
Angela masuk kedalam kamarnya dengan langkah yang lunglai dan lesu. terlebih kehamilannya yang sudah mau memasuki bulan ketujuh membuatnya sedikit susah bergerak.
Hanya tinggal dua bulan lagi kamu akan lahir kedunia ini nak. tapi mungkin itu juga pertemuan pertama dan terakhir kita. setelah itu maafkan bunda yang harus pergi dari kamu nak. bukan maksud bunda tidak mau menerimamu nak. tapi itu semua karena ayah kamu yang tidak bisa menerima bunda. selama ini bunda yang sudah jahat merebut kebahagiaan ayah kamu dengan tante Rere. jadi biarlah bunda yang pergi jika ayah kamu sudah menemukan dimana tante kamu berada. mungkin dia yang akan merawatmu nanti nak. maafkan bunda ya nak.
Batin Angela dengan mengelus perutnya. dia begitu sedih saat tahu anak yang dia kandung akan dia tinggalkan. dia berjuang menghadapi malu saat kehamilannya muncul. dia berjuang mendapatkan pengakuan dari ayah anaknya itu. tapi ternyata perjuangan itu justru membuat orang yang dia cintai harus bersedih karena berpisah dari pacarnya.
"apa aku tidak boleh egois? selama ini aku sudah mengalah. tapi bisakah aku mendapatkan sedikit saja cinta darimu bang?" kata Angela sambil menatap foto suaminya itu.
Ditempat lain.
Sam masih sibuk mengurus kertas-kertas laporan yang ada didepan mejanya. namun pikirannya kembali terngiang perkataan Angela.
justru Angela yang harusnya bertanya, apa abang sudah bisa mencintai Angela?
Siapa sih yang tak jatuh cinta melihat Rere?
Tidak seperti Angela yang bodoh. nyatanya Rere bisa mengambil hati abang hanya dalam kurun waktu sebulan, sedangkan Angela sudah hampir enam tahun mengenal abang tapi tak pernah sekalipun abang menganggapku lebih dari adik abang sendiri.
Entah kenapa dia merasa tak senang kalau Angela berkata seperti itu. dia lebih suka saat Angela gak membahas tentang Rere. dia lebih suka saat Angela bermanja dengannya. dia tahu Angela begitu mencintainya karena dia cinta pertamanya Angela sampai sekarang.
Tapi tidak bisa dipungkiri juga kalau didalam hatinya masih ada Rere. meskipun dia begitu kecewa dengan Rere tapi hatinya masih saja tak bisa berpaling darinya. cukup dua bulan kebersamaan mereka namun begitu mudah menggeser kebersamaannya dengan Angela selama lima tahun di NYC.
Tapi entah kenapa saat hari ini Angela berbicara seperti itu, hatinya terasa sakit. terlebih saat Angela juga bilang kalau anak itu lahir dia akan langsung pergi dari kehidupannya dan dari bayi yang hak asuhnya akan jatuh ke tangannya. dia merasa seperti tidak rela jika Angela benar-benar pergi.
"apa aku sudah mulai kembali mencintainya?" gumam Sam larut dalam pikirannya sendiri.
***
Ting tong...
Bunyi bel rumah Eli berbunyi. kebetulan Eli sedang berada dirumah bersama anaknya. dia sedang bermain bersama Reyhan di taman belakang. mendengar bunyi bel rumahnya, dia langsung menyuruh bibi untuk membukakan pintu.
"Nyonya ada tamu." kata bibi itu yang langsung membawa tamunya masuk kedalam dimana Eli berada.
"siapa bi?" tanya Eli tanpa mengalihkan matanya dari memandang Reyhan.
"aku." jawab tamu lelaki itu.
Eli mendengar suara itu langsung tercekat. pendengarannya tak salah. kalau pemilik suara itu pasti Reyhan. perlahan dia berbalik dan matanya membulat saat dia benar melihat Reyhan menunggunya di teras.
"siapa mi?" tanya Reyhan kecil. matanya ikut memandang kemana arah miminya memandang. dan dia ber loncat loncat kegirangan dan berlari kearah Rey. "pipi... pipi datang? pipi mau jemput Reyhan ya?" tanya Reyhan kecil.
"iya sayang. tapi pipi juga ingin bertemu dengan mimi kamu." kata Rey kembali menatap Eli.
"untuk apa kamu kesini?" kata Eli sinis sambil menundukkan kepalanya.
Rey menurunkan Reyhan dan menyuruhnya untuk bermain. bersama dengan bibi dahulu karena dia ingin berbicara dengan miminya. Dan si Reyhan kecil yang senang pun langsung menuruti kata-kata Rey.
"aku kesini untuk menebus semuanya. aku kesini mau minta maaf sama kamu El." kata Rey tulus.
"kenapa kamu mesti masuk kedalam hidupku lagi? untuk apa kamu meminta maaf? bukankah sudah lebih baik saat kita saling acuh satu sama lain?" kata Eli dingin.
"maafkan aku Eli, maafkan aku yang selama ini selalu menyakitimu. aku mohon Eli.. maafkanlah aku. aku ingin menebus semuanya terutama waktuku bersama anak kita. aku mohon Eli." mohon Rey.
"kita? itu anak aku. aku yang hamil, aku yang membesarkan sendiri. aku yang mencukupi semuanya sendiri. kamu gak ada hak untuk bilang kalau itu anak kamu!"
"tapi bagaimanapun aku juga orang tua kandungnya Eli..."
"Reyhan tak butuh kamu sebagai pipinya. karena cukup dengan adanya aku yang bisa mencukupi semua kebutuhannya. toh selama ini juga anakku tak pernah menanyakan dimana pipinya.".
" aku mohon El... maafkan aku. aku tahu kamu masih cinta kan sama aku?"tanya Rey percaya diri.
"percaya diri sekali anda tuan Reyhan. ya mungkin memang benar aku mencintaimu, tapi itu dulu sebelum kamu mencampakkan aku diatas ranjangmu setelah kamu meniduriku."
"itu sudah masa lalu Eli.. aku mohon maafkan aku. mari kita rajut hal yang baru di masa depan bertiga El. aku mohon." kata Rey masih memohon.
"sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan kamu lagi. dan sampai kapanpun jangan pernah kamu menemui anakku. karena aku tidak sudi dia bertemu dengan pipinya yang B******n ini."
"oke kalau begitu, aku tunggu kamu di meja hijau. kita lihat siapa yang akan menjadi pemilik hak asuh Reyhan." kata Rey mengancam.
"silahkan saja. aku pasti akan menang."
***
Maaf ya untuk chapter ini sedikit karena otak lagi buntu dan kerjaan dirumah juga lagi banyak tapi demi kalian yang minta aku untuk up maka aku tepati. walaupun cuma sedikit. semoga kedepannya bisa kembali up yang banyak bahkan tidak cuma sekali dalam sehari.