
BBRRUUAAKK...
Bunyi benturan yang keras terdengar dari dalam rumah. mama sama papa langsung keluar dan melihat Margaret tergeletak di jalan setelah di tabrak oleh mobil yang melaju dengan kencang.
"MARGA!" teriak mereka bertiga bersamaan. itu bertepatan dengan Reyhan yang tengah berjalan ingin kerumah mereka.
Sesaat kemudian Marga langsung dibawa kerumah sakit dan langsung ditindaklanjuti dengan operasi karena keadaannya sangat parah. semuanya menunggu dengan gelisah. Elisabeth menundukkan kepalanya tak kuat menahan rasa sedih. bagaimanapun kecewanya dia kepada Margaret yang tak mempercayainya, tapi dia tetap sayang kepadanya.
"puas kamu sudah membuat Marga begini? puas!" bentak mama.
"kenapa lagi lagi aku yang selalu mama salahkan? aku tidak tahu menahu kenapa Marga sampai kecelakaan." bela Eli.
"kalau sampai terjadi apa-apa kepada Marga, kamu akan tanggung akibatnya." ancam papa.
Selang tiga jam kemudian dokter yang menangani Marga keluar. raut wajah dokter itu terlihat sudah menyerah. dia hanya bisa menggelengkan kepala saat menatap keluarga Marga.
"Kami mohon maaf tuan dan nyonya Granger. kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi ternyata Tuhan lebih sayang kepadanya. kami turut berduka cita." kata Dokter itu.
Papa dan mama yang mendengar pun langsung berteriak histeris. sedangkan Reyhan langsung terjatuh terduduk lemas di lantai. Jenazah Marga langsung dikebumikan hari itu juga. Eli yang terakhir kali beranjak dari tempat itu. dia menangis di pusara Marga.
Marga, maafkan aku yang membentakmu. maafkan aku yang kasar di saat terakhirmu. jujur dari kecil aku selalu iri denganmu. mungkin setelah kamu pergi pun aku akan tetap iri denganmu. karena setelah ini aku akan kembali sendiri. aku yakin mama dan papa pasti akan selalu menyalahkan aku atas kepergianmu. aku yakin setelah ini aku akan diusir dari rumah itu. dan jika itu terjadi, maka ini untuk terakhir kalinya aku menjenguk mu Mar, aku akan pergi jauh dari sini. aku tidak akan lagi mengharapkan kasih sayang dari orang tua yang jelas akan membuangku. terimakasih atas kebaikanmu selama ini Marga. dan maaf jika aku masuk dalam hubunganmu dengan Reyhan.
Setelah itu dia pun pulang kerumah. dan benar saja. semua baju dan barangnya yang sudah sempat dia rapikan tadi sudah berada di luar rumah. disana ada bi minah yang selama ini selalu menjadi wakil wali Eli di sekolah.
"apa semua ini mama dan papa yang mengeluarkannya bi?" tanya Eli dengan pilu.
"maafkan bibi nak Eli, bibi tidak bisa mencegah nya. tuan dan nyonya bilang, sudah tidak menganggap nak Eli anaknya. maafkan bibi nak Eli, bibi sudah tidak bisa membantu nak Eli lagi." kata bi minah disela tangisnya.
"bibi jangan menangis bi, semua ini memang sudah seharusnya dari awal aku dapatkan. memang seharusnya aku tidak dilahirkan bi. karena hanya akan menjadi bagian terlebih disini. mungkin diluar sana aku akan mendapatkan kebahagiaan. do'akan aku ya bi." kata Eli memeluk bi minah.
"selalu nak. bibi selalu mendoakan yang terbaik untuk nak eli."
Eli keluar dari rumah itu. dia sekarang hanya sebatang kara. dia hanya memiliki uang yang dia tabung dari kecil sisa uang bulanannya. dia tidak bisa bergantung dari uang itu kalau dia tidak bekerja. langkah kakinya membawanya menuju ke Jakarta. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Leon dan Franky. dia menganggap Leon sebagai saudaranya.
Hingga akhirnya Eli dan Reyhan bertemu kembali. dan akhirnya Reyhan bertemu dengan seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya dari nama dan muka. diikutinya sampai anak kecil itu berhenti di sebuah rumah yang Reyhan tahu itu rumah siapa. dia mengintip nya dari celah pagar. dan dia juga melihat Eli menyambut anak itu dengan sayang. dia juga mendengar anak itu memanggilnya mama.
Jadi benar itu anaknya Eli denganku?
#FlashbackOff#
"Leon, gue mau tanya. ada hubungan apa lo sama Eli" tanya Rey yang kini tengah bertemu dengan Leon dan Diana.
"ada apa kamu bertanya tentang hubunganku dengan Eli?" tanya balik Leon.
"gue hanya gak mau Diana sakit hati lagi kalau melihatmu bersama dengan Eli." elak Reyhan.
"yakin karena itu? bukan karena kamu ingin mempertanyakan siapa ayah dari anaknya Eli?" kata Leon menohok Rey hingga bungkam.
Kemarin Leon mencari tahu tentang Reyhan dan Eli setelah dia diceritakan tentang mereka dari Sam. Sam dan Leon mencari tahu dari rumah keluarga Eli dan Marga di Bandung. Rumahnya masih berdiri kokoh dan terawat karena ada pembantu yang merawatnya. meskipun orang tua Eli pergi setelah kematian Marga dan tak pernah kembali lagi.
Untungnya pembantu yang bertugas disana kenal dengan bi minah. saksi hidup Eli sampai dia keluar dari rumah itu. mereka pun mencari rumah bi minah dan menemukannya. mereka langsung menceritakan maksud dari pertemuannya. dan bi minah dengan sempat hati menceritakan dengan detail kejadian yang dia tahu tentang sebelum Eli pergi. hingga akhirnya merekapun tahu kalau anak yang Eli lahirkan itu anak Reyhan.
"Da.. darimana kau tahu?" tanya Reyhan terbata.
"jadi benar lo ayah sari anak nya Eli? dasar b****sek lo ya. bugh..." kata Leon memukul wajah Reyhan. "itu untuk lo yang menodai Eli. bugh.. ini untuk lo yang menghamili Eli. bugh.. ini untuk lo yang meninggalkan Eli tanpa tanggung jawab. bugh... dan ini untuk kesakitan dan kesusahan hidup Eli sebagai single parent." kata Leon membabi buta hingga ujung bibir Reyhan berdarah.
"Bang Rey, gue gak nyangka kalau lo lebih b******n dari pada bang Sam. meskipun bang Sam menghamili Angela, tapi setidaknya sekarang dia mau bertanggung jawab dan mengakui kalau anak dalam rahim itu anaknya. sedangkan lo, justru lo malah menuduhnya menjebak lo dan lo lari dari tanggung jawab gitu aja." kata Diana yang sudah muak dengan semua itu.
Akhirnya Diana dan Leon pergi dari tempat itu meninggalkan Reyhan yang kesakitan. Reyhan pun bangkit dan langsung pulang kerumah. sampai dirumah, dia bertemu dengan Sam dan Angela diruang tengah.
Angela kaget saat melihat Rey bonyok. sedangkan Sam tahu kalau itu pasti perbuatan Leon. Sam meninggalkan Rey yang tengah diobati Angela. Sam mempercayakan Angela untuk menasehati Rey. Sam yakin Angela bisa melakukan itu.
"aww.. aww.. sakit Ngie. pelan-pelan dong." kata Rey menahan perihnya.
"kaya gini aja abang bilang sakit. lebih sakit kak Eli tahu bang saat melahirkan anaknya seorang diri di rumah sakit tanpa dampingan dari keluarga dan juga suami." mendengar itu Rey tertohok. seperti ada pisau yang menancap tepat di dadanya. Rey hanya diam mendengarkan Angela berbicara.
"Bang Rey ingat gak bagaimana marahnya bang Rey saat tahu Angela hamil anak nya Bang Sam tapi malah bang Sam pacaran dengan Rere?" Angela memeberi jeda untuk mendengar jawaban Rey, tapi dia hanya melihat Rey diam saja mendengarkan. "ya seperti itu juga yang dirasakan Kak Leon saat tahu kalau bang Rey itu ayah dari anaknya kak Eli. karena kak Leon itu sayang sama kak Eli seperti sayang sama Angela."
Rey masih diam. Angela pun melanjutkan pembicaraannya.
"Apa yang abang Terima dari kak Leon, itu belum seujung kuku dari penderitaan yang kak Eli rasakan bang. kak Eli harus menanggung semua nya sendiri. coba abang bayangin kalau apa yang kak Eli alami itu terjadi pada Angela yang abang sayang. Harus tahan dengan hinaan saudara kembarnya yang tak mempercayainya, diusir dari rumah orang tuanya, hidup seperti gelandangan di kota orang. berjuang banting tulang untuk menghidupi anaknya. bahkan kak Eli sempat bekerja sebagai OB di kantor milik Daddy Jackson. Kak Eli berjuang hidup dan mati untuk melahirkan anaknya. dia berjuang sendiri tanpa dukungan batin dari orang tua. dia berjuang sendiri tanpa seorang lelaki yang seharusnya menjadi suami serta ayah dari anak yang dia lahirkan. coba bayangin semua itu terjadi pada Angela. apa kakak tega? apa kakak masih bisa bilang dia menjijikkan dan anaknya itu iblis?" kata Angela pelan tapi menusuk di hati Reyhan.
Tanpa sadar, Reyhan sudah terguguk menangis sambil menundukkan kepalanya. Angela memberi aba-aba kepada Sam untuk keluar dan membantu menenangkan Reyhan. terdapat pula bunda Melati yang ikut menenangkan Reyhan. Melati sudah didiberi tahu oleh Sam semalam.
"nak... apa yang dikatakan ipar kamu itu benar. mungkin dulu kalian melakukan itu tanpa sadar. tapi bagaimanapun itu, anak yang dilahirkannya itu tidak salah. yang salah itu kalian sebagai orang tuanya. Eli sudah menebus kesalahan itu dengan diusir dari rumah oleh orang tuanya. dia bahkan harus menelan pil pahit dalam hidupnya sendiri tanpa ada yang dijadikan sandaran. jadi sekarang giliran kamu. tebuslah kesalahanmu dengan menerimanya dan anak itu. bawalah mereka kembali ke keluarga Surya Atmaja yang sebenarnya nak. mereka sudah seharusnya berada disini. minta maaflah nak." kata Melati penuh dengan sayang membuat Rey sedikit tenang dalam pelukan bundanya. dia memantapkan hatinya untuk meminta maaf kepada Eli dan menerimanya dengan anaknya.