lirik pangeran dingin pada Galen, lelaki itu mengangguk sambil meminta maaf padaku.
Setelahnya perjalanan nampak canggung, aku tidak habis pikir kenapa ada hal aneh yg terus terjadi? Apa aku melakukan sesuatu yg salah sampai terjadi seperti ini?
...ππππ...
Jam berlalu begitu cepat, kami pun tiba di kekaisaran Aegeus. Saat aku turun dari kereta kuda seseorang sudah memberikan tangannya lebih dahulu padaku, merasa tidak asing dengan tangan ini aku sedikit tersenyum dan menerimanya.
"Apa kabarmu adikku?"
Ucapnya dengan lembut, aku mengangguk sambil bergumam senang padanya. Dari jauh nampak ayah serta Kaisar Theo yg mendekat
Kami memberi salam, kemudian memberikan ramuan itu pada Kaisar, selanjutnya dia memanggil beberapa orang kepercayaannya dan menyuruh untuk membagikan ramuan tersebut ke beberapa botol kecil untuk di kirim ke dua kekaisaran.
"Aku bangga pada kalian, istirahatlah terlebih dahulu untuk acara sebentar malam"
Ucap Kaisar, kami mengangguk dan berpamitan dari sana.
...ππππ...
Setelah sampai kekediaman ku, banyak sekali pelayan yg menyambut ku dengan ramah, melihat hal itu aku sedikit tersentuh tapi ada satu hal yg ku lupakan.
"Tidak! Bagaimana mungkin aku melupakan Snow!"
Ucapku sembari berbalik dan akan masuk lagi kedalam kereta tapi itu terhenti saat melihat dia yg sudah berubah menjadi seekor kucing ada dalam kereta.
'Syukurlah... ku pikir aku meninggalkan dia, tapi sejak kapan Snow berubah?'
"Agnasia? Ada apa?"
Tanya Deondre padaku sambil menyentuh pelan bahuku.
"Bukan apa-apa... mari masuk"
Kataku padanya sambil memeluk Snow, kami berdua pun masuk kedalam namun sedari tadi aku tidak melihat Merry bukankah harusnya dia juga ada dan menyambut ku.
"Beristirahatlah... aku akan kembali mengurus beberapa pasukan untuk menjaga acara kali ini, oh ya.. aku dan ayah menyiapkan beberapa hadiah untukmu"
Dia segera pergi dari hadapan ku dengan cepat, aku melihatnya sampai tubuh itu menghilang dari pandangan.
"Nona... mari"
"Panggilkan Merry kemari."
Ucapku pada pelayan yg sedang berdiri di belakang, dia mengangguk dan pergi. Aku pun melepaskan Snow kelantai.
"Sepertinya ini sudah di sediakan cukup lama"
Ujar Snow sambil naik keatas kursi dan duduk di sana. Aku membuang nafas kasar sembari mengikutinya duduk.
"Benarkah? Itu tidak penting... aku hanya ingin bertemu Merry sekarang"
Tiba-tiba pintu terbuka lebar, Merry dengan senyuman cerianya mendekat dan langsung memelukku erat.
"Nona!! Aku sangat merindukan mu! Apa nona baik-baik saja? Tidak terluka kan?"
Tiada henti dia berbicara dan mengamati tubuh ku melihat apakah aku baik-baik saja.
"Sudah aku baik-baik saja, dan kenapa kau tidak menyambut ku di depan?" Tanyaku padanya.
"Ah soal itu, aku sedang membantu lainnya mencuci beberapa kain... sejak nona pergi aku mengerjakan pekerjaan pelayan paviliun untuk mengisi waktu"
Jelasnya padaku, dia lalu melirik Snow yg sedang duduk melihat kearah kami. Merry segera mendekat dan mengangkat Snow dengan cepat.
"Astaga! Aku menemukan mu juga! Bagaimana bisa kau menghilang!"
Bentaknya pada Snow, aku meliriknya sedikit tersenyum.
"Sudah sekarang bantu aku untuk membuka hadia ini"
Merry mengangguk cepat sembari meletakan Snow kelantai, dia lalu mengambil pisau kecil untuk membuka kotak hadia yg ada di dalam ruangan.
Ternyata ada beberapa gaun, sepatu, serta beberapa hiasan yg indah di dalam kotak tersebut, jadi mereka mempersiapkan semua ini?
"Ku rasa Tuan berdua menyiapkan ini karena acara sebentar malam di hutan Theos"
Ujar Merry sambil mengangkat beberapa gaun dan memberikannya padaku.
"Semenjak nona pergi, tempat ini menjadi suram... jadi karena itu para pelayan sangat senang nona kembali"
Ujar Merry sekali lagi padaku, aku sedikit terkejut. Jadi karena itu mereka melihat ku tadi di depan gerbang seperti malaikat yg turun datang menyelamatkan mereka?
...πKekaisaran Sebastaπ...
Seseorang mengetuk pintu dari luar, ternyata seorang pelayan yg datang dengan surat undangan di tangannya. Dia mendekat kearah Kaisar yg sedang duduk di kursi Kerjanya sembari meletakan undangan itu di atas meja lalu pergi keluar.
"Tolong bacakan Arthur" ucap Neacel.
Arthur membuka surat itu dan membacanya, di sana tertulis sebuah undangan khusus untuk Kaisar dalam acara sebentar malam di kekaisaran Aegeus. Neacel terhenti sambil melirik surat yg ada di tangan Arthur.
"Apakah aku harus menolaknya sama seperti tahun-tahun sebelumnya?"
"Itu adalah keputusan anda yg mulia...tapi lebih baik anda tidak datang"
Jelas Arthur, perkataannya membuat Kaisar Neacel tersenyum simpul dia berdiri dan berbalik melihat arah jendela.
"Kau benar... tapi, ini sudah saatnya putri Alddes tahu tentang ku bukan?"
Ucap Neacel sembari melirik Arthur, dia lalu berlalu dari dalam ruangan dan menyuruh Arthur mempersiapkan kereta kuda cepat agar mereka tiba tepat waktu di sana.
"Wanita unik itu... masih banyak rahasia yg dia simpan"
Saat pertama kali melihat dia,ada perasaan menyesal yg masih tertanam di hatinya.
Namun tidak kusangka saat bertemu dengannya lagi satu rahasia terlihat, ada setitik cahaya yg hidup di dalam rohnya, seorang pilihan yang di sayangi Dewa.
Roh yg unik dan langkah sepertinya, akan sangat menarik. Namun perasaan aneh yg terlihat di sebelah mata kirinya itu, ada sesuatu di sana.
"Mungkin aku bisa mendapatkan rahasia yg tersembunyi lagi jika bertemu dengannya... Putri Agnasia."
Neacel tersenyum menandakan dia mulai tertarik dengan wanita itu.