
Hari ini juga Elsa pindah ke apartemen lagi bersama Jackson. Jackson membawa 2 koper sedang barang pribadinya.
"aku tidur dimana sayang?" kata Jackson yang hanya melihat 1 kamar tidur saja disana.
"tuh, udah aku suruh orang buat kasih tempat tidur mini di dekat jendela yang sering aku pakai buat baca buku." kata Elsa enteng.
"itu pinggir jendela lho sayang? kamu gak takut aku jatuh?" kata Jackson lagi.
"iu jendela gak bisa dibuka, gimana kamu mau jatuh." kata Elsa yang sedang merapikan barang Jackson diruangan khusus lemari pakaian dan ruang ganti.
"gimana kalau aku tidur sama kamu disatu ranjang?" kata Jackson sambil memeluk Elsa dari belakang membuat Elsa kaget.
"jangan macam-macam ya kamu. awas aja kalau macam-macam aku bilangin bang kevin." ancam Elsa sambil melepaskan pelukan Jackson dan berjalan keluar menuju ranjangnya.
Tanpa kata Jackson mendekat dan langsung membaringkan Elsa dan menindih nya.
"JACKSON!" pekik Elsa.
"aku kangen sama kamu sayang. aku kangen banget." kata Jackson sambil menciumi leher Elsa.
"kangen juga nyatanya gak ada hubungi aku sekalipun." jawab Elsa sambil mendorong Jackson.
"maka dari itu sekarang biarkan aku bermanja-manja denganmu sayang." kata Jackson yang tangannya mulai meraba masuk kedalam baju Elsa.
"Jack, berhenti.. jangan Jack!" kata Elsa namun tubuhnya tak bisa menolak. jujur dia sangat merindukan sentuhan Jackson.
Mulai hari itu kehidupan Jackson dan Elsa di apartemen di mulai. Mereka sudah seperti suami istri beneran. Terlebih dalam hal hubungan intim. Untuk kesekian kalinya mereka kembali melakukannya. Jackson seperti tak ada habisnya memakan tubuh Elsa. Bahkan Elsa juga tidak memperdulikan dirinya yang habis keluar dari rumah sakit. Untuk malam pertama mereka tinggal bersama menjadi malam yang penuh dengan kehangatan di ruangan itu.
Bahkan mereka tak hanya melakukan di satu tempat. Mereka juga berpindah ke kasur mini yang sering di gunakan Elsa untuk bersantai. Kini kasur itu menjadi saksi bisu perbuatan terlarang yang terlalu jauh mereka lakukan sebelum mereka resmi menikah. Tak ada yang saling menolak. Keduanya sama-sama melakukan nya penuh dengan cinta.
Jackson berbaring disamping Elsa dan menutup tubuh polos Elsa dengan selimut. sedangkan Elsa sudah berada dalam alam mimpinya setelah olahraga panas mereka. Jackson melihat jam didinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. belum terlalu malam tapi karena kelelahan jadi dia pun merasa ngantuk.
*****
Ditempat lain.
"sayang, gimana kamu sudah berhasil mendapatkan Elsa?" kata Salsa yang lagi berada didalam pelukan Evan.
"terus gimana dong? masak gagal usaha kita."
"tenang aja sayang, aku janji kita akan berhasil."
kring.. kring..
"siapa sih yang telfon malam-malam gini ganggu aja." kata Salsa yang melepaskan Evan yang berjalan menjauh menerima telfon dalam keadaan tak berbusana.
"halo.. ada apa? kata Evan setelah melihat nama asistennya yang menelfon.
" bos, kacau bos, saham perusahaan anjlok 60% bos. kalau gak cepat ditangani, paling cepat lusa kita bisa bangkrut bos."
Mendapat kabar itu Evan langsung memakai bajunya yang berserakan dan berpamitan pada Salsa.
"sayang, aku harus ke perusahaan sekarang. kemungkinan gak kan pulang dalam beberapa hari soalnya perusahaan sedang diambang kebangkrutan." kata Evan membuat Salsa tak bisa menjawab.
*****
Pagi hari dikamar Elsa.
Elsa menggeliat saat matahari masuk kedalam gorden kamarnya. saat hendak bangun, dia tak bisa karena tiba-tiba Jackson mengeratkan pelukannya.
"morning beib.." kata Jackson sambil memberi kecupan pada bibir Elsa. "morning kiss" lanjutnya.
"sayang, aku bangun dulu ya. mau mandi. badannya gak enak ini. lengket."
"aku ikut." kata Jackson dengan muka dibuat manja.
"baiklah, tapi jangan lama-lama ya.." kata Elsa.
Mendengar jawaban dari Elsa membuat Jackson terlonjak kegirangan dan menyusul Elsa kekamar mandi.
Jangan lupa like, komen dan vote yang banyak ya guys.. biar aku semakin semangat nulisnya😘