That Sexy Girl Is Mine

That Sexy Girl Is Mine
Ada yang Janggal



"Apa maksud kamu Els?" kata Maxime.


"Anakku kak, anakku gak mati kak. anakku masih hidup. tolong selamatin anakku. anakku berada ditangan dokter jahat itu kak. aku mohon kak. tolong selamatin anakku." kata Elsa pada Maxime.


"Sayang tenang ya.. tenang.. kamu baru aja sadar. aku gak mau kamu terguncang lagi. oke.. kita bicarakan pelan-pelan. biar semuanya paham tentang apa yang kamu omongin." kata Jackson lembut meluluhkan hati istrinya itu.


Elsa pun terlihat menghela nafas dalam dia melihat sekeliling. bahkan matanya menangkap adanya Bianca yang sedang menggendong Angela dengan senyum yang tak bisa diartikan. akhirnya pelan-pelan Elsa menceritakan semuanya.


Flasback On


Elsa POV


Aku memasuki ruangan bersalin. aku bertemu dengan banyaknya perawat dan dokter kandungan. awalnya aku ingin melahirkan normal atas bimbingan dokter kandungan wanita yang memang bilang kalau aku bisa melahirkan normal tanpa ada kelainan apapun dalam kandungan ku. namun saat dokterku biasanya tak ada dan diganti dokter laki-laki, tiba-tiba dokter itu menyuruhku untuk operasi karena alasan faktor bayinya. entah benar atau tidak aku juga tak tahu.


Tapi entah kenapa perasaanku tak tenang. hingga ada suster Rena yang ikut masuk keruangan. suster yang juga sering menjadi perawat pribadi dirumahku. akhirnya aku menjalani operasi Caesar. Aku sadar kalau aku telah melahirkan, tapi aku tak tahu kemana bayiku. aku sempat mendengar tangisannya tapi kenapa aku tak melihat bayiku?


Hingga aku mendengar tangisan suster Rena yang tergeletak dibawah. aku melihatnya menangis dengan muka penuh darah. dia menangis sambil berteriak kesakitan.


"Mataku.. sakiiit!" teriaknya. aku menangis melihatnya. tapi aku masih begitu lemas tak bisa menolongnya.


Hingga aku mendengar dua orang yang berbicara disampingku.


"Mau diapakan gadis ini bos?" kata seseorang disebelah kanan ku seperti suara laki-laki.


"buat dia koma, kalau bisa buat dia mati. tapi buatlah secara perlahan biar dia tahu bagaimana rasanya kesakitan." kata orang yang berada disisiku lainnya. terdengar seperti suara lelaki tapi lebih lembut layaknya wanita.


"baik, akan aku buat dia koma."


Akhirnya aku sekilas melihat bayangan seorang wanita dan seorang laki-laki saat mereka membuka maskernya sebelum akhirnya aku kehilangan kesadaranku setelah mereka memberiku suntikan yang entah aku tak tahu cairan apa itu.


Flashback Off


Author POV.


Elsa menjelaskan itu semua dengan air mata. Dia menangis ketakutan dalam pelukan Jackson.


"Siapa dokter yang menangani Elsa melahirkan waktu itu?" tanya Kevin.


"Dan juga semenjak Elsa kumat yang merawatnya kan juga Kak Jojo sama Kak Rere."kata Jackson.


" Lalu apa ada suster, perawat atau dokter selain orang yang kita kenal selalu datang kesini?" tanya Maxime.


"Selain Jojo sama Rere maksud kamu nak?" tanya Alexa.


"Iya, apa ada yang lain lagi tante?" tanya Maxime tak sabar.


"kayanya sih...." kata Alexa menerawang.


"Ada!" kata Rahma yang teringat akan seorang suster yang masuk tiap seminggu sekali tepat saat tengah malam. dan itu terjadi selama Elsa koma. "Ada, aku sering melihatnya suster itu menyuntikkan sesuatu ke dalam infus Elsa, tapi aku tak pernah sedikitpun curiga karena aku pikir itu memang obat yang mestinya dikasih ke Elsa." lanjutnya.


"Obat apa yang dikasih hanya seminggu sekali. lagi pula kenapa harus mesti tengah malam?" kata Rere.


"Aku rasa Elsa koma bukan karena syok, melainkan karena obat itu. obat yang tiap minggu disuntikkan agar Elsa selalu dalam keadaan koma uang aslinya dia hanya tertidur." selidik Maxime.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang nak?" tanya Jonathan kepada anaknya itu.


Maxime hendak menjawab tapi matanya menangkap sebuah senyuman penuh kemenangan dari Bianca yang mengarah ke Elsa. sehingga membuat dia mengurungkan ucapannya.


"Akan aku pikirkan lagi besok. yang terpenting sekarang kak Jojo dan Kak Rere harus ketat menjaga Elsa. jangan sampai membuat Elsa tak sadarkan diri lagi karena satu-satunya petunjuk agar bisa menemukan pelakunya." tutup Maxime.


***


Setelah semuanya tenang dan bisa beristirahat karena kini Elsa sudah sadar dan ditunggu Jackson. tapi Bianca tak ikut pulang. menunggu Jackson bersama anaknya. Melihat itu, Elsa merasa ada yang janggal dan dia juga merasa seperti mengenal dekat anak Bianca.


"Sayang aku mau tanya. kenapa Bianca ada disini? dan siapa gadis kecil itu?" tanya Elsa.


Jackson yang mendengar pertanyaan itupun terlihat gugup. namun dia tak ingin menyembunyikan semuanya dari Elsa. apapun keputusan Elsa kedepannya setelah mendengar ini akan dia terima.


Kemudian Jackson kembali menceritakan semuanya dari awal seperti saat dia menceritakan dengan keluarga besar apa yang terjadi. dengan seksama dia mendengarkan Jackson. namun dia merasa selalu ada yang janggal.


"Aku ingat dulu aku hanya meninggalkan Jackson selama beberapa menit. mana mungkin dia bisa mabuk hanya dalam beberapa menit? dia kan paling jago minum diantara kami ber delapan. lalu pesta itu terjadi di gedung dekat rumah yang hanya berjarak dua kilometer, sedangkan dari penuturan Jackson yang bilang dia bangun dikamar Bianca yang rumahnya jauh dan harus menempuh waktu setengah jam dari tempat pesta, sungguh tidak mungkin. sedangkan mobilnya saja masih terparkir rapi. ini ada yang janggal. aku mesti bilang sama Kak Maxime. Batin Elsa