
Semua kini selesai, dengan bayaran wajahnya yg memar karena tamparan yg ku berikan sebagai ganti rencana anehnya. Pangeran yg melihat hal itu pun tertegun tidak dapat berbicara apa-apa.
"Hiks... ya sudah ikat gaun mu sedikit keatas lalu lepas rambut mu."
Ucap Galen dengan menahan rasa sakit di kedua pipinya yg mungkin sedikit bengkak.
'Ku kira dia kuat'
Aku lalu mengikat gaunku, menunjukan sedikit kaki jenjang dan melepas rambut ku, saat akan pergi, tangan ku tiba-tiba di tahan oleh Pangeran. Dia menunduk dan sedikit mengatur gaunku.
"Walaupun ini hanya rencana, jangan biarkan mereka melihat mu seperti ini."
Ucapnya, aku menatap Dellion tidak percaya, bukannya dia tidak peduli? Kenapa sekarang mengkhawatirkan hal yg begitu aneh.
Fokus, untuk saat ini ada nyawa yg harus di selamatkan. Ku tarik nafas yg dalam dan membuangnya perlahan sambil beranjak pergi dari sana.
Merasa sudah cukup dekat, aku mengatur suara agar terdengar imut serta manis sesuai yg Galen mau.
"Ekhemm.. oke aku siap huft... "
Sungguh ini sangat sulit dari pada ulangan kelulusan kekaisaran. Untuk pertama kalinya aku menggoda seorang pria? Dan itu bukan hanya satu melainkan empat orang yg ada di sana, beruntungnya hanya tinggal segitu karena yg lainnya masuk kedalam.
Aku kemudian menampakkan diri, reflek mereka melihat kearahku dan sedikit terdiam.
"Wah lihat ada nona yg cantik"
Ucap salah satu dari mereka, yg lainnya pun melihat kearah tempat ku berdiri yg lumayan jauh.
'Oke pasti bisa!! pasti!!'
"Emm... Tuan?"
Ucapku dengan suara yg manis, mereka terkejut dan tersenyum padaku.
"Kalian berdua tunggu dan jaga di sini biar aku bersama dia pergi."
Ucap lelaki itu, dia lalu mendekat kearah ku bersama dengan satu temannya.
"Ada apa manis? Kau seperti kesusahan."
Ucapnya sambil menyentuh wajah ku pelan.
Hampir saja aku memukulnya, tapi tertahan karena mengingat ada seseorang yg harus di selamatkan.
"Ia Tuan tampan, maukah kalian menemani ku sebentar saja?"
Ucapku lembut dengan sedikit menunjukan pandangan mata yg imut.
Tapi keduanya tidak bereaksi seperti sebelumnya. Sepertinya mereka sedang mencurigai ku.
"Untuk apa mengikuti nona? Bagaimana anda saja yg ikut gabung bersama kami"
"Tidak, Tuan... saya..."
'Ukh!! Apa yg harus ku katakan?!'
Aku menutup mataku, sampai teringat beberapa perkataan yg ada di Novel romansa yg ku baca di kediaman kakek.
"Tapi ini penting, apa Tuan tidak mau mendapatkan sesuatu yg special?"
Ucap ku sedikit menggoda mereka.
'Kumohon berhasillah!'
Keduanya kini saling bertatapan, mereka mengangguk perlahan sambil memegang bahuku untuk segera pergi bersama.
'Menyebalkan!! Ingin ku potong tangan mereka!'
"Hal special apa itu nona manis?"
Tanya temannya padaku, aku hanya tersenyum memegang tangan pria itu. Hal ini harus ku lakukan agar mereka tidak lagi curiga!
Setelah sampai di tempat yg dikatakan Galen, aku segera berhenti begitu pun keduanya orang tersebut.
"Tuan?" Ucapku pelan.
"Ada apa sayang?"
Mendengar ucapannya, aku segera tersenyum.
'Apa! Sayang!! Terima Hadia ini sayang!!'
"Selamat menikmati hadia specialnya"
Kataku sambil menendang ************ pria itu sekuat tenaga. Dia kemudian terjatuh ketanah dengan merintih kesakitan.
"Kau! Penipu!"
Belum sempat temannya memukul ku, Galen dari agar belakang datang dengan batang kayu yg besar dan menghajar kepala lelaki itu. Dia pun jatuh tidak sadarkan diri, kami segera melakukan hal yg sama pada rekannya yg ku tendang tadi.
Kami lalu mengikat mereka dengan ranting kuat yg di kumpulkan tadi agar mereka tidak bisa bergerak.
"Berhasil! Kau hebat Agnasia, di tambah suara mu yg manis itu... pfttt!"
"Mau ku tendang sepertinya?"
"Ah tidak..."
Ucapnya kemudian kami segera pergi kearah tenda, di sana tersisa dua orang yg sedang berbincang. Dengan cepat Pangeran bersama Galen mendekat dan membuat mereka pingsan tanpa ada keributan.
'Ternyata mereka hebat juga dalam mengendap-endap'
Setelah Pangeran memberikan tanda untukku, aku segera mendekat padanya.
"Di dalam masih cukup banyak orang, sekarang apa yg harus kita lakukan?"
Ucap Pangeran, aku lalu terdiam memikirkan rencana selanjutnya.
"Aku tahu! Cepat lepas baju kalian--!"
"Apa!! Rencana apa yg kau pikirkan Agnasia! Kau mau membalas ku?"
Ucap Galen sambil menutupi tubuhnya dengan tangan, sedangkan Pangeran Dellion sudah memerah akibat mendengar perkataan ku.
"Ugk! Bukan hal seperti itu, buka baju kalian dan pakai baju mereka!"
Kataku sambil menunjuk dua orang yg tidak sadarkan diri.
Kini mereka sedikit tertawa karena sudah salah paham, segera mereka berdua pergi mengganti pakaian.
...💐💐💐💐...
"Hueek baju mereka sangat bau!"
Ucap Galen sambil mendekat padaku, wajahnya tidak bisa di kontrol sama seperti Pangeran.
"Sudah, sekarang tutup wajah kalian sama seperti lainnya dan bawah aku seperti seorang yg tertangkap oke?"
"Apa? Mengorbankan dirimu?"
"Ia, sudah percayakan padaku! Saat yg tepat kalian harus menyerang mereka."
Jelasku kemudian mereka mengangguk dan menarik ku masuk kedalam.
Tidak seperti dugaanku, tenda ini terhubung dengan jalan bawah tanah yg cukup jauh. Saat makin dekat, semua kini melihat kearahku. Jumlahnya sangat banyak belasan atau mungkin lebih dari itu.
'Di mana Tuan Jors? Kenapa tidak ada? Tapi baguslah'
"Hei, kami menemukan wanita ini sedang memata-matai tadi di luar"
Ucap Pangeran dengan suara yg di buatnya.
"Wow kau hebat juga, dia lumayan cantik. Masukan saja di dalam penjara bersama perempuan yang satunya."
Ucap pria itu, Galen bersama pangeran mengangguk dan membawa ku.
"Tapi tunggu!"
Orang yg sama memberhentikan perjalanan kami. Dia lalu menatap Galen curiga.
"Kalian.... habis ini harus mandi, busuk sekali."
Sedikit nafas lega kami keluarkan, ku pikir akan ketahuan ternyata tidak. Galen lalu mengangguk dan pergi dari hadapan mereka.
...💐💐💐💐...
Cklek...
Saat membuka pintu, nampak seorang wanita di dalam penjara sedang duduk meringkuk sambil terus menangis .
"Hei! Diam!!"
Teriak salah satu bawahan yg mengikuti kami masuk. Galen bersama Pangeran pun segera memasukan ku ke tempat yg sama dengan Eliza.
"Ayo kita pergi biarkan mereka disini."
Ucap bawahan itu.
"Kau saja yg pergi, kami ingin menjaga mereka karena sedikit mencurigakan."
Ucap pangeran, dia pun mengangguk setuju, sambil memberikan kunci penjara dan pergi keluar menutup pintu.
Segera aku menarik Eliza kedalam pelukkanku, dia sedikit tersentak dan menatap ku ingin mencari tahu karena keadaan dalam penjara hanya sedikit saja penerangnya.
"Kak Sia?!!"
Ucapnya sambil memelukku lagi, aku menyentuh kepalanya pelan sambil terus menenangkan dia.
"Sudah tenang lah, kita harus pergi dari sini secepat mungkin."
Ucapku padanya, Galen bersama Pangeran pun membuka kain yg menutup wajah mereka dan segera mendekat untuk melepaskan kami dari dalam penjara.
...💐💐💐💐...
Keadaan di depan sekarang sudah kacau, dua orang yg di buat pingsan tadi sudah sadar dan segera melaporkannya pada ketua Jors yg ternyata baru kembali itu.
"Apa?!! Cepat kita tidak boleh melepaskan mereka!!"
Ucap Jors sambil memasang gelang sihir agar pergerakannya lebih cepat.