
Sam pulang bersama Angela. selama dalam perjalanan Angela hanya diam memandang jalan diluar. dia masih merasa jengkel dengan sifat dari kakaknya yang merendahkan Diana seperti itu.
"Sayang, kamu masih marah sama Leon?" kata Sam memecah keheningan dalam mobil.
"bukannya marah. Angel cuma gak suka aja sama sifat kak Leon yang seperti itu. kak Leon gak pernah merendahkan orang seperti itu. apalagi seorang wanita. abang kan tahu sifat kak Leon pastinya." kata Angel
"iya abang tahu. tapi kamu pernah mikir gak sih kenapa kakak kamu seperti itu? kamu ingat gak sama silla?" tanya Sam.
"Ingat. kalau gak salah itu cewek yang pernah dekat sama kak Leon. pernah dibawa pulang juga. dulu kebetulan Angel pas liburan pulang kesini. terus ketemu sama kak Silla. tapi gak tahu kenapa seminggu setelah itu kak Leon jadi muring dan berperangai seperti sekarang."
"Kata Rey, dulu sehabis mengenalkan Silla ke orang tuamu, Rey menembaknya. tapi Silla menolaknya karena ingin fokus sama studi. tapi setelah itu dia melihat kalau Silla pacaran sama kakak tingkat."
"jadi kak Leon seperti ini karena dia patah hati? lalu sikap kak Leon ke Diana juga karena patah hati? jangan jangan yang melamar Diana...." kata Angel menggantung melihat kearah Sam dan Sam juga melihat kearahnya.
"LEON." kata mereka bersamaan.
***
Seminggu berlalu. setelah kejadian malam reuni, semuanya terlihat menjadi canggung bagi Sam, Angel dan Franky. karena Diana, Leon dan Rey saling berdiam diaman. mereka bahkan tak saling menegur sama satu sama lain. bahkan mereka kadang tidak ikut berkumpul bersama seperti sekarang. hanya ada Angel, Sam, Franky dan Kattie yang ikut bergabung bersama mereka karena suntuk dengan suasana kantor.
"eneg gue lihat mereka kaya begini terus." kata Sam.
"jadi sampai sekarang mereka bertiga belum juga berbaikan?" tanya Kattie.
"yup. bener banget. apalagi sekarang Rey semakin sinis dengan Leon." kata Franky.
"tunggu deh. kalau dilihat ini gak cuma masalah mereka bertiga. kalian ingat gak waktu reuni pas bang Rey sama Diana mereka bilang kalau mereka pacaran, gak cuma kak Leon yang penasaran. tapi juga kak Eli. dia berasa ada perasaan yang disimpan buat bang Rey. lihat gak kalian?" tanya Angel menengahi percakapan mereka.
"iya iya aku inget Ngel. aku ingat waktu itu Eli terlihat syok banget saat tahu Rey pacaran sama Diana. bahkan jawaban Rey kepada Eli terlihat sinis banget." jawab Kattie.
"mata perempuan emang tajam banget ya." sahut Franky.
"tapi sayangnya, walaupun gue sama Rey itu dari dulu temenan bersama, kita gak tahu ada masalah apa diantara mereka berdua. setahu gue Rey cuma berhubungan sama saudara kembarnya Eli, Margaret namanya." kata Sam.
"Nah, kita tanya aja tuh sama Margaret." kata Kattie bersemangat.
"gak bisa kak Kattie. orangnya udah meninggal lama kata bang Sam." jawab Angel.
"iya, dia udah meninggal lama." kata Sam.
Franky mencerna percakapan yang mereka lontarkan. dia sedang menghubungkan semua kejadian dengan apa yang sering dilakukan oleh Eli selama kenal Leon dan dirinya.
"Eli, Margaret, Sam dan Rey berteman. lulus SMP Sam pergi ke NYC. Sedangkan Rey disini pacaran sama Margaret. hubungan mereka masih baik-baik saja. tapi setelah Margaret meninggal, Rey terlihat membenci Eli dan Eli mempunyai pandangan bersalah kepada Rey. dan semenjak aku kenal Eli, dia tak pernah ambil job kelewat dari jam sembilan malam." kata Franky tiba-tiba membuat semuanya menoleh kearah Frank. "kayanya ada hal rahasia yang Eli simpan dari Rey. dan hanya Leon yang tahu rahasia itu. kayanya kita harus selidiki." kata Franky dijawab anggukan oleh semuanya.
Seorang wanita duduk dengan termenung dibawah sebuah pohon di taman. dia duduk menunggu seseorang. dia diajak bertemu oleh seorang pria. dia masih tak menyangka pria itu akan menghubunginya.
"Sorry lama. sudah lama kamu nunggunya Di?" tanya pria itu yang menyapa wanita itu. yang tak lain adalah Diana.
"gak kok kak. kakak ada apa mengajak aku ketemuan disini." tanya Diana kepada pria yang tak lain Leon.
"kakak mau minta maaf sama kamu Di."
"maaf soal apa?"
"maaf atas perkataan kakak waktu malam reuni itu." kata Leon membuat Diana membulatkan matanya. dia tak menyangka seorang Leon bisa seperti ini.
Semua ini bukan karena alasan dia sendiri. tapi ini juga berkat perkataan Angel semalam. Angel semalam mendatanginya dan mengatakan berbagai hal yang membuat Leon sadar akan sikapnya yang keterlaluan dengan Diana. sehingga dia meminta Diana untuk datang kesini bertemu dengannya.
"Aku sudah memaafkan kakak." kata Diana membuat Leon sedikit lega. "apa hanya itu yang ingin kakak katakan kepadaku?" lanjutnya.
"emm... itu Di.. apa kamu beneran pacaran sama Rey?"
"kalau aku jawab iya kakak mau apa, dan kalau aku jawab enggak, kakak juga mau apa?" tanya Diana. dia tak mau terburu-buru menjawab pertanyaan Leon.
"kalau enggak, beri kakak kesempatan kedua untuk mengejarmu lagi. tapi kalau iya, bolehkah kakak memelukmu sekali ini saja? dan setelah itu kakak akan pergi dari kehidupan kalian." kata Leon membuat Diana membulatkan matanya.
Hatinya tergerak untuk mendekati Leon dan memeluk lelaki itu. memeluk Leon dengan erat. namun hal itu justru membuat Leon semakin patah hati. dia anggap kalau pelukan itu jawaban Diana. yang artinya iya dia berpacaran dengan Rey.
"makasih, kamu sudah mau memelukku Di." kata Leon membalas pelukan Diana dengan erat sebentar lalu melepaskan Diana. "setelah ini kakak akan pergi dari kehidupan kamu. semoga kamu bahagia bersama Rey." katanya lalu pergi meninggalkan Diana yang terpaku. Bukan itu maksud Diana!
"kak, tunggu!" teriak Diana yang membuat langkah Leon berhenti tapi dia tak mau menoleh melihat Diana.
Leon merasakan Diana memeluknya dari belakang. memeluk Leon erat. Leon tak menyangka kalau Diana memeluknya lagi.
"bukan itu maksudku kak. aku belum menjawabnya. dengarkan aku dulu." kata Diana dan Leon hanya terpaku memandang lurus kedepan mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh Diana. "Aku tidak punya hubungan apapun sama bang Rey. semua itu aku lakukan karena ingin balas dendam sama kak Leon yang malah mengajak kak Eli keacara reuni. jujur aku cemburu sama kakak yang jalan dengan cewek lain. jujur aku sayang sama kakak. aku menyesal dulu menolak lamaranmu kak. aku gak mau kakak pergi dari kehidupanku." kata Diana sambil terisak.
Leon mendengarnya dengan tak percaya. dia tak percaya kalau ternyata cintanya terbalas. cintanya tak bertepuk sebelah tangan. dia begitu senang. dia langsung melepaskan pelukannya dan berbalik menghadap Diana dan memeluk wanita itu erat serasa tak ingin kehilangannya.
"kakak suka mendengarnya. kakak masih sayang sama kamu Di. kakak juga tak mempunyai hubungan apapun kepada Eli. karena kakak hanya menganggapnya sebagai sahabat. itu tak lebih." kata Leon.
"tapi diantara wanita dan pria itu tak ada persahabatan yang murni. pasti ada benih-benih cinta." kata Diana.
"iya kakak tahu. tapi itu tak berlaku buat kakak dan Eli. karena dihatinya hanya ada lelaki yang menjadi ayah anaknya." kata Leon.
"ANAK!?"