
Sejak Elsa keluar dari rumah itu, sekalipun Elsa tak pernah mendapat kabar dari Jackson walaupun hanya sekedar pesan menanyakan sedang apa seperti yang dulu selalu Jackson lakukan kalau sedang jauh dengannya. Tapi sampai sekarang sudah seminggu, tak pernah sekalipun Jackson menanyakan kabarnya.
Drrrttt ddrrrttt
Elsa melirik ke hpnya yang sudah berhari-hari tak pernah ada pesan masuk. keluarganya pun lebih memilih menghubunginya lewat Max karena ingin menghargai kesendirian Elsa. apalagi sang mama tak bisa memaksa Elsa untuk pulang.
Alexa tahu, kalau Elsa lebih memilih pulang kerumah saudaranya bukan kerumah orang tuanya, berarti dia tak mau merepotkan kedua orang tuanya. dia ingin menyelesaikan sendiri masalahnya.
Tapi orang tua mana yang tega membiarkan anaknya menjalani hari dengan buruk. apalagi sakit hati yang Elsa rasakan pasti sampai kapanpun tak akan pernah bisa disembuhkan.
Elsa mengangkat hpnya. terlihat ada sebuah notif pesan dari nomor yang selama ini Elsa harapkan. yaitu dari Jackson.
📲Suami💕
Temui aku malam ini di Bean Resto. Ada hal penting yang harus aku katakan.
Elsa sedikit tenang melihat pesan dari suaminya itu. dia ingin sekali langsung kesana dan menemui suaminya. bahkan saking senangnya dia tak melihat kalau ada Max yang memperhatikan Elsa sedari tadi. bahkan sampai saat Elsa melompat lompat seperti anak kecil hingga tak sengaja menabrak Max yang berdiri mematung.
"awww.... Elsa...."
"aduh sorry kak sorry. sakit ya kak?"
"udah tahu sakit masih aja nanya."
"sakitan mana sama ditinggal kak marian?" tanya Elsa membuat Max langsung bungkam. tak dapat dipungkiri kalau Marian masih ada didalam hatinya.
"tuh kan kak, kakak itu masih suka bahkan cinta sama Kak Marian. kenapa gak kakak kejar aja sih cinta kakak?"
"untuk apa kakak kejar dia kalau dia tak bisa menerima darah dagingnya sendiri Els. biarlah kakak sendiri. kakak lebih bahagia sendiri hanya hidup bersama Leon. toh selama ini Leon juga tidak pernah menanyakan ibunya. terlebih setelah adanya kamu disini, Leon jadi merasakan punya ibu." kata Max dengan ekspresi sendunya.
"aku akan selalu jadi Mommynya Leon sampai kapanpun kak." kata Elsa sambil memeluk Max.
Tiba-tiba...
"Mommy kenapa meluk papi? apa papi buat nakal lagi mom?" celetuk Leon yang melihat Elsa memeluk Max.
"iya, papi kamu nakal karena tidak mau mencarikan mami baru buat kamu." kata Elsa sambil mengusai rambut Leon.
"buat apa Leon punya mami lagi. kan udah ada Mommy Elsa yang mau jadi Mommy Leon." kata Leon.
"Gak.. papi gak boleh menikah. aku gak mau punya mami baru. aku cuma mau Papi Max, Mommy Elsa dan Daddy Jack. kenapa Mommy bilang seperti itu? apa Mommy sudah tak sayang Leon lagi?" kata Leon sambil menangis.
"sayang, sssttt... maafin mommy ya. bukan maksud mommy begitu. mommy sayang sama kamu. iya mommy janji. gak akan biarin papi kamu mencarikan mami baru buat kamu. mommy janji sayang." kata Elsa memeluk Leon. pemandangan itu tak luput dari Max yang terharu melihat tingkah anaknya yang begitu menyayangi tantenya itu.
***
Satu minggu setelah Elsa bertemu dengan Jackson di Bean resto, itu pertemuan Elsa yang terakhir dengan Jackson. ternyata hari itu Jackson memberikan sebuah undangan pernikahan. undangan itu bertuliskan Bianca Matthew sebagai pengantin wanitanya. dan Elsa sudah bisa menduga siapa yang akan menjadi mempelai lelakinya.
"Kamu yakin akan datang ke acaranya?" tanya Key yang mampir keapartemen Max dengan Julian.
"Entahlah kak. tapi kata Jackson, disana nanti akan ada pengumuman penting yang mengharuskan aku untuk datang. dia mengharapkan aku untuk datang kak." kata Elsa dengan wajah sendu memandangi cermin didepannya.
"baiklah.kakak akan menemani kamu. ada mama juga yang menemani disamping kamu. nanti kalau kamu ingin menangis, menangislah. hatimu akan terasa sakit kalau kamu tidak mengeluarkan air mata." kata Key menguatkan Elsa.
"baik kak."
Akhirnya Elsa datang bersama Max, key dan Julian. sedangkan para anak bersama Zahra dan pengasuh Leon berada dimobil belakang bersama dengan bodyguard dan supir kepercayaan Max untuk menjaga para malaikat kecil.
Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di gedung tempat pernikahan Jackson dan Bianca dilaksanakan. Elsa terlihat takjub dengan dekorasi semuanya. terlihat begitu mewah dan begitu meriah.
Bahkan pesta ini lebih meriah daripada pesta pernikahanku dengannya. segitu cintanya kah kamu sama Bianca, Jack? kata Elsa dalam hatinya.
Melihat Elsa yang hanya berdiam diri saat memasuki gedung, Max yang menggandeng Elsa pun mengelus tangan Elsa dengan kasih sayang. dia tak ingin adik tercintanya itu terlihat rapuh didepan orang yang menyakitinya.
Elsa ikut bergabung bersama kedua orang tuanya dan juga kedua mertuanya. Elsa duduk diapit diantara Alexa dan Rahma. mereka berdua saling memberikan ketenangan batin untuk Elsa agar emosinya tak meluap.
Sedangkan anak-anak duduk bersama dengan yang lainnya. berada di meja yang duduk terpisah dengan Elsa. seketika suasana menjadi hening tatkala kedua mempelai masuk beriringan.
Jackson terlihat tampan dan Bianca juga terlihat cantik. Elsa tak bisa memungkiri kalau memang Bianca terlihat begitu cantik. bahkan dia terlihat seperti putri kerajaan. Jackson bagaikan pangerannya.
Hingga pengucapan janji suci pun diucapkan.
"Saudara ......... bersediakah engkau menjadi suami Bianca Matthew?"
"Bersedia."
"Tunggu!!" teriak Bianca.