That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_19



"ANAK!?" pekik Diana kaget. bagaimana seorang wanita single bisa punya anak? pikirnya.


"iya anak. anak kandungnya Eli."


"kakak ngaco ihh.. mana ada wanita single yang punya anak tanpa menikah. adopsi ya kak?" kata Diana yang masih ngotot tak percaya kalau itu beneran anak Eli.


"Beneran sayang... dia udah punya anak." kata Leon menyakinkan wanita yang kini menjadi kekasihnya itu.


"iya tapi kak Eli belum pernah menikah. bagaimana bisa punya anak kak?" tanya Diana lagi dengan menahan malu karena dipanggil sayang oleh Leon.


"serius kamu gak tahu sayang kalau Eli udah punya anak? kamu kan saudaranya. masak gak tahu sih." kata Leon yang masih tak percaya kalau Diana tak mengetahui kalau Eli sudah punya anak.


"iya bener kakak Leon ku sayang.. sekarang ceritain bagaimana kakak bisa bertemu dengan kak Eli." kata Diana memaksa Leon untuk berbicara.


Akhirnya Leon berbicara juga....


#FlashbackOn


Kala itu hujan deras. Leon saat itu masih duduk dibangku kelas dia belas menengah atas. dia sedang melajukan mobilnya sehabis. mengantar Angela kembali ke NYC. Sebelum pulang dia mampir sebentar ke rumah Franky. dan saat dia pulang ternyata hujan deras.


Mobilnya ia lajukan dengan pelan karena kalau hujan jarak pandang semakin pendek dan juga jalanan licin. dia tak mau membuat dirinya sendiri bahaya. Namun di tengah perjalanan menuju ke apartemen terdekatnya yang ia beli berkat hasil saham yang ia tanam pada perusahaan keluarga Wang, ia tak sengaja hampir menabrak seorang wanita yang terlibat lesu dan tak tahu arah.


Belum sempat mobilnya menabrak tubuh wanita itu, ternyata wanita itu langsung terjatuh terkapar bahkan bemper mobilnya menyentuh saja tidak. dengan cepat Leon langsung turun dan membawanya masuk kedalam mobilnya. Dia bingung mau bagaimana. kalau dibawa kerumah sakit pasti namanya akan langsung muncul di media berita besok pagi. jadi dia mengurungkan niatnya.


Akhirnya dia membawa gadis itu ke apartemennya dan memanggil kakaknya Franky, kak Friska untuk memeriksa keadaan wanita itu.


"bagaimana kak keadaannya?"


"dia pacar kamu?"


"ha? bukan kak. kakak ini apa-apa an sih. aku tanya keadaannya bagaimana kenapa kakak malah jawab kaya gitu."


"bukan itu maksud kakak. soalnya gadis ini sedang hamil empat bulan dek. kalau kamu bukan pacarnya, terus kenapa dia bisa berada diapartemen kamu dek?"


"apa kak? hamil? ya Tuhan... aku hampir saja membunuh dia orang sekaligus." kata Leon sembari mengatupkan tangannya tanda syukur karena tak jadi menabrak wanita itu. "tapi bagaimana bisa dia sedang hamil? kelihatannya dia masih terlalu muda kak?" lanjutnya.


Pletak..... tamparan dilayangkan Friska dikepala Leon. bagaimana tidak, seorang Leon bisa se polos ini.


"ya bisalah. walaupun dia masih muda tapi kamu gak lihat dia udah matang seperti ini. ya bisa hamil lah. apalagi ada yang meniduri nya. kamu itu bagaimana sih. masak pacar sendiri gak tahu."


"ish.. kakak.. kan aku sudah bilang kalau dia bukan pacar aku kak. tadi sewaktu aku pulang dari mengantar Angel, aku tak sengaja mau menabraknya. dia terlihat jalannya melamun dan linglung tak tahu arah kak. makanya aku bawa kesini."


"kenapa gak kamu bawa ke rumah sakit aja dek?"


"kakak gila apa? besok kakak mau lihat mukaku memenuhi seluruh pemberitaan dalam negeri kalau aku menggendong seorang wanita hamil masuk rumah sakit? gak kan.."


"aku akan menunggunya sadar dan menanyai tujuannya." kata Leon mantap dan ingin merawat Eli yang terlihat hanya sebatang kara tersebut.


Semenjak datangnya Eli dalam kehidupan Leon, Eli sering bertemu dengan keluarga Leon. terlebih setelah dia melahirkan. hanya Leon yang tahu kalau Eli sudah memiliki anak. Leon juga yang membantunya bangkit. tapi diantara kedua nya memang sedikitpun tak ada perasaan satu sama lain. semuanya menganggap kalau mereka berdua saudara.


Saat anak Eli lahir, yang memberi nama juga Leon. Eli hanya memberi nama depan bagi anaknya. sedangkan marga belakangnya Leon beri marga Angkasa. hanya karena ingin menyelamatkan anak itu dari hal yang tak diinginkan. hingga anak itu berumur hampir tiga tahun, Leon juga dekat dengannya. namun tak bisa dipungkiri bagaimanapun mereka sudah bersama selama tiga tahun tapi sedikitpun perasaan itu tak pernah singgah dihati masing-masing. sungguh persahabatan yang tulus.


#FlashbackOff


"Jadi..."


"Jadi kakak harap kamu jangan cemburu dengannya. kamu juga jangan bilang kepada siapapun tentang masalah Eli. karena hanya kakak dan kamu yang mengetahui ini. kalaupun sampai ada yang tahu, berarti kamu yang menyebarkan." ancam Leon yang membuat Diana kaget.


"Iya iya kak. diana janji. tapi kapan-kapan ajak Diana bertemu pangeran kecilnya kak Eli ya kak." ajak Diana dengan mata yang berbinar berharap.


"iya iya.. akan kakak ajak ya." kata Leon mengelus rambut Diana mesra.


***


Hari ini Angel tengah mengajak Sam dan Reyhan untuk bermain bersama di Mall. sebenarnya Rey dan Sam malas. tapi jika mereka tak menuruti kemauan sang bumil, maka sang bumil akan mengamuk.


Sam berjalan disisi kanan Angel sedangkan Rey disisi kirinya. mereka terlihat sekali kalau protektif kepada ibu hamil yang diantara mereka itu. apalagi sekarang perut Angela sudah memasuki usia ke enam bulan. yang tandanya tiga bulan lagi Sam dan Angela akan menjadi orang tua dan Rey akan resmi menjadi seorang uncle.


Saat tengah asyik berjalan mengitari mall, Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menabrak kaki Rey dan memeluknya.


"Pipi..." teriak anak itu dengan riangnya memeluk kaki Rey dengan tangan mungilnya. Rey yang sebenarnya suka dengan anak kecil itupun sedikit kaget.


"Hai adik kecil.. kenapa kamu berlari sendirian?" tanya Rey melihat tak ada seorang pun yang mengikutinya.


"Pipi... om pipi aku kan?" katanya polos.


Sam dan Angela yang melihatnya pun bingung juga. tapi mereka menajamkan matanya. sekilas Rey dengan anak itu jika dilihat semakin detail semakin mirip kecuali bibir dan matanya yang mirip dengan seseorang yang dirasanya mereka kenal.


"sayang, om bukan pipi kamu. om bahkan baru bertemu kamu sekali ini. sekarang dimana orang yang bersamamu sayang?" kata Rey lembut.


"itu disana pi." tunjuk anak itu. mereka mengalihkan pandangannya kepada seorang wanita yang mengejar anak kecil itu dengan ngos ngos an.


"Aduh... aden kenapa pergi gitu aja sih. bibi kan nyarinya jadi susah. duh maaf ya tuan, sudah merepotkan, pasti anak ini mengira tuan pipinya lagi. padahal kepada setiap lelaki dia selalu begitu. maaf ya tuan." kata gadis itu yang mereka tahu kalau ia hanya babysitter nya.


"gak papa kok. sayang, lain kali nurut ya sama bibi. jangan berlari sendiri. untung bertemunya sama om. coba kalau sama orang jahat." kata Reyhan kembali kepada anak kecil itu. "ohh iya, nama kamu siapa ganteng?" lanjutnya.


"namaku Reyhan pipi." kata anak kecil yang ternyata namanya Reyhan seperti namanya.


"wah sama. nama Om juga Reyhan. kita jodoh sayang."