That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Keluar Rumah Sakit



"ohh jadi kamu rela aku hukum karena ninggalin aku tanpa kabar selama ini?" sebuah suara yang membuat semua yang ada disana kaget. terlebih Jackson.


Mereka menatap Elsa yang masih memejamkan matanya perlahan mulai membuka matanya. dia tersenyum lebar melihat wajah Jackson yang ternyata selama ini dia rindukan.


"kamu sudah sadar sayang?" tanya Alexa.


"apa yang sakit sayang? apa yang kamu rasakan?" berondong Elvano.


"kakak panggilin dokter ya sayang." kata Key.


"Kamu mau apa? mau makan apa? atau mau barang limited edition keluaran terbaru apa? atau mau mobil baru? motor ducati atau mau apa abang belikan." kata Kevin membuat Elsa tertawa mendengar semua yang mereka katakan.


"kalau Elsa bilang ingin pabriknya aja gimana bang?" kata Elsa sambil menahan tawanya.


"yah kalau itu sih susah dek." jawab Kevin dengan sedikit lesu.


"kalau abangmu gak bisa beliin aku yang akan beliin pabriknya buat kamu." kata Jackson mantap.


"gak usah Elsa cuma bercanda aja. ya habis Elsa baru sadar bukannya ditanyain apa yang sakit malah ditawarin barang. ya kan aneh bang. sekarang Elsa cuma merasa sedikit pusing aja." kata Elsa sedikit memegang kepalanya. kini giliran orang tua Jackson yang khawatir.


"Dok, Dokter.. kesini dok. menantu saya sudah sadar dan dia merasa pusing Dok, Dokteeeeerrr." teriak Tomy didepan pintu kamar Elsa membuat para perawat yang menunggu dilantai itu langsung memanggil Dokter Ridwan yang merawat Elsa.


"ternyata ayah bisa panik juga ya bund." kata Jackson.


"ya begitulah ayahmu nak. cuma dia seringnya gengsi aja kalau mau khawatir." kata Rahma sambil melirik Tomy.


"kamu kok bisa ada disini sih? bukannya kamu ikut menetap diluar negeri sama orang tua kamu ya?" tanya Elsa setelah dokter memeriksa semua keadaan Elsa. yang lain kini tengah istirahat tidur karena sudah hampir pagi.


"aku dapat kabar dari Bang Kevin kalau kamu kecelakaan jadi aku langsung terbang kesini." kata Jackson sambil menggenggam tangan Elsa.


"kalau dengan cara ini kamu bisa balik, kenapa gak dari 2bulan yang lalu aja ya aku kecelakaan biar kamu bisa balik kesini dan perhatian sama aku." kata Elsa menerawang.


"Maaf, bukan maksud aku mau ninggalin kamu. aku cuma mau nunjukin ke kamu bahwa aku juga bisa sukses bahkan bisa lebih membanggakan dari seseorang dimasa lalumu itu." kata Jackson serius membuat Elsa semakin merasa bersalah.


Jadi ini alasan kamu pergi meninggalkan aku? batin Elsa.


"aku minta maaf, bukan maksud aku buat bandingin kamu sama dia. cuma aku masih belum benar-benar bisa melupakan dia." kata Elsa sedih.


"berarti, aku berada disini menungguimu merawatmu, kamu masih belum melihat aku?" kata Jackson dan hendak melepaskan genggaman tangannya namun Elsa menahannya.


"itu dulu. kalau sekarang aku bilang sama kamu kalau aku sudah melupakan dia, apa kamu akan terus berada disini bersamaku?" kata Elsa menahan isak tangisnya.


"aku yakin. yang aku inginkan sekarang hanya kamu. tak ada yang lain dari masa lalu." kata Elsa mantap dan meneteskan air matanya.


"terimakasih sayang" kata Jackson yang langsung memeluk Elsa. "jadi mulai hari ini kita pacaran lagi ya." kata Jackson sambil mengecup puncak kepala Elsa. sedangkan Elsa mengangguk dalam pelukan Jackson.


Dari tempat mereka ada sepasang mata yang mengawasi mereka. sepasang mata yang begitu bahagia melihat adiknya bisa tersenyum. siapa lagi kalau buka Kevin. dia yakin bahwa Jackson bisa melindungi Elsa. Kevin yakin Jackson gak akan menyakiti Elsa.


*****


Seminggu berlalu kini Elsa sudah bisa kembali pulang kerumahnya. tapi dia belum dibolehkan untuk mengendarai kendaraan sendiri. dan dia juga belum boleh beraktivitas berat.


"Ma, Pa.. Elsa pengen pulang ke apartemen aja Ma, Pa. Elsa pengen tinggal disana." rengek Elsa.


"gak, gak boleh. siapa yang akan melayani kamu disana?" tolak Elvano.


"kan bisa bawa pelayan kepercayaan Elsa nanti Pa." kilah Elsa.


"gak boleh. kalau papa mama bilang gak boleh kamu harus nurut." kata Alexa tegas. dia hanya gak mau putrinya kenapa-kenapa lagi.


"Abaaaannng...." rengek Elsa pada Abangnya.


"boleh." kata Kevin membuat mata kedua orang tuanya melotot. sedangkan Elsa kegirangan. "Tapi..." lanjut Kevin.


"tapi apa lagi bang?" kata Elsa hendak memulai protesnya.


"Tapi kamu harus tinggal sama Jackson. abang gak mau kamu tinggal sendiri disana. yang ada Evan bakalan sering kesana." tegas Kevin.


"nah itu papa sama mama setuju. iya gak ma?" kata Elvano menyetujui saran Kevin ditambah dengan anggukan Alexa.


"tapi bang.."


"milih tinggal di apartemen sama Jackson atau abang bawa kamu keluar negeri buat pemulihan kamu tapi disana abang kurung kamu gak boleh keluar kamar?" kata Kevin dengan nada mengancam. Elsa tau yang dimaksud dikurung itu dia tak akan boleh keluar barang sejengkal pun dari kamar.


"baiklah, Elsa akan tinggal barengan sama Jackson." kata Elsa lesu.


"udah dik tenang aja. kalau Jackson ngapa-ngapain kamu, Kakak punya cara jitu agar dia jera. sini kakak bisikin." kata Elena, istri Kevin. "gimana, itu dulu juga bisa kakak jadikan tameng buat abang kamu." katanya lagi sambil melirik Kevin.


"wah ide bagus kak. kakak emang yang paling the best." kata Elsa sambil menertawakan Kevin.