
Jackson membawa keluarganya kembali ke Indonesia tepat setahun setelah kematian Max dan Zahra. namun ditahun kelima mereka disana, Angel memutuskan untuk meneruskan sekolah di New York. Awalnya Elsa menentang. terlebih Jackson.
Tapi karena bujukan kakaknya Key yang sekarang tinggal disana pun akhirnya Elsa dengan berat hati mengijinkan Angela untuk tetap tinggal. tapi itu bukan berati Angela bisa bebas. karena kakaknya Leon tak pernah membiarkan Angela bisa bebas di negeri orang tanpa pengawasan.
Akhirnya setelah enam tahun Angela disana, dia akhirnya wisuda juga. dan hari ini semua keluarga besar bertolak ke New York untuk menghadiri upacara Wisuda Angela. Angela terlihat bahagia.
"Dek, lihat, kakak bawa siapa?" kata Leon dan dibelakangnya terlihat Rere yang tersenyum dengan lebarnya.
"Rere..." kata Angela memeluk adik tercintanya itu. "kakak kangen sama kamu Re." ya selama ini jika keluarganya yang menjenguk Angela, Rere tak pernah ikut. entah kenapa semenjak penerbangan terakhirnya dari Amerika ke Indonesia waktu umur empat tahun, Rere tak pernah lagi mau naik pesawat. seakan akan dia phobia. oleh sebab itu dia jarang ikut berlibur keluar negeri. Tapi kali ini demi wisuda kakak tercintanya dia beranikan diri dengan mengikuti metode yang dia anggap berhasil.
"Rere juga kangen sama kak Angie. maafin Rere yang gak pernah jenguk kakak disini. tapi mulai hari ini, dimanapun kakak berada Rere akan selalu bisa jenguk kakak." kata Rere dengan senang.
"tapi kalau harus naik pesawat?" kata Angela.
"kamu tenang aja sayang, adik kamu ini sekarang sudah sembuh dari phobia pesawat. berkat dokter yang menyembuhkannya dengan terapi hipnotis akhirnya dia tak takut naik pesawat lagi." kata Elsa.
"syukurlah kalau begitu." kata Angela sekali lagi sambil memeluk adek tercintanya itu.
Tak terasa mereka sudah menemani Angela disana selama tiga hari dan sudah saatnya pulang. namun Angela masih belum mau pulang karena dia masih punya waktu selama dua bulan untuk bersenang-senang disini sebelum dia kembali ke tanah air.
"Baiklah kalau begitu kamu di apartemen hati-hati ya sayang. ingat kalau ada apa-apa telfon Mommy. soalnya aunty sama uncle lagi pergi selama tiga bulan dan kakak kamu juga ada dinas jadi jarang pulang." kaya Elsa.
"iya sayang. dan kalau ada apa-apa yang mendesak kamu bisa menghubungi Om Arnold di perusahaan Daddy disini." kini Jackson yang berbicara.
"iya Daddy, udah deh.. kalian berangkat aja. tuh pesawatnya udah mau berangkat. kalau sudah sampai hubungin ya." kata Angela melambaikan tangan mengantar kepergian keluarganya.
Saat hendak kembali ke parkiran, dia merasakan hpnya berdering. dia melihat notif pesan dari orang yang selama ini dekat dengannya. orang yang diam-diam dia cintai.
📲 Bang Sam😘
Ngie, kamu dimana? lagi sibuk gak? ketemuan yuk di cafe biasa. ada yang mau aku omongin.
📱Angela
Oke bang, setengah jam lagi Angel sampai. ditunggu ya.
Angel merasa bahagia. bagaimana tidak, selama dia disini, dia kenal dengan banyak lelaki, tapi hanya Samudera Surya Atmaja yang mampu meluluhkan hatinya.
Hingga kini akhirnya Angel melabuhkan hatinya untuk Sam, walaupun dia tahu kalau Sam tak pernah memiliki perasaan lebih selain menganggap Angela seperti adiknya sendiri.
***
Disisi seorang Samudera Surya Atmaja.
"Mau kemana lo bro? nemuin bucin lo lagi?" kata Tom.
"bucin apaan sih. gue cuma mau ngasih selamat aja buat Angela. soalnya pas dia wisuda kemarin aku sedang pulang ke Indonesia jadi aku tak bisa hadir di wisudanya." kata Sam membela.
"lo mau sampai kapan sih bikin Angela jadi tameng lo didepan keluarga lo? lo cinta kan sama dia?" kata Hans.
"ya gimana ya, sebenarnya gue cinta sama dia. tapi gue bingung, itu cinta sama pasangan atau sama adik. terlebih nih ya, gue juga sering bayangin sedang hubungan badan dengannya. tapi entah kenapa gue gak bisa sampai sekarang nyentuh sedikitpun tubuhnya. karena gue takutnya kalau perasaan gue ini cuma nafsu yang bakalan terkikis oleh waktu." kata Sam.
Sebenarnya Sam adalah laki-laki playboy. dia banyak sekali mengencani gadis yang mendekatinya dengan sengaja. bahkan tak jarang sang gadis pun yang menyodorkan dirinya untuk naik ke atas ranjangnya.
Tapi hanya Angela, gadis yang selalu bersamanya tapi sedikitpun tak pernah dia sentuh. dia selalu menganggap Angela anak kecil yang harus dia lindungi. tapi dia tak bisa pungkiri kalau dia juga sayang sama Angela. bahkan cinta. tapi dia takut kalau cintanya ini hanya sekedar cinta layaknya seorang kakak pada adiknya.
Setelah pergi dari hadapan Tom dan Hans, Sam lalu menuju ke sebuah cafe dimana dia janjian bertemu dengan Angela. dia menuju ke ruangan VVIP yang sering mereka pesan berdua. Sam menunggu dengan bermain HPnya.
Setelah Angela sampai, dia langsung turun dari mobil. tanpa bertanya pada pelayan, Angela tahu kalau Sam pasti sedang menunggunya diruang VVIP seperti biasanya. dia langsung menuju kesana. tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Angela langsung masuk berpapasan dengan pelayan yang telah mengantarkan makanan.
"Belum kok, Abang juga baru dateng." kata Sam yang mengangkat tangan kanannya untuk merangkul pundak Angela. jika dilihat dalam sekali lihat, mereka terlihat seperti pasangan yang tengah bermesraan.
"bohong. buktinya abang udah bisa pesan. kan berarti abang udah lama disini." kata Angela cemberut.
"yah ketahuan deh. udah ahh jangan cemberut gitu. bikin pengen cium tahu gak." kata Sam sambil mencubit hidung mancung Angela.
"Awww aww aww.. sakit bang. ishh.. abang mah.. KDRT ini namanya." kata Angela mengelus hidungnya yang memerah.
"KDRT darimana? emang abang suami kamu? atau kamu mau nikah smaa abang?" kata Sam menggoda.
Angela langsung membelalak matanya. jantungnya berdegup kencang. ingin rasanya dia menjawab iya, tapi dia sadar kalau dia tak ada dihatinya Sam. pikir Angela.
"nikah sama abang? gak mau ahh."
"lah kenapa gak mau?"
"takut di cakar sama kumpulan wanita pecinta abang." kata Angela sambil menyeruput jus melon nya.
"gak akan ada yang marah. mereka kan bukan siapa-siapa abang."
"iya bukan siapa-siapa kalau didepan umum. kalau di dalam kamar ya jadi sayangnya abang, babynya abang, honey nya abang. dan masih banyak lagi. sampai Angela geli dengernya."kata Angela bergidik ngeri. dia bersumpah pada dirinya sendiri tak mau disebut seperti itu kalau nanti memang beneran akan menjadi pasangan Sam.
Angela memang tahu kalau Sam sering main wanita. tapi yang disyukuri nya dia bukan merupakan salah satu dari wanita wanita murahan tersebut.
" ahh kamu bisa aja Ngie. ya udah kalau gitu sekarang kita ngamar aja yuk. biar aku bisa panggil kamu sayang."kata Sam menggoda lagi.
"ishh abang mah. sekali lagi abang goda Angela, Angel pergi nih. tadi katanya di suruh kesini karena mau ada yang diomongin. kenapa malah gombal melulu sih bang." kata Angela.
"iya iya Ngie. ini abang cuma mau ngasih ini." kata Sam sambil menyodorkan sebuah kotak perhiasan. "ini sebagai tanda minta maaf karena kemarin abang gak bisa nemuin kamu waktu wisuda, juga sebagai hadiah karena kamu sudah diwisuda. selamat ya Angela." kata Sam dengan manisnya.
Angel menerima kotak itu dan membukanya. dia melihat sebuah kalung yang begitu indahnya. Angela melihat liontin yang berbentuk huruf S yang melambangkan nama Samudera.
"makasih abang. kalungnya cantik. tapi kenapa inisialnya huruf S bang?"
"itu S untuk Samudera. biar kamu selalu ingat sama abang. abang tahu sebentar lagi kamu akan kembali ke Indonesia kan? sedangkan abang belum bisa menemanimu. karena abang harus disini dua tahun lagi untuk menyelesaikan kuliah abang." kata Sam setelah memakaikan kalung itu ke leher Angela yang putih dan indah.
"abang ngomong apa sih. udah kaya ngomong sama pacarnya aja tahu gak." kata Angela.
"emm.. Angela.."
"iya.." Angela menjawab dengan kening berkerut. dia tahu kalau Sam sudah memanggil namanya bukan nama panggilan kesayangan "Angie" seperti Rere, itu artinya akan ada sesuatu yang penting yang ingin Sam katakan.
"Abang cuma mau bilang, sebenernya abang sayang sama kamu. abang pengen miliki kamu. tapi abang gak bisa untuk pacaran. abang masih suka keluar malam. abang masih ingin bebas. apalagi menikah, abang belum punya pandangan. dan abang gak mau pacaran sama kamu. abang mau langsung nikahin kamu. tapi tidak sekarang. mungkin lima tahun, enam tahun atau bahkan sepuluh tahun lagi abang baru siap. kamu mau kan nungguin abang? mau kan nungguin abang sampai abang mapan dan siap nanti?" kata Sam.
Sebenarnya Angela bahagia mendengar itu. Angela bahagia karena ternyata Sam juga memiliki perasaan kepadanya. walaupun Angela harus menunggu bahkan mungkin sepuluh tahun lagi untuk bersama Sam, tapi Angela akan menunggunya.
"iya bang, Angela mau. karena sebenarnya Angela sudah lama menyimpan perasaan kepada abang." kata Angela malu-malu.
"kenapa gak bilang dari dulu sih Ngie.." kata Sam gemas dan mengacak rambut Angela.
"Angela takut kalau saat itu abang sedang menjalin hubungan dengan wanita lain. jadi Angela cuma bisa memendam aja. tapi sebenarnya yang bikin takut karena Angela takut ditolak sama abang." kata Angela menunduk.
"Udah sekarang yang penting kamu sudah tahukan perasaan abang? jadi kamu gak usah ragu lagi untuk bilang sayang sama abang. I Love You Angela." kata Sam menangkup kedua pipi Angela.
"I love you too Abang.." kata Angela tersenyum.
Perlahan namun pasti, Sam memberanikan diri mendekatkan wajahnya. dia memiringkan wajahnya dan perlahan mendekatkan bibirnya kepada bibir Angela. Angela yang mendapatkan perlakuan itu hanya menutup matanya. melihat Angela menutup mata Sam pun melanjutkan aksinya. dia mengecup perlahan bibir Angela. Hanya sebuah kecupan singkat. dia tidak ingin terbawa suasana dan menyakiti Angela nantinya.