
"ANGEL!" semua orang yang berada disana berteriak termasuk Melati dan Sam.
"ayo nak, bawa Angel ke rumah sakit. itu anak kamu." kata Melati kepada Sam. Seketika Sam langsung membawa Angela kedalam mobilnya. sedangkan Rere tak menyangka kalau memang kakaknya benar-benar hamil.
"Pak, tolong bilang sama Daddy dan Mommy untuk segera pulang. ada masalah yang harus diselesaikan. ini menyangkut hidup dan mati Angel." kata Leon menelfon sekretaris pribadi Daddy nya dan menekankan kata hidup dan mati saat melewati Rere.
"Puas lo sekarang? gak tahu terimakasih banget sih lo." kata Franky lalu meninggalkan Rere.
Rey menatap Rere dengan tajam dan tatapan yang jijik.
"Untung gue gak jadi pacaran sama gadis ular seperti lo. ehh tunggu dulu, lo masih gadis kan? takutnya lo juga udah dipakai sama abang gue jadi udah gak gadis lagi. padahal abang gue cuma seringnya pakai satu kali doang. lo lihat kan Angela, dia yang udah kenal abang gue selama enam tahun aja di gituin. apalagi sama lo yang baru dia bulan?" kata Rey dan langsung pergi meninggalkan Rere yang jatuh terduduk dilantai.
Mereka yang sudah sampai dirumah sakit langsung menunggu Angel yang tengah ditangani oleh dokter dan perawat. Semuanya terlihat panik kecuali Sam yang terlihat menatap kedepan dengan pandangan kosong.
Kenapa harus sekarang disaat gue udah tobat dan gue udah ngelakuin hati gue buat Rere sih. kenapa mesti Angel harus hamil? bodoh banget gue. kenapa sih dulu gak pakai pengaman. rumit kan jadinya. aarrgghh sial. rutuk Sam dalam hatinya.
Sudah setengah jam lebih dokter menangani Angela tidak keluar keluar juga. melihat itu dengan geram Leon menghampiri Sam. dan..
Bugh..
"Lo lihat sekarang apa yang lo buat sama adik gue? kalau lo mau ngakuin anak dalam kandungan Angel itu anak lo, Rere gak mungkin sampai nge dorong Angela hingga masuk rumah sakit. kalau sampai adik gue dan ponakan gue kenapa - kenapa jangan salahin gue yang gak bisa ngampunin lo walaupun lo sahabat karib gue. ingat itu Sam!" gertak Leon tepat didepan muka Sam.
Bertepatan dengan itu, ruangan di depannya terbuka dan terlihat Angela dipindah keruang rawat dengan brangkar. Melati langsung mengikuti kemana Angela dibawa bersama Rey dan Franky. sedangkan Sam masih setia duduk dibangku tunggu rumah sakit. dan Leon bertanya kepada dokter yang menangani Angela.
"bagaimana keadaan adik saya dok?" tanya Leon.
"adik anda tidak apa-apa tuan Wang. untung tuan segera membawa Nona Wang kesini. kalau telat sepuluh menit saja, bukan hanya janin yang dikandungnya tapi juga nyawa Nona Wang akan terancam keselamatannya." kata Dokter itu.
Leon yang mendengar itu langsung duduk di kursi dan menunduk. dia merasa lalai menjaga adiknya. dia tak pantas menjadi kaka bagi Angela. tapi itu semua bukan semata salahnya. tapi juga salah dari Sam.
"lo lihat kan? lo dengar kan apa yang dikatakan sama dokter? lo hampir kehilangan anak lo. apa lo gak mikir perasaan Angel? udah gak lo anggap ditambah dia harus kehilangan anaknya. dia pasti bakalan sedih banget. lo jadi cowok emang breng*ek Sam. mulai hari ini, kita udah gak sahabatan lagi. gue gak sudi punya sahabat kaya lo lagi." kata Leon pergi meninggalkan Sam disana.
***
Sudah hampir sepuluh jam Angela belum sadarkan juga. Melati, Rey, Franky tak pernah beranjak dari samping Angel. terutama Leon yang terus menghubungi Rere yang tak bisa dia hubungi.
Mereka berempat terkaget saat pintu kamar inap terbuka paksa dengan kerasnya. terlihat sepasang suami istri yang tergopoh-gopoh menghampiri Angela. siapa lagi kalau bukan orang tua Angela dan Leon, Elsa dan Jackson.
"Angela sayang.. ini Mommy sayang.. kamu kenapa bisa jadi seperti ini? apa yang terjadi sama kamu nak?" kata Elsa dengan air mata yang tak pernah berhenti menangis.
Sedangkan Jackson mengedarkan pandangannya menuju seluruh ruang. hingga akhirnya matanya tertuju kepada Leon yang menunduk dengan wajah sedih. Jackson yang mengetahui itupun langsung datang menghampiri Leon dan menanyakan yang sebenarnya.
"Elsa.. aku mau minta maaf Els, atas nama anakku aku minta maaf. karena anakku dia menjadi seperti jni. " kata Melati.
"buat apa kamu minta maaf sama aku mel?" tanya Elsa.
"Karena anak aku, Elsa jadi seperti ini. aku tidak menyangka kalau anak yang selama ini aku besarkan, aku didik dan aku sayangi dengan sepenuh hati justru malah jadi seperti ini." kata Melati diantara tangisnya. merenungi sifat anaknya yang brengs*k.
"semuanya sudah terjadi Mel. lebih baik kita harus memikirkan kedepannya. toh juga anak dalam kandungan Angela masih baik-baik saja." kata Elsa menenangkan Melati.
"iya kamu benar. sebenarnya aku tidak mau bilang ini. tapi bagaimanapun juga, anakku Sam harus menikahi Angela." kata Melati.
"TIDAK!" teriak Rere yang berada diambang pintu. "Tante, aku mohon tante, jangan nikahkan Bang Sam sama kak Angel. bukannya tante sudah setuju kalau bang Sam akan menikah denganku?" kata Rere memohon pada Melati.
"kamu apa-apa an Rere! Mommy tidak pernah mengajarimu seperti ini. dan apa yang kamu lakukan terhadap kakak kamu buat Mommy kecewa." kata Elsa.
"tapi Mommy, Bang Sam itu pacar aku Mom." kata Rere tak tahu diri.
"tapi dia ayah dari anak yang dikandung Angela." kata Elsa tak kalah tegas.
"kenapa sih anak itu harus ada. seharusnya keguguran aja kak Angel biar bang Sam tak jadi menikah dengannya." kata Rere sepintas membuat semuanya disana geram.
Plaaaaakkk!!!
Tamparan keras tepat mengenai pipi kanan Rere hingga dia tersungkur di lantai. pipinya terasa panas dan perih. ujung bibirnya. juga sampai berdarah. dia tak berani melihat siapa yang menampar nya. dia sudah tahu siapa itu. dan untuk pertama kalinya dia melihat orang itu marah seumur hidupnya.
"Jaga ucapan kamu Rere. Aku tak pernah membesarkan kamu untuk menjadi wanita ******. apalagi sampai menyakiti saudara kamu sendiri. Angel menyayangimu melebihi menyayangi orang tuanya. tapi lihat, apa yang kamu lakukan kepadanya membuatku kecewa." kata Jackson tajam.
"Tapi dia pantas mendapatkannya. dia pantas mendapatkan semuanya. setelah apa yang dia rebut dari aku." kata Rere tak kalah pedas.
"apa yang dia rebut dari kamu Re? dia selalu mengalah dengan apa yang dia punya agar kamu mendapatkan semuanya." kata Leon.
"kakak tanya apa? kakak tanya apa? seharusnya kakak ingat. siapa yang membuat mama dan papi kakak meninggal. siapa kak? kalau bukan karena si ****** Angel ini mamaku tak akan pernah meninggal. ingat gak kak, ingat gak?" histeris Rere.
"Aku ingat. tapi apa kamu lupa? siapa yang membesarkan kita? siapa yang membiayai hidup kita? siapa yang menjadikan kita menjadi orang yang dipandang diseluruh dunia kalau bukan keluarga Wang? siapa Re? bagiku, daripada mengingat siapa yang membuat kita kehilangan orang yang kita cintai, lebih baik kamu ingat siapa yang memberimu hidup setelah kehilangan semuanya." kata Leon.
"alah.. jangan sok munafik deh lo kak. lo sebenarnya juga benci kan sama keluarga ini?" kata Rere meremehkan Leon.
"gue bukan lo Re, gue lebih baik mati daripada kehilangan keluarga Wang. karena mereka, yang membuat aku hidup dan bangkit dari keterpurukan." kata Leon.
"Udah cukup kalian semua!? udah cukup!?" bentak Jackson. "Daddy tak menyangka kalau kamu seperti ini ya Re. Keluarga Wang menyayangimu sepenuh hati tapi justru kamu malah seperti ini. aku rasa perlu ada perombakan dalam tatanan ahli waris keluarga Wang." kata Jackson yang langsung melangkah pergi menuju kantor pengacaranya.