That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_33



Berita pernikahan Leon dan Diana tersebar luas di NYC. bahkan setiap media informasi mengunggah informasi tersebut. berita tersebut juga ikut masuk kedalam negeri karena Leon masih salah satu penerus keluarga Angkasa juga.


Berita tersebut tak luput dari telinga Rey dan Sam. mereka pun menghubungi Leon yang sekarang masih ada di NYC.


📲 Halo Le...


📱Ohh hai Rey... gimana kabar lo sama abang lo? udah Terima undangan dari gue kan?


📲 Jadi serius lo mau nikah?wah selamat ya bro.. akhirnya nikah juga. iya,gue pastiin gue sama abang gue dateng. keluarga Franky juga pasti akan datang. tapi sorry nih gak bisa lama disana nantinya. karena gak bisa bawa anak jadi gak bisa lama disana.


📱Iya gak papa. nanti kapan-kapan kita yang akan pulang kampung. udah kangen nih sama kalian.


📲 Sama,gue juga. abang gue pasti seneng bisa bertemu sama lo.


📱Ya udah kalau gitu nanti kita sambung lagi.gue sibuk nih. salam ya buat semuanya.


📲 Okey bro. sukses ya sampai hari H. sampai ketemu besok.


Rey mematikan sambungan telfonnya. Leon pun kembali memasukkan HP nya dalam kantung bajunya. dia membalikkan badan hendak pergi dari balkon. namun langkahnya terhenti saat melihat Angela berdiri di depannya. dia menatap Angela dengan tatapan penuh tanya. sedangkan Angela menatapnya dengan mata yang memerah.


"kakak habis telfon sama bang Rey ya.." tanya Angela.


"iya Queen. kakak telfon untuk memastikan apakah mereka akan jadi datang atau tidak." kata Leon.


"apa.. kakak mengundang abang...." kata Angela dengan terbata. dia susah sekali mengucapkan satu nama saja.


"iya, kakak mengundangnya. bagaimanapun dia masih sahabat kakak."


"kenapa kakak mesti mengundangnya.?" tanya Angela dengan nada sedikit tinggi


"mau sampai kapan kamu seperti ini dek. mau sampai kapan kamu sembunyi? suatu saat kamu pasti akan tetap bertemu dengannya. jadi janganlah kamu seperti ini dek. bagaimanapun Princess juga butuh sosok ayah. sosok yang akan melindunginya."


"gak.. Princess gak butuh ayahnya. aku lah bunda juga ayahnya. aku gak mau bertemu dia lagi." kata Angela dengan ketus.


"Dek.. kakak mohon jangan egois dek.. mungkin memang benar kalau selama ini Princess gak pernah bertanya dimana ayahnya. tapi apa kamu yakin kalau Princess gak butuh ayahnya? kita gak tahu apa yang princess rasakan Dek." kaylta Leon ingin membujuk adiknya agar bisa mencairkan hatinya yang sudah beku dan mati.


"gak kak. selamanya princess hanya akan menjadi anakku. dia tidak punya ayah. ayahnya sudah lama mati sejak dia menginginkan princess lahir prematur. dan ayahnya sudah lama mati sejak Angela mati." kata Angela dengan nada tegas namun terdengar begitu pilu.


Angela pun beranjak 0ergi meninggalkan Leon sendiri disana. tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata suci yang memperhatikannya. matanya memancarkan kesedihan juga memancarkan kebahagiaan.


Ayah.. akhirnya sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. tapi maaf ayah. mungkin aku tidak bisa memelukmu. aku tidak bisa membuat bunda semakin sedih.


Princess lah yang memperhatikan mereka berdua sedari tadi. dia begitu bahagia saat tahu ayahnya akan datang. namun dia juga bersedih saat tahu bundanya masih saja membenci ayahnya. dia begitu merindukan ayahnya. namun jika dia terlihat begitu dekat dengan sang ayah pasti akan membuat bundanya makin sedih.


***


Kantor Sam.


"Kapan acaranya akan mulai?" tanya Sam pada Rey yang tengah berkunjung di kantornya sekalian makan siang bersama Sam dan istrinya.


"acaranya minggu depan nanti bang. abang jadi kan akan berangkat?" tanya Rey.


"boleh bang. tapi gimana dengan anak-anak?" tanya Rey.


"diajak dong. masak kita mau jalan jalan kok anak-anak malah ditinggal. ya jangan dong. udah bawa aja. ada aku gini. buat Franky nanti biar dia nyusul aja kalau Kattie kekeh gak mau bawa anaknya." kata Sam.


"oke kalau gitu nanti kita bahas lagi." kata Rey.


Beberapa hari kemudian...


"Semuanya udah siap.." tanya Eli yang mengawal empat pangeran keluarga Surya Atmaja.


"Siap komandan!" jawab mereka serempak dengan tangan disamping kepalanya seperti hormat.


Mereka berlima berangkat ke NYC lebih awal dari jadwal yang Rey katakan kepada Leon tempo hari. mereka jadi berangkat H-3 dari pernikahan Leon dan Diana.


Mereka menempuh perjalanan yang begitu melelahkan. hingga akhirnya saat mendarat di bandara internasional NYC, mereka langsung tertidur di taxi yang membawa mereka ke rumah Leon. Sam sengaja minta alamat rumah Leon. namun ternyata Leon tak memberinya alamat apartemen nya.


Itu dikarenakan semenjak akan menikah, Leon menjual apartemennya karena akan menempati rumah barunya nanti. dan sekarang dia tinggal di rumah Angela yang mewah dan luas. mewah dan megah bak istana. melebih rumah yang ada di Indonesia.


Sam, Rey dan Eli melongo menatap bangunan megah bak istana didepannya. mereka mencocokkan lagi alamat yang Leon kirim kepada Sam.


"Benar ini kok rumahnya." kata Sam yang membaca kembali alamat yang tertera disana dengan ditulisan.


"wah gila.. Leon sekarang udah semakin kaya aja. rumahnya mewah sekali. berkali-kali lipat dari yang ada di Indonesia." kata Eli.


"Sekarang udah pukul tujuh malam. aku yakin Leon udah ada dirumah sekarang. gak mungkin kan dia lembur karena mau menikah?" kata Rey menyudahi kekaguman Eli dan Sam dengan berjalan mendekati pos satpam disana.


"permisi... apa Tuan Leon ada di dalam?" tanya Rey ramah.


"ohh temannya tuan Leon? ada.. ada.. baru saja Tuan Leon pulang. Madam Queen juga tengah berada dirumah." kata satpam "sebentar akan saya bilang dahulu kepada Tuan Leon." kata satpam lagi yang langsung berlalu masuk kerumah.


aku kan nyarinya Leon. kenapa satpam itu bilang kalau Madam Queen juga dirumah? ada hubungan apa Leon sama Madam Queen? setahuku Madam Queen adalah pengusaha wanita sukses dan terkenal di NYC. batin Rey.


Selang beberapa lama akhirnya ada seorang pembantu yang di0erintah Leon untuk menjemput Sam serombongan. Leon sudha mengira itu Sam karena satpam tadi bilang kalau yang datang itu empat lelaki dan satu wanita. dia sudah mengira kalau itu Sam dan Rey sekeluarga.


Namun dia juga ragu akankah semua ini berjalan lancar? apa yang akan terjadi kalau Sam bertemu dengan Angela nanti? akankah Sam marah dengannya karena menyembunyikan Angela dan anaknya?


"Bagaimana ini... apa yang mesti aku lakukan?" gumam Leon sambil berjalan kesana kemari karena gelisah.


"yang harus dilakukan apa maksudnya kak?" sahut Angela yang baru saja turun dari tangga. Leon terkejut melihat kedatangan Angela yang bertepatan dengan hadirnya rombongan Sam.


Angela mematung, matanya memerah melihat Sam ada disana. matanya memancarkan kesedihan, kemarahan dan kerinduan yang bercampur menjadi satu. sedangkan Sam yang juga kaget melihat Angela disana menatap Angela dengan perasaan yang berkecamuk.


Eli dan Rey pu juga turut menatap Angela. ada perasaan lega saat itu namun juga perasaan cemas. takut kalau Sam akan kambuh lagi. mereka berdua melihat ke arah Sam. Sam masih terlihat tak bisa mengalihkan pandangannya dari Angela. dia ingin memeluk Angela seketika itu. namun dia takut kalau semua itu hanya fatamorgana saja.


Dia takut kalau Angela yang ada dihadapannya itu hanyalah ilusi saja. Angela menatap Sam dengan mata memerah ingin menangis. namun seketika matanya menatap hal yang tak terduga. Sam menatapnya dengan tatapan kerinduan juga air mata Sam keluar begitu saja.


Sam menangis didepan Angela. dia menangis menahan kerinduan. namun setelah itu yang ada hanyalah kegelapan. Sam terjatuh dan pingsan.