
Ya Elsa hanya menanggapi sebatas lalu saja. karena kalau dimasukin ke hati pun juga gak akan ada habisnya karena mulut orang lain bukan dia yang mengontrol.
"kak, ma, Elsa pulang dulu ya." pamit Elsa.
"pulang apa ke arena kamu?" tanya mama karena mama tahu ini malam minggu arena pasti ramai.
"hehe mama tau aja. boleh kan ma?" mohon Elsa.
"boleh.tapi pulangnya jangan malam dan pulang ke rumah." kata mama.
"siap ma. ya udah kalau gitu Elsa pamit dulu ya ma." kata Elsa langsung keluar pergi menuju motornya.
Elsa melajukan motornya menuju arena balap. di lampu merah lagi - lagi dia melihat seseorang yang mirip dengan Evan. dia memicingkan matanya dan melihat Evan sedang mencium kening seorang wanita didalam mobil itu. dan lagi - lagi dia meyakinkan kalau Evan masih ada di Ausie dan akan pulang minggu depan.
Elsa kembali melajukan motornya menuju arena balap dan menghilangkan pikiran tentang Evan maupun Jackson. tapi saat kembali dia teringat Jackson, hatinya terasa sakit mengingat sampai sekarang tak ada kabar darinya.
Ditempat lain didalam sebuah mobil.
"yang, kapan kamu mau nikahin aku." rengek seorang wanita kepada pacarnya. wanita itu bernama Salsa.
"sabar sayang, kamu kan tahu, aku sedang usaha mau dapetin harta Elsa baru kita akan menikah." kata cowok itu, Evan.
"tapi aku sudah bersabar dari SMA lho sayang. dan sekarang aku satu kampus dengan cewek nyebelin itu." kata Salsa.
"tenang sayang. pokoknya aku mau bikin Elsa makin jatuh hati sama aku dulu baru nanti kita kuras hartanya. buat malam ini aku gak pulang ke apartemen kamu ya, aku mau pulang ke apartemen Elsa aja. biar seolah bikin kejutan dia. gak papa kan?" kata Evan.
"tapi bener ya, kalau udah dapat hartanya kamu tinggalin dia." rengek Salsa.
"iya sayang. ya udah kamu masuk gih nanti dicariin papa kamu. salam buat papa mama kamu ya." kata Evan.
"peluk cium dulu yang." manja Elsa yang langsung memeluk dan mencium bibir Evan dengan nafsunya. Evan menghentikan ciuman itu.
"udah ya sayang, nanti aku kebawa suasana gimana. gagal rencana kita." kata Evan.
"iya sayang. semangat sayang. muach" kata Salsa lalu keluar mobil meninggalkan Evan. dan Evan pun langsung melajukan mobilnya menuju apartemen Elsa yang memang sudah Elsa beritahu alamatnya.
***
Ditempat Elsa.
"ma, Elsa pulang ke apartemen aja ya. Elsa capek pengen langsung tidur. Apartemen Elsa kan lebih deket. takut Elsa gak kuat nyetir ma." kata Elsa saat menelfon mamanya.
"makasih ma." tutup Elsa.
Dengan sedikit terseok Elsa pulang melajukan motornya ke apartemen. diapun sedikit tertatih saat berjalan menuju kamar apartemennya. tanpa semangat dalam dirinya.
Namun saat membuka pintu apartemennya, dia langsung bersemangat tatkala ada seseorang disana. pria itu membawa se bucket bunga ditangannya dan merentangkan tangannya ingin memeluk Elsa.
"surprise... " teriak Evan.
"Kak Evan." kata Elsa kegirangan langsung berlari memeluk Evan dengan erat. "katanya minggu depan. kok udah pulang aja sekarang. dan kenapa gak telfon Elsa biar bisa Elsa jemput kak." kata Elsa bergelayut manja dalam pelukan Evan.
"sengaja sayang. emang mau kasih suprise kamu. tapi kamu seneng kan?" kata Evan.
"seneng banget." kata Elsa sambil mengeratkan pelukannya.
"terus kakak dapat hadiah apa nih? gimana kalau kamu masakin kakak, sebagai hadiah penyambutan kakak." kata Evan.
"baiklah kak, dengan senang hati." kata Elsa lalu beranjak pergi ke dapur sedangkan Evan tersenyum penuh arti melihatnya.
Sudah hampir matang saat Elsa memasak, Evan berjalan pelan dan langsung memeluk Elsa dari belakang. membuat Elsa sedikit terlonjak kaget.
"kak Evan. bikin kaget aja." kata Elsa tapi Evan hanya diam saja, justru semakin mengeratkan pelukannya dan menciumi tengkuk Elsa. "Apaan sih kak geli. aku gak mau ya kakak kaya gini. lepas ihh." ucap Elsa.
"Kamu mah gitu ya. kan sebentar lagi kita bakal menikah. masak gini aja gak boleh."
"No!"
***
Ditempat Jackson.
"wah gak nyangka kalau orang yang sudah memberiku keuntungan dalam perusahaan adalah orang yang akan menjadi adik iparku nanti." kata Kevin.
"ahh bang Kevin bisa aja. tapi bang, jangan bilang sama Elsa ya bang. aku mau kasih kejutan buatnya saat pernikahan Kak Key 2 bulan lagi." kata Jackson.
"udah kamu Terima beres aja. pokoknya kamu bakal jadi nikah sama Elsa." kata Kevin. "lagipula dari awal abang juga gak setuju kalau dia ada hubungan sama Evan. karena abang tau Evan itu orang seperti apa. tapi biarlah Elsa saja yang mengetahui lewat matanya sendiri. abang tak mau membuat dia sedih kalau abang memberitahunya sekarang." lanjutnya.
"iya bang, semoga masih sempat ya bang buat Jackson dapatin Elsa." kata Jackson.
"sempat. karena Elsa lebih mendengarkan omonganku daripada mama atau papa, terlebih omongan Key. jadi kalau abang tak merestui, Elsa tak akan pernah menikah dengan siapapun selain orang yang abang restui. dan orang yang abang restui itu kamu, Jackson."