That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Pulang ke Rumah Mertua



Sepuluh hari sudah berlalu, Elsa begitu bahagia bisa berada disana. kini saatnya mereka berdua untuk terbang ke Amerika. menemui keluarga Jackson yang berada disana.


Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan. mereka sampai disana di pagi hari. mereka langsung menuju ke rumah orang tua Jackson. Elsa begitu bahagia ingin segera disambut sebagai nyonya muda dirumah itu.


Terlebih selama beberapa kali dia bertemu keluarga Jackson, dia merasa bahwa bundanya lebih lembut daripada mamanya. bukannya membedakan. tapi dia rasa, dia akan lebih cocok dengan ibu mertuanya daripada ibu kandungnya. bagaimana tidak, sifatnya yang arogan dan tomboi itu sering membuatnya berselisih paham dengan mamanya.


"Selamat datang tuan muda, nyonya muda." kata para pelayan yang menyambut kedatangan mereka berdua.


Elsa melihat rumah Jackson begitu terpana. seperti istana. begitu megah. namun terlihat elegan. walaupun belum seberapa dengan rumah keluarganya. karena dia tahu kalau mertuanya itu kaya tapi tak begitu suka dengan kemewahan yang menggila seperti crazy rich asia.


Didepannya ada rumput hijau yang membuat mata memandang menjadi sejuk. namun begitu masuk ke ruang tamu, dia disuguhi dengan artistik Eropa yang begitu menawan hati.


"Ayah bunda ada dimana pak?" tanya Jackson kepada kepala asisten dirumah ini. Pak Michael.


"tuan dan nyonya besar ada di teras samping tuan." katanya.


Mendengar itu, Jackson langsung membawa Elsa ketempat yang disebut oleh Pak Michael tadi. dia membawa Elsa ke teras samping. yang disebut teras itu ternyata tempat yang begitu nyaman untuk bersantai dan begitu asri. walaupun tak terdapat pemandangan luar karena terhalang oleh tembok tapi taman kecil itu bisa menyejukkan mata memandang.


Mereka berdua bisa melihat Tomi dan Rahma duduk berdua disana. Mereka menghampiri pasangan yang umurnya sudah tak muda lagi itu.


"salam Ayah, Bunda." sapa Elsa dan Jack bersamaan.


"ohh anakku.. kalian sudah datang. kenapa tidak bilang? sengaja gak mau kalau disambut orang tuanya.?" kata Tomi bergantian memeluk anak dan mantunya begitupun Rahma.


"bukan begitu bunda, tapi emang kita mau kasih bunda sama ayah kejutan." kata Elsa.


"sini duduk sayang. ceritakan apa saja pengalaman kalian selama di Yunani." kata Rahma sambil menggandeng Elsa duduk dikursi dengan meja kotak itu berhadapan dengan Tomi dan Rahma.


"pengalaman apa bund, kejebak di resort karena badai mah iya bund." kata Elsa sembari cemberut. "kita baru ber jalan-jalan dihari kedua kita disana. dan sekalinya kita kesana langsung ada badai selama beberapa hari dan membuat kita tak bisa keluar dari resort. akhirnya cuma bisa terkurung diresort." kata Elsa menjelaskan.


"iya tapi kan habis itu kita bisa keluar kan yang setelah badai itu selesai." kata Jackson sembari menyeruput coklat panas kesukaannya.


"iya, tapi setelah kamu puasa selama dua malam. tahu gak bund, yah. anak ayah sama bunda itu udah nyiksa Elsa tahu gak. Elsa gak bisa jalan selama dua hari karena ulahnya selama terjebak di resort. dan selama itu pula dia minta terus yah, bund." kata Elsa memasang muka memelas. sedangkan Tomi dan Rahma memasang muka tak percaya sambil geleng-geleng kepala. "emang kalau pengantin baru sebegitunya ya bund?" tanya Elsa lagi.


"ihh bunda mah gitu. ngatain anaknya setelah dapat anak cewek." kata Jackson.


"tapi emang bener yang dikatakan Elsa nak?" kini pertanyaan itu dari Tomi.


"bener yah, ini semua berkat obat yang diberikan papa saat kita berangkat honeymoon kemarin." kata Jackson sembari berbisik ditelinga ayahnya itu.


"apasih kalian kok bisik-bisik gitu. ada yang disembunyiin ya." kata Elsa yang tak tahan melihat suaminya berbisik dengan ayah mertuanya itu.


"gak ada kok sayang."


"ya sudah kalian istirahat dulu aja. bunda lihat Elsa begitu kecapekan. kamu bawa gih kekamar kamu." kata Rahma kepada anaknya itu.


Akhirnya Jackson dan Elsa masuk kedalam kamarnya. mereka masuk setelah melewati beberapa lorong dan belokan. Elsa berpikir kalau Jackson akan memiliki kamar dilantai atas, nyatanya dia memiliki kamar dibawah. bahkan kamar tersebut juga dilengkapi dengan taman kecil di samping kamarnya dan kolam ikan kecil. ya walaupun tetap tertutup oleh tembok tapi taman itu membuat Elsa betah dan ingin selalu berada dikamar itu.


"kalau kamarnya kaya gini mah aku betah yang dikurung dikamar kaya gini. gak bakalan bisa stres. pintar banget sih kamu bikin kamarnya yang." kata Elsa yang tengah melihat taman dan duduk di bangku taman tersebut.


"Dengan senang hati tuan putri. beberapa hari kedepan aku akan kurung kamu disini dan akan aku buat kamu gak bisa jalan lagi." kata Jackson sembari memeluk Elsa.


"no! aku gak mau ya. itu sakit banget sayang." kata Elsa bergidik takut.


"Gak akan sayang. mumpung bulanan kamu belum datang." kata Jackson.


"ngomong-ngomong bulanan, sudah sebulan lebih dari terakhir kali kita melakukan sebelum nikah itu aku belum datang bulan lho sayang." kata Elsa yang teringat akan siklus bulanannya.


"jangan bilang kalau kamu hamil sayang?"


"kau juga belum pasti yang. padahal kan kita melakukan kalau gak salah ingat saat sebelum fitting baju itu." kata Elsa menerawang.


"tapi kan semenjak kita bersama lagi kamu memang sudah tak pernah minum pil pencegah. jadi wajarlah kalau kamu hamil. lagipula kan emang itu yang aku inginkan. aku ingin segera punya anak dengan kamu." kata Jackson sambil semakin mengeratkan pelukannya.