The Bridesmaid's Secret

The Bridesmaid's Secret
Ada Maya



Dua bulan sudah berlalu sejak hari pernikahan Yrene dan Ikhsan. Setiap hari terasa seperti mimpi bagi Yrene. Dulu, ia tak pernah tau bagaimana rasanya membuka mata pertama kali di pagi hari dan menatap Ikhsan ada di sampingnya. Kini, sosok pria itu selalu hadir tidak hanya di pagi hari juga di malam hari saat mata Yrene akan menutup untuk tidur.


Yrene yang tengah berbaring dan sedang melihat-lihat album foto pernikahan mereka tersenyum haru. Acara pernikahan yang terekam dalam tiap foto itu adalah hari terindah yang pernah Yrene dapatkan. Hari dimana kekasihnya mengukir namanya di langit dan di buku nikah sebagai istri.


Ingatan Yrene kemudian berganti pada momen bulan madu dirinya dan Ikhsan yang berlangsung tepat sehari setelah acara pernikahan mereka. Persiapan pernikahan sungguh melelahkan dan membuat Yrene begitu stres meski ia sangat menyukai tiap usaha yang ia rencanakan. Terlebih lagi hasilnya juga sangat memuaskan. Bulan madu adalah saat yang sangat tepat untuk melepas lelah dari persiapan berbulan-bulan nikah. Sekaligus sebagai momen merayakan bersatunya nama Yrene dan Ikhsan menjadi sebuah keluarga.


Bulan madu mereka tidak lah begitu fancy. Ikhsan bukan tipikal orang yang suka bermewah-mewah menghabiskan uang yang telah mereka tabung. Ikhsan justru memilih untuk mengunjungi tempat-tempat breath-taking di Indonesia yang pernah ia lihat dalam lomba-lomba fotografi. Salah satu pilihan mereka jatuh ke Waingapu, Sumba Timur, NTT.


Benar saja. Seperti kata Ikhsan saat meyakinkan Yrene, Waingapu bagai bagian kecil surga yang diturunkan oleh Tuhan bagi jiwa-jiwa yang tenang. Disana, pemandangan bukit, pantai dan padang rerumputan sungguh indah. Terutama pantai-pantainya yang sangat menyenangkan seperti pantai yang mempunyai dancing trees bernama Pantai Walakiri atau Pantai Parunu.



Sekarang, Yrene tengah mengandung janin berusia 5 minggu. Minggu-minggu awal pernikahan terasa begitu cepat dan menyenangkan. Terutama setelah Yrene dan Ikhsan mengetahui bahwa akhirnya mereka dikaruniai anak tanda bukti cinta mereka yang direstui dan diridhoi oleh Tuhan


Meskipun Yrene sudah tidak lagi menjadi dokter hewan di Klinik, ia justru sekarang telah membuka toko hewan di sebuah ruko tak jauh dari lokasi rumah mereka. Yrene memiliki 3 karyawan sehingga ia tidak begitu sibuk. Strategi ini juga sudah lama ia pikirkan dan mendapat persetujuan Ikhsan.


Semua terasa membahagiakan terkecuali kabar Maya yang mendadak harus pindah kota. Ada perasaan sedih untuk Yrene, sebab memiliki hubungan persahabatan yang dekat dan lengkap adalah salah satu stress release andalannya. Bertemu para sahabat, serasa punya keluarga terdekat. Belum lagi Yrene tak sempat mengantar Maya saat pergi meninggalkan kota ini sebab Yrene saat itu masih berbulan madu bersama Ikhsan.


Yrene mengelus perutnya yang masih rata belum membuncit sambil bersandar di tepi jendela. Ia tahu, di trimester awal ini ia perlu banyak istirahat sebab sudah beberapa kali ia mendapati ciri kehamilan yang butuh perhatian khusus.  Yrene berjalan menuju tempat tidurnya dan kembali rebahan, benar ia hanya perlu bersabar. Ia memandangi sebuah nampan berisi obat-obatan penguat kandungan. Obat-obatan itu diresepkan hanya untuk trimester awal dan Yrene yakin kondisi kehamilannya akan membaik di trimester ke dua.


Sebenarnya Yrene sudah merasa agak bosan terlalu banyak rebahan akhir-akhir ini. Ia harus segera menemukan ide untuk menghabiskan waktu sambil menunggu Ikhsan pulang.


Cepat ia bangun dan membuka laci meja kerja Ikhsan. Disitu tergeletak beberapa perangkat elektronik milik Ikhsan. Kamera, dua buah laptop, kotak drone dan entah perangkat lainnya yang Yrene tidak paham.


Yrene memiringkan kepalanya dan memutuskan untuk memilih laptop lama milik Ikhsan. Di laptop itu seingat Yrene, Ikhsan banyak menyimpan film-film yang dulu ia tonton semasa pacaran saat kuliah bersama Ikhsan.


Saat membuka laptop, Yrene sedikit mengerenyitkan dahinya mendapati ada tanda ijin masuk yang membutuhkan kata sandi. Yrene menggigit bibirnya dan berusaha menerka apa kira-kira kata sandi yang Ikhsan berikan untuk laptop lamanya. Dengan ragu, Yrene mencoba untuk mengetik tanggal jadian dimana Ikhsan memintanya untuk menjadi kekasih. Tanggal itu pula yang mereka sepakati untuk jadi tanggal pernikahan.


Setelah menekan tombol Enter, layar terbuka tanda kata sandi yang dimasukkan benar.


"Yes!" Yrene terkekeh dan puas telah menebak dengan benar kata sandi Laptop Ikhsan.


Dalam hati, ia memuji kemampuannya menebak Ikhsan. Sejenak ia jadi terpikirkan sesuatu tentang Ikhsan.


Kira-kira apa hal yang tidak ia ketahui tentang Ikhsan-suaminya? Adakah? Yrene jadi merasa geli dan tertantang, mungkin hari ini akan sibuk untuk menelaah setiap liku folder yang ada di laptop lama suaminya itu.


Hari sudah mulai menjelang sore, sudah 2 jam Yrene menelusuri folder-folder di laptop Ikhsan.


Sering kali Yrene menemukan kenangan-kenangan lama yang masih segar dalam ingatannya.


"Astaga!" jantung Yrene sedikit melompat. Ia tidak sempat melihat folder apa yang tidak sengaja terhapus tersebut. Dengan cepat Yrene membuka recylce bin, berharap ia bisa mengembalikan folder yang terhapus tersebut.


Saat folder recycle bin terbuka, mata Yrene menatap aneh. Hanya ada 2 folder disitu. Satu folder adalah folder yang ia yakini baru saja terhapus. Ia memicingkan matanya membaca nama folder kedua tersebut dan menahan napasnya.


Kenapa ada nama Maya di folder itu?


Yrene mengigit bibirnya dan meremas tangannya. Kepala Yrene cepat memutar semua pertanyaan yang lama telah ia pendam.


Ah, benar juga. Bukankan Maya adalah orang yang pernah ada diantara Yrene dan Ikhsan?


Selama ini Yrene terlalu sibuk dengan episenter kehidupan dan kisah cintanya dengan Ikhsan. Yrene benar-benar lupa.  Ia mencoba mengingat kembali kisah lama saat nama Maya sering kali terucap oleh mulut Ikhsan dulu semasa SMA.


Ah, Maya...


Sosok sahabatnya yang paling cerdas dan berkharisma. Sosok yang memiliki begitu banyak energi. Mata milik Maya selalu memancarkan cahaya yang menyala-nyala. Tentu saja banyak pria yang tertarik dengan Maya. Termasuk Ikhsan dulu saat SMA. Tetapi setelah 3 tahun Yrene memperhatikan hubungan yang berkembang antara Ikhsan dan Maya, Yrene tak mendapati ada hubungan serius.


Yrene juga ingat ia pernah beberapa kali memastikan pada Ikhsan tentang sosok Maya saat di bangku SMA dulu. Ia bahkan ingat bagaimana ekspresi Ikhsan saat menjawab pertanyaan Yrene.


Dengan pandangan menunduk dan mata menerwang, Ikhsan menyampaikan isi hatinya pada Yrene.


"Maya itu pasti banyak fans nya, aku bukan apa-apa dibanding dia. Aku gak punya sesuatu untuk di banggakan. Hanya kamu yang selalu menganggap keberadaanku, Rene."


 



***


 


 


Halo pembaca yang baik 🙋


Mohon dukungannya ya pada karya author dengan klik like dan berikan komentar 💞