The Bridesmaid's Secret

The Bridesmaid's Secret
Bonus Chapter: Interview with Galang Rahardja



Author AYY: AYY


Galang Rahardja: GR


AYY: Baiklah pembaca TBS sekalian yang baik hatinya. Kita akan mulai wawancara dengan tokoh Galang Rahardja. Semoga menginspirasi pembaca hingga ke kehidupan nyata, ya! Sebelum mulai, coba kasih foto nya dulu, Galang!.


GR: Oh Oke Oke. Gini?



AYY: Errr... Oke oke.  Ehm, Ini kita lagi dimana ya?


GR: Oh ini side viewnya rumah baru saya. Bagus kan ya? Sisi sebelah sana perbukitan dengan pohon rimbun. Dan dibalik bukit ada laut yang masih bisa terlihat dari sini. Maya suka sekali pemandangan ini. Ini salah satu hal yang membuatnya sangat setuju membeli rumah ini.


AYY: Oh, jadi ini beli rumah dan tanah disini barengan sama Maya? Setelah nikah atau sebelum?


GR: Sebelum. Makanya masih belum banyak ruangan yang di renovasi.


AYY: Memangnya tanah seluas ini mau di bangun apa saja?


GR: Apa saja, yang paling penting membuat kita yang tinggal merasa betah. Jangan sampai mubazir, dibuat atau rumah di isi furnitur ini-itu lalu menjadi penuh sesak dan malah tidak digunakan. Saya dan Maya sepakat untuk hidup minimalis. Jadi segalanya harus fungsional.


AYY: Baik kita mulai saja sesi pertanyaannya ya, dari pada saya mulai ngiri banget sama harta anda.


GR: Haha baik. By the way gak perlu ngiri. Kita masing-masing saat ini adalah hasil pencapaian kita di waktu yang lalu. Jadi kalau masih punya banyak keinginan ya hanya satu cara, kerja keras.


AYY: *mutar bola mata. Iye dah, pagi-pagi dah dapat motivasi aja.


GR: Hehe, maaf. Silahkan dimulai.


AYY: Pertanyaannya banyak banget. Saya jadi nyesal minta pertanyaan dari pembaca (T^T *meneteskan setitik air mata)


Oke, pertanyaan pertama: Soal Anak nih. Mau punya anak berapa dan untuk yang pertama ini mau anak cewek atau cowok.


GR: Saya ingin punya anak banyak. Kalau di beri izin Tuhan sih maunya setiap dua tahun sekali Maya lahiran. Hehe. Maklum saya anak tunggal. Jadi saya merindukan keluarga yang ramai. Untuk cewek atau cowok tidak saya bedakan. Yang mana saja saya bersyukur.


AYY: Berikutnya, Jika di tahun mendatang misal 10th pernikahan lalu sedang ada di titik jenuh karena selalu mengalah pada Maya dan datang pihak lain yang menggoyahkan kerukunan rumah tangga, apa yang anda lakukan?


GR: Pertama, saya yakin dalam berumahtangga itu selalu, selalu ada dua sudut pandang. Saat saya merasa mengalah, mungkin sudut pandang istri saya justru istri saya yang merasa mengalah. Jadi tidak ada baiknya merasa bahwa sudut pandang sendiri yang paling benar. Saya selalu berusaha menempatkan diri saya pada 'posisi' Maya. Dengan begitu saya bisa melihat dengan cara pandang yang lebih luas dan mengambil langkah yang tepat.


Kedua, jika merasa bosan dan jenuh, saya mungkin akan ber-ide untuk rehat sejenak misal liburan, kencan berdua lagi, hal-hal yang membantu saya mengingat kebaikan-kebaikan pasangan saya sehingga saya jatuh cinta padanya.


Ketiga, jika ada pihak lain yang menggoyahkan, saya dan pasangan selalu mencoba terbuka. Atau jika pasangan tidak ingin terbuka, saya selalu mencoba 'membuka diri' lebih dulu lalu dengan pelan dan sopan memintanya 'membuka diri'. Saya yakin saya butuh memperoleh rasa percaya dari pasangan, baru lah dia bisa membuka diri. Dengan begini, pihak lain itu tidak akan mudah berada di antara kita tanpa kita ketahui.


Dan jika pun ada pihak ketiga yang sudah terlanjur hadir, saya akan minta hal ini dibicarakan baik-baik dan terbuka. Jika saya tidak mampu mengendalikan emosi, saya terpaksa harus melibatkan orang lain seperti orangtua mungkin, atau konsultan pernikahan atau lembaga pertolongan lain. Memaksa diri untuk terlibat terus tanpa pertolongan akan membahayakan diri sendiri, pasangan juga mungkin anak.


AYY: Saya setuju. Jika dalam suatu hubungan sudah merasa 'butuh pertolongan', jangan segan mencari pertolongan sambil terus berdoa pada Tuham YME. Berikutnya, Kenapa bisa membuka hati untuk Maya setelah kepergian Ratri? Kan pasti banyak wanita disekeliling anda.


GR: Yah pertama, mungkin sudah jodohnya ya. Kedua, karakter Maya memang sangat cocok menaklukkan saya. Dia sangat tahu hal-hal sebelum bicara, dan dia lebih memilih diam saat tidak ada hal baik yang ia bicarakan. Sungguh karakter wanita cerdas terhormat.


AYY: Baik. Selanjutnya, jika anak anda perempuan dan jodohnya anak Ikhsan bagaimana?


GR: *gebrak meja. Tidak boleh !


AYY: Woi, santai! Santai... jika, jika... ini jika. Pengandaian.


GR: Oh, baik. Ehem. Maaf. Yah jika memang sudah jodoh mau gimana ya. Paling pembuktiannya apakah jodoh atau tidak memang di acara akad. Jika memang bisa melangsungkan dan mengikrarkan akad, ya jodoh berarti. Tetapi anak-anak ini tidak lah sepatutnya menanggung 'beban' orangtuanya.


Ya kalaupun bisa, mungkin saya tidak akan suka punya besan seperti Ikhsan. Masa lalu memang sudah saya maafkan tetapi tidak bisa lupa. Jadi kalau pun bisa, saya akan berusaha untuk menjelaskan pada anak saya mengapa saya tidak menyukai menjadikan Ikhsan bagian dari keluarga.


AYY: Terus kalau beneran jadi mantu gimana dong?


GR: Saya mungkin akan bersikap sekena-nya saja dengan besan itu. Tetapi anak, seperti yang saya bilang, tidak perlu menanggung masa lalu orangtuanya. Yah, walaupun saya akan benar-benar teliti memperhatikan karakter mantu tersebut. Takutnya 'daun jatuh tidak jauh dari pohon.'


AYY: Sampai saat ini apa anda sudah yakin pada Maya? Apakah dia benar sudha Move On dari Ikhsan? Bagaimana jika dia masih belum sepenuhnya 'bebas' dari bayang Ikhsan?


GR: Maya adalah pasangan saya. Masa lalunya adalah bagian dari diri Maya yang juga saya harus terima. Tidak mungkin Maya bisa 'bebas' sepenuhnya dari masa lalu.


Tidak meyakini atau mempercayai pasangan saya sendiri adalah tindakan yang akan membuat 'sakit' diri saya sendiri. Jadi, daripada memilih untuk sakit, lebih baik saya fokus menyalurkan perasaan cinta dan energi saya untuk terus membuatnya jatuh cinta.


AYY: Semisal?


GR: Semisal selalu membuatnya tertawa, mencoba romantis walaupun terkadang saya dikatain jayus dan garing, atau selalu olahraga dan berusaha ganteng.


AYY: Oh, jadi menurut anda penampilan itu penting untuk pasangan meski sudah menikah?


GR: Oh jelas! Manusia itu selalu makhluk visual. Tidak mesti harus 'syarat paling tinggi' yang di penuhi ya, misal ganteng bak model atau langsing bak pramugari atau berotot bak atlet.


Yang penting jaga penampilan, wangi atau aroma tubuh yang enak menurut saya itu penting. Terlihat bersih tidak kucel, segar dan tidak loyo. Ceria dan tidak selalu misuh-misuh. Ini semua membuat pandangan mata selalu tertuju pada 'rumah' tempat berpulang.


AYY: *sibuk nyatat tips dari Galang demi kepentingan pribadi


GR: AYY? halo?


AYY: Oh sorry. Selanjutnya, kenapa anda bisa tengil. Kan anda CEO. GM di perusahaan tempat saya bekerja itu berwibawa sekali.


GR: Oh saya oke dan kalem kok, tanya aja sama karyawan dan rekan bisnis saya. Cuma di depan Maya aja saya begitu. Ah, mungkin di depan Rayyan juga. Tengil mungkin karena saya merasa nyaman bersikap jahil dan kekanakan didepan orang yang saya anggap dekat. Lagipula saya memang kelebihan energi. Kalau nyaman, saya jadinya tengil.


Kalau lagi didepan karyawan dan mood jelek, terkadang kelebihan energi itu jadi tersalurkan ke marah-marah. Jadi saya lebih memilih banyak menyalurkan energi ke bekerja keras dan banyak kegiatan daripada nanti saya badmood dan marah-marah.


GR: Oh itu, kalau ingat itu rasanya sedih juga, Tidak terbayang jika hasil dari itu adalah saya di tolak Maya. Saya sangat bekerja keras untuk itu. bangun tidur saya nulis, lagi sarapan nulis, sebelum mandi saya tulis juga, pokoknya semua waktu saya coba tulis terus. Sampai saya puas, baru saya berhenti. Tau-tau sudah sangat banyak sampai satu truk. Intinya, bagi saya, saya tidak berhenti saat capek, saya akan berhenti saat saya puas akan hasilnya. Jika capek, saya kan lanjutkan lagi setelah istirahat.


AYY: Luar biasa anda ya. Ok kita beralih ke hal lain-lain. Memasak. Kenapa bisa hobi masak? Apakah di keluarga anda ada yang hobi memasak?


GR: Ibu saya ya selalu masak semasa saya tinggal bersama bapak dan ibu. Tetapi, memasak itu sebenarnya adalah keahlian survival. Kalau tidak bisa masak, lalu bagaimana? Mau makan mentah? atau beli masakan orang terus menerus? Kan susah.


Memasak bagi saya adalah sebuah kebutuhan yang akan menunjang kualitas hidup. Saya bisa masak berarti saya bisa ngolah makanan sendiri. Lebih sehat, dan lebih terkontrol. Juga lebih hemat. Saat saya kuliah di luar negeri, bisa mati kelaparan kehabisan uang saya kalau mengandalkan beli-beli terus.


Lalu agar masakan enak ya, dibuat dari bahan segar, pakai cinta dan kesungguhan. terakhir, ya latihan terus. jadi resepnya makin mantep deh.


AYY: Selanjutnya, Share resep masakan simple yang biasa kamu masakin buat Maya, dong.


GR: Baik.


Saat Maya kurang nafsu makan, biasanya saya buatkan ini: Tahu Tek Tek Sederhana.


Bahan untuk 2 porsi:


Telor 3 butir


Daun Bawang


Tahu 1 kotak di potong dadu


Toge rebus


Sambal kacang yang sudah jadi, tinggal di larutkan air panas.


Garnish sederhana dengan Selada segar.


Cara Masak:


Dadar telor dengan campuran potongan tahu, garam & penyedap serta daun bawang


Setelah matang, taruh diatas nasi panas.


Beri toge diatas telur


Siram dengan kuah kacang.


Jadi deh.



AYY: Ah, mudah dan murah ya!


GR: Iya, hehe.


AYY: Baik, menurut saya cukup. Terakhir pertanyaan saya pribadi.


Apa tips sukses anda untuk terus produktif dan terhindar dari sikap malas?


GR: Sebenarnya kalau anda membaca cara tubuh kita bekerja dan mengetahui hormon-hormon apa saja yang ada di tubuh kita, anda pasti mengerti dan memahami bahwa kita harus selalu memacu dan merangsang hormon tersebut. Jika tidak, hormon tersebut akan 'tidur' menjadikan kita terlena, malas dan tidak produktif.


Itu jawaban memerlukan panjang sekali penjelasan ilmiah dan saintis.


Jadi, saya lebih memilih menjawab seperti ini:


Pernah dengar 5 seconds rules?


**5 seconds rules: **


Dalam sebuah buku ternama oleh Mel Robbins, dia bilang gini: The 5 Second Rule is simple. If you have an instinct to act on a goal, you must physically move within 5 seconds or your brain will kill it.


Jika anda merasa punya sebuah tujuan atau ingin melakukan sebuah kegiatan, misal kepikiran mau nyuci kah, nulis kah, nyapu, memasak, buat kue, ide jualan, ide bisnis, menyelesaikan skripsi, olah raga dan lain-lain, saat anda memikirkan ide atau gagasan tersebut, anda harus secara fisik bergerak dalam waktu 5 detik. Jika tidak bergerak, ya.. otak anda akan membunuh gagasan itu. Hilang, lenyap, mager alias malas gerak.


Jadi kalau anda mau nyuci nih lalu terasa malas, hitung sampai 5. 1, 2, 3, 4, 5.. gerak. Gerak aja. Entah itu duduk, jalan, goyang tangan, berdiri. Gerak aja dulu. Agar otak anda tidak mematikan gagasan tersebut,


Nah, lain kali jika sudah terbiasa begitu, pilih gerakan yang nantinya menuntun anda menyelesaikan ide itu.


Misal.


Mau memasak: 1, 2, 3, 4 dan 5 berdiri. 1 sampai 5, buka kulkas. 1 sampai 5 lagi keluarin bahan. Mulai cuci bahan, mulai motong, masak deh!


Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan lainnya.


Dengan bergerak, otak kita terangsang untuk tidak diam. Jika tidak bergerak, tidak akan ada yang berubah, kita akan dalam posisi stagnan. Begitu saja. Sama.


AYY: WAH! Bagus sekali tipsnya. Menginspirasi bagi orang mager dan malas kayak saya! Terimakasih!


GR: Sama-sama. Semoga bermanfaat!


AYY: Nah demikian sesi wawancaranya. Semoga pembaca dapat mengambil banyak hal positif dari bonus chapter kali ini. Bye! Stay safe and healthy!


Love,


Author.