That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Butik



Saat ini Elsa dan Jackson masih berada didalam butik sedang melihat pesanan gaun pernikahan tersebut. Namun tanpa sengaja Jackson menabrak Salsa yang kebetulan sedang berada disana.


"woy kalo jalan pakai mata dong! masa cewek secantik gue lo tabrak gitu aja. modus lo ya. baju gue rusak nih. mahal juga." maki Salsa.


"sorry gue gak lihat. gue gak sengaja." kata Jackson.


Keluar dari bilik ganti, Elsa melihat Jackson sedang adu mulut dengan seorang wanita, langsung mendatanginya.


"Ada apa sayang?" tanya Elsa.


Salsa yang melihat Elsa membulatkan matanya. dia tak percaya kalau gadis cantik yang berada di depannya ini adalah Elsa. Orang yang pernah dia anggap perebut Evan dulu. Tapi ternyata Evan masih menganggap Salsa sebagai kekasihnya. ya walaupun sekarang dia yang pergi meninggalkan Evan karena Evan sudah jatuh miskin. sedangkan keluarganya sedang dalam keadaan maju. tak ingin membuat malu keluarganya, dia akhirnya meninggalkan Evan dan memacari seorang Manager dari sebuah agensi model ternama.


Jadi ini Jackson yang dikabarkan pacaran dengan Elsa? Gak nyangka gue, Jackson yang kelihatan biasa - biasa saja di kampus ternyata penerus Keluarga Wang. tau gitu dari dulu gue pepet dia. batin Salsa.


"pokoknya gue gak mau tau, lo harus ganti baju gue sekarang. atau kalau gak, gue bakal laporin kalian ke pacar gue." kata Salsa mengancam.


"ohh laporin? silahkan laporin saja." kata Elsa tak kalah sengit setelah mengingat pertemuan pertamanya dengan gadis di depannya itu di parkiran kampus.


Tak lama setelah itu datang seorang cowok berbadan kekar yang kelihatan sombong dan angkuh. Salsa tersenyum penuh kemenangan melihat Jackson sedikit takut akan badan kekar lelaki itu. Namun berbeda dengan Elsa yang merasa kenal dengan lelaki itu, bahkan saat melihat name tag kerja yang ada pada leher lelaki itu. Elsa tersenyum penuh arti.


"sekarang lo pada takut kan sama cowok gue?" kata Salsa.


"oke, gue ngaku salah. gue ganti baju lo." jawab Jackson akhirnya daripada harus berurusan dengan kekerasan. sedangkan Elsa masih diam menunggu reaksi cowok itu seperti sedang melakukan inspeksi sikap karyawannya.


"mau ganti? punya apa lo ganti baju cewek gue, baju ini limited edition. bahkan gaji lo aja gak akan cukup buat ganti baju ini." kata Cowok itu sombong. sedangkan Salsa hanya tersenyum, karena setau Salsa kalau cowoknya itu bekerja di agensi model terkenal yang sudah menaungi banyak model go internasional. bahkan dia berpikir bahwa pacarnya itu lebih kaya dari Elsa yang hanya dia tahu bahwa Keluarga Elsa hanya punya beberapa perusahaan saja. tapi dia salah mengenai hal ini.


"ohh ya? memang kamu kerja dimana sampai bisa se sombong itu?" kata Elsa yang kini telah angkat bicara dan menyuruh Jackson diam.


"Aku bekerja di Axe Entertainment, sebuah agensi model internasional sebagai Manager di bidang perekrutan." katanya bangga.


"Sayang bukannya itu.." kata Jackson yang langsung diberi isyarat untuk diam oleh Elsa.


"benarkah? siapa namanya kalau boleh tahu." kata cowok itu yang masih terlihat belum mengetahui siapa Elsa.


"namanya Hendrawan Kusnanto." kata Elsa singkat setelah melihat dari name tag pria tersebut.


"ohh Hendrawan. ehh.. itu kan gue? sok tau lo. darimana lo tahu gue bakal dipecat?" kata pria itu yang diketahui namanya Hendrawan.


"dari gue. karena lo belum tahu kan siapa bos lo. nih bos lo. namanya Elsa Mega Angkasa." kata Elsa sambil melihatkan sebuah foto dirinya sehingga Hendrawan menyadari bahwa sangat CEO baru dari keluarga angkasa ada dihadapannya.


"Nona muda ketiga.. maafkan saya Nona muda. maafkan saya. saya khilaf. tolong jangan pecat saya." kata Hendrawan. Salsa yang melihat itupun dibuat membisu tak percaya bahwa CEO dari tempat pacarnya bekerja itu adalah Elsa yang kini ada di depannya.


"sorry, gue gak sudi memperkerjakan orang yang dalam jam kerja justru malah kelayapan dengan pacarnya." kata Elsa enteng. "yuk sayang kita pergi. bawa baju ini sekalian bayar habis itu kita ke toko perhiasan." kata Elsa menggandeng tangan Jackson manja.


Melihat Elsa dan Jackson melenggang pergi, Salsa geram. apalagi pacarnya kini sudah tak punya apa-apa. dengan enteng dia meninggalkan pacarnya yang masih terduduk meratapi nasib bahwa dia dipecat dari perusahaan yang sudah dia ikuti selama lima tahun ini hanya karena kesalahan kecil yang dia perbuat dengan pacarnya. Salsa dengan tenang meninggalkan Hendrawan setelah mengucapkan kata-kata putus.


"ahh sial banget sih gue. baru ngerasain enak lagi dalam seminggu sudah harus cari mangsa baru. tapi kayanya daripada gue cari mangsa baru kenapa gak gue pepet aja terus tu Jackson ya? dia kan kaya tuh. bahkan gak kalah kayanya sama dengan keluarga Elsa. kan bisa tuh gue jadi ratu lagi." kata Salsa mantap. di benaknya sudah terlintas banyak skenario untuk mendekati Jackson agar terpikat dengannya.


Sedangkan ditempat Elsa, setelah selesai membayari gaunnya, dia masih melihat Hendrawan termenung dikursi tunggu. Hendrawan terlihat kosong tatapan dan pikirannya. tak tega, akhirnya Elsa mendekatinya. sedangkan Jackson hanya menemani Elsa disampingnya.


"apa kamu sudah melihat bagaimana dia bersikap dihadapan kamu? sekarang dia meninggalkan kamu kan?" tanya Elsa lembut.


Hendrawan yang mendengar suara Elsa pun mendongak. dia kembali menunduk takut.


"karena kamu sudah mengetahui seperti apa sifat pacarmu itu, maka tinggalkanlah. kamu boleh pacaran sama cewek. tapi jangan sampai kamu dibodohi dan meninggalkan pekerjaan kamu." kata Elsa lagi.


Mendengar itu, Hendrawan pun merasa bahwa selama ini dia begitu bodoh sampai mau-mau memenuhi kemauan Salsa sedangkan pekerjaannya sampai ia lupakan. "maafkan saya Nona, sekarang saya sudah sadar. saya minta maaf Nona." katanya sambil berlutut.


"karena kamu sudah sadar, kamu bisa kembali bekerja di Axe Entertainment seperti jabatan kamu sebelumnya. aku tak mau kehilangan orang yang berkompeten bagus seperti kamu." kata Elsa yang langsung disambut anggukan dan ucapan Terima kasih dari Hendrawan. bahkan Hendrawan sampai sujud dikaki Elsa.