
Kediaman keluarga Wang terlihat tenang karena semenjak Elsa hamil, rumah dibuat setenang mungkin jika sehabis jam makan siang agar si bumil bisa istirahat siang dengan tenang.
Ting.. tong..
Kebetulan Elsa sedang ada diteras samping. dia akhirnya membukakan sendiri pintu untuk tamunya karena para pembantu juga sedang sibuk untuk menyiapkan makanan pesanan bumil itu. Elsa membukakan pintu dan terlihat ada seorang gadis sedang membelakangi nya. dia melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala gadis itu, terlihat seperti orang yang berada.
"Maaf, anda cari siapa ya?" tanya Elsa sopan.
"Tan... loh? kamu siapa? ini masih rumah keluarga Wang kan?" kata Bianca yang terkejut karena biasanya jam segini jika dia datang kerumah Jackson pasti Rahma yang membukakan. tapi kening dia berkerut saat tahu kalau ada wanita lain yang membukakan pintu.
"iya benar ini rumah keluarga Wang. maaf anda siapa ya?" tanya Elsa lagi.
Namun belum sempat Bianca jawab, terlihat sebuah mobil memasuki pekarangan. dia Jackson. Jackson pasti selalu sempatkan pulang untuk bertemu dengan istrinya. apalagi setelah kehamilan istrinya mulai terlihat. bagi dia Elsa makin terlihat begitu sexy.
Bianca tersenyum melihat Jackson. terlebih saat Jackson juga tersenyum dan melambaikan tangan. namun Bianca tak sadar kalau senyum dan lambaian tangan itu dia arahkan untuk Elsa yang notabene sang istrinya.
"Halo sayang... i miss you.." kata Jackson yang langsung memeluk istrinya dan tak memperhatikan kalau ada Bianca, mantan sahabatnya disana. Namun ketika hendak mencium bibir istrinya, Elsa mendorong Jackson.
"emm.. sayang, ada tamu. tuh.." kata Elsa sambil menunjuk Bianca yang ada dibelakangnya.
Jackson kaget melihat Bianca, namun ekspresi muka Bianca tak kalah kaget. bagaimana bisa seorang Jackson yang dulu diam diam selalu mencintai dan melindungi Bianca kini sudah menjadi milik orang lain.
"BIANCA!" pekik Jackson.
"Jackson.." lirih Bianca.
"ohh kamu sudah kenal sayang? pantesan dia kaget saat aku bukain pintu. mungkin dia pikir ini sudah bukan rumah kamu. kalau gitu kenalin, namaku Elsa Mega. aku istrinya Jackson." kata Elsa sambil menyodorkan tangannya.
Bukannya membalas uluran tangan dari Elsa, Bianca justru berlari. dia pergi meninggalkan Jackson dan Elsa dengan linangan air mata. melihat itu, Jackson tanpa sadar langsung mengibaskan tangan Elsa dan berlari menyusul Bianca. setelah dapat menarik tangan Bianca, Jackson langsung membawa masuk Bianca ke dalam mobilnya dan pergi dari rumah itu meninggalkan Elsa yang kebingungan dengan sikap Jackson dan juga dia berfikir, ada hubungan apa diantara mereka berdua. bahkan untuk pertama kalinya dia diperlakukan seperti itu oleh Jackson.
Tak terasa air matanya menetes. dia masih terpaku, berharap apa yang dia lihat kalau Jackson membawa pergi wanita lain itu hanya mimpi. hingga sebuah tepukan dari Rahma dan Tomy yang baru saja pulang menyadarkannya. dia langsung menangis sejadi-jadinya dan merengkuh bundanya.
"Bunda..." namun suaranya seperti tak ada tenaga. seketika dia langsung pingsan membuat ayah bundanya kebingungan dengan apa yang terjadi kepada Elsa.
****
Ditempat Jackson dan Bianca.
Jackson membawa Bianca ke sebuah taman. dia menarik paksa tangan Bianca dengan kasar agar mau keluar dari pintu.
"Kapan kamu kembali?" tanya Jackson dingin.
"Aku menikahinya belum ada dua bulan. dan kenapa kamu justru muncul disaat aku sudah menikah?" kata Jackson sambil mengguncangkan pundak Bianca.
"kenapa kamu bilang begitu. kamu seharusnya senang karena kamu sudah bertemu dengan aku Jack." kata Bianca kasihan.
"justru aku lebih senang kamu tak pernah kembali lagi kesini. karena aku sudah melupakanmu." kata Jackson membelakangi Bianca.
"aku gak percaya. aku tahu kamu cinta mati sama aku. aku tahu, aku cinta pertama kamu. aku tahu kamu playboy juga cuma untuk pelampiasan karena aku telah lebih dulu bersama George. iya kan?" kata Bianca meremehkan Jackson.
"apa maksud perkataanmu?" kata Jackson dingin.
"aku ingin kamu kembali mencintaiku. aku ingin kita bersama. aku sadar kalau aku kini mencintaimu Jack."
"atas apa yang sudah kamu lakukan dengan aku, kamu bilang kalau kamu ingin kita bersama? jangan pernah kamu berharap untuk bersama denganku, karena aku tak akan pernah berpisah dengan istriku. dan sekali lagi aku melihat kamu datang kerumahku atau menemui istriku, tak akan aku biarkan kamu hidup tenang. camkan itu Bianca Matthew." kata Jackson dengan muka memerah menahan amarah dan langsung masuk kedalam mobil pergi meninggalkan Bianca sendiri yang menangis sesenggukan.
Apakah aku benar-benar sudah telat untuk memilikimu Jack? tidak.. tidak.. kamu harus jadi milikku. batin Bianca bertekad untuk membuat Jackson kembali mencintainya.
****
Didalam perjalanan, Rahma menelfon Jackson.
"Halo Bunda, ada apa?"
"Nak, Elsa masuk rumah sakit. tadi dia nangis sampai pingsan. kamu kesini ya. bunda membawa Elsa ke rumah sakit keluarga kita."
"Baik bunda, Jackson segera meluncur kesana." kata Jackson yang langsung membanting stir menuju ke rumah sakit keluarga Wang.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. dia begitu khawatir. dia tak mau anaknya kenapa - kenapa. terlebih dia baru sadar kalau tadi saat dia mengejar Bianca, dia menghempaskan tangan Elsa dan berlalu meninggalkan Elsa sendiri tanpa memberi penjelasan.
"sungguh bodoh.. bodoh.. bagaimana kamu bisa kehilangan kesadaran akan adanya Elsa disamping mu Jack. kalau sampai anak dalam kandungan Elsa kenapa - kenapa aku tak bisa memaafkan diriku sendiri." ucap Jackson sembari memukul stir nya.
Begitu mobil memasuki halaman parkir rumah sakit. Jackson langsung berlari menuju keruangan VVIP lantai paling atas. dia tak sulit menemukan ruangan dimana Elsa dirawat. karena ruangan VVIP paling atas hanya untuk keluarga Wang dan kerabatnya.
Dia langsung masuk kedalam ruangan dimana Elsa dirawat. melihat Elsa sudah sadar dan sedang disuapin oleh bundanya, membuat Jackson bernafas lega. dia langsung berhamburan memeluk Elsa. menghadiahi gadis itu ciuman dalam seluruh wajahnya.
"sayang maafkan aku. maaf aku tadi sudah meninggalkanmu. Maaf aku tak memberimu penjelasan terlebih dahulu. maaf aku suami yang bodoh yang hampir menyelakakan anak kita. maafin aku sayang.. maafin aku." kata Jackson yang menatap istrinya penuh rasa bersalah. bahkan dia sudah mulai menitikkan air mata.
Melihat Jackson bersungguh-sungguh, dia sedikit terharu. tapi dia masih ingin tahu tentang kejelasan ada hubungan apa antara Jackson dan gadis yang bernama Bianca itu.