That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Pesta



"Siapa perempuan itu sampai kamu begitu peduli dengannya ketika dia berlari dan menangis?" tanya Elsa to the point langsung pada intinya.


"Siapa perempuan yang kamu maksud itu sayang? apa itu selingkuhannya Jackson?" tanya Tomy dengan mata melotot.


"Selingkuhan? apa benar dia selingkuhan kamu sayang?" tanya Elsa lagi yang kini hampir menangis.


"bukan sayang, dia bukan selingkuhanku. dia Bianca. dia teman dari masa kecilku. dulu rumah kita berdekatan, tapi saat umur sepuluh tahun dia pindah ikut bersama mamanya karena papanya pindah ke Mexico. kita bertemu lagi disekolah. dan kemanapun kita selalu bersama sampai suatu ketika rasa suka ku kepada Bianca melebihi seorang sahabat. namun aku kecewa saat dia berpacaran dengan George, seorang berandalan kampus yang cuma mau mengeruk harta kekayaan Bianca. hingga tragedi mama Bianca kecelakaan dan meninggal. selang sebulan perusahaan keluarga Bianca jatuh ke tangan George dan membuat kakek neneknya ikut menyusul mama Bianca. pada akhirnya Bianca dibawa oleh papanya ke Mexico. meninggalkan aku tanpa penjelasan." jelas Jackson.


"dan saat dia kembali sekarang, apa kamu masih mencintainya?" tanya Elsa dengan linangan air matanya.


"Tidak! aku tadi membawanya pergi karena ingin menjelaskan kepadanya kalau aku sudah memiliki kamu. aku sudah mencintai kamu dan tak ingin melihat dia lagi. jadi kamu jangan berpikiran negatif dulu denganku. kalaupun aku mungkin masih dekat dengannya, tapi itu hanya sebatas teman. tak ada perasaan apapun selain perasaan teman kepadanya." kata Jackson.


"Untuk saat ini aku percaya dengan kamu. tapi kalau kedepannya aku sampai melihat kamu ada hubungan lebih intim dengannya, aku tak segan untuk keluar dari hidupmu." kata Elsa serius.


"Aku janji, aku gak akan mengecewakan kepercayaan kamu sayang." kata Jackson yang langsung memeluk Elsa dengan mesra.


Kini Rahma dan Tomy tahu apa yang sebenarnya terjadi. apa yang menjadi permasalahan kenapa menantunya bisa berakhir di rumah sakit.


****


Dirumah Bianca.


"Bagaimana kamu sudah mendapatkan apa yang aku suruh tadi?" tanya Bianca pada Harry.


"Elsa Mega, seorang mahasiswa S2 di Korea. dia tinggal bersama kakak kembarnya. karena kedua kakaknya sudah menikah, jadi dia kembali ke Indonesia tinggal bersama kedua orang tuanya. dia anak terakhir dari keluarga yang tergolong keluarga Kaya di Indonesia." kata Harry menjelaskan tentang hasil cariannya.


"Apa ada yang spesial dari dia?"


"Ada Nona. dia tergolong mahasiswa jenius dengan otaknya yang cemerlang juga dengan keahlian taekwondo turunan dari mamanya. Dia juga punya mantan kekasih bernama Evan, tapi setelah putus dengan Elsa, Evan pergi tanpa jejak." lanjutnya.


"sungguh menarik. ternyata rival ku begitu menarik." kata Bianca sambil tersenyum picik.


****


Dua hari setelahnya, Bianca membuat sebuah pesta mewah di sebuah gedung ternama. dia membuat pesta mewah untuk kembalinya dia ke Amerika. dia mengundang seluruh keluarga Jackson. Dan dengan terpaksa, Elsa pun ikut pergi kesana.


Ting.. ting.. ting..


"Terimakasih kepada kalian semua yang sudah datang ke pesta ini. Hari ini pesta untuk menyambut papa saya yang sudah kembali ke Amerika setelah hampir lima belastahun berada di Mexico. Semuanya, selamat menikmati pesta." kata Bianca sembari tersenyum penuh arti.


Di tengah-tengah pesta, Elsa kehilangan Jackson. dia akhirnya menghampiri Ayah Bundanya.


"Ayah, Bunda. tahu dimana Jackson? tadi aku tinggal Jackson sebentar dan tak melihatnya saat kembali." tanya Elsa penuh dengan kekhawatiran.


"Yah sama Bunda juga tak melihat dia. coba kamu tanya sama Bianca disana." kata Bundanya.


Elsa langsung berjalan kearah Bianca. awalnya dia yakin kalau ini ulah Bianca. tapi ternyata dia berfikiran keliru karena dia melihat Bianca disana.


"Bi, kamu tahu suamiku?" kata Elsa menekan kata Suami.


"Suamimu? aku tak melihatnya. bahkan dari tadi aku hanya bertemu sekali. ohh iya, aku lupa. dia gak suka keramaian. mungkin saat kamu tak ada disisinya dia pergi keluar atau bahkan pulang. dulu dia sering banget meninggalkan aku saat pesta seperti ini. karena tak suka dengan keramaian." kata Bianca pasti.


"ya sudah kalau begitu. terimakasih." akhirnya Elsa percaya dan membawa Ayah Bundanya pergi untuk mencari suaminya. Namun dua jam mencari tak kunjung bertemu akhirnya Elsa pulang bersama kedua orang tuanya.


Sedangkan Jackson tengah terbangun dari tidurnya. dia bingung kenapa dia berada disebuah kamar. dan terdapat suara tangisan seorang gadis disampingnya. Jackson kaget melihat tubuhnya dan tubuh gadis itu polos tak memakai sehelai pakaian pun. Namun dia lebih kaget melihat siapa gadis yang ada di sampingnya.


"BIANCA!"


"kamu jahat Jack, kamu jahat. aku gak nyangka kamu akan melakukan ini denganku. aku tahu aku memang sudah tidak suci setelah berpacaran dengan George. tapi aku juga gak akan sembarangan melakukan hubungan suami istri dengan cowok manapun. terlebih dengan kamu yang sudah mempunyai istri. meskipun aku memang mencintaimu, tapi aku ingin mendapatkanmu dengan jalan yang benar bukan dengan cara seperti ini." kata Bianca sembari menangis.


"apa yang kamu bilang? aku gak mungkin menyentuhmu." elak Jackson.


"lalu kalau kamu tidak menyentuhku, kenapa kamu bisa berada didalam kamarku? ini kamarku Jack." kata Bianca.


Dan Jackson lmelihat sekeliling dan ternyata benar, dia berada di dalam kamar Bianca. dia masih ingat semua tata letak kamar Bianca karena dia sering berkunjung dan masuk ke kamar Bianca.


"aku tak ingat apapun Bi. aku gak tahu kenapa aku bisa ada disini. kepalaku pusing." kata Jackson memegang kepalanya.


"Aku tadi melihat istrimu mencarimu. dia pulang setelah selama dua jam mencarimu. sesaat sebelum pesta selesai. dan saat aku pulang masuk ke kamar, aku melihatmu dan kamu langsung menyerangku. memaksaku untuk melayani nafsumu." kata Bianca.


"aku tidak mungkin melakukan itu. sebelum semuanya pasti, aku harap kamu tak pernah memberitahukan masalah ini kepada Elsa. dia sedang hamil." kata Jackson dan langsung memakai pakaiannya dan langsung pergi meninggalkan Bianca yang masih menangis sambil memeluk lututnya sendiri.