
Mereka berjalan dengan mesra. Jackson merangkul pinggang Elsa dengan lembut dan berjalan beriringan. membuat semua mata yang memandang iri akan kecantikan dan ketampanan mereka. mereka benar-benar pasangan yang sempurna.
Mobil Jackson memasuki parkiran. Jackson mengikuti Elsa masuk kecafenya menuju sebuah meja istimewa yang didesign dengan sebuah sofa. meja yang selalu Elsa dan ketiga teman ceweknya tempati sehingga dulu di cafe ini hanya ada pelanggan pria yang cuma sekedar cuci mata setelah lelah disekolah, kuliah atau lembur kerja.
Namun tatapan para pengunjung itu kini berganti tatapan membunuh. karena dipojok sana ada Sian, Meisya dan Rose yang duduk dengan tiga orang cowok. telebih saat Elsa masuk, dia datang bersama seorang cowok. membuat semua pengunjung yang ramai itu datang berharap bertemu dengan Elsa yang selama ini pergi diluar negeri. berharap bisa sekali saja mengencani nya.
Mereka berdua langsung menuju ke sebuah meja yang disana sudah ada enam orang lainnya yang menunggu.
"Elsa! " teriak Rose.
"kalian cepet banget datangnya." kata Elsa.
"kita yang cepet apa lo sama Jack yang kelamaan ngamar?" kata Sian yang menunjukkan sebuah percakapan digrup yang berisikan delapan orang itu. Elsa membulatkan matanya saat disana ada sebuah percakapan yang tertulis atas nama Elsa namun dia sama sekali tak mengetahuinya.
"kalian berdua udah kencan ya?" tanya Mark.
"kencan apaan sih." elak Elsa malu.
"lah itu tangan Jack gak lepas dari pinggang kamu. meluknya mesra banget gitu." kata Mei yang menunjuk tangan Jack. sedangkan Elsa menatap Jack yang tengah sibuk dengan ponselnya dan tiba-tiba memandang kearah Elsa.
"lha emang kenapa? kamu malu punya pacar kaya aku, hmm?" kata Jack.
"ohh jadi bener kalian udah kencan?" sambung Dion.
"lo pelet ya sepupu gue sampai dia mau sama penjahat kelamin kaya lo." kata Arian.
"seenaknya aja lo bilang gue penjahat kelamin. gue gak separah lo kali Ian. gue gak akan nidurin mereka kalau mereka belum jadi pacar gue. sedangkan lo main ONS mulu sebelum sama sahabat gue." jawab Jack.
"alah kalian berdua sama aja. ternyata dibelakang kita gitu ya. ya udah lah daripada denger kalian main cewek mending kita pergi aja. yok girls kita pergi." kata Elsa yang sudah berdiri dan menghempaskan tangan Jack dari tubuhnya.
"ehh ehh sayang mau kemana?" tanya Arian kepada istrinya yang sudah kelihatan marah.
"mau pergi cari suami baru." katanya ketus.
"Elsa sayang mau kemana?" tanya Jack mencegah Elsa pergi.
"mau ke club malam cari laki baru. daripada sama lo, yang ada gue erosi terus. pacar juga bukan sok ngaku-ngaku." kata Elsa dan melenggang pergi dengan ketiga temannya.
Para pria kalang kabut dibuatnya. mereka pergi keluar hendak mengejar namun sayangnya mereka kalah cepat dengan Elsa yang mengendarai mobilnya seperti kesetanan.
"lo sih harus bahas masalalu. kabur kan bini gue." sesal Arian.
"lo itu yang ngatain gue duluan. kalau lo gak ngatain gue, gue juga gak bakalan kali kaya gitu." sewot Jack.
"udah berantemnya? mau nyusul mereka gak? gue udah dapat nih kabar dari Mei." kata Mark.
"ya ikutlah. gak mau gue bini gue cari laki baru." kata Arian langsung masuk ke dalam mobil yang sudah ada Mark dan Dion. disusul Jack yang masih dengan ngedumel.
"gue juga ikut lah. gak mau gue baru aja dapatin dia, ehh dia main cari laki. emang apa sih kurangnya gue sampai dia harus cari laki lain." omel Jack.
Mark yang mendengar apa yang dikatakan Jack itupun terkaget dan langsung mengerem dadakan. untung didepan dan belakangnya tak ada kendaraan lain. tapi ketiga temannya pada mengeluhkan sakit kepalanya.
"tunggu.. kalau Elsa sama Sian aja sampai berani cari laki baru padahal udah punya pasangan. gimana dengan gebetan gue si Meisya?" tanya Mark.
"wah wah wah.. kayanya kita musti cepetan kesana deh Mark. soalnya gue dikasih tau sama Sian, semalu-malunya Mei dan Rose sama laki-laki kalau udah di club malam mereka bisa gila. kalian berdua mau gebetannya di ambil cowok lain?" kata Arian.
"ya sudah kalau gitu buruan tancap gas ke tempat yang dikata Mei." perintah Jack.
Dan setelah setengah jam mereka sampai disalah satu club malam yang terkenal. ternyata Dion tahu pemilik club ini. Dion lalu memanggil pemiliknya yang tak lain sepupunya sendiri, Doni.
"Don, lo tau gak tadi ada 4 cewek yang kesini barengan? di table mana mereka?" tanya Dion sedikit teriak karena kebisingan musiknya.
Mengerti yang dimaksud Dion adalah 4 gadis primadona nya disini. selain cantik dan sexy mereka berempat mahal karena tak tersentuh siapapun. siapa saja yang berani menyentuhnya, akan ada ujung dimana tangannya dipotong. siapa lagi kalau bukan ulah kakak sulung Elsa, Kevin yang merupakan sahabat Doni di SMA dulu.
Setelah Doni menunjuk table yang ada diujung sana, mereka berempat langsung menghampiri mereka. terlihat mereka sudah mulai minum dengan sedikit tak sadarkan diri.
"hei Sian lihat. itu suami lo bukan?" kata Mei setengah mabuk.
"ehh itu yang disamping suami lo keren juga." tempat Elsa menunjuk Jack.
"no.. suami gue yang paling keren." kata Sian setengah tertawa.
"kalo gue yang ini nih. dia yang terlihat paling laki menurut gue." kata Rose menghampiri Dion dengan tubuh yang sudah mabuk. dia lalu tak sadarkan diri dalam pelukan Dion.
"gue urus Rose kalian urus mereka bertiga. kita bawa ke basecamp kita aja. takutnya kalau bawa mereka balik kita bakal dinikahkan masal." kata Dion yang membawa Rose pulang menggunakan taksi.
Lalu diikuti Mark yang juga membawa Mei dan pergi menggunakan taksi setelah memberikan kunci mobilnya kepada Arian agar Arian bisa membawa istrinya pulang. sedangkan Jack membawa Elsa dengan mobil Elsa.
disaat ketiga temannya sudah membawa para gadis masing-masing pulang, Jack masih menunggu Elsa hingga sadar karena tertidur di table nya. dia memainkan HP Elsa yang ternyata tak dikunci.
Dia tersenyum melihat album foto Elsa waktu masih kecil, remaja hingga foto hot dewasanya. dia begitu cantik sempurna meskipun tanpa ada riasan muka yang tebal. dia cantik sempurna bahkan habis bangun dari tidurnya.
Namun matanya berhenti saat ada sebuah foto Elsa dengan seorang cowok. difoto itu tertera tulisan *Elsa dan Evan*. karena penasaran dia membuka aplikasi chat Elsa dan mencari nama Evan disana.
Evan❤
Elsa, maafin aku. aku harus ke Ausie untuk melanjutkan kuliahku. aku harap kamu mau menungguku sampai aku pulang nanti. aku janji setelah lulus nanti kita akan menikah. itu tidaklah lama. hanya empat tahun setelah aku lulus SMA dan kalau dihitung lagi, itu waktu saat kamu sudah tahun kedua di kuliah kamu. aku harap kamu mau menungguku Elsa. I Miss You Els.
Tertulis pesan dari Evan untuk Elsa. namun pesan itu hanya dibacanya saja tak ada balasan apapun dari Elsa. hal ini membuat Jackson semakin takut karena ini merupakan tahun kedua Elsa kuliah dan artinya sebentar lagi Evan akan kembali dan menepati janji untuk menikahi Elsa.
"gak, sampai kapanpun Elsa hanya menjadi milikku." kata Jackson membelai lembut Elsa. "kamu selamanya gadis sexyku." bisik Jack ditelinga Elsa lalu menciumi tengkuk Elsa.
"emm... Jack.. lepas." ucap Elsa. Elsa membuka matanya perlahan. dia melihat Jackson disampingnya lalu mengedarkan pandangan mencari temannya. "yang lain kemana Jack" kata Elsa sembari mengumpulkan nyawanya.
"mereka dibawa pulang sama para cowok. aku tunggu kamu sadar dulu. soalnya aku gak tahu rumah kamu dimana." kata Jack.
"emm.. jangan bawa aku pulang kerumah Jack. bisa dicincang sama mama kalau aku ketahuan clubbing. aku sudah ijin tidur di rumah Mei." kata Elsa yang kini sudah pulih dari mabuknya. dia memang sepeti itu. jika mabuk dia langsung tidur selang setengah jam saja dia bangun dia sudah kembali bugar. tak seperti yang lainnya masih hangover sampai pagi.
"ya udah kalau gitu. kita turun ke lantai yuk. dari tadi aku cuma nungguin kamu terus lho. takut kalau kamu diganggu sama cowok hidung belang yang lihatin kamu dengan mata penuh nafsunya." bisik Jack ditelinga Elsa.
"terus apa bedanya sama kamu?" kata Elsa sambil memicingkan matanya menatap Jackson dengan garang. dari kejauhan Elsa melihat Doni bersama bodyguard yang waspada karena Elsa bersama seorang cowok. Elsa hanya melambaikan tangan yang artinya dia kenal dengan cowok ini. dan itu membuat Doni merasa lega karena cowok itu adalah kenalan Elsa. dia tak mau lalai menjaga Elsa karena ini pesan dari kakaknya Elsa sekaligus sahabatnya sendiri.
"kamu mulai nakal ya melambai sama cowok." kata Jackson yang tangannya mulai meraba lembut paha Elsa dan menciumi leher Elsa.
"Ya! jangan sembarangan ya kamu." ucap Elsa menghempas tangan Jackson dan menjauh darinya. "Kalau aku gak melambaikan tanganku ke mereka, kamu mau masuk rumah sakit dihajar sama anak buah kakakku?" kata Elsa. Jack yang mendengar itu langsung mencari keberadaan kakak Elsa.
"kakakku gak ada disini. tapi itu. itu. itu. itu. dan masih banyak lagi termasuk Doni pemilik club ini, mereka semua anak buah kakakku. siapapun yang berani mendekati dan menggodaku tiap aku disini, mereka akan turun tangan dan menghajar habis. paling baik mereka hanya masuk rumah sakit. tapi yang paling parah langsung meninggal. itu seperti om-om hidung belang yang hendak memperkosa ku dikamar mandi. itu yang paling parah." kata Elsa menjelaskan dan Jack menatap takut.