The Destiny Of A Princess

The Destiny Of A Princess
Bagian 42



Glek... tak...


Suara pintu penjara yg di buka terdengar, aku mengangguk dan segera menarik Eliza untuk pergi dari sini. Setiap sudut ruangan ku sentuh untuk mencari jalan keluar, pasti mereka membuatnya.


Saat tengah mencari jalan keluar aku teringat kembali soal lelaki yg di tangkap juga, tapi di sekitar sini tidak ada pria itu.


Brakkk!!


Sesaat pintu tiba-tiba terbuka lebar, di sana banyak sekali orang yg masuk di antaranya adalah dua orang yg ku kenal.


Lelaki itu melihat ku sambil tersenyum jahat, Pangeran serta Galen segera maju kedepan melindungi kami.


"Hohoho... tertangkap juga, apa pintu keluarnya tidak kalian temukan?"


Ucap Jors sambil sedikit menyunggingkan senyuman kemenangan.


"Aku terkejut melihat seorang perampok seperti kalian menyamar sebagai seorang Duke"


Tawa Galen setelah Jors selesai dengan perkataannya.


"Memangnya kenapa?! Dari pada itu, aku ingin membalaskan dendam karena kalian sudah melukai kakak tertua ku!"


Teriak Jors pada kedua lelaki di depanku, ternyata perampok yg pertama menyerang kami adalah kakaknya Jors.


Tapikan saat itu kami hanya membiarkan mereka begitu saja.


"Sia... saat ada celah, larilah bersama Eliza." Ucap Pangeran padaku tiba-tiba.


"Apa! Bagaimana dengan kalian?"


"Tenanglah, apa kau meragukan kemampuan kami?"


Aku sedikit terdiam, memang mereka sangat hebat tapi.... jumlah saat itu dan sekarang sangat berbeda aku bahkan tidak bisa percaya dengan apa yg ku lihat.


"Tapi---"


"Bukankah kau harus menepati janji mu pada bibi?"


Kesekian kalinya aku terdiam, memang itu adalah janji yg harus aku tepati. Namun mengorbankan mereka hanya demi janji yg ku buat.


'Harusnya Pangeran tidak seperti ini... apa yg dia pikirkan...'


Aku perlahan mengangguk setuju atas pendapat yg dia berikan, untuk saat ini nyawa Eliza yg paling penting.


"Mengharukan sekali Cerita kalian... tapi itu tidak akan terjadi! Serang mereka!!"


Teriak Jors, para anak buahnya pun dengan cepat menyerang Pangeran serta Galen yg sedang menghadang di depan.


Klang!!


Brukk!!


Gesekan pedang terdengar, beberapa perampok jatuh ketanah karena serangan dari Galen bersama Pangeran. Sepertinya mereka akan menang, aku sangat yakin itu.


Dengan cepat Galen menyerang Jors untuk membuka celah agar aku dan Eliza bisa pergi, saat celah itu sudah di depan mata segera aku menarik Eliza pergi, namun sebelum itu aku berbalik melihat kearah Pangeran.


"Ini bukan karena saya khawatir, tapi anda harus pulang dengan selamat"


Ucapku pada Pangeran kemudian segera pergi dari sana.


Setelah beberapa menit Jors sadar bahwa kami telah pergi.


"Cik!!! Kejar mereka yg lolos!!"


Teriak Jors pada yg lainnya, tiga perampok pun keluar dari dalam ruangan dan pergi mengikuti kami. Saat Galen hendak menyusul, tiba-tiba Argus menghadangnya di depan mata.


"Lawanmu itu aku!"


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Terdengar suara nafas yg terengah-engah, Eliza sekarang sudah tidak kuat untuk lari karena tangga yg cukup banyak terlihat di depan kami.


Tiba-tiba dia jatuh karena kelelahan, aku segera mendekat padanya dan membantu Eliza berdiri.


"Kau harus kuat!"


Kataku sambil menatapnya sungguh, perempuan itu tertegun melihat ku.


"Kenapa... kakak menolong aku! Akukan sudah jahat!"


Bentaknya dengan mata yg sudah berkaca-kaca karena menahan tangis.


"Soal itu... akan ku jawab nanti saat keluar--"


Perkataan ku terhenti karena mendengar suara kaki yg berlari kearah kami, segera aku menarik Eliza dan mencari tempat bersembunyi terlebih dahulu.


Dari bawah aku melihat sebuah ruangan, segera aku menarik Eliza masuk kedalam dan menutup pintu perlahan agar mereka tidak bisa mendengarkan kami.


Drap...


Drap...


Drap...


'Dia sangat lelah, jika aku melawan mereka bisa saja dia akan pingsan saat itu juga. Dan, akukan sedang menyamar'


Segera setelah semua terasa aman, aku memegang tangan Eliza untuk melanjutkan perjalanan. Dan sesuatu yg tidak terduga terlihat, seseorang bersurai putih tergeletak di sudut ruangan.


"Lelaki itu?"


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Dellion menebas salah satu perampok dengan kekuatan penyerangnya, dia sedikit kewalahan karena para perampok ini lebih kuat dari sebelumnya.


Selain kecepatan yg bertambah, kekekuatan pertahanannya juga sangat hebat.


"Kita tidak bisa bertahan seperti ini.." ucap Galen di sela-sela dia bertarung


"Hahaha! Kenapa? Apa kalian mengakui kami hebat sekarang?"


Teriak Jors sambil menatap kedua lelaki dengan wajah yg mengejek.


"Melihat kalian yg mempunyai kekuatan, sepertinya... kalian orang yg hebat... ah Wanita itu? Bagaimana jika aku menyusulnya sekaligus membalaskan dendam kemarin."


Mendengar perkataan Jors Pangeran Dellion marah dia lalu menendang perampok yg ada di depannya dengan kasar.


"Jangan kau sentuh dia!"


"Hohoho! sepertinya dia sangat berarti untuk mu... tapi jika kau bisa, tahan aku untuk menyusulnya."


Ucap Jors, dia lalu pergi keluar dari dalam ruangan. Saat Dellion akan menyusulnya, dia di hadang oleh beberapa perampok yg bangun dan menyerang mereka lagi.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Aku menambah kecepatan agar bisa keluar dari sini, Eliza sekarang bingung menatap ku.


"Kenapa kakak menolongnya?"


Tanya Eliza sambil terus berjalan dengan cepat. Aku juga sebenarnya tidak mengerti kenapa aku menolongnya, mungkin aku penasaran dengan lelaki ini.


Saat tangga terakhir habis, kami akan melewati lorong untuk keluar dari sini. Tapi saat itu, keberuntungan tidak ada di sana, malahan kami bertemu dengan tiga orang perampok yg mengejar kami tadi.


'Ck! Kenapa harus disini!'


Aku segera meletakan lelaki yg ku bawah.


"tetap di belakang ku..."


Kataku sambil maju kedepan ingin melawan mereka tapi, itu di cegah oleh Eliza dengan cepat.


"Jangan! Kakak 'kan tidak memiliki senjata!" Ucap Eliza, aku mengeleng sambil tersenyum padanya.


"Aku akan melawan mereka dengan tangan kosong, jika terlihat celah kau harus lari dengannya oke?"


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Braaaakkk!!!


Jlep!!!


Dellion dengan cepat menyelesaikan pertarungannya agar dapat menyusul Jors, tersisa hanya Argus yg sedang melawan Galen saat ini.


"Pergi saja! Biar dia menjadi urusan ku."


Teriak Galen sambil menyerang lawan yg ada ada di depannya. Dellion mengangguk dan pergi menyusul Jors dengan cepat.


Drap..


Drap...


Ughk!


Saat tengah mengejar Jors kepala Dellion tiba-tiba sedikit sakit, itu karena dia sudah mengeluarkan kekuatan yg cukup banyak.


"Tidak aku harus menahan ini..."


Dellion segera mengatur nafasnya perlahan dan kembali melanjutkan pengerjarannya.


Pangeran dengan cepat mengejarnya agar Jors tidak bisa mendapatkan Agnasia. Saat mendekat kearah jalan keluar dia mendengarΒ  Eliza yg berteriak dengan menyebutkan nama Sia.


Deg!


Saat sampai disana, dia melihat Jors yg kini sedang menikam Agnasia dengan belati yg di keluarkannya, Wanita itu jatuh tergeletak saat Jors mencabut belati itu dari tubuh Agnasia.


"Sia.. Agnasiaaaa!!!!"