That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_47



Plakkk...


"Dasar wanita j****g kamu. berani - beraninya kamu mempermainkan anak saya. dan sampai hamil anak orang lain. kurang apa keluarga kami kepada keluarga kamu, ha! kami yang membuat keluarga kamu jaya dan ini balasan kamu?" kata Elsa menyemprot Diana.


Diana merangkak di kaki Elsa.


"Maafkan Diana Mommy, jujur Diana sudah tak mencintai kak Leon. tapi Diana mohon maafkan Diana Mommy, jangan usir Diana." diapun beralih di kaki Leon. "maafkan aku kak. aku mohon jangan ceraikan aku. aku janji akan bertaubat kak. aku janji akan menjadi istri yang baik buat kakak. aku mohon kak jangan ceraikan aku." kata Diana menangis di kaki Leon.


Leon menghentakkan kakinya sehingga Diana pun tersungkur.


"sudah terlambat Diana. kamu sudah aku ceraikan sebulan yang lalu saat kamu pergi meninggalkanku disaat aku sakit. kamu lebih memilih selingkuhan kamu itu." kata Leon yang melemparkan bukti surat perceraian untuk Diana.


"Gak.. gak..gak.. kamu gak bisa ceraikan aku kak. bagaimana dengan nasib perusahaanku. bagaimana dengan nasib anakku kak? aku gak mau jadi miskin." kata Diana.


"kamu disini sudah berbuat salah tapi lebih mementingkan harta? dasar cewek matre. Rudi, geledah semua tasnya. ambil kartu ATM dan kredit yang aku kasih. sudah cukup aku menghidupi kamu selama hampir sembilan tahun." kata Leon.


Rudi pun langsung menjalankan perintah dari Leon. dan dengan sedikit paksaan akhirnya Rudi bisa mendapatkan kartu kredit dan debit yang dikasih Leon untuk Diana, karena Diana kekeh untuk mempertahankannya.


"kak, aku mohon jangan ambil kartu itu. itu kartu satu - satunya harapanku untuk meneruskan hidup." mohon Diana tapi Leon tak menggubris nya.


Leon lebih memilih untuk berjalan ke arah Bella dan memberikan kartu itu kepada Bella.


"Bella, kartu ini kamu yang pegang mulai hari ini. pakai kartu ini untuk kebutuhan rumah, jangan hanya untuk digunakan berfoya-foya." kata Leon dan Bella hanya menunduk. dia sudah berjanji tak akan mengungkap jati dirinya sebelum Leon mengenalkannya kepada Elsa sebagai istrinya.


"Mulai hari ini, kamu keluar dari rumah ini dan jangan pernah kamu mencari ku ataupun keluarga Wang lainnya. kamu sudah membuatku kecewa sebagai sahabat dan juga adik ipar Di. sungguh aku kecewa. Morgan, Rudi, bawa mereka keluar." kaga Angela.


"Baik Madam." jawab Morgan dan Rudi bersama.


"Tidak.. jangan usir aku.. tidaaaakkk!" ronta Diana dengan keras berusaha melepaskan diri. namun pada akhirnya dia kalah oleh bodyguard Angela di luar yang siap melemparkan Diana ke luar gerbang rumah Leon.


***


Angela dan Leon masih menenangkan diri. sedangkan Bella masih setia berada di samping Leon untuk siap menerima kenyataan untuk di perkenalkan kepada Elsa.


"Mom, sebenarnya Leon ingin mengatakan sesuatu kepada Mommy." kata Leon sambil menggandeng tangan Bella.


"Menikah? ka-kamu menikah dengan pem-pembantu?" kata Elsa tak percaya.


"Meskipun dia pembantu, tapi dia seorang sarjana Mom. dan Queen yakin kalau Bella tulus kepada kak Leon. dia tidak hanya memanfaatkan kak Leon seperti Diana. Queen yakin itu Mom." kata Angela.


"tapi dia pembantu. P.E.M.B.A.N.T.U Leon, Queen. mau ditaruh dimana muka mommy? pernikahan bukan hanya sekedar cinta. tapi juga lihat bibit bebet bobotnya. dan kamu tahu yang kamu nikahi itu hanya pembantu nak. Mommy tidak setuju." kata Elsa kekeh.


"Tapi Mom, aku mencintainya mom. aku hanya mencintai Bella." kata Leon mengeratkan tangannya kepada Bella. sedangkan Bella yak berani menatap Elsa. dia menundukkan kepalanya.


"Tidak.pokoknya sampai kapanpun Mommy tidak akan merestui kalian. Mommy akan carikan wanita yang lebih berkelas daripada dia." kata Elsa.


"berkelas kata Mommy? apa Mommy masih saja ingin membuatku hancur? Mommy baru saja lihat sendiri kan? Diana yang berkelas saja bisa memperlakukan Leon seperti ini. apa Mommy mau aku mendapatkan istri seperti Diana lagi? cukup Mom. pokoknya Leon hanya mau sama Bella." kaga Leon.


"Leonel Wang!" bentak Elsa. "beraninya kamu menolak ucapan Mommy!" lanjutnya.


"Mom sudah, biarlah kak Leon bahagia Mom. biarkan dia memilih sendiri. dia sudah dewasa." bujuk Angela.


"Memilih sendiri? Dia memilih sendiri untuk menikah dengan Diana tapi pada akhirnya dia yang tersakiti sendiri. sekarang dia malah lebih memilih kasta rendah seperti Bella." kata Elsa menunjuk Bella.


"CUKUP! Semuanya cukup!"teriak Bella yang sudah tak kuat di cemooh oleh mertuanya itu. " saya memang dari kasta rendah. saya memang hanya seorang pembantu. tapi bukan hal anda untuk mengatai saya seperti itu. Saya punya hati dan perasaan Nyonya. saya juga manusia. Dan asal anda tahu, saya tulus mencintai putra anda. dan selama ini bukan saya yang mendekatinya duluan tapi putra anda yang mendekati saya duluan. saya sadar kalau saya pembantu dan tak pantas dengan keluarga anda. tapi saya tidak Terima kalau anda mengatakan saya sama seperti Nyonya Diana. kalau memang anda tidak merestui saya, baik, saya akan pergi dari sini. saya akan minta pisah dengan putra anda."kata Bella dengan terurai air mata.


"Tidak Bella, kamu jangan tinggalkan aku Bella. aku mencintaimu." kata Leon menahan Bella yang sudah beranjak akan pergi dari rumah itu.


"Maafkan Bella kak. Bella memang mencintai kakak. tapi restu orang tua itu juga penting. Bella tidak mau kakak menjadi anak yang durhaka. biarkan Bella yang mengorbankan perasaan Bella sendiri kak." kata Bella semakin terisak.


"mengorbankan katamu? lalu apa perasaanku tidak kamu korbankan juga? apa jadinya aku jika kamu pergi meninggalkan aku Bella?" kata Leon terlibat begitu kasihan memohon kepada Bella.


"Maafkan aku kak. turutilah apa kata Nyonya Elsa. Bella tidak mau kakak menjadi anak yang durhaka. ini...- Bella melepas cincin pernikahan mereka- ini Bella kembalikan cincin ini. kasihkan kepada istrimu nanti." lanjutnya lalu pergi meninggalkan rumah itu tanpa membawa apapun. hanya tangisan yang dia bawa sampai dirumahnya.


Sedangkan dirumah Leon, Leon semakin murka dengan Elsa. dia marah karena Elsa lebih mementingkan status daripada anaknya bahagia.


"Puas Mommy, puas mom. setelah melihatku sengsara, Mommy puas? Mommy bahagia? selamat. Mommy mendapatkan apa yang Mommy mau.