
Bella membuka matanya, dia menatap sekeliling. kamar yang begitu besar. kamar utama milik sang Tuan yang kini dia tiduri. dia ingin beranjak dari tempat tidur, namun ada tangan kekar yang memeluk perutnya. Dia juga merasakan perih yang amat perih dibagian kewanitaannya. Dia mengingat kembali apa yang baru saja dilakukan dengan sang Tuan, yang mungkin mulai hari ini dia akan menjadi kekasih gelap Tuannya.
"Astaga.. aku melakukan ini dengan kak Leon, majikanku? bahkan matahari di luar baru saja mau tenggelam." gumam nya malu.
Beberapa jam yang lalu, awalnya Bella hendak memanggil Leon untuk makan. namun kejadian tak terduga, mereka justru berciuman. ciuman itu berubah menjadi l*****n yang begitu panas dan menggairahkan.
Tangan Leon mulai bergerilya kesana kemari mencari yang selama ini dia inginkan. kepuasan nafsu yang kini dia dapatkan dari seorang pembantunya. Namun Leon tak mempermasalahkan itu, baginya kini hanya ada Bella yang akan menjadi wanita dan istrinya. itulah janji Leon dalam hatinya.
"Sayang.. kamu udah bangun.." kata Leon dengan suara serak khas bangun tidur namun matanya enggan untuk terbuka.
"kak Leon.. jangan panggil aku gitu ahh.. aku malu.." katanya sambil menutup mukanya. dia yakin kalau mukanya kini pasti sudah memerah seperi kepiting rebus.
"kenapa harus malu sih.. tadi mendesah di bawahku saja gak malu kok." bisik Leon sambil tangannya mulai bergerak kesana kemari membuat Bella menahan sensasi yang bergejolak kembali didalam tubuhnya.
"Kak.. udah ahh, masih sakit.." rengek Bella.
"Tapi aku masih pengen sayang.." ucap Leon sambil menyesap dada Bella dalam - dalam. sekuat hati Leon tak meninggalkan jejak di leher Bella hanya demi menutupi hubungan mereka. namun Leon tak memberi ruang untuk dada Bella.
"Kak.. aku lapar.. kita makan dulu ya. nanti lagi, oke." kata Bella berusaha menghindar. sebenarnya dia menghindar karena dirinya merasa malu dengan sikap Leon yang manja terhadapnya. baru kali ini dia benar-benar berhubungan dengan seseorang. namun orang itu justru malah lelaki orang.
Lelaki orang! Suami orang!
Memikirkan hal itu membuat Bella tiba-tiba murung. dia memalingkan wajahnya agar tidak melihat ke arah Leon. Leon menyadari hal itu. Leon pun menarik kepala Bella agar menatapnya kembali. namun Bella justru menutup matanya. Leon m*****t bibir Bella dan menggigitnya. Hal itu membuat mata Bella terbuka dan melotot ke arah Leon.
"Kamu kenapa jadi murung begini sayang? katakan apa yang kamu pikirkan?" kata Leon menatap lembut Bella sambil tangannya mengusap wajah Bella lembut.
"kak, bukankah kita salah melakukan ini? bukankah kita tak seharusnya melakukan ini? kita ini berbeda. bahkan kamu juga sudah mempunyai istri. Nyonya Diana. kalau Dia tahu, dia pasti akan..."
"Jangan sebut dia istriku. apa kamu lupa sayang, dia bahkan sedang bersenang-senang dengan kekasihnya sekarang. kenapa aku tidak boleh bersenang-senang denganmu?" kata Leon memotong omongan Bella.
"berarti kamu hanya menganggapku pelampiasan mu kak?" ucap Bella dengan sendu. Leon menghela nafas dan memejamkan matanya.
"mungkin dari dua puluh lima persen dari ucapanku menandakan kamu pelampiasan ku, tapi jujur.. tujuh puluh lima persen lainnya, aku memiliki perasaan itu padamu. dan mulai detik ini saat aku tahu aku melepas perjaka ku untukmu dan kamu juga melepas keperawanan mu untukku, mulai hari ini seratus persen perasaan ini untukmu. aku sudah tidak menyisakan untuk wanita lain meskipun itu istriku." kata Leon menatap Bella dengan intens.
"tapi kak, hubungan kita gak lebih dari seorang selingkuhan kak. aku jadi pelakor." kata Bella.
"Kak, apa kakak serius dengan ucapan kakak?" kata Bella senang saat mendengar kata menikah.
"Serius. untuk kamu aku serius sayang.."
"tapi bagaimana dengan Nyonya?" katanya lagi dengan nda sedikit khawatir dan takut.
"itu biar jadi urusanku nanti." kata Leon yang langsung m*****t bibir Bella.
Tangannya kembali bergerilya mencari yang dia inginkan. Bella pun mulai mendesah kembali dengan perlakuan Leon. Dan sore itu, mereka menyaksikan matahari terbenam sembari menyatukan tubuh mereka masing-masing. saat tubuh mereka terlepas mereka merasakan kepuasan yang tiada tara. Namun hati mereka menyatu. hati mereka saling mengunci dan saling memiliki.
Kini kamu milikku Bella. dan kamu jangan khawatir, secepatnya aku akan mengurus pernikahan kita dan menceraikan Diana. Diana.. kamu telah menyakiti hatiku. jangan salahkan aku yang berpaling. aku sudah cukup sabar dengan sikapmu. tapi ini balasan mu. jadi, biarlah aku juga bahagia dengan Bella. gumam Leon saat memeluk Bella yang memejamkan mata dengan mengatur nafas karena kelelahan setelah melakukan aktivitas yang melelahkan.
***
San dan Angela masih berada di taman bermain. sebenarnya mereka terlihat kelelahan. namun demi sang Princess tercinta, mereka rela menahannya. mereka ingin membuat Princess merasakan kasih sayang dari seorang ayah yang baru ditemuinya dan seorang bunda yang selalu sibuk dengan pekerjaan kantor.
Matahari sudah mulai terbenam. langit malam menyelimuti seluruh kota. Princess semakin antusias karena dia ingin melihat kembang api. Angela menyuruh anak buahnya untuk memajukan jadwal peluncuran kembang api. karena dia tak mau menunggu semakin lama dan akan pulangs emak larut.
Princess terlihat bahagia sekali melihat kembang api yang meledak diatas sana. Princess ikut menyalakan kembang Api kecil yang berada di tangannya bersama para bodyguard. sedangkan Angela tengah menatap langit malam yang begitu indah diwarnai dengan kembang api.
"cantik sekali, iya kan bang." kata Angela.
"iya.. bahkan cantik banget." kata Sam. namun yang dimaksud cantik bukanlah kembang api. melainkan wajah cantik Angela yang kini tengah ditatap nya. Sam begitu terpana melihatnya. dia merasakan seperti jatuh cinta. Sam kembali merogoh kantung celana. mengeluarkan benda kecil nan cantik yang selalu dibawanya.
Dia menarik tangan Angela agar Angela menatapnya. saat Angela sudah menatapnya, Sam pun berlutut di hadapan Angela yang kini dia kenal sebagai Queen. Angela menatap Sam heran. Princess dan para bodyguard pun melihatnya. mereka semua tersenyum - senyum saat melihat wajah kikuk sang majikannya yang terlihat sekali kalau dia tak pernah dekat dengan lelaki mana pun.
"Queen.. mungkin ini terlalu cepat. tapi bagiku untuk membuka hati lagi setelah delapan tahun aku menutupnya, ini bukanlah apa-apa. Queen.. aku menyayangimu. aku juga menyayangi Princess layaknya menyayangi anakku sendiri. Queen.. will you marry me?" Sam melamar Angela menggunakan cincin pernikahan mereka yang dulu.
Angela masih diam menatap Sam. Dia masih menatap tak percaya bahwa seorang Sam bisa seromantis ini. Dia lebih tak percaya bahwa Sam akan jatuh cinta kepada dirinya lagi hanya dalam waktu beberapa bulan. Akankah ini pertanda untuknya agar kembali bersama Sam?
Angela pun menatap pada putri tercintanya. terlihat Princess sangat bahagia melihat apa yang dilakukan oleh Sam kepadanya. Angela yakin kalau dirinya menginginkan agar Angela menerima lamaran itu. Angela kembali memantapkan hati. dia memandang Sam dan Princess bergantian. Dia melihat binar mata bahagia pada keduanya. Dia juga melihat kalau Sam begitu tulus kepadanya. Akhirnya dengan mantap dia menganggukkan kepalanya.
Sam langsung memasangkan cincin itu dijari manis milik Angela. Sma membawa tubuh Angela dalam pelukannya dan mencium bibir Angela dengan begitu mesra. semua yang melihat langsung memekik girang. Bahkan Princess melompat-lompat karena kegirangan. Sang asisten pribadi, Morgan pun tak luput mengabadikan momen langka tersebut dan mengirimnya kepada Leon dan juga Jackson. Morgan harap, inilah kebahagian majikannya selama delapan tahun hidup dalam kesendirian.