That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Season 2_46



Sudah sebulan semenjak pernikahannya dengan Bella. Leon masih belum memberitahu Diana. Bahkan Diana sendiri tidak sadar kalau dia sudah diceraikan oleh Leon sudah hampir sebulan yang lalu surat keputusan itu dikeluarkan. dan selama sebulan ini, Diana hanya pulang beberapa kali. dan saat Diana pulang, dia juga tak curiga melihat Leon yang sering berinteraksi dengan Bella. Bahkan menyuruh Bella untuk makan bersama. Diana mengacuhkan Leon. Hingga suatu peristiwa terjadi saat dia tengah menginap dirumah kedua orang tuanya.


"sekarang udah akhir bulan aja. aku belum bulanan juga." gumam Diana sambil melihat kalender. "ehh! astaga iya. aku udah hampir dua bulan gak datang bulan. Jangan-jangan..."


Dia pun bergegas mengambil tas tangannya dan segera pergi kedokter untuk memeriksakan apakah benar dia hamil atau tidak. Dengan ragu dia mendatangi dokter yang sudah dia pesan jadwalnya melalui daring.


Diana takut akan apa yang dia pikirkan menjadi nyata. Dia dengan perlahan masuk keruangan itu. mengikuti semua tes yang disuruh oleh dokter Obsgyn. saat menerima hasilnya, Diana membukanya dengan begitu pelan dan hati-hati. dia juga takut akan hasilnya.


"Positif? A... aku ha-hamil dok?" tanya Diana dengan tergagap.


"iya Nyonya Wang. selamat anda hamil, usia kehamilan anda sudah memasuki enam belas minggu. saya heran kenapa anda tidak bisa tahu kalau anda hamil? padahal usia kehamilan anda sudah lewat trimester pertama?" tanya Dokter itu.


"emm.. itu.. itu karena saya tidak me-memiliki gejala seperti orang hamil dok. lagipula perut saya juga belum terlihat membesar dok." kata Diana.


"ohh begitu. wajar saja anda tidak tahu. kalau begitu sekali lagi selamat ya Nyonya Wang."


"terimakasih dok. kalau begitu saya permisi."


Diana keluar dari ruangan itu dengan tubuh yang lesu. dia jalan menunduk. dia bingung mau bagaimana. kalau dia bilang ke Lucas, dia pasti mau menerimanya, tapi tidak untuk semua keluarga. terutama sekarang dia lebih disibukkan dengan usaha milik istrinya yang melebar ke luar negeri.


Sedangkan jika dia bilang kepada Leon, pasti Leon juga tak mau menerimanya. karena selama menikah kan Leon belum pernah menyentuhnya sekalipun. apalagi meniduri nya sampai hamil. Dia bingunga mau bagaimana. Lagipula kalau dia mau menipu keluarga Wang, apa iya mereka akan percaya? pernikahannya dengan Leon baru berusia dua bulan lebih sedikit, sedangkan kehamilannya sudah masuk trimester kedua yang artinya sudah tiga bulan lebih. Di tengah kebingungan itu dia tak sengaja menabrak seseorang.


Bruuukk..


"Aduh maaf Nyonya.. maaf tidak sengaja." ucap Diana kepada wanita yang tengah memungut barangnya. sedangkan saat Diana hendak mengambil hasil tesnya itu, ternyata sudah diambilkan oleh wanita itu.


"ini punya anda nona... Diana?" tanya Wanita itu yang terkejut melihat Diana.


"Mom.. Mommy?" Diana pun kaget melihat mertuanya itu.


"Kamu sedang apa disini sayang? dan ini laporan apa?" kata Elsa melihat kertas putih itu.


Diana hendak mengambilnya namun kalah cepat dengan Elsa yang sudah membukanya dan membacanya.


"Sayang.. jadi kamu hamil? ya Tuhan.. selamat ya sayang.."kata Elsa senang sambil memeluk menantunya itu.


Diana dibuat bingung mau bagaimana. tapi ada untungnya juga kalau mertuanya tahu. dia bisa bersandiwara dibalik mertuanya. dia yakin Leon tak akan dengan mudah menceraikannya.


" iya Mommy. sudah enam belas minggu. Baru saja Diana mengetahuinya."katanya dengan memancarkan muka bahagia untuk bersandiwara didepan mertuanya.


"Udah trimester kedua dan kamu belum bilang sama Mommy? apa suami kamu tahu?" tanya Elsa.


"umm.. be-begini Mom, sebenarnya Diana juga gak tahu kalau hamil. soalnya Diana gak ngerasa ada tanda-tanda hamil Mom. Lihat, perut Diana aja masih terlihat rata." kata Diana.


"ohh begitu.. Mommy kira kamu akan merahasiakannya." kata Elsa. "ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang. kita beri tahu suami kamu. tadi Mommy janjian sama suami kamu karena katanya ada yang mau dia omongin." lanjut Elsa menggandeng tangan menantu yang sebenarnya sudah menjadi mantan menantu itu.


Elsa membawa Diana kerumah Leon. disana ternyata sudah ada Angela juga yang mendampingi Leon untuk berbicara kepada Mommy nya. Namun Leon maupun Angela dibuat kaget karena melihat Elsa pulang bersama Diana. mereka berdua tak menyangka itu. Leon pun melirik kearah Bella, dimana Bella berdiri dengan cantiknya meskipun memakai baju sederhana di sudut ruangan. Leon memberi kode kepada Bella untuk tenang.


"Sayang.. kamu disini juga?" Sapa Elsa sembari memeluk Angela.


"Mommy kenapa bisa bareng sama Diana?" tanya Leon dengan melirik Diana tak suka. sedangkan Diana tersenyum penuh kemenangan karena merasa akan di bela mertuanya.


"Iya, tadi gak sengaja ketemu sama Diana waktu Mommy menjenguk teman Mommy di rumah sakit. ohh iya, ada hal penting yang ingin Mommy bicarakan sama kalian. sekarang kamu bilang dulu hal penting apa yang akan dibicarakan dengan Mommy?" tanya Elsa.


"emm Mommy dulu aja." kata Leon.


"baiklah kalau begitu. sebelumnya Mommy ucapkan selamat kepada kamu sayang. kamu akan menjadi ayah." kata Elsa bahagia menceritakannya kepada Leon. sedangkan Leon dan Angela kaget bercampur bingung dengan apa yang dikatakan oleh Mommy nya.


"ayah? maksud Mommy?" tanya Leon.


"iya ayah. sayang, bilang dong sama suami kamu." kata Elsa menggapai jemari Diana.


Diana yang awalnya takut saat menatap mata Leon pun jadi berani karena melihat sikap mertuanya yang seperti menjadi tameng untuknya.


"aku hamil kak." kata Diana menundukkan kepalanya.


"HAMIL?!" teriak Leon dan Angela bersamaan. Bella yang mendengar itupun juga tak percaya.


Bagaimana Nyonya Diana bisa hamil? bukankah kak Leon sendiri yang bilang kalau aku lah gadis pertamanya? kenapa sekarang dia bisa menghamili mantan istrinya? apa kak Leon membohongiku? pikir Bella.


"iya.. Diana hamil. akhirnya Mommy akan punya cucu dari kamu sayang. selain Princess dan Hero." kata Elsa senang.


"Tapi bagaimana bisa dia hamil?" kata Leon bangkit dari duduknya.


"apa maksud kamu Leon?" kata Elsa yang kesal mendengar anaknya berkata seperti itu.


"iya Mom. bagaimana bisa hamil kalau aku aja tidak pernah menyentuhnya selama ini. jadi bagaimana bisa dia hamil Mom?" kata Leon tak percaya.


"Kak Leon benar Mom. itu pasti bukan anak kak Leon. Diana, katakan yang sebenarnya. siapa ayah dari anak itu?" kata Angela.


"Kalian berdua ini apa-apaan sih. Diana kan menikah dengan Leon ya pasti ayah dari anak yang dia kandung sudah pasti Leon." kata Elsa yang masih membela Diana. sedangkan Diana sedikit takut kalau semuanya akan terbongkar sekarang.


"Aku Mom? Asal Mommy tahu, sekalipun aku belum pernah meniduri Diana. jadi bagaimana bisa dia hamil anak aku Mom?" kata Leon kekeh. dia menatap Diana tajam, sedangkan Diana tak berani mengangkat kepalanya.


"Mom, Diana selingkuh Mom. dia tidur dengan lelaki lain di belakang kakak. bahkan saat kakak sakit, dia lebih memilih pergi berkencan dengan kekasihnya. itu yang Mommy sebut menantu idaman?" kata Angela membuat Diana mengangkat kepalanya dengan tatapan tak percaya.


"Kenapa? kamu kaget dengan apa yang dikatakan Angela? kita sudah tahu semua kebusukanmu. jadi sekarang lebih baik kamu pergi bawa anak haram kamu itu. bawa anak itu ke ayahnya yang maniac sex itu." kata Leon.


"CUKUP! Leon! Angela! apa-apaan kalian menghakimi Diana tanpa bukti? kalau memang terbukti ini anak kamu bagaimana?" tanya Elsa yang masih kekeh kalau Diana tak bersalah.


"Bella!" teriak Angela memanggil Bella, Bella yang tadinya sempat menangis pun segera menghapus air matanya dan segera menuju ke ruang tamu. "Kamu ambil berkas yang ada di mobil aku. minta kepada Morgan. bawa semuanya." kata Angela dan Bella langsung menuju mobil Angela.


Sekembalinya Bella menyerahkan amplop warna coklat. Angela membuka semuanya dan menyerahkan isi amplop tersebut kepada Elsa.


"Mommy bisa lihat bukti itu. itu bukti nyata, bukti real kalau Diana selingkuh. Mommy bisa lihat siapa saja lelaki yang ada di foto itu. bahkan Mommy bisa lihat ada lelaki tua gendut disana. itulah yang Diana kerjakan di belakang kak Leon." kata Angela membuat semuanya kaget.


Melihat itu Elsa pun murka. dia menampar Diana dengan keras.