
Terjadi perkelahian yg dasyat di tempat itu, ternyata mereka tidak bisa di remehkan begitu saja. Galen tidak percaya para perampok ini memiliki kekuatan aneh yg bisa bergerak dengan cepat.
Para prajurit yg membatu Pangeran pun kewalahan. Lalu salah satu anak buah perampok muncul di belakang Pangeran dia lalu melukai lengan Pangeran dengan belati miliknya.
Dellion berbalik dan menghempasnya dengan pedang secepat mungkin.
Srekkk!!
Tepat mengenai perampok itu, perutnya sobek dia jatuh ketanah dan tidak dapat bergerak lagi.
"Lion anda tidak apa-apa?" Teriak Galen dari jauh, Pangeran mengangguk sebagian tanda bahwa dia tidak apa-apa.
"Sial! Lawan aku!" Teriak ketua perampok yg melihat salah satu anak buahnya terbunuh hanya dengan sekali hempasan pedang Dellion.
Tanpa hitungan detik ketua perampok itu menyerang Pangeran dengan cepat dan membabi buta. Karena tubuhnya yg besar Pangeran hanya bisa menangkis serangannya saja.
'Aku harus mencari celah agar bisa menyerangnya'
Sampai Dellion melihat titik terang, dia lalu dengan cepat mengeluarkan aura penyerang
Buk!!!...... Srekkk!
Ketua perampok itu terhempas dengan luka yg dalam di bahu kirinya itu, Pangeran lalu mengatur nafasnya kembali karena dia sudah banyak mengunakan kekuatan penyerangnya.
...💐💐💐💐...
Dalam kereta Agnasia terbangun karena mendengar suara besar yg terhempas, dia membuka matanya melihat sekitar, kedua orang yg bersamanya tidak ada dalam kereta.
Agnasia lalu mengintip kearah jendela dan mendapati banyak sekali orang yg sedang bertarung di luar.
"Ada apa ini?!" Ucapnya sambil melihat situasi yg kacau, dari tebakannya kereta mereka sedang di serang perampok.
"Jumlah mereka hanya itu, tapi kenapa Galen serta Pangeran dan para prajurit tidak bisa mengatasinya?" Gumam Agnasia pelan dia lalu melihat satu perampok yg bergerak menyerang Galen dengan cepat.
'Mereka memiliki kekuatan?! Pantas saja kewalahan. Aura kecepatannya luar biasa, tapi... ada yg aneh'
Agnasia terhenti dia menatap Pangeran yg tengah berdiri di depan seorang yg tubuhnya lebih besar dari Pangeran.
"Apa dia mengalahkan orang itu sendirian? Hebat juga" ucap Agnasia, tapi di detik berikutnya Pangeran jatuh ketanah sambil terbatuk-batuk.
Dari arah yg berbeda Galen dengan cepat mendekat kearah Pangeran, banyak darah yg keluar dari mulut Pangeran saat ini.
"Lion?!!" Ucap Galen dia lalu melirik luka yg di dapatkan Pangeran tadi saat salah satu dari bawahan perampok menyerangnya, luka itu berwarna hitam.
"Ini... RACUN!!!" Ucap Galen, terdengar ketua perampok tertawa dan bangkit berdiri.
"Ternyata kalian bukan orang biasa, dan kau benar itu adalah racun, belati yg melukainya itu sudah di lumuri racun mungkin sebentar lagi dia akan mati kehabisan darah." Ucapnya, Galen lalu bangkit berdiri dan siap menyerangnya.
Tapi di sisi lain penjagaan kereta melemah dan seorang sudah masuk kedalam kereta kuda menemukan Agnasia di sana.
Gelen yg melihat itu berteriak memanggil nama Agnasia. Dia sekarang kewalahan para prajurit lainnya juga banyak yg terluka.
"Sial! Lebih baik kita lari saja tadi" gumamn Galen sambil melirik ketua perampok.
...💐💐💐💐...
Anak buah perampok itu sudah masuk kedalam kereta dia terkejut Melihat Agnasia yg tengah menatapnya.
"Wanita cantik, ikutlah denganku" ucapnya sambil menatap Agnasia.
Perlahan Agnasia turun dari dalam kereta kuda melihat sekeliling.
'Tendangannya sangat bertenaga' pikir Galen.
"Hahahaha ternyata ada wanita cantik di sana, tangkap dia dan bawah dia kesini!!" Perampok yg tersisa itu mengerumuni Agnasia, dan membuatnya terpojok tidak bisa bergerak leluasa di sana.
"Agnasia!" Teriak Galen saat dia akan menembakan anak panahnya ketua perampok dengan cepat menyerang Galen, Galen terhempas di jauh Agnasia yg melihat itu menjadi marah dia mengepalkan tangannya erat-erat.
"Lihat gadis lucu ini bisa marah juga ternyata..."
"Benar... hahahaha sebentar lagi dia akan menangis..."
"Layani saja kami maka nyawamu akan selamat"
Ucap para perampok yg mengerumuni Agnasia wanita itu menatap mereka dengan tidak senang sama sekali.
"Wah dia marah! Ayo pukul aku dengan tangan kecil mu itu... hahahah" ucap salah satu perampok Agnasia lalu sedikit merenggangkan jari-jari tangannya.
"Pria-pria sampah seperti kalian lebih baik tidak perlu banyak berbicara!" Dia mengeluarkan pisaunya yg terikat di kaki kanannya untuk berjaga-jaga.
Dia langsung menodongkan pisau itu kearah para perampok, mereka hanya tertawa saja melihat pisau yg ada di tangan Agnasia.
"Pffttt hahahaha lihat! dia akan melukai kita dengan---"
Perampok itu terhenti saat pisau Agnasia melukai wajahnya. Dia lalu memutar tubuhnya dan menendang perampok itu jauh.
Buukk!!
"Terlalu banyak bicara... sekarang satu beres tersisa empat ekor tikus lagi oh bukan Lima ternyata" ucapnya dengan nada yg dingin sambil melihat ketua perampok yg ada di belakang.
Semua terkejut melihatnya, mereka lalu menyerang Agnasia, wanita itu menunduk lalu berputar menendang mereka hingga jatuh, dia lalu merampas salah satu pedang yg ada pada perampok itu dan memutar pedangnya sampai menusuk salah satu perampok.
Setelah itu Galen tersadar melihat Agnasia yg sedang melawan para perampok itu, salah satu dari mereka bergerak dengan cepat ke belakang Agnasia dia akan menusuknya sama seperti yg mereka lakukan pada Dellion.
Dengan cepat Galen menembakan panahnya dan tepat mengenai perampok itu, dia ambruk dengan merintih kesakitan.
Agnasia melihat hal itu tersenyum kearah Galen, ketua perampok lalu segera pergi kearah Galen dan menyerangnya. Untuk sesaat Galen dapat menghindarinya dia lalu mengambil pedang dari salah satu prajurit yg tergeletak di tanah kemudian menangkis serangan lelaki bertubuh besar itu.
"Galen?!!" Teriak Agnasia, kemudian satu serangan mengenai wajah Agnasia dan itu membuatnya terjatuh ketanah.
"Kemana kau Melihat gadis manis..." Ucap perampok itu pada Agnasia.
"Jangan pedulikan aku!" teriak Galen yg tengah kewalahan. Agnasia dengan cepat bangun, dengan kekuatan mereka sekarang tidak sebanding dengannya yg tidak memiliki kekuatan.
Agnasia terdiam mengatur strategi yg ada. terdengar suara batuk dari Pangeran, wanita itu kembali lagi mengubah strategi agar bisa dengan cepat menyelesaikan pertarungan ini.
'Dellion terkena racun, aku harus menyelesaikannya dengan cepat' pikir Agnasia dia lalu lari memutar dan bersembunyi di balik kereta kuda.
"Hahahaha lihat! sekali pukulan bisa membuatnya takutkan? Sekarang dia lari bersembunyi" ucap perampok itu mereka lalu dengan cepat menyusul Agnasia tapi saat sampai wanita itu sudah menghilang.
"Kata siapa aku takut?" Ucap Agnasia dari atas kereta kuda dia lalu melompat sambil mengayunkan pedangnya. Sebuah goresan yg cukup dalam mengenai dua perampok hingga jatuh.
Kemudian dia melempar pisau yg ada kearah dada perampok satunya tapi perampok itu dengan cepat bergerak dan menangkap tangan Agnasia.
'Ahk! Terlalu lambat!'