That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Pernikahan Key dan Julian



Hari ini Hari H pernikahan Key dan Julian. semenjak kejadian di apartemen itu, Elsa pindah ke apartemen Jackson agar Evan tak pernah bisa menemuinya lagi. sebenarnya Elsa berat untuk meninggalkan apartemen itu karena apartemen itu perjuangan dia dari membuka cafe.


"kak Key, selamat ya kak.. semoga keluarga kakak bahagia selamanya." kata Elsa sambil memeluk kakak perempuannya.


"ini dari kami kak. selamat ya." lanjut Jack.


"wah Terima kasih adekku yang cantik dan calon adek ipar yang ganteng." jawab Key.


"ngomong-ngomong apa ini Jack?" tanya Julian.


"dibuka aja kak."


"wow.. tiket liburan ke maldives." seru Key.


"itu bukan liburan, tapi honeymoon. biar nanti kakak pulang kesini sudah bawa debay." seru Elsa semangat.


"sekali lagi makasih ya sayang." kata Key. "terus kamu kapan mau nyusulnya?" tanyanya.


"kalo Elsa mah tergantung Jackson kapan ngelamar nya kak." jawab Elsa lalu dia melihat kesamping tak ada Jackson disampingnya. lalu dia mengedarkan pandangannya dan mendapati Jackson sedang diatas panggung.


Elsa bingung dengan apa yang dilakukan Jackson kali ini. dia memegang mic dan berberbicara diatas panggung.


"Selamat malam semuanya. sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Julian dan Key. smeoga menjadi keluarga yang berbahagia. Dan terimakasih untuk abang Kevin yang sudah memberikan waktu aku berbicara disini. sebelumnya aku ingin seseorang untuk naik kesini. Nona muda kedua keluarga Diwangkara. Elsa Mega Angkasa. kumohon dengan sangat untuk naik keatas panggung ini." Elsa yang mendengar namanya disebut dengan perasaan yang bingung dan juga malu langsung naik keatas panggung berdiri disamping Jackson.


"Disini, diatas panggung ini. didepan para hadirin semuanya sebagai sakti bukti cintaku dengan Elsa, ingin melamar Elsa sebagai istriku." Jackson berlutut. "Elsa Mega Angkasa, disini, aku ingin melamarmu, aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anak ku. menjadi istri yang dengan senantiasa menemaniku disaat aku susah maupun senang. menemaniku sampai aku menutup mata. Elsa, Will you marry me?" kata Jackson yang mengeluarkan cincin berlian.


Elsa yang melihat langsung berkaca-kaca. Dia bahkan sudah tak bisa berkata-kata lagi. dia begitu kaget dan terharu sampai teriakan para tamu undangan menyadarkannya.


"Terima... Terima.. Terima.. " kata para tamu undangan.


"gimana Elsa?" kata Kevin lembut dibelakangnya.


"iya aku mau." jawabnya.


Semua yang mendengarnya bersorak gembira. terlebih ketiga keluarga dan teman-teman Elsa dan Jackson. mereka terlihat begitu bahagia.


Tapi tidak dengan seseorang yang ada di belakang sana. Evan dan Salsa menatap penuh kebencian. tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa. karena mereka sudah jadi miskin. beberapa hari yang lalu perusahaan Evan dinyatakan bangkrut dan keluarga Salsa pun terkena dampaknya.


****


Beberapa bulan setelah pernikahan Key dan Julian.


"Gimana keadaan sian?" tanya Elsa pada Arian.


"dia masih ditangani sama dokter. kalian tenang saja. sebentar lagi aku yakin anakku akan lahir." kata Arian percaya diri.


Ya mereka sedang berkumpul untuk menunggu kelahiran anak pertama Arian dan Sian. mereka dengan antusias bahkan sampai bolos saat diberi tahu Arian bahwa Sian segera melahirkan.


"sebelum lahiran bikin dulu yuk." kata Mark.


"enak aja asal bikin. nikah dulu." sahut Dion yang langsung mengetuk kepala Mark.


"yang pasti lamar dulu dong sayang. jangan janji doang." celetuk Meisya.


Mereka berempat kini memang sudah saling berpasangan. Rose dan Mark sedangkan Dion dan Meisya. mereka semua kini menjadi 4 pasangan. sedangkan Elsa dan Jackson sebentar lagi akan menikah.


Jackson sudah beralih menjadi CEO muda diperusahaan ayahnya. Sedangkan Elsa masih sibuk kuliah. dia akan wisuda sebentar lagi. disaat semuanya tengah beradu argumen, terdengar suara tangis bayi.


"Oeekkk.. oeekkk... oeekkk..."


Dokter pun keluar dari ruangan dengan wajah lelahnya.


"Selamat ya tuan Arian, anaknya sehat begitupula ibunya. anak anda perempuan." kata dokter itu.


"alhamdulillah.. saya bisa menjenguknya dok?"


"ohh boleh silahkan tapi yang lainnya jangan dulu ya." ucap dokter itu sembari memberi waktu Arian untuk bertemu dengan istrinya.


saat Sian sudah dipindahkan ke ruang rawat khusus ibu melahirkan, semuanya langsung berkumpul disana. bahkan para orang tua juga sudah datang.


"Gimana rasanya udah jadi mommy?" tanya Elsa pada Sian.


"senang banget rasanya masih kaya gak menyangka aja kalau aku sudah menjadi seorang ibu." jawabnya.


"sakit gak si?" tanya Meisya.


"sakit sih sakit tapi seketika hilang dan terbayar lunas saat melihat anakku."


"Ahh jadi pengen punya baby..." rengek Rose. "aman ya siapa?" tanyanya.


"namanya Sari Putri Mahendra." kata Arian yang sudah menyiapkan nama.


"Nama yang indah. sayang gak cowok. kalau cowok bisa aku jodohin sama anakku nanti.


" ya siapa suruh lo nikahnya telat."ejek Arian.


"Bukan gue yang telat nikahnya, tapi lo nya aja yang terlalu awal nikahnya." jawab Elsa sinis.


*****


**Halo readers.. maaf ya bagi kalian yang terus bertanya kapan aku update. aku usahakan akan update tepat waktu. tapi kalau untuk update tiap hari, maaf. aku tidak bisa. tapi seenggaknya aku usahakan update dua hari sekali.


Dimohon jangan tanya kapan updatenya sampai komen terus ya.. bagaimanapun aku punya kehidupan yang harus aku jalani. dan ini real life ku. aku punya pekerjaan yang harus aku kerjakan. aku juga punya suami dan anak yang harus aku urus. kadang aku sampai begadang untuk nulis bisa bisa update untuk kalian meski sebelumnya aku harus lembur karena dateline. jadi dimohon pengertiannya ya readers ku**