
Semenjak pernyataan cinta Sam kepada Angela di cafe waktu itu, hubungan mereka semakin lengket. meskipun status mereka belum pasti, tapi Sam mengklaim kalau Angela adalah miliknya. Bahkan semenjak saat itu Sam sudah tidak pernah mencari wanita lain. atau mengencani wanita lain. hal itu dia lakukan hanya untuk Angela.
Tak terasa sudah sebulan kedekatan mereka. sebentar lagi mereka akan berpisah karena Angela memajukan jadwal kepulangan dikarenakan dia minggu lagi ulang tahun Leon. kakak tercintanya. dia ingin membuat kejutan untuk Leon.
"kamu yakin kurang dari dua minggu akan pulang?" kata Sam yang kini mereka tengah di ruang VVIP sebuah cafe langganan mereka. tidak cuma berdua tapi ada Hans dan Tom.
"iya, soalnya tanggal lima belas kan ulang tahunnya Kakakku. aku mau kasih kejutan buat dia." kata Angela manja bergelayut dipundak Sam.
"terus kamu ninggalin aku sendiri?" kata Sam.
"ya elah Sam, lo gak sendiri. kan ada kita berdua." kata Tom.
"iya Sam. bucin banget sih lo." sahut Hans.
"bukannya bucin. cuma gue gak bisa aja pisah sama malaikat gue. jangan pulang ya sayang. kamu kuliah disini aja." kata Sam.
"gak bisa Samudera sayang..." kata Angela terputus karena sebuah telfon dari Rere masuk ke HPnya. "aku angkat telfon dulu ya. cup." Angela mengecup pipi Sam sebentar.
Sepeninggalan Angela, Hans dan Tom melihat ke arah Sam dengan mata menyipit.
"apa? kalian mau tanya kalau gue beneran udah jatuh cinta sama dia? ya gak lah. gue sadar, gue cinta sama dia cuma karena nafsu aja. gue gak beneran cinta sama dia." kata Sam sambil menenggak vodka nya.
"jangan bilang lo mau perawanin tu anak?" tebak Hans.
"yup."
"wah gila lo bro. tu anak masih polos bro." kata Tom.
"Justru itu. sekali - kali gue juga pengen dong dapet yang masih polos. bosen gue sama yang udah berpengalaman." kata Sam.
"Tapi gue yakin lo gak akan bisa dapatin perawannya." kata Hans.
"kalian mau taruhan? kalau gue bisa dapetin perawannya, apa yang akan kalian kasih ke gue?" tantang Sam.
Tom dan Hans berpikir sejenak. mereka sedikit takut kalah taruhan kali ini, karena selama ini yang dia tahu kalau mereka taruhan, pasti Sam selalu keluar menjadi pemenangnya. Akhirnya Tom dan Hans memutuskan untuk membelikan Sam mobil keluaran terbaru.
"oke deal." kata Sam bertepatan dengan masuknya Angela.
"kalian lagi ngomongin apa sih? kaya nya serius banget." kata Angela duduk disamping Sam.
"bukan apa-apa kok. ohh iya, mau ikut ke Club gak? ikut yuk yang." bujuk Sam.
"emm... tapi aku gak biasa ketempat seperti itu Sam." tolak Angela. dia memang sering keluar malam tapi bukan ke tempat seperti itu. sejengkal pun dia tak pernah menapakkan kakinya kesana.
"ayolah.. kamu gak usah takut, kan ada aku sama yang lain sayang." bujuk rayu Sam keluarkan dengan muka memelas nya.
"emm.. gimana ya.." Angela masih ragu-ragu.
"Udah, ayolah Ngel. lo ikut aja. daripada Sam ngajak cewek lain? lo mau lihat cowok yang lo cintai sama cewek lain?" hasut Tom.
"emm.. baiklah."
Akhirnya dengan enggan Angela mengiyakan ajakan mereka. akhirnya mereka langsung menuju ke club malam. Sam satu mobil dengan Angela sedangkan Tom dan Hans berada dimobil yang lain.
Sesampainya disana mereka langsung disambut meriah oleh pengunjung. siapa sih yang tidak mengenal tiga serangkai yang tampan itu. namun untuk kali ini pemandangan sedikit berbeda karena ada seorang wanita yang ikut duduk di table mereka.
Padahal selama ini jika mereka ingin ditemani oleh perempuan, mereka pasti yang akan menghampiri dan tidak ada yang pernah dibawa duduk ke table mereka.
Para perempuan disana banyak yang menatap nakal ke arah mereka. mereka berharap dari salah satu diantara Sam, Tom atau Hans mau menghampiri mereka.
Sedangkan para lelaki yang tidak biasanya melihat ke table Sam pun juga ikut penasaran dengan cewek mana yang ikut duduk diantara ketiga penguasa club itu. tapi begitu mereka melihat Angela, mata para lelaki tak pernah lepas darinya.
Mereka seperti melihat mangsa baru. bagaimana tidak? Angela terlihat begitu cantik. dengan dress malamnya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang putih indah. serta Angela masih terlibat begitu polos.
"Sayang, mau coba minum ini?" tanya Sam. kini hanya tinggal Sam dan Angela di table karena Tom sedang berkelana sedangkan si Hans bahkan sudah membawa wanita incarannya kedalam kamar.
"apa itu Bang?"
Angela menerima gelas dari Sam yang berisikan wine yang sudah dia kasih obat perangsang dosis sedang. dia tak mau memberinya dosis tinggi karena Sam tak suka Angela terlalu agresif. dia hanya mau Angela bisa mengimbanginya nanti di ranjang.
"Emm.. bang, gak enak." kata Angela.
"habisin sayang. kalau udah biasa nanti pasti akan enak. kamu belum terbiasa aja." kata Sam yang terus menyodorkan gelas itu didepan Angela berharap Angela mau meminumnya dan menghabiskannya.
Akhirnya dengan terpaksa juga penasaran, Angela meminumnya hingga tandas. dia sedikit merasakan pusing, namun dia menahannya tak memberitahukan kepada Sam.
"gimana sayang? enak kan?" kata Sam menyeringai.
"lumayan Bang." kata Angela tersenyum.
Setelah meminum itu, Sam terlihat berpura-pura fokus pada hpnya. sedangkan Angela mulai gelisah. dia tak bisa duduk dengan tenang. Dia merasakan tubuhnya panas. tapi saat tangan Sam merangkul tubuhnya, dia merasakan dingin yang nyaman.
Angela mendekatkan dirinya pada Sam. dia mulai meraba dada Sam. Sam yang merasakan Angela meraba nya pun menaruh hpnya dalam saku celananya dan melihat kearah Angela yang sudah memerah mukanya menahan gejolak.
"sayang, kamu kenapa sih?" kata Sam.
"Bang, badan Angela gak enak bang. tapi tiap Angela dekat sama abang, Angela nyaman banget bang." kata Angela yang semakin berani membelai turun sampai kepusar Sam.
"emm.. jangan disini sayang."
"abang malu Angela peluk?" kata Angela salah mengerti maksud Sam.
"bukan itu maksud aku sayang. udah sekarang kamu ikut abang ya." kata Sam menarik Angela ke lantai atas dimana tersedia kamar bagi mereka yang hendak menuntaskan hasratnya.
Saat sedang naik, dia sempat berpapasan dengan Tom dan Hans, dia melambaikan tangan dan memberi senyum kemenangan untuk mereka berdua. Dia masih menggenggam tangan Angela dengan erat.
Sam membawa Angela masuk kedalam sebuah kamar. setelah mengunci pintu, Sam mendekati Angela yang sudah dia rebahkan diatas ranjang. Sam langsung memeluk Angela.
"sayang, kamu cantik dan sexy malam ini." bisik Sam.
Sam langsung menciumi muka Angela. tangannya tak dia biarkan menganggur. dia langsung membuka dress milik Angela. sedangkan Angela hatinya ingin menolak tapi otaknya tak bisa dia ajak kompromi. dia membalas semua perlakuan yang Sam berikan. bahkan dia mendesah setiap apa yang Sam lakukan terhadap tubuhnya.
"Ahhh.. bang sakit." pekik Angela saat Sam menerobos masuk kedalam liang kenikmatan milik Angela.
"sabar sayang, tahan sebentar. sebentar lagi akan enak kok." kata Sam yang langsung menghentakkan dengan keras hingga membuat tubuh Angela terguncang.
Darah mengalir disekitar kejantanan milik Sam. Sam begitu senang melihatnya. akhirnya dia merasakan bagaimana rasanya mencicipi milik seorang gadis perawan.
Angela yang awalnya kesakitan akhirnya bisa mengimbangi ritme permainan Sam. bahkan tak jarang dia terlihat lebih agresif dan menguasai badan Sam.
entah berapa kali mereka melakukan itu. Sam terlihat puas akan hasil yang ia dapatkan malam ini. dan dia juga sudah berhasil memenangkan taruhan bersama Tom dan Hans. Sam melihat Angela yang terlelap dalam dekapannya.
"jangan salahkan aku kalau aku jahat sama kamu Ngie, salahkan dirimu yang terlalu cantik untuk untuk menjadi sahabatku." kata Sam dan langsung terlelap tidur bersama Angela.
***
Pagi harinya, Sam mengerjapkan matanya saat ada cahaya sinar matahari yang menembus masuk kedalam kamar. Sam melihat ke arah Angela yang masih meringkuk dalam selimut tebalnya. Sam berlalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Saat Sam dikamar mandi, Angela terbangun dari tidurnya. dia merasakan pusing yang teramat dalam kepalanya. dia melihat sekeliling. dia merasa asing dengan kamar ini.
"tunggu, ini bukan kamar aku." katanya.
Saat dia hendak bangun, dia merasakan sakit teramat sakit di pangkal paha nya. dia melihat kedalam selimut dan melihat bahwa tubuhnya masih polos tak berbalut sehelai benang pun.
"tunggu, apa yang terjadi semalam? ehh.. ini kan noda darah.." kata Angela menggantung. dia menggabungkan semuanya. "semalam aku sudah tidur dengan lelaki. tapi siapa?" Angela masih bingung. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan Sam pun keluar.
Angela yang melihat Sam keluar dan memakai baju, dia segera beranikan diri untuk bertanya.
"Bang, semalam kita..." Pertayaan Angela terpotong.
"Semalam apa? anggap aja semalam tak pernah terjadi. aku mabuk kamu mabuk jadi ini semua hanya kesalan. jadi anggap aja kalau aku tak pernah menidurimu." kata Sam dingin.