
Siang itu setelah semuanya terjawab, semuanya kembali bersama lagi. namun kini Rey lebih pendiam. dia juga bingung bagaimana ingin meminta maaf kepada Eli. dia takut, malu dan juga sedikit gengsi.
"aarrgghh.... gue gak tahu harus bagaimana." kata Rey didepan temannya.
"alah.. lo nge gombal kesana kemari php in anak orang aja bisa. kenapa bilang maaf aja susah sih." kata Franky.
"bukan sekecil itu masalahnya Frank. kalau cuma kecil mah gak papa. lah ini udah gedhe bin banget masalahnya." ucap Rey yang terlihat frustasi.
"Makanya kalau ngatain abang sendiri tu hati-hati. pada akhirnya kualat kan lo." kata Sam.
"iya deh bang, kaya nya emang salah gue waktu itu marah sama lo. coba aja dulu gue berbaik hati sama lo, mungkin sekarang gue jadi untung nerima job." kata Rey menerawang.
"dasar gelo." ucap Leon.
"Ehh nanti malam minggu mau pada berangkat pesta ultahnya Kattie gak?" kata Franky.
"berangkat dong." jawab mereka serempak.
"ehh gue denger dari kak Eli katanya dia juga bakal berangkat. dia dapat undangan khusus dari bokapnya kak Kattie karena jadi brand ambassador salah satu produknya." kata Diana.
"nah tuh bang, kesempatan tuh." sahut Angela yang baru datang langsung masuk ke pembicaraan mereka.
"lah nih bini orang langsung nyaut aja kaya api. dari mana aja lo baru dateng?" kata Rey mengalihkan pembicaraan agar tak melulu tentang mereka.
"tau tuh dosen killer, jamnya udah klewat lima belas menit tapi masih aja santai di ruangan. untung aku pura-pura mabuk karena hamil, kalau gak kelas itu gak akan bubar." kata Angela.
"lah lo kan se jurusan sama Diana Ngie, kenapa gak bareng?" tanya Franky.
"lah lo tanya aja sama kakak gue, dibawa kemana tu sahabat gue sampai bolos kelas." tunjuk Angela.
Yang ditunjuk pun hanya cengar cengir merasa tak bersalah karena membawa kabur Diana agar tak masuk kelas, dan membawanya jalan-jalan.
"ohh iya sayang, abang nanti jam satu mau ke kantor. kamu masih ada kelas gak?" tanya Sam.
"udah gak bang. ikut dong..." manja Angela.
"iya nanti ikut. kalau gitu berangkat sekarang aja bagaimana? kita mampir kemana dulu gitu." kata Sam mengajak Angela meninggalkan mereka semua yang ada di meja kantin.
"tuh kebiasaan pasangan suami istri. tak pernah menganggap kita ada." kata Leon.
"kalian mah enak. cuma gak dianggap pas ketemu aja. emang kalian gak tanya gimana gue jadi sahabat tuh pasutri? hampir tiap malam gue harus tidur sambil pakai penyumbat telinga tahu gak." kata Rey membuat gelak tawa untuk para lelaki tapi tidak untuk Diana dan Kattie.
"maksudnya apaan?" tanya Diana.
"maksudnya itu karena Rey gak mau dengar Sam sama Angela sedang ena-ena didalam kamar mereka." jelas Franky membuat mata Diana dan Kattie terbelalak lalu menertawakan Rey.
"gitu ya kalian. paling senang lihat gue sengsara." kata Rey menahan kesal atas tertawaan teman - temannya. namun dia langsung kembali teringat akan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Elisabeth.
***
Ditempat lain, karena sekarang masih jam sebelas sedangkan nanti Sam ada acaranya jam satu siang, maka Sam membawa Angela ke Mall milik keluarga pamannya Angela. Julian, suami dari Key, kakak mommy Elsa.
"selamat siang nona pertama. apa perlu kita mengawal anda?" tanya manager yang tahu kedatangan keponakan tuannya itu langsung menyambut sendiri kedatangan Angela.
"ohh tidak perlu pak. saya bersama suami saya saja. jangan juga tutup mall ini karena saya kesini." kata Angela.
"tapi maaf nona, saya tidak berani nona. Tuan Julian selalu berpesan kalau ada keluarga Wang, Diwangkara atau Angkasa datang harus ada pengawalan." kekeh manager itu.
"turuti saja istri saya yang sedang hamil pak. kalaupun bapak tetep kekeh mau melindungi istri saya bapak suruh para bodyguard berjaga jarak saja." kata Sam.
"baik kalau begitu tuan. mari nona silahkan nikmati kunjungan anda."
"makasih ya pak. nanti akan saya sampaikan pada paman Julian agar bapak dapat bonus bulan ini." kata Angela membuat senyum mengembang pada bibirnya.
Angela menikmati kunjungannya di mall terbesar yang ada di Jakarta milik pamannya itu. dia begitu bahagia karena bisa sedikit bersantai dengan suaminya itu. hampir setiap orang yang melihat mereka menunduk. entah itu menunduk kepada Angela atau pun Sam.
Itu semua tidak membuat Sam dan Angela heran. bagaimana tidak, Sam terkenal sebagai salah satu pewaris keluarga Surya Atmaja yang tersohor dalam negeri. sedangkan Angela sudah dikenal sebagai penerus tiga keluarga raksasa di negeri ini bahkan di Asia. siapa yang tidak mengenal keluarga Angkasa dan Diwangkara yang terkenal di Asia. sedangkan siapa yang tidak kenal dengan keluarga Wang yang tersohor di seluruh belahan dunia.
Semua menghormati Angela dan Sam karena dalam Mall ini hanya orang berada saja yang bisa masuk. karena kualitas produk dan merk merupakan barang limited edition kelas atas. Sampai suatu ketika, mata Angela menatap sebuah dress berwarna merah maroon terpampang jelas didepan matanya.
Dipajang di etalase toko yang menggambarkan kelas mewah. dia pun menyeret suaminya untuk masuk dan membeli gaun itu. matanya berbinar saat melihatnya. Sam yang merasa ingin ke kamar mandi ijin sebentar sedangkan Angela sudah berjalan mendekati manekin dimana dipasang baju itu.
"Pelayan, bungkus ini untuk saya!" ucapnya yang kebetulan berbarengan dengan seorang wanita yang kelihatan sekali dari penampilannya kalau dia dari kalangan kelas atas.
"maaf nona, saya duluan." katanya.
"emm.. maaf nona, bisakah saya yang mendapatkan baju ini? saya menginginkan sekali." kata Angela memohon.
"Nona, maaf ya. nona kan kelihatan dari orang yang kaya, nona pasti bisa membeli baju ini bahkan sampai Mall ini, tapi saya mohon relakan baju ini. saya sudah menunggu baju ini rilis." katanya masih sopan.
"tapi saya juga sudah jatuh cinta dengan baju ini nona. saya begitu cinta. apalagi ini juga keinginan anak saya." ucap Angela dengan memegangi perutnya.
Tiba-tiba datang seorang wanita lagi yang membela wanita itu.
"tapi saya juga menginginkan ini nona." kata Angela kekeh.
"sudah lah dek. biarlah dia yang mengambilnya. kita masih bisa beli yang lainnya. toh juga kita bisa bilang sama Om Julian." kata sang kakak.
"hei kamu dengar ya. seharusnya kamu yang mengalah. karena kamu tidak tahu siapa kakak saya ini. dia calon istri dari anak pemilik Mall ini. alias calon menantu pemilik Mall ini. untung kita gak bilangin ya sama Om Julian." kata adiknya.
"ohh jadi kamu kak Ina, calon tunangan Kak Cello. halo kak, salam kenal. aku keponakan Om Julian. Angela Wang." kata Angela.
"sok kenal lo sama kak Cello." kata adiknya.
"tunggu, kamu Angela Wang? anak dari Tante Elsa dan Om Jackson? adiknya Om Julian?" tanya sang kakak yang bernama Ina.
"iya kak. saya Angela. senang bertemu dengamu." kata Angela ramah.
"senang juga bertemu denganmu. ohh iya dimana tuan Samudera? bukankah kamu sudah menikah dengannya? kenapa kamu sendiri?" tanyanya ramah. karena sebenarnya dia ramah, hanya saja adiknya itu sombong dan angkuh.
"ohh jadi kamu yang merebut calon suami aku ya. dasar wanita ular." kata adiknya tanpa sopan santun.
"Siapa yang wanita ular?" kata Sam yang baru saja datang menghampiri Angela.
"Ohh Tuan Sam? anda berada disini? anda masih ingat kau dengan saya? saya Cassie Ricardo. pasti anda sudah pernah mendengar kan? Saya yang pernah bertemu anda di perjamuan perusahaan papa saya." katanya sok akrab dengan Jackson.
"Maaf saya lupa. seingat saya waktu itu saya hanya berkenalan dengan nona Ina Ricardo. anda nona Ina kan? calon tunangan sepupu istri saya?" tanya Sam kepada Ina tanpa menanggapi Cassie.
"iya tuan, senang berkenalan dengan anda." kata Ina.
"jangan begitu formal nona. sebentar lagi kamu juga akan menjadi ipar istri saya yang juga akan menjadi ipar saya juga." kata Sam.
"iya kak Ina, meskipun kita seumuran tapi kan kamu akan jadi istrinya kakak sepupuku." kata Angela.
"terimakasih. kalian begitu merendah. kalau begitu, baju ini saya ikhlaskan. anggap saja kalau ini sebagai hadiah perkenalan dari saya." kata Ina ramah tapi tidak dengan Cassie yang kesal karena tak dianggap dihadapan mereka.
"terimakasih kak. dengan senang hati saya menerimanya. haha" kata Angela.
***
Sepulang dari Mall.
"kakak apa-apa an sih. kenapa sok baik begitu sama Angela si wanita rubah itu." bentak Cassie kepada kakaknya.
"kamu itu apa-apa an sih dek. gak baik kaya begitu. bagaimanapun dia itu akan menjadi saudara kakak. lagipula dia juga gak salah kok. dia baik juga orangnya. kakak jadi ingin berteman dengannya." kata Ina sumringah mengingat pertemuan pertamanya dengan sepupu calon tunangannya itu.
"hei kak. ingat ya kak. kalau dulu aku gak menolak perjodohan ini, apa kakak yang sebagai anak angkat akan menjadi tunangan seorang Cello Wang? ingat kak. itu gak akan pernah terjadi. jadi kakak jangan sombong seperti itu." kata Cassie pedas setelah itu langsung pergi meninggalkan Ina sendirian.
***
"Tadi itu beneran Ina Ricardo?" tanya Sam saat perjalanan menuju ke kantor bersama Angela.
"iya bang, Sebenarnya sih yang mau dijodohin sama Kak Cello adiknya. tapi adiknya gak mau karena mikirnya kak Cello itu miskin. pas tau kak Cello punya Mall, akhirnya mulai deketin deh tuh. ehh gak tahunya kak Cello udah jatuh cinta beneran sama kak Ina. ya tetep jadi tunangan." kata Angela.
"Ohh gitu... terus kalo kamu sama abang gimana? apa cintamu ke abang masih tetep sama atau udah pudar karena kesalahan abang?" kata Sam yang tiba-tiba serius.
"Justru seharusnya Angel yang tanya begitu sama abang. abang udah cinta gak sama Angel?" tatap Angela serius.
Sam justru malah diam. dia tidak menjawab. dia mengalihkan pandangan ke arah luar mobil. dia tak mau menatap Angela. dari situ Angela sudah yakin kalau Sam belum benar-benar bisa mencintainya.
"Sekarang Angela paham bang. selama ini Abang bersikap baik cuma karena bayi ini kan? karena bayi ini cucu ahli waris penerus keluarga Surya Atmaja. kalau begitu, setelah bayi ini lahir, Angel akan langsung tanda tangani surat perceraian yang abang buat sewaktu kita menikah dulu. dan hak asuh anak ini akan menjadi milik abang seperti dulu tertulis dalam Perjanjian pra nikah ini." kata Angela.
Selama ini memang terlihat kalau Angela dan Sam begitu mesra. namun semua itu semata-mata karena hanya ingin melindungi bayinya. bukan karena cintanya kepada Angela. Hatinya masih selalu ada untuk Rere. meskipun dia kecewa, tapi tidak bisa dipungkiri kalau nama Rere masih ada didalam hatinya.
Dan sebelum menikah, Sam membuat perjanjian pra nikah. dia akan mengumumkan didepan publik kalau mereka berdua suami istri. namun Angela tak bisa menuntut apapun setelah anak itu lahir. meskipun selama menikah mereka saling menjalani kewajiban sebagai suami istri, namun setelah bayi itu lahir, mereka akan berpisah dan hak asuh anak akan menjadi milik Sam.
"Gimana usaha abang buat nyari Rere? apa udah ada kabar dari anak buah abang?" tanya Angela. sebenarnya berat bagi Angela untuk bilang seperti itu. tapi mau bagaimana lagi kalau selama ini kasih sayang yang Sam tunjukan dihadapan semua orang hanyalah semata-mata untuk menutupi tak adanya rasa cinta untuk Angela.
"belum." jawab Sam singkat.
"emm... gitu. abang masih cinta banget ya sama Rere? apa abang gak bisa kasih sedikit cinta abang buat ibu dari anak abang ini?" tanya Angela sambil melihat Sam. seketika Sam menoleh kepada Angela, menatap dengan tatapan tak suka. "oke, tak perlu dijawab. dari jawaban abang saja udah bisa dilihat kalau abang cinta banget sama Rere. siapa sih yang tak jatuh cinta saat melihat sosok Rere. dia anaknya cantik, pintar, baik, periang, dan juga gampang untuk bergaul. gak kaya Angel. temen Angel juga cuma Diana. bahkan Angel tak sepintar Rere. nyatanya Rere bisa mengambil hati abang hanya dalam kurun waktu satu bulan. sedangkan Angel yang sudah kenal dengan Abang selama hampir enam tahun saja, abang tak pernah sedikitpun menganggap Angela lebih dari seorang adik." kata Angela getir.
Sam masih diam menatap Angela menunduk. ada sedikit guratan kecewa saat mendengar perkataan Angela. namun dia meyakinkan diri kalau dia hanya mencintai Rere. setelah anaknya lahir, dia akan mencari Rere dan menikahinya. serta anak itu akan dirawat oleh Rere. dia hanya ingin Rere yang menjadi ibu dari anak-anak nya kelak.
"maaf tuan, nyonya. sudah sampai." kata sopir.
"emm.. pak, jalan pulang ya pak." kata Angela setelah melihat Sam keluar tanpa pamit kepadanya.
"loh gak jadi ikut tuan, nyonya?"
"gak pak. jalan aja."
***
Sampai disini kalian jangan menghujat Rere lagi ya... Rere gak salah. salahin saja hati Sam yang tak bisa terbuka untuk wanita lain meskipun itu ibu dari anaknya sendiri.