
Hari ini hari pernikahan Elsa dan Jackson. semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan. namun lebih sibuk para pengawal yang menjaga gedung tempat pernikahan. bahkan di gedung - gedung sebelah, tepatnya di pencakar langitnya terdapat para penembak jitu jika ada gerakan yang membahayakan langsung menembaknya tanpa ragu.
Banyak awak media dari berbagai stasiun TV yang ingin meliput acara pernikahan mewah nan megah yang sudah tersebar diseluruh pelosok negeri dari satu minggu yang lalu. Bahkan mereka ada yang sudah menginap dari kemarin agar mendapatkan kesempatan yang pertama untuk meliput acara ini.
Acara ini memang terbuka untuk wartawan. sedangkan untuk para tamu undangan yang berjumlah ribuan terbagi dalam lima sesi. dan untuk sesi pertama hanya bagi keluarga besar, teman terdekat dan para undangan VVIP untuk menyaksikan sakralnya pernikahan.
Banyak juga nama artis ternama yang ikut hadir dalam acara tersebut karena mereka merupakan artis naungan dari agensi milik keluarga Angkasa. mereka berpose dahulu, melenggak lenggok di red karpet yang tersedia.
Tepat pukul sembilan pagi waktu setempat, acara pernikahan dimulai. semua tamu undangan terpana akan dekorasi pernikahan Elsa dan Jackson kali ini. lampu-lampu yang indah tergantung di langit-langit gedung. bunga yang menjalar dari langit-langit gedung pun juga tak kalah memikat para tamu. lantai yang disulap sedemikian rupa hingga menyerupai seperti tertutup kabut membuat para tamu berdecak kagum. sungguh pesta pernikahan yang begitu mewah dan glamour.
Pengantin jalan beriringan. Elsa memakai gaun putihnya yang ekornya menjuntai kebelakang dengan panjangnya. sedangkan Jackson memakai jas yang berwarna senada. mereka terlihat begitu serasi. cantik dan ganteng.
"wah cantik sekali Nona muda Ketiga."
"pengantin prianya juga tampan."
"mereka tampak begitu serasi."
"pasangan yang ideal."
Kira-kira begitulah para tamu berkasak kusuk membicarakan sang mempelai. acara pernikahan terjalan lancar saat pengucapan janji suci dan saat kedua mempelai saling menyematkan cincin perkawinan dijari manis mereka.
Semuanya bertepuk tangan dengan meriah. para tamu undangan bergantian memberi ucapan selamat kepada mempelai. para reporter selalu meliput semuanya sampai tak ada celah sedikitpun untuk menjeda gambar yang mereka ambil.
****
Kamar hotel.
Acara pernikahan yang digelar hari ini telah usai. Elsa dan Jackson masuk kedalam kamar hotel di samping gedung acara pernikahan. Elsa dan Jackson merebahkan tubuhnya diranjang dengan terpejam. mereka merasakan capek yang amat sangat namun juga perasaan lega menyelimuti hati mereka.
"Sekarang kamu sudah resmi jadi milikku seutuhnya sayang." kata Jackson sambil memeluk mesra Elsa.
"iya sayang. kamu juga sekarang milikku. karena kita sudah sah menjadi suami istri, mulai sekarang tak ada lagi hal-hal yang harus kita tutup-tutupi. hal sekecil apapun itu kita harus sama-sama mengetahui. jangan ada yang ditutupi." kata Elsa membalas pelukan Jackson.
"kamu juga sayang, jangan sampai kita salah paham. kalau ada masalah apa aja kita harus hadapi bersama. susah senang bersama. apapun yang terjadi, kamu harus lebih percaya kepadaku dan aku juga akan lebih percaya kepadamu." kata Jackson.
"baiklah.tapi mandi bareng ya." kata Jackson dan diangguki Elsa.
"tapi bantuin dulu ini susah buka gaunnya." kata Elsa yang kesusahan meraih resleting gaun tersebut.
Jackson pun dengan siram membantu Elsa untuk membuka gaun itu. kini tinggallah Elsa yang hanya memakai bra dan underwear. Jackson yang melihat itu hanya bisa menelan salivanya sedangkan Elsa yang paham atas tatapan mata Jackson itu seketika langsung menarik hidung Jackson.
"jangan mikir itu dulu. ayo mandi. aku lelah pengen tidur dipelukanmu." kata Elsa yang langsung menuju kamar mandi setelah melepaskan hidung Jackson.
"tunggu sayang." kata Jackson mengejar istrinya masuk kedalam kamar mandi.
***
Dirumah Salsa.
"Ahh sial." Salsa membanting apapun yang ada diatas meja rias nya. setelah menghadiri pesta pernikahan Elsa dan Jackson tadi dia benar-benar emosi. bagaimana tidak kalau ternyata Jackson dan Elsa telah menikah. semakin dikit kesempatannya untuk mendapatkan Jackson.
"aku harus memikirkan cara agar bisa merusak rumah tangga Elsa dan Jackson. bagaimanapun mereka harus pisah." kata Salsa yang ternyata tanpa sengaja ayahnya mendengar itu semua.
Ayah Salsa yang hendak mengecek anaknya justru malah harus mendengar apa yang dia rencanakan itu.
"SALSA!" teriak Ayahnya sambil membuka pintu kamar Salsa. Salsa begitu kaget dilihatnya.
"Ayah gak nyangka kamu bisa berpikiran sejahat itu kepada orang lain. bahkan orang yang sudah menolongmu. bisa - bisanya kamu berpikir seperti itu." kata ayahnya.
"menolong? siapa yang menolongku?" tanya Salsa.
"siapa lagi kalau bukan Elsa. Nona muda Ketiga keluarga Diwangkara. dia yang menyelamatkan kamu dari rampok yang hampir merenggutmu dua tahun yang lalu saat kamu holiday ke Korea. ayah gak nyangka kamu memiliki pemikiran seperti ini kepada peri penyelamatmu." kata Ayahnya membuat Salsa terduduk dilantai tak bisa berkata-kata.
"jadi selama ini yang nyelamatin aku itu Elsa? si wonder womanku?" gumam Salsa.
"karena kamu gak bisa diatur seperti ini, ayah kirim kamu ke tempat Grandpa di Inggris. ayah ingin kamu menjadi pribadi yang baik dibawah didikan Grandpa. dan kamu gak akan papa jemput sebelum Grandpa bilang bahwa kamu sudah berubah." kata Ayahnya tegas dan tak menerima bantahan.
Sedangkan Salsa hanya bisa mendengar dengan pasrah apapun yang dikatakan Ayahnya. mungkin hanya ini yang bisa ia lakukan untuk menebus kesalahannya kepada Elsa yang selama ini telah dia lakukan. terlebih apa yang telah dia lakukan bersama Evan dulu. beruntung dia bisa terlepas dari semua itu setelah disadarkan oleh ayahnya.