That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_36



Semenjak kejadian malam itu, Angela semakin susah mengendalikan anaknya. dia merasa anaknya semakin membangkang dan hanya selalu berkata "andai ada Ayah.. " kalimat itulah yang selalu dilontarkan. saking memikirkan apa yang dikatakan Princess, Angela sampai tak fokus untuk bekerja.


"Maaf Madam. dibawah ada sebuah perusahaan dari luar negeri yang ingin bekerja sama dengan anda. kata resepsionis dia ngotot ingin bertemu dengan anda. katanya dia mengenal anda makanya saya juga tak berani mengusirnya Madam." kata Pricilla sekretaris nya.


"siapa namanya kalau boleh tau Pricilla?" tanya Angela balik.


"namanya Tuan Samudera dari Indonesia, Madam."


Mendengar itu Angela lalu mengalihkan pandangannya dari komputer didepannya. dia pun langsung menyuruh Pricilla untuk menyuruh Sam naik dan membawakan makanan serta minuman untuk menyambut Sam. entahlah, dia hanya merasa sedikit terlambat.


Pricilla yang tengah menyiapkan makanan untuk tamunya Angela sedikit bergosip dengan para OG yang ada di pantry. maklumlah, 75persen yang ada disini karyawan wanita.


"mbak Pricilla, bener ya tadi ada lelaki yang bertamu di ruangan Madam Queen? katanya ganteng banget?"


"Iya.. ganteng banget. dari luar negeri." sahut Pricilla.


"wah jangan - jangan pacarnya Madam." kata OG yang lain.


"wah iya tuh.." sahut satunya lagi.


"udah deh malah gosip. aku naik dulu aja takut ditungguin madam." kata Pricilla membawa pesanan sang Nyonya besar.


Pricilla masuk saat Angela sudah menerima Sam yang kini tengah duduk bersamanya di sebuah sofa yang ada diruangan itu.


"silahkan di minum tuan Sam. sudah jauh - jauh dari Indonesia, ada apa gerangan?" kata Angela.


"begini Madam Queen.. anda kan bergerak di bidang fashion kan?" tanya Sam.


"emm.. kalau untuk kantor induk tidak tuan. tapi untuk kantor cabang yang CEO nya Kak Leon, teman anda sendiri." kata Angela dengan profesional.


Selama delapan tahun, dia bisa perlahan menghapus cintanya dengan Sam. jadi dia bisa berperilaku seperti orang asing kepada Sam.


"Ohh kalau begitu, akankah saya salah datang kesini?"


"ohh tidak tuan Sam. anda tidak salah. karena meskipun kak Leon yang menjadi CEO nya, tapi keputusan itu juga saya ikut andil karena perusahaan yang dia pegang itu masih anak buah perusahaan saya."


"baiklah kalau begitu, saya akan bertemu dengan Leon dulu, baru nanti kita bahas bertiga."


"baik kalau begitu. emm.. tuan Sam selama disini menginap dimana?"


"ohh saya rencananya mau disini selama seminggu dan mau bermalam di hotel yang dekat dengan perusahaan anda."


"kenapa anda tidak menginap di rumah saya saja tuan? bagaimanapun tuan kan sahabat kakak angkat saya."


"ahh tidak perlu Madam. takut merepotkan."


"tidak tidak tidak.. dibelakang rumah utama ada juga rumah yang sering ditempati untuk para keluarga besar saya jika mereka berkunjung kesini dalam waktu lama. anda bisa memakainya. walaupun tidak besar."


"tidak perlu Madam. saya takut merepotkan. lagipula saya kan kesini untuk berbisnis bukan untuk berkunjung."


"sudah tidak apa-apa tuan. lagipula pasti Princess senang jika anda mau menginap. katanya semenjak kepulangan kalian kemarin, dia terlihat seperti kesepian dirumah."


"baiklah.. atas nama princess akan saya Terima tawaran anda madam." kata Sam. selangkah lebih maju mendekatimu, meskipun kamu bukan Angela. tapi akan kujadikan kamu Angela ku. batin Sam.


Cuma ini yang bisa bunda kasih untuk kamu Sayang.. semoga dengan adanya Ayah kamu, kamu tidak membangkang lagi. batin Angela. dia terpaksa meminta Sam untuk bermalam dirumahnya itu demi Princess.


Akhirnya Sam dan asistennya diantar oleh supir pribadi Angela, dan dibawa ke rumahnya. Sam menampilkan senyum terbaiknya untuk memikat Angela kembali. Namun Angela masih bertahan dengan muka datarnya. dia akan terus menutup kembali hatinya untuk Sam. dia tak akan mudah terjatuh untuk ketiga kalinya. cukup dia kali dia disakiti. dia tak mau sakit kembali.


***


Dikediaman Leon.


"Permisi Tuan.. Nyonya.." sapa seorang wanita yang terlihat seperti masih berumur dua puluh dua tahun.


"benar Tuan. perkenalkan nama saya Nabella. panggil saja saya Bella. saya utusan dari Madam Queen untuk menjadi ART dirumah Tuan dan Nyonya. mohon bantuannya." kata Bella sopan.


"baik kalau begitu, silahkan kamu kekamar kamu. kamu lurus aja, nanti ketemu dapur kamu lewat lorong di samping kulkas, disana ada empat kamar. kamu bisa pilih yang kosong. karena tiga lainnya milik pembantu yang lain, walaupun mereka tidak menginap disini tapi mereka juga membutuhkan kamar untuk istirahat nantinya." kata Leon lagi dengan ramah. sedangkan Diana hanya melihat dengan tatapan tak suka.


"baik Tuan. Terima kasih. kalau begitu saya permisi Tuan dan Nyonya.." kata Bella berlalu sambil membungkukkan badannya.


"silahkan."


Bella masuk kedalam kamarnya. dia berganti pakaian dengan pakaian ART yang diseragamkan seperti di rumah Angela. dia berpikir lagi pertemuan pertamanya dengan majikannya.


"Tuan Leon masih saja baik seperti dulu saat masih hidup bersama dengan Madan walaupun cuma baru beberapa hari. tapi buat Nyonya.. kenapa aku punya firasat kalau Nyonya itu bukan orang yang baik ya? meskipun tadi sebelum madam menyuruhku kesini, madam bilang kalau Nyonya diana itu baik. tapi kalau dilihat dari ekspresinya tadi, dia kayanya gak baik deh. ahh sudahlah.. sekarang kerja dulu. pasti Tuan dan Nyonya sudah selesai makan." kata Bella pada dirinya sendiri. lalu keluar untuk membersihkan meja makan.


Dia melirik sekilas saat melihat Leon dan Diana di ruang keluarga. dia mendengar kalau Leon berbicara sendiri dan kadang tertawa melihat tayangan tv. namun dia melihat kalau Diana tak meresponnya. Diana tak mengalihkan pandangannya dari benda pipih yang dipegangnya.


"Bella.. buatkan saya kopi ya." teriak Leon.


"ohh baik tuan."


Bella pun bergegas membuatkan kopi untuk Leon. dia membuatkan kopi seperti saat dia membuatkan kopi untuk ayahnya. dia selalu membuatkan kopi dengan creamy latte yang selalu disukai ayahnya.


"hem.. sudah lama aku tak membuat kopi. dirumah Madam tak ada yang menyukai kopi. semoga selera tuan seperti selera ayahku." gumam Bella.


Setelah sepuluh menit Bella menyajikan kopi tersebut dihadapan Leon. ini pertama kalinya dia membuatkan kopi untuk orang lain selain ayahnya. dia menunggu reaksi Leon saat meminumnya.


"wow... ini enak sekali. kamu pintar buatnya." kata Leon memuji Bella.


"serius tuan? Terima kasih tuan." katanya bahagia.


"lihat sayang.. kamu harus belajar dari Bella. dia bisa pinter banget buat kopinya. enak lagi." kata Leon kepada istrinya itu.


"untuk apa aku belajar membuat kopi?" tanya Diana tak suka.


"ya untuk melayani ku lah."


"kan udah ada Bella. ya biar Bella yang buatkan. kan memang itu yang harus dia lakukan. melayani kamu. dia kan ART." kata Diana.


"tapi kan kamu istriku sayang."


"lah itu tahu. aku ini istrimu bukan pembantu, jadi ya biar pembantu yang membuatkan kamu kopi dan melayanimu. apa gunanya ada pembantu kalau kopi aja masih aku yang membuatnya." kata Diana lalu beranjak pergi dari hadapan Leon.


Benar kan kalau Nyonya itu bukan orang baik, masak perkataannya pedas seperti itu. sungguh bukan istri yang cocok untuk tuan yang hatinya lembut selembut sutra. batin Bella.


***


Princess tengah bermain dengan anak para pembantu yang ikut tinggal bersama ibunya tatkala Sam sampai dirumahnya. Melihat kedatangan Sam, Princess lalu berlari dan memeluk Sam.


"Uncle..."


"Hai sayang... emm.. kangen uncle ya.." kata Sam mengusak gemas rambut Princess.


"iya uncle. uncle kesini mau menginap lagi kan dirumah Princess?" kata Princess.


"iya dong sayang. mulai hari ini sampai seminggu kedepan, uncle akan berada disini. jadi Princess akan bisa bermain dengan uncle selama seminggu ini."


"benarkah uncle? asyiiiiikkk... akhirnya aku bisa main sama uncle lagi. kalau begitu, weekend nanti kita ke taman bermain ya uncle."


"tentu sayang. kita juga bisa ajak bunda kamu juga biar dia gak kerja melulu."


"benar itu uncle. Princess setuju."


Mulai hari itu kebersamaan antara anak dan ayah itu terjalin lebih erat lagi. hanya Princess lah yang tahu kalau Sam itu ayahnya. sedangkan Sam masih menganggap kalau Princess itu anak rekan kerjanya sekaligus anak gebetannya. jadi dengan dia dekat dengan Princess, Sam yakin akan meluluhkan hati Queen. Angela nya.