That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season2_22



"Ehh ada Leon. tumben kesini. ada perlu apa?" kata Eli yang sudah sampai ditangga terakhir dan jalan mendekat ke arahnya.


"Ini, gue bawa seseorang yang ingin ketemu sama lo dan juga anak lo?" kata Leon yang langsung menggeser badannya agar Diana bisa terlihat oleh Eli.


"Diana! Ngapain lo bawa orang lain kesini Leon. ngapain? gue kan udah pernah bilang jangan pernah ada yang tahu kalau gue punya anak. sekarang bawa cewek lo keluar dari sini. gue gak mau anak gue ketemu sama orang lain." kata Eli dengan ketus.


Diana ketakutan, karena baru pertama kali ini dia melihat Eli marah segitu marahnya. bahkan mukanya yang biasanya terlihat cantik itu kini menjadi merah padam.


"Kak Eli...." kata Diana memanggil Eli namun dengan cepat Eli melotot kan matanya sehingga Diana enggan untuk meneruskan omongannya.


"El... mau sampai kapan lo mau nyembunyiin tu anak? suatu saat nanti dunia juga bakal tahu kalau lo itu punya anak. apalagi lo seorang model El. kalau lo nyembunyiin dia terus, kalau Rey sudah besar dia pasti akan mengira kamu gak mau mengakuinya sebagai anak didepan umum El. lo mau bikin Rey sakit hati?" kata Leon.


"lo gak pernah akan tahu rasanya jadi orang tua tunggal yang ditinggalkan oleh keluarga lo sendiri Le. Lo gak pernah ngerasain bagaimana rasanya jadi gue. asal lo tahu, gue lakuin ini semua karena untuk melindungi Reyhan. kalau sampai dunia tahu bahkan ayah kandungnya tahu, gue tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi nantinya. lo tahu, ayahnya saja tidak mau mengakui dan mencampakkan ku bahkan setelah dia meniduri ku. apa yang akan terjadi kalau sampai dia dengar gue melahirkan anak nya? lo gak bisa bayangin apa yang akan terjadi. gue gak akan ambil resiko jika itu mengancam keselamatan anak gue." kata Eli menggebu.


"Baiklah kalau begitu Eli, ini semua maumu. aku tak akan kesini membawa Diana lagi. kali ini ku biarkan kamu bertindak sendiri sesuai kemauanmu. apa yang aku lakukan kepadamu itu hanya untuk membantumu karena aku kasihan melihatmu merawat Reyhan sendiri. tapi sekarang kamu malah memberlakukan aku seperti orang asing hanya karena aku membawa Diana kesini. padahal Diana adalah saudaramu sendiri." kata Leon.


"Sejak aku diusir dari rumah atas kesalahan yang ditimpakan semua kepadaku, aku sudah tak punya keluarga selain kamu dan Reyhan serta para pembantu disini. tapi sekarang, ku lihat kamu mulai memiliki kekasih, jadi aku melepasmu sebagai saudaraku. sekarang hanya tinggal Reyhan keluargaku satu-satunya." kata Eli menunduk.


Dengan terpaksa dan tanpa pamit, Leon keluar dari rumah itu membawa Diana yang sudah terisak. dia tak tahu harus ngomong apa dengan Eli. dia sudah menganggap Eli seperti saudaranya sendiri. dia memberlakukan Eli dengan baik karena dia juga mempunyai adik yang sedang jauh dari keluarga jadi dia ingin di luar sana adiknya juga diberlakukan dengan baik.


Diana masih saja terisak dalam mobil. Leon menghentikan mobilnya ditepi jalan dan langsung memeluk Diana agar dia bisa tenang sedikit. dia berharap Diana bisa menenangkan hatinya yang pastinya ikut sakit mendengar perkataan dari Eli tadi.


***


Di lain tempat.


"Tuan.. maaf Tuan.. anda sudah tidak kuat minum lagi. berikan saya telfon genggam anda, biar saya hubungi keluarga anda." kata seorang bartender.


"kamu pergi sana. jangan ganggu aku. tapi sebelum kamu pergi, bawakan aku sebotol brandy lagi." perintah laki-laki itu yang tak lain adalah Reyhan.


"kenapa semuanya jadi seperti ini Margaret. andai kamu masih disini.. aku tak akan menjadi semakin terpuruk." racaunya.. "ini semua gara-gara wanita sialan itu. jika tidak, kamu tak akan mungkin pergi dariku. dan tak akan mungkin adanya iblis kecil itu. sampai kapanpun aku tak akan menganggapnya sebagai darah dagingku." kata Reyhan, lebih tepatnya rintihan sebelum akhirnya dia terjatuh tak sadarkan diri.


#**FlashbackOnReyhan#


Hampir empat tahun yang lalu**


Kala itu Reyhan tengah berkunjung kerumah keluarganya yang ada di bandung karena liburan. dia disana sudah selama seminggu. selama itu pula dia tak lepas dari tangan dia gadis muda kembar. yang tak lain Elisabeth dan Margaret. mereka berdua kembar yang sama cantiknya. namun berbeda sifat.


Elisabeth lebih anggun dan dewasa dan juga lebih pintar. sedangkan Margaret dia lebih tomboy dengan selalu memakai baju seperti cowok, dia kekanakan dan juga dia ceroboh serta tak sepintar Elisabeth.


Tapi entah mengapa, hati Reyhan bisa tertarik dengan diri Margaret yang tak ada anggun anggunnya sama sekali dimata para cowok. bahkan dia bisa berkelahi dengan preman yang sengaja mengganggu Elisabeth. mereka berdua kembar yang tak terpisahkan. ibarat seperti putri dan bodyguard.


Suatu ketika, mereka bertiga pergi ke club untuk sekedar ingin tahu yang ada didalamnya sekalian menghadiri pesta ulang tahun teman satu sekolah Margaret dan Elisabeth. mereka terbius dengan hingar bingar disana. tanpa mereka sadari, Margaret sudah pergi dari sana karena dia tak bisa lama untuk berada di keramaian apalagi bising seperti ini.


Rey sudah menenggak beberapa gelas wine, sedangkan Elisabeth baru satu gelas saja sudah terlihat kalau dia mabuk. Elisabeth mendekati Reyhan karena risih melihat teman lelaki di sekolahnya mendekatinya.


Mereka dengan sedikit sempoyongan berjalan keluar. Rey merangkul Elisabeth begitupun sebaliknya. mereka saling membantu untuk menopang tubuh mereka. sampainya dirumah, rumah terlihat sepi. itu karena Margaret sudah lebih dulu terlelap dalam kamarnya saat Elisabeth melewati kamar Margaret. sedangkan orang tua mereka tengah pergi perjalanan bisnis keluar negeri selama sebulan.


Elisabeth meninggalkan Reyhan di sofa tengah. Reyhan mencoba bangun untuk kembali ke kamar tamu. tapi entah kenapa kakinya melajukan langkah untuk menaiki tangga ke kamar atas. saat itu entah kamar siapa yang dimasuki. namun dia hanya melihat seseorang yang tengah mencoba membuka bajunya.


Dia ternyata memasuki kamar Elisabeth yang sedang berganti baju namun karena kesadarannya yang hanya setengah dia susah untuk membuka kaitan bra nya. akhirnya dengan sigap Reyhan membantu membukakan. saat sadar ada yang membantu, Elisabeth berbalik dan melihat muka memerah Reyhan yang tengah memandang tubuh Elisabeth penuh dengan nafsu.


Bagaimana tidak, dibawah pengaruh alkohol dia melihat wanita yang hanya tertutup celana dalam saja. tanpa aba-aba Reyhan langsung menerkam Elisabeth. Elisabeth pun tak bisa menolaknya. dia hanya bisa mendesah dibawah tubuh Reyhan yang menggagahi nya untuk pertama kali.


"I Love you Margaret Sayang." bisik Reyhan setelah penyatuan mereka selesai.


Seketika itu Elisabeth seperti tersambar petir teman di telinganya. dia langsung sadar dari mabuknya. dia sadar tengah melakukan hal terlarang dengan Reyhan. walaupun jujur dia juga mempunyai perasaan yang sama. kepada Reyhan, tapi dia tak pernah sedikitpun berniat untuk merebut Reyhan dari tangan Margaret.


"Ternyata apa yang kita lakukan barusan hanya karena kamu mengira aku ini Margaret. aku pikir karena kamu menyukai ku Rey. bolehkan aku egois untuk malam ini saja? biarkan aku menikmati semua ini meski besok kamu akan membenciku Rey. aku mencintaimu Rey." kata Elisabeth dalam hatinya dan langsung mengecup bibir Reyhan dan ikut tertidur dalam dekapan Reyhan.


Keesokan harinya, Reyhan dan Elisabeth terbangun karena mendengar bentakan dari seseorang.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN DI BELAKANGKU HAH!" teriak Margaret yang awalnya ingin membangunkan Elisabeth, namun melihat pintu yang tak tertutup, Margaret pun kaget. terlebih saat dia masuk melihat Elisabeth tidur dalam pelukan Reyhan kekasihnya tanpa busana hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


"apa sih pagi-pagi sudah ribut saja." kata Reyhan membuka matanya dan melotot sempurna melihat tubuhnya tanpa busana bersama Elisabeth terlebih dia melihat wajah marah Margaret. "ini tidak seperti yang kamu pikirkan sayang." kata Reyhan yang langsung memungut celananya dan bangun membujuk Margaret.


Ketika itu Elisabeth terbangun mendengar keributan. matanya membulat sempurna saat melihat Margaret sudah berdiri didepan ranjangnya dengan mata penuh amarahnya. "Marga..." Elisabeth menunduk sedih.


"jadi ini yang kalian lakukan di belakangku?" kata Margaret.


"sayang ini tidak seperti yang kamu kira. semalam aku berpikir kalau melakukan ini denganmu sayang. sedikitpun aku ingin melakukan ini dengan Elisabeth pun tidak. aku mohon maafkan aku sayang." kata Reyhan masih memohon kepada Margaret. sedangkan Margaret menatap Elisabeth.


Dia tahu kalau itu semua diluar rencana mereka. Dia tahu seperti apa sifat kekasih dan saudara kembarnya itu. Elisabeth bukan lah gadis j****g dan juga Reyhan bukanlah lelaki b******k. Margaret pun tahu kalau Elisabeth juga menyukai Reyhan. tapi karena Reyhan terlebih dulu menyatakan perasaannya kepada Margaret, akhirnya Margaret yang memenangkan perasaan ini.


"Apa yang ingin kamu jelaskan kepadaku El?" kata Margaret.


"Sayang, kamu jangan percaya dengan omongan wanita itu. dia pasti semalam menjebak ku. dia pasti yang menggodaku untuk tidur dengannya." kata Reyhan.


"Diamlah! aku tidak menyuruh mu untuk bicara." katanya kepada Reyhan. "aku tanya sekali lagi, apa kamu tidak mau menjelaskan sesuatu kepadaku El?" tanyanya lagi kepada Eli.


"kamu mau mendengar penjelasan tentang apa, Marga? tentang kenapa aku bisa bermalam dengan Reyhan disini? atau tentang perasaanku kepada reyhan?" tanya balik Eli.


"tentang keduanya."


"kalau untuk perasaan, bukankah kamu sudah mengetahuinya dari dulu? bahkan dari kita masih SMP. bahkan dulu kamu mengolokku karena aku sedang menjalani fase cinta monyet. hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu kamu menceritakan kebahagiaanmu karena Reyhan mengungkapkan perasaannya kepada kamu. dengan tidak berperasaan, kamu menerimanya tanpa memikirkan perasaanku. aku sudah mengikhlaskan semuanya buat kamu Mar, tapi untuk kali ini, biarlah aku merasakan sekali saja untuk bahagia Mar." kata Elisabeth.


"tapi bukan dengan menikung ku seperti ini El.. aku ini saudaramu. dan dia akan menjadi calon iparmu!" teriak Marga sedangkan Reyhan masih diam hanya melihat dia bersaudara berseteru itu.


"Aku tidak pernah menikungmu Marga. semalam kalau bukan karena mabuk aku juga tidak mungkin melakukan itu dengan Reyhan, Marga. aku bukan wanita yang seperti itu." bela Elisabeth.