
"Apa-apa an kalian!" teriak seorang lelaki paruh baya yang keluar dari dalam mobil. Untungnya dia sempat memeluk tubuh Angela yang dilempar oleh kedua satpam itu.
"Tuan... maaf kalau saya terpaksa kasar. tapi nona ini membuat keributan dengan mbak sarah. dia mengaku kepada mbak sarah kalau dia istri dari Tuan Sam." kata satpam menunduk takut kepada lelaki paruh baya itu.
Lelaki itu lalu menundukkan wajahnya melihat raut wajah Angela yang ketakutan bahkan sampai menangis. dia tidak tega terhadap wanita yang menangis. terlebih dia melihat perut Angela yang kehamilannya mulai kelihatan.
"apa benar kamu istri dari cucu saya?" tanya lelaki yang tak lain Heru, Opa Sam.
Angel yang masih ketakutan langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap dan dia pun pasrah saat Heru menariknya untuk kembali mengikutinya masuk kedalam bertemu dengan resepsionis itu.
"Selamat siang tuan." sapa Sarah ramah.
"Apa kamu yang mengusir nona ini?" tanya Heru.
"iya tuan. dia bukan yang pertama kali tuan. dia nona yang kesekian kalinya saya suruh satpam usir. karena selama ini banyak yang mengaku kalau dia istri dari tuan Sam." kata Sarah dengan senyum kemenangan.
"Apa kamu sudah telfon Sam?" tanyanya lagi.
"saya biasanya tidak perlu menelfon tuan Sam. karena setau saya memang tuan Sam belum menikah." kata Sarah enteng tak tahu tentang apa yang akan dia alami nanti.
"sekarang kamu telfon Sam." titah Heru.
Sarah menuruti perintah Heru. dia masih menatap Angela dengan tatapan membunuh. dia tak pernah tahu tentang identitas asli dari Angela. dia tidak sadar akan bahaya yang sebentar lagi akan menimpanya. selang lima menit Sam turun dengan muka garangnya.
"Ada keributan apa sampai aku harus turun tangan?" kata Sam yang belum melihat adanya Angel yang sengaja di umpet kan oleh Heru di belakang tubuhnya.
"Maaf Tuan, tadi saya hanya mengusir seorang wanita yang mengaku kalau dia istri tuan. tapi Tuan Heru menyuruh saya untuk memanggil anda." kata Sarah dengan nada dibuat selembut dan semanja saat didepan Sam.
"Ohh jadi ini toh alasan para wanitaku tak pernah bisa masuk keruangan ku. dan sekarang kamu mengusir istriku?" kata Sam.
"iya tuan. tapi bukankah memang tuan belum menikah? jadi saya cuma ingin menjauhkan Anda dari para wanita j*l*ng tuan." kata Sarah membela dirinya.
"sekarang gini aja Sam. Opa tanya. apa nona ini memang istrimu?" tanya Opa sambil menggeser tubuhnya agar Angela terlihat.
"Sayang... kenapa kamu disini? kan sudah abang bilang untuk pulang kerumah sama Rey?" tanya Sam langsung menghampiri Angela.
Sedangkan Sarah yang melihatnya langsung kaget. dia tak menyangka kalau wanita yang dikasarinya itu adalah istri wakil CEO-nya.
"abang, dia jahat. tadi dia gak bolehin Angel masuk. dia juga udah usir Angel keluar sampai satpam lempar Angel. untung ada Opa yang selamatin Angel. kalau gak nanti anak kita gimana?" manja Angel.
Sarah semakin membulatkan matanya. dia sudah kaget karena gadis itu benar istri Sam, ditambah sekarang dia mengetahui kalau wanita itu juga hamil.
"Sarah, benar apa yang dia katakan?" tekan Sam. Opanya masih hanya melihat tak ikut mencampuri urusan ini. Sedangkan sarah yang ditanya masih diam menunduk.
"Jawab Sarah!" bentak Sam hingga membuat semua yang ada disana melihat sedari tadi ketakutan saat mendengar bentakan Sam.
"I.. i.. iya Tuan." jawab Sarah terbata.
Heru melihat Sam begitu peduli kepada Angel, dia bahagia. akhirnya cucunya mau bertobat dari mempermainkan wanita.
"Perhatian semuanya! mulai hari ini, jika kalian melihat wanita disamping saya ini, perlakukan dia seperti kalian perlakukan saya. karena wanita ini istri saya. Nyonya muda keluarga Surya Atmaja. dan dia juga sedang mengandung penerus perusahaan SA. jadi jika kalian ada yang kurang ajar kepadanya, nasib kalian akan lebih buruk dari Sarah. Paham kalian semua!" teriak Sam kepada semua yang tengah melihat kejadian itu. semuanya menjawab dan menunduk takut. untuk pertama kalinya mereka melihat Sam semarah itu.
***
Diruangan Heru.
Setelah kejadian tadi, Heru membawa Sam untuk berbicara empat mata di ruangannya. sedangkan Angela ditemani oleh asisten pribadi Sam dan Heru yang juga seorang wanita berumur kepala tiga. Angel terlihat senang dan cocok dengan mereka berdua.
"Apa-apa an kamu! menikah tapi tak mengabari Opa. apa kamu tidak menganggap Opa? kalau tadi Opa tidak kebetulan berada didepan, kamu akan kehilangan anak kamu. paham itu. sekarang jelaskan semuanya sampai kenapa kamu bisa mempunyai seorang istri sekarang." kata Heru tegas.
Hal itu membuat Sam menceritakan semuanya dari awal dia bertemu dengan Angela di NYC. semuanya dia ceritakan dengan rinci sampai dia menikahi Angel. termasuk menceritakan tentang Rere yang tega mendorong Angel dan hampir membuat Angel keguguran.
Dia berpikir kalau Heru akan marah, tapi reaksi Heru sedikit diluar kepala Sam. Sam hanya mendapat jeweran layaknya anak kecil yang nakal sedangkan setelah itu dia langsung memanggil Angela untuk masuk kedalam ruangannya.
"Opa... Opa panggil Angela?" tanya Angela dengan polosnya sambil mengunyah kentang goreng ditangannya.
"Sini cucu mantuku yang cantik." kata Heru sambil menepuk sofa sebelahnya.
"Enggak mama enggak Opa, sekali lihat Angel langsung Sam dilupakan." gerutu Sam tapi masih didengar oleh Heru.
"Siapa suruh kamu kurang ajar. Cucuku sayang, kamu mau apa? mau makan, shoping atau jalan-jalan kemana?" tanya Heru yang ingin memanjakan cucu mantunya juga cicitnya. terlebih saat dia tahu kalau Angela itu cucu dari Elvano dan Alexa. teman sekaligus rekan bisnisnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya. dari mereka awal memegang perusahaan sampai sekarang sudah lumutan.
"Emm... angel cuma mau dipeluk sama Bang Sam Opa. boleh gak kalau Bang Sam jangan kerja dulu? Angel gak mau ditinggal sama Bang Sam." permintaan Angela ini langsung disambut senyuman bahagia dari Sam. sedangkan Heru hanya menepuk jidatnya.
"jangan seneng dulu kamu. kalau bukan karena cucu mantu kesayanganku ini kamu gak akan bebas dari kerjaan kamu." kata Heru pada Sam membuat Sam menunduk. "ya sudah kalau begitu, sekarang kamu sama Sam pulang ya. mulai hari ini Sam akan bekerja dirumah biar bisa sama kamu terus sayang." lanjutnya berkata pada Angel.
"yang bener Opa?" mata Angel berbinar.
"bener sayang." kata Heru hendak memeluk Angela namun Angela justru langsung berhambur duduk dipangkuan Sam dan memeluk Sam layaknya anak kecil.
Untung mantu, coba kalau cucuku sendiri. udah tak geplak tu kepala. dalam batin Heru.
Angela turun bersama Sam. Sam terus memeluk pinggang Angel dengan posesifnya. sedangkan Angel memeluk Sam dengan manjanya. Semua karyawan yang melihatnya tersenyum dari kejauhan. ada rasa kagum karena mereka terlihat begitu mesra, tapi juga ada rasa iri karena mereka berdua sama-sama ganteng dan cantik. tiap karyawan yang berpapasan langsung menyapanya karena takut nasibnya akan seperti Sarah. Sam hanya diam tak membalas sedangkan Angel langsung membalas salamnya sambil mengangguk penuh senyum.
"*pantas selama ini tuan Sam tak pernah kepincut sama Sarah. orang istrinya cantiknya kebangetan juga ramah gitu."
"iya gak kaya Sarah. dia kaya sih, tapi songongnya minta ampun. mana tu muka cuma polesan lagi."
"Tuan cocok sekali sih sama Nyonya."
"hari patah hati sedunia ini mah namanya*."