
Setelah pulang dari pemakaman, Sam langsung masuk ke dalam kamar. pikirannya kosong. dia kini baru merasakan kehilangan. dia sadar kalau selama ini dia begitu mencintai Angela. kematian Angela membuatnya sadar akan semua yang sudah dilaluinya bersama. meskipun banyak kecuekan yang dia perlihatkan jika sedang berdua.
Sam masuk ke dalam kamarnya dan menatap sekeliling kamarnya. kamar dimana dulu selalu ada senyum hangat yang menyapanya ketika dia baru pulang kerja. kamar yang selalu penuh dengan sifat manja Angela meskipun Sam selalu menganggapnya sebagai adik.
Sam berjalan ke arah lemari. dia mengambil pakaian milik Angela dan memeluknya. dia berjalan di samping tempat tidur. dia mengambil foto pernikahan mereka. terpampang jelas senyum bahagia Angela kala itu. bahkan Sam pun juga menyesal karena tak membuatkan resepsi yang meriah untuk Angela.
Sam memeluk pakaian Angela dengan derai air matanya yang semakin deras keluar membasahi pipinya. kini dia berjalan ke sisi ranjang yang lain. mendekat kearah box bayi yang baru saja dibelinya. rencananya jika bayi itu lahir, Sam tak mau bayi itu tidur berbeda kamar dengannya. jadi Sam menaruh box bayi itu dikamarnya.
Sam semakin sesenggukan memegang box bayi itu. dia semakin menangis mengingat semuanya. mengingat Angela, malaikatnya dan anaknya yang dia beri nama Princess. bayi mungil yang cantik yang masih saja terngingang di benaknya.
"Angel.... Princess.... maafkan Ayah sayang.... maafkan ayah yang jahat sama kalian.... maafkan ayah princess...." raung Sam terdengar begitu pilu dan menyayat hati.
Heru, Melati dan Rey yang melihat itu dari luar ikut menitikkan air mata. ini adalah keterpurukan Sam yang paling mendalam. mereka tidak tega melihat Sam seperti itu. ini baru hari pertama. mereka tidak yakin apakah Sam akan tetap bertahan dalam hidupnya.
Melati tiba-tiba teringat sesuatu. dia bergegas ke kamarnya dan mengambil sebuah paper bag. sebenarnya itu kado untuk ulang tahun Sam yang tinggal menghitung hari lagi. tapi takdir berkata lain. Angela tak dapat memberikan kado itu sendiri. Melati perlahan jalan mendekati Sam. dia menenangkan sebentar sebelum mengutarakan niatnya.
"Sayang... bunda ada sesuatu buat kamu. mungkin ini akan jadi kenang-kenangan terakhir untuk kamu dari Angela. terimalah dan teruskan hidupmu. jangan buat hancur hidupmu dengan menyiksa diri seperti ini sayang." kata Melati menahan tangisnya.
Awalnya Sam tak perduli saat Melati masuk. tapi mendengar nama Angela disebut, diapun langsung memalingkan pandangannya kearah paper bag yang dibawa Melati. dia menerima paper bag itu dengan tangan bergetar. Melati langsung keluar setelah memberikan itu. dia tak bisa lama-lama disana karena tak tega dengan anaknya itu.
Sam membuka dan mengeluarkan isi dari paper bag itu. dia melihat sebuah jas, jam tangan, dasi dan sebuah kalung couple. namun kalung itu hanya tinggal sebelah saja. juga ada sepucuk surat tulisan tangan Angela.
Dear My lovely husband.
Selamat ulang tahun suamiku tercinta. semoga kamu suka ya dengan kadonya. mungkin ini akan menjadi kado ulang tahun mu dariku untuk yang terakhir. karena setelah itu, aku akan pergi dari kamu. tapi selamanya aku tidak akan pernah melupakanmu. kamu cinta pertama dan juga terakhirku. kamu jangan lupa jaga kesehatan ya. aku gak mau kamu sakit sayang. akhir - akhir ini aku punya firasat buruk. entah aku yang akan pergi atau kamu yang pergi. aku tak akan bisa hidup kalau kamu yang pergi. oleh karena itu, aku berharap akulah yang pergi. namun jika aku pergi nanti, ingatlah sayang kalau aku selalu mencintaimu dengan tulus. bahkan melebihi cintaku pada diriku sendiri.
Sekali lagi selamat ulang tahun suamiku.
Dari istrimu.
Angela
Sam kembali menangis setelah membaca surat itu. dia memeluk surat itu dengan tangis yang semakin meraung-raung. dia memanggil nama Angela sampai dia tertidur karena kelelahan menangisi Angel.
***
Dikediaman Jackson dan Elsa.
Setelah pemakaman Angela, Elsa tak berhenti menangis. selama ini dia selalu ada untuk Angela. tapi justru hal yang menimpanya kini membuat Elsa terpukul karena dirinya tak berada disamping Angela disaat-saat terakhir Angela.
"Dad... kita pindah ke luar negeri saja ya." kata Elsa.
"tapi kalau kita pindah, bagaimana dengan Leon? dan usaha keluarga kita?" tanya Jackson.
"biarlah usaha kalian kita yang mengurusnya dek. kamu turuti saja kemauan Elsa. dia terlalu terpukul dan akan selalu terpuruk kalau masih disini." kata Julian.
"iya dek, untuk Leon biar nanti kakak yang bujuk." imbuh Key.
"emm.. Leon akan ikut Daddy sama Mommy kemanapun kalian pergi. karena tak ada artinya lagi kalau aku tetap disini. karena sudah tak ada Opa dan Angela lagi." kata Leon ikut menyaut.
"lalu hubungan kamu dengan Diana bagaimana nak?" tanya Elsa. "Mommy gak mau kamu bersedih karena berpisah dari Diana." lanjutnya.
"Diana pernah bilang kalau dia kesini karena menyusul Angela. dan kini saat Angela sudah pergi, dia juga tidak ada hal untuk membuatnya bertahan disini meskipun itu aku. jadi biarlah aku yang akan mengikuti kemana Diana kembali Mom." kata Leon meyakinkan Mommy nya.
"Kalau begitu, biarlah Leon bersama Diana pergi ke NYC. dan kalau kangen nanti kamu bisa kesana. sekalian Leon mengembangkan bisnisnya disana." saran Julian.
"baiklah kak. kalau begitu kami titip Angela dan cucuku ya kak. tolong rawat makamnya. akan kami sempatkan tiap bulan untuk mengunjungi makamnya." kata Jackson.
"bagaimanapun Angela juga anak kami dek. kami akan selalu merawatnya dan membersihkannya."
***
Pagi menjelang. semua keluarga Jackson bertolak kembali ke Amerika. sedangkan Leon dan Diana bertolak ke NYC. keberangkatan mereka diantar sahabat mereka tak lupa juga keluarga Julian dan Key. tapi tetap saja minus Sam yang masih saja belum merelakan kepergian Angela.
"ihh kakak mah. bukannya seharusnya nyuruh kak Leon yang jaga aku kenapa malah aku disuruh jaga kak Leon. huh.." kata Diana kesal.
"kamu lupa? disana kan kamu ada orang tua. sedangkan Om dan Tante Wang kan di Amerika." kata Eli lagi.
"ohh iya lupa. hehe." kata Diana menertawakan kebodohannya sendiri.
"kalian semua juga sehat-sehat ya disini. jangan lupa selalu kasih kabar. terutama kalian berdua sepupuku. jangan lupa undangan pernikahannya." kata Leon menunjuk Cello dan Ina.
"siap kak. kakak juga baik-baik disana. nanti kalau aku sudah pegang perusahaan papa, nanti akan sering-sering bawa Ina jenguk kakak." kata Cello.
"iya.. kalian berempat juga yang akur ya.. jangan pada berantem. kamu juga Rey, jagain kakak kamu. aku yakin kakak kamu sedang terpuruk sekarang. jadi aku harap, kamu bisa menjaganya. kesalahan apapun yang telah dia buat, tidak bisa meninggalkan kenyataan kalau dia sahabat sejatiku." kata Sam pada Rey.
"pastinya Le. gue janji akan buat abang gue bangkit lagi. mungkin dengan adanya anak ku disampingnya nanti bisa membuatnya bangkit." kata Rey yang memiliki niat untuk melamar Eli nanti.
"jangan lupa undangannya ya." sahut Diana.
Semua menatap kepergian Diana dan Leon. ada sedikit tak rela. namun mereka yakin, semua itu mereka lakukan agar tetap bisa bertahan dalam hidupnya. karena apa yang mereka lakukan jika tetap disini akan membuat mereka tidak bisa keluar dari lingkaran hitam keterpurukan.
****
Hari berganti hari... tahun berganti tahun...
"Siapa yang membuat laporan ini? kenapa tidak ada yang becus. ulangi semuanya dan kumpulkan ujung hari ini juga. kalau sampai belum ada yang benar, maka tidak ada yang diperbolehkan pulang!" bentakan kasar ditujukan Sam kepada anak buahnya di kantor.
karyawan yang mendapat bentakan langsung menciut tak berani untuk mengangkat kepalanya sekedar menatap atasannya itu. sekretaris nya yang tak lain adalah Eli yang berhenti menjadi model setelah menikah dengan Rey lima tahun lalu dan bekerja sebagai sekretaris Sam dikantor setelah melahirkan anak keduanya, yang kini sudah menginjak umur hampir empat tahun itupun juga takut untuk mendekati Sam.
Tumben.. gak biasanya abang marah kaya begitu. padahal laporan tadi sebelum masuk ke ruangannya pasti aku cek dahulu. dan gak ada masalah apapun. atau jangan - jangan.... pikiran Eli terputus sesaat dirinya melihat kalender.
"Ya tuhan.. hari ini kan ulang tahunnya Abang. kenapa gue bisa lupa sih. waduh.. gegara semalam Rey minta anak lagi jadi lupa kan bawa bang Sam jalan-jalan kaya tahun sebelumnya." gumam Eli yang langsung menghubungi Rey di perusahaan filmnya.
Rey kini telah menjadi CEO perusahaan perfilman dan juga artis. dia bergabung dengan perusahaan milik keluarga Angkasa.
Setiap tahun setelah kepergian Angela, untuk membuat Sam tidak ingat kejadian itu lagi, keluarga selalu membawa Sam pergi. karena kejadian dua tahun setelah kepergian Angela membuat Sam terpuruk dan tak bisa bangkit dalam hidupnya. namun dia akan marah dan mengamuk saat hari ulang tahunnya.
Oleh karena itu setiap ulang tahun, semua orang menyembunyikan HP dan kalender. mereka juga membawa Sam mengunjungi pulau pribadi yang tak ada informasi yang bisa masuk. namun tahun ini seluruh keluarga bisa melupakan itu. dan imbasnya, Sam marah - marah di kantor.
***
Ditempat Rey.
Setelah mendapat telfon dari istrinya itu, Rey segera mengabari Franky dan istrinya Kattie untuk membantu menenangkan Sam.
Franky menikahi Kattie dia tahun yang lalu dan baru dikaruniai anak berusia enam bulan. semuanya juga berawal dari perjodohan antara orang tua Kattie dan kakak Franky. namun keduanya menerima dengan tangan terbuka dan kini hubungan keduanya bahagia dan lebih bahagia setelah kehadiran anak pertama mereka.
"tolong kamu cancel semua acara hari ini. saya ada urusan." kata Rey kepada sekretaris sekaligus asisten pribadinya.
"urusan apa bos?" tanya asisten lelakinya.
"seharusnya kamu mengingatkanku. apa kamu lupa sekarang tanggal berapa?" tanya Rey.
"ohh tanggal satu bulan lima bos."
"lalu?"
"lalu..... ya Tuhan... maafkan saya bos.. saya juga lupa. bos kan tahu tiga hari kemarin saya cuti untuk menikah. jadi saya lupa membuat jadwal untuk bos. maafkan saya bos."
"ya sudah ya sudah.. sekarang saya mau ke kantor istriku. bang Sam mengamuk nanti. kamu anterin saya." kata Rey diikuti asistennya dibelakang.
***
Segini dulu ya ceritanya. nanti sambung lagi.. jangan lupa votenya ya...